Indonesia
NovelToon NovelToon
Misteri Desa Sesat

Misteri Desa Sesat

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mengubah Takdir
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

"Musuh kalian bukanlah orang asing, tapi orang terdekat kalian sendiri"
Suara itu terdengar begitu jelas di telinga tiga pemuda yang berada di sebuah kampung penuh misteri.
Akankah mereka bisa menemukan siapa musuh terdekat mereka itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Panca

#####

Di depan rumah Panca.

‎"Nah yang itu sudah matang, ambil yang warnanya sudah sedikit merah menghitam, kalau hanya merah saja rasanya masih asam" ucap Prama dari bawah pohon jambu air di depan rumah Panca.

‎"Hei kak! Kenapa bukan kakak saja yang naik, dari tadi salah terus" gerutu Hamka yang di minta untuk naik oleh Liam.

‎"Kamu tidak ikhlas? Ini untuk keponakan kamu loh, masa menggerutu, nanti kalau Laily sedih bagaimana?" tanya Prama menahan tawanya termasuk Panca dan Liam.

‎"Dasar payah, orang hutan tapi tidak tahu cara naik pohon" gerutu Hamka lagi

‎"Kak Prama ini orang hutan yang elegan, tidak mungkin naik pohon, nanti derajatnya turun" jawab Prama dan akhirnya Liam juga Panca tak bisa lagi menahan tawa mereka.

‎"Tante Sahara tuh elegan, dia cantik paripurna, kalau manusia akan Hamka jadikan istri kedua" sinis Hamka kembali memetik jambu yang di tunjuk Prama, sampai lima menit kemudian, Lintang dan Laily sudah sampai di sana, tapi Dirman dan Lilis pulang karena harus menjual ikan asin ke pasar.

‎"Sudah dapat banyak sekali" ucap Laily

‎"Nanti mau sekalian di bagikan pada para warga, kamu pilih saja yang kamu mau, itu ada kantungnya" jawab Panca lembut

‎Laily langsung memasukkan beberapa Jambu air itu yang menurutnya pasti akan sangat enak, apalagi Lintang juga ikut memakannya di campur dengan garam dan cabai yang di siapkan Widia di depan teras rumah Panca.

‎"Lintang, kamu jangan banyak banyak makan pedasnya, nanti sakit perut" ucap Liam khawatir

‎"Tidak bang, ini enak, manis" jawab Lintang memberikan jambu yang sudah dia beri bumbu rujak kepada Liam.

‎"Lian!" pekik Kenanga berlari dan menerjang Lintang.

‎"Aduh! gue pikir anak ini ada di rumah bapaknya, ternyata ada di dalam" keluh Lintang yang di Jambak Kenanga.

‎"Aku di suapi Kenanga, bukan di pukul, lepaskan Lintang, kasihan nanti dia jadi botak" bujuk Liam menarik Kenanga agar duduk disampingnya.

‎"Kenanga, ini untuk kamu, ini yang paling manis" ucap Hamka ketika dia sudah turun dan membawa dua buah jambu dengan warna merah kehitaman yang terlihat begitu manis.

‎"Ini satu lagi untuk Laily" ucapnya memberikan yang satu lagi.

‎"Ini keciy, aiyi becay" protes Kenanga

‎"Astagfirullah, hanya beda sedikit saja, kamu harus mengalah, Laily kan ada bayi di perutnya" ucap Hamka dan barulah Kenanga Duduk lagi di samping Liam.

‎"Repot ya punya istri dua" ledek Panca

‎"Iya padahal istri asli ada di kota" jawab Hamka terkekeh karena dia jadi ingat Lyra.

‎"Biar gue tebak, itu untuk lyra, Om Haris, Esmeralda dan anak anak Lo kan?" tanya Liam menunjuk satu karung kecil yang dipisahkan Hamka

‎"Iya gue akan minta Om Ireng antar ini ke rumah Daddy" jawab Hamka

‎"Esmeralda itu siapa?" tanya Panca

‎"Istri pertama Hamka tapi menikah dengan orang lain" celetuk Lintang tertawa

‎"Adik Hamka kak" jawab Hamka

‎"Adik yang usianya lebih tua beberapa bulan kak" ledek Liam

‎"Pokoknya dia Adek gue, papa bilang begitu, nama Esmeralda juga papa yang kasih" jawab Hamka datar

‎"Tunggu sebentar, biar kak Panca tambahkan, ada mangga yang baru panen di kebun belakang" ucap Panca segera masuk ke dalam rumahnya dengan terburu buru, sampai sampai dia tidak sadar kalau kalung emas putih yang dia pakai terlepas.

