Jonash Dumantry atau biasa disapa Nash adalah seorang pemuda kelahiran Tarakan anak laki-laki dari seorang ayah veteran tentara dan seorang ibu rumah tangga. Memiliki seorang adik wanita Griselda yang berumur sampai 5 tahun saja dan merupakan kegetiran pertama yang dialami oleh Nash.
Nash memilih hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan Kuliah. Di kampus Nash mengenal Vina ,wanita cantik keturunan ningrat yang akhirnya dinikahinya dalam usia yang masih sama-sama belia dan memiliki dua orang anak yang tampan dan cantik, Kenzo dan Selma.
Kerumitan hidupnya dimulai sejak meninggal sang ayah tercinta, dia terpaksa berpisah dari istri dan anak-anaknya untuk mengejar impiannya menjadi suami sejati dengan menerima tawaran kerja dari perusahaan di Batam. Sementara Vina harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu. Tuntutan pekerjaan dan dinamika rumah tangga yang turun naik semakin menjauhkan mereka. Dalam kesendiriannya, Nash mengalami riak gelombang yang menghilangkan jati dirinya dan terjerumus dalam gaya hidup yang tidak pernah terbersit sedikitpun dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JS.Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sabtu, 08 Februari Pukul 20.00 WIB
Nash tersadar dari lamunannya dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB.
Nash bergegas melangkah ke halaman rumah menuju mobilnya, sembari menenteng sepatu kets untuknya bermain Badminton.
Nash memeriksa satu persatu peralatan Badminton yang ada di bagasi mobilnya. Setelah memasang sabuk pengaman, Nash mengendarai mobilnya menuju gedung olahraga Bulutangkis secara perlahan dengan kecepatan rendah, karena jalanan yang licin akibat diguyur hujan yang baru saja reda.
Sembari menyetir mobil dengan perlahan, pikiran Nash kembali pada kenangan disaat masa-masa tahun sebelumnya.
"Bagaimana..? anda sanggup..? dan sepertinya harus sanggup menjalankan pekerjaan ini, karena saya tidak punya kandidat lain dan ini bukan pekerjaan main-main. Saya memilih anda karena totalitas, integritas dan reputasi anda tidak saya ragukan lagi.."
" Ingat ini adalah proyek milyaran yang mempertaruhkan reputasi perusahaan dan nama baik kita.."
Pak Maja sebagai pimpinan sekaligus pemilik perusahaan yang memberikan tugas, bertanya pada Nash atau lebih tepatnya memberikan instruksi sembari menyerahkan setumpuk dokumen perusahaan sekaligus surat penunjukan dari instansi pemberi proyek.
Perusahaan Pak Maja telah mendapatkan persetujuan dari bowheer untuk proyek pekerjaan yang harus dikerjakan dalam kurun waktu enam bulan ke depan.
"Baik pak Maja, dan semoga dapat kami jalankan dengan baik seperti pekerjaan-pekerjaan sebelumnya..."
Nash kemudian mempelajari dan meneliti file berkas dokumen yang berada diatas meja pak Maja.
Dedikasi Nash dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab untuk setiap pekerjaan yang dibebankan kepadanya dan selalu berhasil diselesaikan sesuai target yang membuat Pak Maja langsung jatuh hati kepada Nash.
Perusahaan pak Maja di Batam sebenarnya adalah merupakan perusahaan cabang, sedangkan perusahaan induk berada di Jakarta.
Lokasi perusahaan yang beroperasi di Batam berada di wilayah Batam Center yang merupakan kawasan perkantoran dan industri baru setelah kawasan industri di muka kuning.
Perusahaan pak Maja di Batam baru beroperasi satu tahun enam bulan, sehingga untuk memperlancar dan mempermudah operasional perusahaan, di awal-awal tahun perusahaan beroperasi, pak Maja masih sering bolak-balik Jakarta-Batam.
Minimal satu kali dalam satu bulan pak Maja harus datang ke Batam dan memonitor langsung aktifitas bisnisnya tersebut.
Hanya dalam tiga bulan terakhir pak Maja sudah jarang ke Batam.
Dalam waktu tiga bulan ini saja, baru kali ini pak Maja datang ke Batam untuk menanda tangani kontrak dengan instansi pemberi proyek.
Bergabungnya Nash dalam perusahaan dan memperlihatkan kinerja yang bagus dalam enam bulan pertamanya, membuat pak Maja telah mempercayakan kepada Nash untuk seluruh urusan teknis pekerjaan.
Kepercayaan itu semakin besar ketika Nash juga dipercayakan untuk melakukan lobi-lobi pada instansi yang memerlukan jasa perusahaan.
Nash menjadi negoisator awal yang membuat tugas pak Maja menjadi jauh lebih ringan, karena kedatangan pak Maja karena hanya melakukan finalisasi dan penandatanganan kontrak saja.
