Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 : Masuk Ke Perangkapnya Sendiri
Zionathan sedang berada di bawah tangga. Ia sedang mondar mandir menelpon seseorang.
"Anya, kamu dimana sih, kenapa tidak jawab telepon ku?" Zionathan khawatir. Ia sudah menelepon Anya berkali-kali namun, wanita itu tidak menjawab teleponnya.
Dua orang wartawan sudah datang. Semua peralatan yang di bawah wartawan sudah siap di tangannya.
"Permisi Tuan. Kami dari team influencer yang di utus oleh Manager Anya." ucap wartawan wanita itu.
Zionathan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. "Apa kalian bisa di andalkan?" tanya Zionathan ragu.
Kedua wartawan itu saling menatap. Tripod dan alat perekam lainnya sudah ia pegang di tangannya. Bahkan mereka sudah menyiarkan live.
"Tuan tidak perlu khawatir. Jangan meragukan kemampuan kami. Tapi ini apakah benar-benar berita sungguhan, Tuan? Soalnya jika kami menyiarkan berita ini dan tidak sesuai dengan ekspektasi penonton, kami akan kena pukul nantinya." jelas Wartawan wanita itu.
"Kalian tenang saja, asal kalian bisa menyorot dengan benar wajah perempuan yang ada di dalam kamar itu, penonton kalian tidak akan kecewa." Ucap Zionathan dengan suara berbisik.
"Baik, Tuan tenang saja. Kami sudah siap." ucap kedua wartawan itu.
Dari kejauhan, Harry Zayn sudah datang. Zionathan dan kedua wartawan itu langsung bersiap-siap. Harry Zayn dengan wajah datar dan penuh amarah langsung menuju kamar hotel itu.
Zionathan pun ikut berjalan di belakang ayahnya. "Ayah, cepat masuk. Alexa itu benar-benar membuat keluarga kita malu." ucapnya sengaja memanas-manasi Harry Zayn.
"Sayang, apa kamu suka? Ayo lakukan lagi." Suara Presdir Alexander terdengar sampai keluar kamar itu. Kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup rapat.
"Ayah, si Alexa ini benar-benar menjijikan." ucap Zionathan lagi.
Harry Zayn yang mendengar itu langsung marah besar.
BRUKK.
Harry Zayn langsung menendang pintu hotel itu. Hanya dengan satu tendangan saja, pintu kamar itu langsung terbuka. Harry Zayn membulatkan matanya, amarahnya memuncak.
Kedua wartawan itu pun langsung masuk dan menyorot Presdir Alexander bersama gadis yang berada di balik selimut itu.
"Hallo pemirsa, lihat ini berita viral yang kami maksud..." jelas Wartawan itu di balik live nya.
Presdir Alexander sedang duduk bersandar di atas kasur itu. Ia hanya mengenakan baju dalamnya saja. Pria itu tersenyum puas.
Harry Zayn langsung menarik selimut yang menutupi tubuh wanita itu. Harry Zayn langsung kaget melihat siapa yang berada di balik selimut itu.
"Anya, apa yang kamu lakukan?" Bentak Harry Zayn.
wartawan itu langsung menyorot wajah Anya. Zionathan yang melihat itu langsung berteriak menghentikan wartawan itu untuk menyiarkan livenya.
"Berhenti! Matikan kamera kalian! Berhenti merekam!" bentak Zionathan. Ia menghalangi wartawan itu.
"HENTIKAN!! Jangan merekam lagi. Keluar dari sini!" bentak Harry Zayn. Kedua wartawan itu langsung menghentikan kegiatannya. Mereka berdua meninggalkan kamar hotel itu.
Tatapan Zionathan tertuju pada Anya. "Anya,,, kenapa kamu,,,?" Zionathan kaget melihat Anya tiba-tiba saja berada di sana. Padahal tadinya Alexa yang berada disitu.
"Ayah,,, Ayah aku tidak tahu kenapa aku bisa disini. Tadi aku berjalan di lorong kamar hotel tapi tiba-tiba saja ada yang memukulku dan aku tidak sadarkan diri." jelas Anya dengan wajah ketakutan.
"Memalukan!" bentak Harry Zayn lagi. Tatapannya semakin tajam.
Zionathan langsung naik ke atas kasur itu dan menarik Anya. Ia membantu wanita itu menutupi tubuhnya.
Alexa muncul di balik pintu. "Bagaimana Presdir Alexander, Apa anda puas? Apa anda setuju dengan kerja sama kita?" tanya Alexa sambil membawa berkas di tangannya. Ia masuk ke dalam kamar itu dengan senyum di wajahnya.
"Tentu, Bu Alexa. Tubuh kecil gadis ini begitu sangat menggoda. Gerakannya juga liar banget." Presdir Alexander menatap genit kepada Anya. "Saya setuju dengan kerja sama ini." ucap Presdir Alexander.
"Tidak! Jadi semua ini ulah mu, Alexa. Kamu sengaja menjebak ku!" Anya emosi dan menatap tajam kepada Alexa.
