Indonesia
NovelToon NovelToon
A Mafia'S Love For A Muslimah

A Mafia'S Love For A Muslimah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi
Popularitas:847.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nurliah Ummu Tasqi

Seorang mafia kelas kakap, Maxwell Powell nyaris terbunuh karena penghianatan kolega sekaligus sahabatnya. Namun taqdir mempertemukannya dengan seorang muslimah bercadar penuh kharisma, Ayesha, yang tak sengaja menolongnya. Mereka kemudian dipersatukan oleh Allah dalam sebuah ikatan pernikahan gantung karena Ayesha tak ingin gegabah menerima lamaran Maxwell terhadapnya. Kehidupan seorang muallaf dengan latar belakang kehidupan gelap seorang mafia mengharuskan sang gadis muslimah yang nyaris sempurna ini harus menguji dulu seberapa mungkin mereka kelak bisa membangun rumah tangga Islami yang seutuhnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurliah Ummu Tasqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25. Menyentuh

"Hubby...bolehkah?"

"Boleh Ayesha"

Deg

Meski jawaban sang suami kedengarannya biasa, namun Ayesha menyadari ada sesuatu hal lain yang terasa tidak nyaman. Entahlah, seperti ada sesuatu yang hilang. Ia teringat, sejak ijab qabul kemarin, Maxwell selalu memanggilnya dengan sebutan lainnya bukan langsung dengan namanya atau pun jika dengan nama pasti akan menambahkan kata -ku di belakangnya. Apakah.... Sekelebat bayangan tatapan sang kakek padanya tiba-tiba melintas seakan-akan memberi peringatan.

"Maaf hubby, aku buka ya...", Ayesha gugup.

Tanpa minta persetujuan lagi, ia langsung melepaskan ikat pinggang suaminya dan kini dengan penuh rasa canggung dan risih, dengan mata terpejam ia membuka resleting celana.

"Mengapa tidak memanggil Ali saja?"

"Aku bisa melakukannya sendiri hubby..."

"Yakin?"

"Ya"

"Tidak mungkin"

"Aku yakin bisa"

"Tidak akan bisa"

"Ini mudah"

"Tidak mudah"

"Mengapa? Mengganti celana pria dewasa tidak mesti melalui pengalaman lebih dulu", refleks Ayesha yang mulai kesal melihat ke arah Maxwell. Tanpa sadar ia sudah membuka matanya. Maxwell terseyum lemah. Pancingannya berhasil. Ia yang semula merasa sedih dengan penolakan istrinya kini mulai paham, bahwa memang wanita cantik di dekatnya ini sangat pemalu.

"Sekarang mudah"

"Hubby..."

"Jika honey menutup mata seperti tadi, maka pasti sangat sulit untuk membuka dengan benar dan...", Maxwell nampak meringis.

Ayesha terkejut melihat ekspresi wajah suaminya yang mendadak berubah. Ia spontan melihat ke arah tangannya. Aww. Ia sendiri merasa ngilu. Ia sangat bingung. Bagaimana caranya? Yang di dalam bagaimana? Ah....ya Allah...aku sudah zalim pada suamiku sendiri...bahkan pada masa depanku sendiri. Ia menggigit bibirnya tanpa sadar. Ah, gegara malu yang salah malah membuatku sekarang jadi malu maluin bahkan menyakiti suami sendiri. Ampuni aku ya Allah. Jadi semakin malu ini, rintihnya dalam hati.

"Hubby...aduh sakit ya? Terus bagaimana yang di dalam? Apa yang harus ku lakukan hubby?", pertanyaan konyol diiringi wajah yang sudah nampak pucat. Pikiran Ayesha kacau. Kecerdasan dan ketenangannya selama ini seolah terbang entah kemana. Ia sangat takut.

Maxwell yang semula meringis karena memang aset paling berharganya sedikit terjepit resleting kini nampak menahan geli melihat ekspresi gadis polos di depannya. Terbersit ide gila di benaknya melihat keluguan istrinya tersebut.