Kewenangan penandatanganan kontrak-kontrak perusahaan memang hanya dimiliki oleh pak Maja yang masih belum dapat mempercayakan penandatanganan atau memberi kuasa kepada orang lain bahkan keluarga dan anaknya sendiri.
Sebenarnya sebelum Nash bergabung, perusahaan di awal tahun berdiri telah memiliki supervisi cabang yang didatangkan dari Jakarta. Mas Toto namanya, demikian biasanya Nash menyapa.
Mas Toto masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pak Maja dan status hubungan mas Toto adalah sebagai keponakan dari pak Maja.
Namun mas Toto hanya bertahan satu tahun di Batam. Karena mas Toto memilih melanjutkan studi spesialisasi engineering ke Jerman.
Nash sempat berinteraksi selama dua minggu dengan mas Toto, ketika awal-awal Nash masuk dan mendapatkan pelatihan dari mas Toto.
Nash pada saat bergabung memang dipersiapkan oleh perusahaan untuk menggantikan jabatan dan tugas yang ditinggalkan oleh mas Toto.
Nash yang memiliki gairah dan semangat baru atas kedatangan Vina dan anak-anaknya ke Batam, begitu menikmati pekerjaan barunya.
Apapun tugas dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dapat diselesaikan dengan baik dan hasil kerjanya mendapat apresiasi dari mitra usaha perusahaan.
Itu sebabnya, perlahan pak Maja mulai memberikan kepercayaan dan kewenangan sedikit demi sedikit kepada Nash.
Sampai akhirnya Nash menjadi orang kepercayaan dan menjadi pimpinan perusahaan pak Maja di Batam.
Nash sibuk membolak-balik dokumen yang diterimanya.
Tugas yang diterima Nash adalah pekerjaan pemasangan jaringan fiber optic yang harus selesai dalam waktu enam bulan ke depan meliputi wilayah Riau Kepulauan.
Dalam persiapan yang dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, Nash menyadari akan keterbatasan tenaga ahli yang dapat menjalankan pekerjaan sesuai fungsinya masing-masing.
Sebagai pimpinan proyek, Nash tidak ingin gagal dan ingin menyelesaikan pekerjaan dengan efisien dan efektif.
Untuk itu Nash mulai menyusun skedul dan melakukan mapping pada beberapa titik lokasi proyek yang harus diselesaikan dengan tepat waktu.
Di perusahaan barunya, Nash mengkoordinir dan dibantu oleh sebanyak sembilan orang karyawan. Lima orang karyawan bagian administrasi dan empat orang karyawan merupakan tenaga ahli yang bertugas di lapangan.
Untuk tugas barunya itu, Nash menyusun rencana kerja pertama dengan merekrut karyawan yang berpengalaman di bidangnya sesuai jumlah yang dibutuhkan.
Tahap kedua adalah menempatkan karyawan rekrutmen pada bidang kerja sesuai dengan keahliannya masing-masing. Calon karyawan akan diberikan pelatihan singkat selama dua minggu.
Interval waktu rekrutmen, pelaksanaan pelatihan sampai dengan penempatan karyawan direncanakan selesai dalam target waktu satu bulan.
Nash memerlukan tambahan delapan orang karyawan yang berpengalaman dan seluruhnya akan ditempatkan sebagai tenaga lapangan di lokasi proyek.
Komposisi karyawan adalah berjumlah dua karyawan untuk satu proyek. Target waktu penyelesaian pada setiap proyek diselesaikan dalam waktu maksimal dua minggu.
Iklan lowongan pekerjaan yang dibuka selama dua minggu di surat khabar harian lokal dan Nasional ternyata telah menarik minat sebanyak empat puluhan calon pekerja dari seluruh Indonesia.
Dari hasil wawancara dengan calon karyawan ternyata mayoritas calon karyawan menjadikan Kepulauan Riau khususnya kota Batam dan pulau Bintan sebagai destinasi untuk kehidupan masa depan mereka.
Setelah selama dua minggu melakukan serangkaian tes awal sampai akhir, perusahaan telah berhasil merekrut sebanyak delapan orang karyawan lapangan yang dibutuhkan.
Nash yang telah berpengalaman dalam melakukan supervisi kepada karyawan sub ordinat di perusahaan sebelumnya, memberikan pembekalan dengan materi, diantaranya terkait kewajiban dan hak karyawan baru.
Nash mengedepankan manajemen yang bersifat kekeluargaan dengan pendekatan psikologis. Nash mengerti benar bahwa mereka adalah karyawan yang bekerja di lapangan dan bertugas pada titik-titik lokasi yang jauh dari kantor perusahaan, sehingga Nash telah menitikberatkan pada sikap trust satu sama lainnya.
Lokasi kerja yang jauh dari kantor dan monitoring atas hasil tugas karyawan, merupakan kendala tersendiri jika terjadi sesuatu yang tidak beres.
Jika segala sesuatu berjalan tidak baik, akan menimbulkan cost overrun terhadap biaya variabel yang tidak terduga selain akan muncul inefisiensi terhadap waktu dan tenaga.
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