Indonesia
NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN RATU SRIGALA

KEBANGKITAN RATU SRIGALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Disebuah kerajaan bulan yang dihuni ribuan manusia Srigala. Disaat gerhana bulan merah, permaisuri Lira baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang cantik namun tidak memiliki aura Srigala yang membuat sang Raja Argan harus membunuh anak kandungnya sendiri karena dianggap aib.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 025 : Hancurnya Inti Kehidupan Morgarth

Di dalam goa yang dipenuhi cahaya redup berwarna merah darah, Seraphina berdiri terpaku menatap bola kristal raksasa yang melayang di udara.

Dari dalamnya terpancar aura kegelapan yang mencekam, itulah sumber kehidupan Morgarth, iblis yang telah menguasai tubuh Elara selama ini.

Di sampingnya, Kaelan berdiri tegak meski napasnya masih memburu, bekas luka pertarungan dengan Morrina belum sepenuhnya kering, menandakan betapa berat perjalanan yang baru saja mereka tempuh.

“Itu dia… sumber dari segala kejahatan yang terjadi,” gumam Seraphina pelan, namun suaranya bergema di seluruh ruangan goa.

Tangannya mengepal erat, jari-jemarinya menekan telapak tangan hingga memutih. Ancaman terhadap Kerajaan Bulan Perak, serta kematian dan penderitaan banyak klan Srigala, semuanya bermula dari benda di hadapannya itu. Selama ini, semua kesengsaraan yang menimpa mereka berakar dari kekuatan gelap yang tersimpan di dalam bola kristal itu.

Kaelan melangkah maju sedikit, matanya tak lepas dari bola kristal yang terus berdenyut memancarkan cahaya merah itu. “Tenanglah, Tuan Putri. Kita pasti bisa menghancurkan sumber kehidupan Morgarth, dan Klan Srigala bisa kembali tenang seperti dulu. Damai akan kembali menyelimuti tanah kita.”

Tiba-tiba goa bergetar hebat, debu dan batu kerikil jatuh dari langit-langit goa. Suara tawa yang melengking dan penuh kebencian bergema dari segala arah, seakan mengisi setiap sudut ruangan itu, itu suara milik Morgarth. Suaranya terdengar di mana-mana, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan ketakutan yang mendalam.

Morgarth melayang ke udara seperti sebuah bayangan hitam pekat, matanya yang merah menyala menatap tajam ke arah Seraphina dan Kaelan. “Ternyata aku kedatangan tamu yang sangat istimewa,” ucap Morgarth dengan suara yang berat dan mengerikan, seakan ribuan suara berbicara bersamaan dari mulutnya.

“Hentikan kekacauan yang kamu buat, Morgarth, atau…” ucap Seraphina dengan tegas.

“Atau apa…” potong Morgarth cepat, suaranya penuh ejekan.

“Atau aku buat kamu menyesal pernah terlahir di dunia ini, Morgarth!” Seraphina menatapnya tanpa rasa takut, aura Srigala Merah mulai terlihat samar-samar di sekeliling tubuhnya.

“Ha ha ha… Coba saja kalau kamu mampu, Seraphina, keturunan Srigala Merah!” ejek Morgarth. “Tapi ada baiknya kamu datang ke tempatku, tanpa susah payah aku bisa mengambil darahmu untuk memperkuat kekuatan yang aku miliki. Dengan darahmu, aku akan menjadi penguasa tak terkalahkan di seluruh alam ini!”

“Itu tidak akan pernah terjadi, Morgarth!” Kaelan melangkah ke depan, berdiri di samping Seraphina, siap menghadapi segala serangan.

Sementara itu, di sisi lain goa, Elara masih terus bertarung dengan Nazar, keduanya saling berebut Srigala Bangsawan yang memiliki inti kehidupan sangat spesial. Nazar masih mampu mengimbangi kekuatan sihir Elara, namun ia mulai merasakan tekanan yang semakin berat. Kekuatan Elara terus bertambah seiring dengan semakin kuatnya ikatan dengan Morgarth.