"Ssshhh...sepertinya ia terluka sekarang. Oh God, masa depanku...."

"Hubby...maafkan aku...Aku pasti akan bertanggung jawab"

"Ssshhh...sakit sekali..."

Meski masih gugup, perlahan kecerdasan Ayesha kembali bekerja. Dengan perasaan campur aduk dengan sangat perlahan ia menarik kembali resleting celana yang diturunkannya tadi dan berusaha meluruskannya kembali sambil menekan aset yang di dalam pelan-pelan ke bawah lalu menurunkan resletingnya kembali. Berhasil. Seru Ayesha dalam hati. Ya Ampun, aku menyentuhnya? Rona wajah Ayesha langsung memerah mengingat gerakan tangannya tadi. Blush. Segera ia buka celana panjang suaminya dan sebelum semuanya luruh ke bawah ia pun mengambil kain panjang yang sudah disiapkan sejak tadi dan langsung menutupkannya ke bagian atas. Setelah itu menarik sepenuhnya celana dan boxer yang basah kena air minum yang tumpah tadi dari balik kain panjang tadi. Maxwell yang baru saja hendak melakukan rencananya tadi terbengong dan menjadi urung karena mendadak ia merasakan desakan dari dalam. Oh God, apakah Ayesha kali ini akan melakukannya juga? Maxwell meringis kembali, seperti menahan sesuatu, dan Ayesha melihatnya.

"Hubby...masih sakit ya?"

"Aku...sepertinya..cepatlah honey panggilkan Ali segera ya..."

"Oh tidak, aku akan bertanggung jawab. Sebentar ya hubby..."

"No. Bukan itu Ayeshaku...hubby..hendak buang air besar"

"Oh...Hmmm...", Ayesha jadi salah tingkah.

"Tidak apa hubby... Aku bisa membantu", Ayesha lantas bergerak mengambil pisvot.

"Tidak. Tolong panggilkan Ali segera ya...", Sorot mata Maxwell yang lemah dan memohon terlihat jelas, menyiratkan rasa malu yang besar karena ketidakberdayaan sebagai seorang lelaki, apalagi dengan status mantan boss mafia kelas kakap dua benua.

"Tidak hubby. Kali ini aku tidak akan ceroboh lagi. InsyaaAllah. ok?"

"Biar aku saja...aku bisa...", Maxwell hendak bangkit namun Ayesha langsung menahannya.

"Hubby, aku bisa dan aku ikhlash kok. Percayalah."

"Ini akan sangat menjijikkan. Aku bisa lakukan sendiri".

"Aku tidak ijinkan"

"Pergilah Ayesha"

"Tidak. Tolong maafkan aku jika tadi sudah mnyinggung perasaan hubby".

"Ayesha tidak salah. Aku yang terlalu lemah", Maxwell membuang pandangannya ke arah lain. Sorot mata yang sedih bercampur marah tersirat jelas. Ayesha mendesah. Cuma ini cara satu-satunya. Pikirnya. Perlahan ia gapai wajah suaminya dengan kedua tangannya dan ditatapnya lekat-lekat.

"Saat ini suamiku yang tampan ini sedang membutuhkan bantuan istri tercintanya. Apakah jika kelak dengan taqdir Allah Ayesha yang terbaring di sini dan mengalami hal yang sama, my hubby tidak akan melakukan hal yang sama juga?"

"Tidak. Engkau akan selalu sehat dan tidak kuijinkan untuk sakit."

"Apakah pria di depanku ini seorang Tuhan?"

"Aku akan menjagamu dengan nyawaku"

"Apakah di dalam pikiran suamiku ini hanya ada pengalaman masa lalunya? Tidak kah ia ingin masa depan yang lebih baik dari sekedar itu semua?"

"Hmmm..? Maksudnya?"

"Pernahkah berkeinginan untuk memiliki keturunan dariku?"

"Of Course"

"Tahukah Tuan, ketika seorang istri melahirkan, ada banyak kesakitan dan kelemahan yang harus ditanggungnya. Apakah pria di depanku ini juga sanggup menanggungnya bersama?"