‎Trak.

‎Liam langsung melirik kalung yang jatuh itu, alisnya langsung mengernyit Karena dia mengenali kalung yang tergeletak di depannya.

‎"Ini kan..." gumam Liam mengambil kalung itu.

‎"Ini mangganya, sudah hampir matang, cocok untuk di bawa ke kota" ucap Panca memasukkan banyak buah mangga yang dia bawa dari dalam rumah.

‎"Kak, ini kalung siapa?" tanya Liam

‎"Oh.. Itu milik kak Panca, pasti terlepas, kaitannya memang longgar, ini kalung yang sangat berharga" jawab Panca mengusap kalung itu.

‎"Kalungnya mirip kalung milik Mahira, katanya itu hanya ada satu karena di pesan Om Miqdad di toko, tapi ko ada dua sekarang" ucap Lintang

‎"Memangnya iya?" tanya Hamka meminjam kalung itu dari Panca.

‎"Iya mirip, tapi kan kalung Mahira hilang enam tahun lalu saat dia ikut study tour ke Jogjakarta waktu masih SD" ucap Hamka

‎"Dari Jogjakarta ke sini kan jauh banget ya" ucap Liam memilih untuk kembali makan.

‎Panca menatap kalung itu lagi dengan serius "Mahira"  nama itu sekarang ada di pikirannya dan sekarang genggamannya semakin erat pada kalung yang dia pegang.

‎Flashback on 

‎"Pak, memangnya kita sekarang ini mau mencari apa ke sini?" Tanya Panca yang saat itu berusia enam belas tahun. Dia bersama Pandi ayahnya pergi ke Jogyakarta untuk melakukan sebuah tugas yang di jalankan oleh Pandi.

‎"Kita harus mencari pedang milik kakekmu nak, katanya beliau menguburnya di gunung yang ada di kota ini" jawab Pandi

‎"Apa bapak yakin kita tidak tersesat? Kita sudah dua hari menyusuri gunung ini tapi tidak menemukan batang kayu yang bercahaya seperti yang bapak bilang" ucap Panca

‎"Bapak yakin, ayo lanjutkan saja, kamu jangan mengeluh terus ,kamu itu adalah calon penerus bapak, jadi harus lebih banyak bekerja di banding mengeluh"

‎"Baik pak"

‎Satu jam mereka terus mencari dan akhirnya pohon yang di maksudkan mereka temukan di sebuah pinggir goa yang tersembunyi, bahkan tertutup banyak daun daun yang merambat di atasnya.

‎"Kita gali dibawah pohon itu nak, sebelum hari semakin gelap" ucap Pandi

‎Panca mengambil cangkulnya dan mulai menggali bersama Pandi, mereka juga membaca basmallah terlebih dahulu karena saat itu, tanah yang akan di gali tiba tiba saja jadi keras.

‎"Ini kotaknya pak, sudah ketemu" ucap Panca mengambil kotak panjang yang terkubur di kedalaman satu meter dalam tanah.

‎Krak.

‎Pandi langsung membuka kotak itu dan ternyata memang benar, itu pedang milik kakeknya yang dulu di sembunyikan dari sosok penguasa mahoni yang kejam.

‎"Ayo kita segera turun, kita akan pulang besok, kamu mau ke pantai di kota ini kan?" Tanya Pandi

‎"Boleh pak?" Tanya Panca

‎"Tentu saja boleh, besok siang kita pulang, jadi paginya kamu bisa main di pantai sepuasnya" jawab Pandi

‎"Alhamdulillah"

‎Panca yang senang bisa melihat pantai sama sekali tidak merasa lelah saat mereka turun dari gunung itu, bahkan mereka sampai di pos satu itu sudah pukul sembilan malam, dan mereka langsung naik kendaraan ke arah hotel yang di pesan Pandi.