"Dasar wanita gila! Berani-beraninya kamu!" bentak Zionathan dengan wajah kesal.
Alexa menoleh ke arah Harry Zayn. Ia menatap pria itu dalam-dalam. "Ayah. Ayah tidak bisa menghentikan kerja sama ini. Presdir Alexander itu investor terbesar di perusahaan kita. Kesempatan ini tidak boleh kita sia-siakan. Lagian, Anya sudah 19 tahun di keluarga ini. Tidak ada salahnya jika dia memberikan kontribusi kecil untuk perusahaan kita. Ini juga kan sudah seharusnya. Keluarga Zayn tidak akan malu, Anya kan hanya putri angkat." jelas Alexa. Ia menyerahkan kontrak kerja sama itu kepada Presdir Alexander untuk di tanda tangani.
Harry Zayn menatap putri kandungnya itu. "Dia cerdas, siasatnya kuat. Tidak salah lagi, ia menurunkan sifat dari keluarga Zayn. Dia benar-benar putri kandungku." batin Harry Zayn.
Harry Zayn, menatap tajam kepada Anya. "Iya, benar apa yang di katakan Alexa. Sudah seharusnya kamu memberikan kontribusi kepada kami." ucap Harry Zayn dengan wajah datar.
Anya dan Zionathan mengangkat pandangannya. "Ayah, kenapa ayah membela Alexa? Anya sudah 19 tahun di keluarga Zayn. Semua orang sudah tahu kalau Anya putri satu-satunya keluarga Zayn." jelas Zionathan. Ia tetap membela Anya.
Harry Zayn menghela nafas panjang. Ia menatap Alexa dengan tatapan meneduhkan.
"Ayah, aku sudah berhasil membuat perusahaan kita menghasilkan keuntungan 1 Miliar. Jadi kapan ayah akan mengumumkan kalau aku putri asli keluarga Zayn." Anya melihat kepada Anya dan tersenyum sinis.
Harry Zayn tersenyum. "Besok ayah akan adakan pertemuan. Ayah akan mengundang semua orang-orang penting di Kota ini. Ayah akan langsung mengumumkan mu sebagai putri ayah satu-satunya dan pewaris tunggal Perusahaan Grup Zayn." Jelas Harry Zayn kepada putrinya itu.
Anya memasang wajah sedih ia tidak terima. Zionathan yang menyadari itu, tidak terima jika Anya di perlakukan tidak adil.
"Ayah, kalau ayah mengumumkan Alexa sebagai putri kandung Ayah, lalu bagaimana dengan Anya? Ayah tidak boleh mengusir Anya dari keluarga Zayn." Zionathan mencoba untuk meyakinkan ayahnya itu.
"Ayah tidak akan mengusirnya, lagian dia masih berguna untuk keluarga Zayn." jelas Harry Zayn.
Zionathan membantu Anya berdiri dan membawanya keluar dari kamar hotel itu diikuti oleh Harry Zayn. Di kamar itu hanya tersisa Alexa dan Presdir Alexander.
Di balik pintu, muncul Damian. "Terima kasih atas kerja samanya Presdir Alexander." ucap Damian.
"Saya yang harusnya berterima kasih Tuan. Kalau bukan karna kalian, mungkin saya sudah tidak bisa berdiri disini lagi." jelas Presdir Alexander menunduk memberi hormat kepada Damian.
Alexa berbalik. Ia menatap Kakaknya dan tersenyum. "Kakak, ini semua karena mu?" Ucap Alexa. Tiba-tiba saja Alexa merasa pusing. Kepalanya puyeng.
Damian yang melihat adiknya hampir terjatuh, ia langsung memegangi tubuh Alexa. "Adik, kamu baik-baik saja?" tanya Damian dengan wajah cemas.
"Kakak,,, tadi Anya memasukkan obat bius di minumanku." jelasnya sambil memegangi kepalanya.
"Ya ampun Adik, kamu sudah tahu kalau ada obat di minuman itu, kenapa kamu meminumnya?" Damian masih memegangi tubuh adiknya itu.
"Kakak, akting setengah-setengah itu tidak bagus, makanya aku meminumnya." Alexa hampir saja terjatuh.
Presdir Alexander langsung berdiri dari tempat tidur itu. Ia mengambil kemejanya dan keluar dari kamar itu.
Damian menahan tubuh Alexa agar gadis itu tidak terjatuh. "Kakak, rasanya sangat panas." Alexa memegangi lehernya. Ia merangkul leher Damian. Damian menelan ludahnya. Alexa semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Damian.
Tiba-tiba saja, ada yang masuk. Damian tersadar, ia menoleh.
"Permisi Tuan, Saya kembali mengambil barangku yang ketinggalan." Presdir Alexander segera mengambil celananya yang tercecer di lantai dan kemudian pergi.
***
Terima kasih Teman-teman 🤗 🥰 🥰 🥰
Jangan lupa kirim 🌹 yaaa.. Terima kasih🥰🤗
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...