Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Erlan, aku tau kau buru-buru kembali karena menerima pesan yang aku kirim beberapa hari lalu, tapi bukan berarti aku ingin kau langsung menikahinya, kau sendiri tau apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangga Lilian kan? Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang selama tiga tahun bersama dengan Alen, dia pastinya sangat trauma dan sekarang aku yakin dia tidak mungkin bersedia menikahi mu," jelas Karen panjang lebar, ia tau apa yang di rasakan Lilian saat ini, namun dia sendiri juga tau kalau sahabat baik nya yang ada di hadapannya saat ini sangatlah mencintai adiknya.
"Aku tidak peduli, apakah kali ini aku harus kembali mengalah? Itu tidak akan, kali ini aku akan memaksa Lilian untuk mencintaiku, aku tidak mau kehilangan nya untuk yang kedua kali hanya karena aku memikirkan banyak hal seperti yang kau pikirkan sekarang," ucap Erlan tampak tidak setuju dengan usulan Karen barusan yang terdengar meminta nya untuk kembali menunggu.
"Tapi Erlan, Lilian tidak pernah tau kalau sebelumnya dirimu dan dirinya di jodohkan," ucap Karen lagi.
"Karen, aku sudah menunggu lebih dari empat tahun, apa kau mau aku menunggu lagi dan hasilnya akan tetap sama seperti sebelumnya? Dia di rebut orang lain," ucap Erlan tampak sangat tidak sabar.
"Ya tuhan, kau ini terlihat sangat agresif, bagaimana bisa adiku yang penakut akan jatuh cinta padamu jika kau tidak sabaran seperti ini, tidakah kau mau mencoba untuk mendekati nya terlebih dahulu? Membuat nya jatuh cinta padamu dan setelah itu baru bicarakan soal pernikahan," ucap Karen kehabisan akal untuk menasehati Erlan.
Erlan terdiam mendengar ucapan Karen barusan, dia Tampa berfikir keras.
"Membuat nya jatuh cinta? Apakah dari SMA aku kurang usaha? Dia bahkan tidak meliriku sedikitpun, tidak aku tidak mau, kali ini aku mau langsung menikah saja, besok aku akan datang kekeluarga Pratama untuk melamar Lilian di hadapan om Ardan dan juga kau, jangan sesekali menolak lamaran ku, cam kan itu," ucap Erlan yang saat itu berdiri dari duduknya dan kemudian berlalu pergi dari ruangan tersebut.
Sementara Karen tak bisa berkata apa-apa, dia terkejut dan tercengang mendengar ucapan Erlan barusan, kini ia menyesal mengatakan kepada Erlan kalau Lilian sudah kembali dan berpisah dengan Alen. Di balik sisi dingin dan datar seorang Erlan ternyata ada cinta luar biasa yang selalu ia pupuk sampai jadi seperti lahar panas.
"Ini yang namanya gay? Ck, Erlan sialan, dia tidak sabar ingin menikahi adikku, karena tidak mau di dekati oleh perempuan manapun dia bahkan rela menyebarkan rumor tentang dirinya sendiri sebagai seorang gay," ucap Karen sambil geleng-geleng kepala.
Tapi sejujurnya Karen dan sang papa sama sekali tidak berniat untuk membahas perjodohan itu secepat ini karena Lilian sudah sangat lama tidak kembali, mereka juga masih ingin menikmati waktu bersama Lilian karna masih sangat rindu.
Sementara itu di luar.
"Dimas aku ke toilet sebentar," ucap Lilian yang saat itu merasa sangat risih, ia sudah lama tidak bergaul dengan banyak orang di luar, ada rasa tidak nyaman yang harus dia lepas kan.
"Baik nona besar, hati" ucap Dimas yang masih menyeruput minumannya sambil menunggu panggilan dari Karen.
Sementara itu Lilian berjalan dengan kepala yang mulai pusing, dia bahkan merasa mual, entah apa yang terjadi, karena tidak terbiasa dengan suasana ramai seperti itu Lilian seolah-olah tremor.
Brak ...
Ia yang kurang memperhatikan jalan tiba-tiba tanpa sengaja menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengan nya.
Tubuh Lilian seketika terhuyung ke arah belakang karena kepalanya terbentur dada bidang seorang laki-laki yang tampa sengaja ia tabrak barusan. Sosok tersebut seketika meraih pinggang Lilian untuk menahan tubuh Lilian agar tidak terjatuh.
Dalam sekejap pandangan keduanya bertemu satu sama lain.0
"Lilian," batin Erlan. Ya laki-laki yang bertabrakan dengan Lilian adalah Erlan.
Mata Lilian kini terbelalak setelah tau siapa laki-laki yang ada di hadapannya, ia mulai mengingat album foto yang sempat ia lihat tadi pagi.
"Kak Erlan, dia kak Erlan?" batin Lilian, jantung nya berdegup kencang saat aroma wangi dari tubuh Erlan menyapa rongga hidung nya.
"Aroma wangi ini, dia masih sama seperti dulu, parfum nya tidak pernah berubah," batin Lilian lagi.
Ya, awalnya Lilian sempat lupa dengan sosok Erlan yang ada di album foto tersebut, tapi setelah mengingat Karin yang sangat mirip dengan Erlan akhirnya Lilian menyadari kalau Erlan adalah teman sekelas kakak nya dan dia adalah kakak laki-laki Karin.
"Kau, Lilian?" Ucap Erlan menatap Lilian dengan tatapan yang penuh arti.
"i-ya, kak Erlan ya?" Tanya Lilian lagi.
Erlan terdiam, sudah lebih dari tiga tahun lamanya ia tidak bertemu dengan Lilian, sosok yang ada di hadapannya kini terlihat semakin cantik.
Buat yang penasaran Lilian itu sperti apa, dia itu rambut nya panjang sesiku, kulit putih kemerahan, wajahnya sedikit bulat, jika tubuh berisi pipinya akan sedikit caby lalu ia memakai pony, seperti Lisa black pink, hidung mancung dan bulu mata yang lentik serta memiliki dua lesung pipi yang membuat nya tampak sangat sempurna.
"Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan langsung bertemu dengan mu di sini Lilian," batin Erlan.
"Kak Erlan bukan nya sekarang sudah tidak tinggal di jakarta lagi? Kenapa tiba-tiba aku bertemu dengan nya di sini? Apakah dia baru saja kembali? Kalau begitu bagaimana dengan Karin, apakah dia akan kembali juga?" Batin Lilian lagi.
Sementara itu Karen baru saja tiba di dekat Dimas, dia tidak meminta Dimas untuk menjemput nya dengan alasan lain, namun hal yang membuat nya kaget adalah Dimas yang duduk sendiri tanpa sang adik.
"Dimas, dimana adiku?"
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
👍👍👍👍