‎Pagi harinya, tanpa menunggu Pandi terbangun, Panca langsung pergi ke pantai sendirian, dia menikmati angin pagi di pantai itu bahkan matahari terbit juga bisa dia lihat dari pinggir pantai yang sudah terlihat beberapa orang di sana. Termasuk seorang anak perempuan berusia dua belas tahun yang sedang mencari kerang di pinggir pantai yang sedang surut.

‎"Dek, kamu sedang apa?" Tanya Panca

‎"Mau cari umang untuk oleh oleh pulang tapi tidak ketemu, jadi cari cangkang kerang saja" jawabnya masih fokus menunduk.

‎"Mau Kakak bantu?" Tanya Panca ikut berjongkok

‎"Boleh deh, sebelum Mirza datang, dia galak dan sering marah kalau pergi nggak ajak dia"

‎"Siapa Mirza?"

‎"Sepupuku"

‎Panca hanya mengangguk sambil dia juga mencari cangkang kerang yang sudah mulai terkumpul banyak, dan mereka berhenti mencari lagi.

‎"Lihat ini kak, ini bagus kan?" Tanya anak perempuan itu menatap Panca dengan senyum cerianya dan Panca mengangguk.

‎"Iya bagus dan cantik" jawabnya tapi tatapan Panca justru terarah pada wajah anak perempuan itu.

‎"Aakhh!"

‎"Kakak kenapa?" Tanya anak itu saat Panca memegangi perutnya.

1
neni nuraeni
mksih kak sudah up bnyk,,, atau akunya ya yg baru baca🤔😁😁🙏,, lnjuttt kak
neni nuraeni
akhirnya si suro klh juga,,,, lnjutty
neni nuraeni: sama2 kak🤗🤗
total 2 replies
Mat Rachmadi
Akhirnya....
Ridwan01: terima kasih kak
total 1 replies
Nurr Tika
tambah seru aja nih ,yuda di hukum ja
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Leni Nuraeni
sok putih rambut panjang pasti sahara
Ridwan01: benar sekali kak
total 1 replies
neni nuraeni
weeh duo racun ternyta mereka😁😁,,,, lnjutt kak
neni nuraeni: 👌 kak sama2🤗🤗🤗
total 2 replies
Leni Nuraeni
suro yg ini apa suro yg jdi penjaganya anjas bukan thor...
Ridwan01: bukan kak, ini Suro lain.
total 1 replies
Mifta Afandi
kak kq cuma 1 ini
Mifta Afandi: sekarang udah d double jadi 3,
makasih kak besok" jangan lupa lagi ya kak
total 2 replies
neni nuraeni
kaannn.... tantrum lagi Hamka kenanganya🤭🤭lnjutt
neni nuraeni: iya dia paling suka kalau udah jailin kenanga ya kak🤭
total 2 replies
Ridwan01
hehe...🤭
Nurr Tika
lanjut thor
Ridwan01: sip kak
total 1 replies
Nurr Tika
licik x yuda ,untung da hamka sma liam
neni nuraeni
wlee Yuda kena tipu.. Yuda kena tipu kasian dehhh kamu🤭🤭lnjuttt
neni nuraeni: 👌 kak 🙏🤗
total 3 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
haduuuuuu🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
thor,mbah tirta sekalian kalingga nya juga,sama novan dan adenya😊😊😊😊
neni nuraeni
weeeh kamu mau mengelabui mereka wee jgn ngarep ya yg ad drmu yg bkl ketar ketir,,, lnjuttt
neni nuraeni: 👌 sama2 kak😉
total 2 replies
Nurr Tika
ayo hamka selidiki yuda
Ridwan01: siap kak
total 1 replies
Nurr Tika
ada bala bantuan
Ridwan01: ada kak
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuttt kak, mkin seruuu ini
neni nuraeni: sama2 kak🤗
total 2 replies
Nurr Tika
lanjut thor,keren ceritanya
Ridwan01: siap kak terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!