Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Surat yang Salah Alamat

Malam itu Nadira pulang bersama Arga dengan perasaan tidak nyaman.

Sepanjang perjalanan, ia lebih banyak diam.

Arga beberapa kali meliriknya.

“Kamu masih memikirkan kejadian tadi?”

“Sedikit.”

“Aku sudah bilang, aku percaya kamu.”

Nadira menatapnya.

“Aku tahu.”

“Lalu?”

“Aku cuma lelah.”

Arga menggenggam tangannya.

“Maaf.”

Nadira tersenyum kecil.

“Bukan salah kamu.”

Arga terdiam.

Justru kalimat itu membuatnya merasa semakin bersalah.

Sesampainya di rumah, Nadira langsung masuk kamar.

Di atas meja riasnya terdapat sebuah amplop putih.

Ia mengerutkan kening.

Tidak ada nama pengirim.

Nadira mengambilnya.

“Ga.”

Arga yang baru masuk menoleh.

“Apa?”

“Ini punya kamu?”

Arga melihat amplop tersebut.

“Bukan.”

Nadira membukanya.

Di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas.

Matanya langsung membesar.

“Ini…”

Arga mengambil salah satunya.

Itu adalah salinan rekening bank.

Nama pemilik rekening tersebut adalah Nadira.

Namun jumlah uang yang tercatat sangat besar.

“Aku tidak punya rekening ini.”

Arga langsung menatapnya.

“Aku tahu.”

Nadira melihat lembar berikutnya.

Ada catatan transfer.

Beberapa transaksi dilakukan dalam jumlah besar.

Tanggalnya bahkan bertepatan dengan beberapa hari sebelum pernikahan mereka.

“Aku tidak pernah menerima uang sebanyak ini.”

Arga mengangguk.

“Aku percaya.”

Nadira menatap suaminya.

“Kamu tidak curiga?”

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Karena aku tahu siapa kamu.”

Mata Nadira mulai berkaca-kaca.

Namun kemudian Arga menemukan satu lembar lain.

Sebuah surat.

Ia membacanya.

Wajahnya berubah.

“Kenapa?”

Nadira mengambil surat itu.

Isinya hanya satu kalimat.

Kalau kamu masih ingin mempertahankan pernikahanmu dengan Arga, kembalikan semua yang kamu ambil dari keluarganya.

Nadira terdiam.

“Apa maksudnya?”

Arga menggeleng.

“Aku tidak tahu.”

“Kenapa ada yang menuduh aku mengambil sesuatu?”

“Aku akan cari tahu.”

Nadira memandang Arga.

“Bagaimana kalau keluargamu yang mengirimnya?”

Arga terdiam.

Pertanyaan itu mengenai sesuatu yang selama ini ia hindari.

“Aku tidak tahu.”

“Kalau ternyata benar?”

Arga menatap Nadira.

“Aku tetap akan berdiri di pihakmu.”

Nadira terdiam.

Untuk pertama kalinya, ada keyakinan dalam suara Arga.

Namun malam itu, Arga tidak tidur.

Ia duduk di ruang kerja dan memeriksa semua dokumen yang dibawa pulang Nadira.

Ada satu hal yang membuatnya curiga.

Nomor rekening tersebut memang atas nama Nadira.

Tetapi tanda tangannya berbeda.

Artinya…

seseorang telah membuat rekening menggunakan identitas istrinya.

Pagi-pagi sekali, Arga menemui Rani.

“Ran.”

Rani menoleh.

“Iya, Mas?”

“Kamu tahu sesuatu tentang rekening atas nama Nadira?”

Wajah Rani langsung berubah.

“Hah?”

“Jawab.”

“Aku tidak tahu.”

Arga menatapnya lama.

“Benarkah?”

Rani mengangguk.

“Tentu.”

Arga mengeluarkan salinan dokumen.

“Ada seseorang yang sengaja membuat rekening itu.”

Rani mencoba tersenyum.

“Mungkin Nadira sendiri lupa.”

Arga langsung menggeleng.

“Nadira tidak mungkin lupa soal uang sebanyak itu.”

Rani terdiam.

“Mas mulai tidak percaya padaku?”

“Aku percaya kamu.”

Rani tersenyum lega.

“Tapi…”

Arga menatapnya serius.

“…aku juga akan mencari kebenarannya.”

Senyum Rani menghilang.

Di saat yang sama, dari lantai atas, Nadira berdiri diam.

Ia mendengar semuanya.

Dan untuk pertama kalinya, ia melihat perubahan kecil pada suaminya.

Arga masih lembut.

Masih sulit berkata tegas kepada keluarganya.

Tetapi kali ini…

ia mulai mencari kebenaran.

Tanpa menyalahkan Nadira.

Sementara di dalam kamar Rani, ponselnya bergetar.

Sebuah pesan masuk.

“Kamu gagal membuat Arga meragukan Nadira.”

Rani mengetik cepat.

“Aku akan cari cara lain.”

Balasan datang beberapa detik kemudian.

“Jangan gagal lagi. Kali ini, buat Nadira sendiri yang meninggalkan Arga.”

Rani menatap layar.

Lalu tersenyum.

“Baik.”

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!