Tak jauh dari sana, Rian berhasil menumbangkan Gorah. Sekarang hanya tersisa Drakar yang harus ia basmi agar bisa segera membantu Nazar mengalahkan Elara. Dengan sisa tenaganya, Rian bergegas menghadapi Drakar, berharap bisa segera mengakhiri pertarungan itu untuk bergabung membantu Nazar.

Elara menghentakkan tongkatnya ke tanah, sehingga sebuah cahaya gelap menyebar di sekelilingnya. Ia mulai merapalkan mantra kuno yang penuh kekuatan kegelapan, lalu langsung menghantamnya ke arah Nazar. Serangan itu begitu dahsyat hingga Nazar terpental jauh, membentur dinding batu goa dengan keras, dan mulutnya langsung memuntahkan darah.

“Ha ha ha! Serahkan Srigala Bangsawan itu padaku, maka nyawamu akan aku ampuni,” ucap Elara dengan nada angkuh, matanya menyala merah karena sihir Morgarth.

Namun Nazar tidak tinggal diam. Dengan susah payah ia bangkit kembali, lalu duduk bersila untuk memusatkan tenaga dalamnya. Ia mengeluarkan jurus andalannya untuk melumpuhkan Elara, namun setiap serangannya selalu mampu dihindari atau dibalas oleh Elara. Kekuatan gadis itu kini jauh lebih kuat dari sebelumnya.

“Sial, sekarang dia sangat kuat,” batin Nazar sambil menahan rasa sakit di tubuhnya. “Semoga Seraphina cepat menghancurkan inti kehidupan Morgarth. Sepertinya aku tidak akan bisa menahannya lebih lama lagi.” Harapannya kini tertumpu sepenuhnya pada Seraphina.

Di ruang utama goa, Seraphina juga terus bertarung dengan Morgarth. Ia mengerahkan seluruh kekuatannya, mengeluarkan jurus-jurus mematikan untuk melawan sihir dahsyat yang dilontarkan iblis itu. Kedua pihak saling mengerahkan kekuatan terbesar mereka, hingga akhirnya keduanya terpental jauh ke belakang karena benturan kekuatan yang sama-sama dahsyat.

“Tuan Putri! Tidak apa-apa?” Kaelan segera menghampiri Seraphina yang mengeluarkan darah dari bibirnya.

“Aku tak apa-apa, Kae,” jawab Seraphina sambil bangkit berdiri, napasnya terengah namun matanya tetap tajam. “Sekarang bantu aku menghancurkan Morgarth sebelum dia bangkit kembali. Kita tidak punya banyak waktu.”

Kaelan mengangguk mantap. Keduanya berdiri berdampingan, lalu menyatukan seluruh tenaga dan kekuatan yang mereka miliki. Cahaya emas dan merah menyala bersatu, membentuk gelombang energi yang luar biasa dahsyat. Dengan satu serangan terakhir, mereka menghantamkan kekuatan itu langsung ke arah bola kristal sekaligus ke arah sosok Morgarth.

Ledakan hebat mengguncang goa. Roh Morgarth hancur lebur dalam cahaya yang menyilaukan, dan bersamaan dengan itu, bola kristal sumber kehidupan iblis itu pun pecah berkeping-keping, lenyap menjadi debu. Kekuatan kegelapan yang selama ini mengancam seluruh bangsa Srigala akhirnya runtuh.

1
kaylla salsabella
masih ngeyel
kaylla salsabella
cari mati sari
kaylla salsabella
ooo ternyata bener rian yang dulu di tolong Seraphena
kaylla salsabella
pangeran rian apakah orang yang sama dengan yang di sembuhkan nazar
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
si elara atau ibunya elara
Surianto Tiwoel
🔥🔥🔥
kaylla salsabella
alhamdulillah
kaylla salsabella
🤔🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
semoga berhasil
kaylla salsabella
yeeee rasain kamu elara🤭🤭🤭
kaylla salsabella
ooo srigala bangsawan nya adalah rian
kaylla salsabella
pasti ratu lira
kaylla salsabella
jodohin lira sama Alaric saja 🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
perasaan ku Dikit amat🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!