"Andai aku bisa menggantikan rasa sakit itu..."

"Tidak mungkin bukan? Lalu bagaimana dengan mengurusi kebutuhan pribadinya, apakah masih mungkin?"

"Tentu saja"

"Termasuk yang saat ini contohnya?"

Maxwell menelan ludahnya. Ia kini paham dengan opini yang coba dibentuk istrinya ke dalam benaknya. Ia merasa terharu.

Setelah melihat raut wajah Maxwell yang sudah mulai kooperatif, Ayesha segera melepaskan pelindung sesuatu paling berharga di bawah sana dari balik kain yang menutupi. Lalu dengan cekatan mengarahkan pisvot ke bawahnya dan membantu sang suami sedikit menahan pinggulnya untuk mempermudah membuang hajat.

Setelah 15 menit berlalu akhirnya kisah tragedi terjepit dan membantu buang hajat seri perdana pun selesai dan Ayesha pun bisa bernafas dengan lega. Semuanya sudah ia bereskan. Pakaian Maxwell dan seprai sudah diganti dan ternyata baru 1 jam saja, Maxwell meringis kembali dan akhirnya hingga sore hari, lebih dari 10 kali pria itu berkali-kali membuang hajatnya. Awalnya Maxwell merasa canggung dan malu tapi lama kelamaan ia pun menjadi biasa dan mulai menikmati setiap sentuhan lembut istrinya yang nampak tulus membantunya. Ayesha juga begitu, awalnya ia malu dam risih apalagi jika tak sengaja menyentuh benda terlarang itu, tapi mau tak mau dia tepikan semua perasaan tersebut untuk sebuah kewajiban.

Kewajiban seorang istri yang harusnya senantiasa setia, membantu dan mendampingi suami baik dalam suka maupun duka. Dalam kondisi kuat maupun lemah. Kaya maupun miskin.

1
Nurliah Kisarani Lia
hehehe..maaf ya kk..

/Pray//Pray//Pray/
Eliadorrʕ •ᴥ•ʔゝ☆
lnjt kk
Eliadorrʕ •ᴥ•ʔゝ☆
lnjt kkk plisss
Yuli Budi
ya Allah Thor lama amat 3 thn, wis kedarung lupa jln critane
Nurliah Kisarani Lia: maafin ya..../Pray//Pray//Pray//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Rudiyan
Cerita yg sangat menarik untuk di baca dan membuat kita ingin tahu apa episode berikutnya
Nurliah Kisarani Lia: tq rudi...smg bermanfaat
total 1 replies
Nurliah Kisarani Lia
semangattttsss
@
bagus bngt Thor crita nya God 👍🏻
Samsuna
Mark ketika jatuh cinta lucu sekali 😂🤭
Samsuna
tegang akuuu
Samsuna
aku sedih Peter meninggal 😭😭😭😭
s
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
lupa nama?
yukk bisa yuukk thor up lagi..bismillah.
lupa nama?
nona grace kka sepupu/ adik sepupunya maxwell dong..bukan bibi dong kan anak dari pamannya
Nurliah Kisarani Lia: keduanya sis. sepupu kandung dari Abraham krn anaknya, juga bibi karena adik dari cristine yg juga ibunya maxwel (ibu susu)
total 1 replies
lupa nama?
Dari karya ini banyak pembelajaran yg dapat diambil bagaimana menjadi muslim yg taat kepada Rabb-NYA
Nafid Fajarina
waah.. samaan kaya aku mak otor. baby nya udah berpa bukan nih?
Ibunya Alzam Zaky
di tunggu up nya lagi kak... setia menunggu
Ibunya Alzam Zaky
😭😭😭😭😭
Ibunya Alzam Zaky
ky di pelem Thor
Ibunya Alzam Zaky
mark kamu sana grace sono
Asih Suhermanto
seneng dech di up lagi ini cerita... semangat yaa kak di tunggu kela jutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!