cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bully
bab 26
Tio kini sudah ber ada di ruangan nya. "Gimana ya sindi? apa dia sudah bangun? apa aku chat aja ya? emm nggak deh! nanti aku ganggu lagi, siapa tau dia masih tidur!" gumam Tio.
TOK TOK TOK TOK
"Masuk," ucap Tio.
Suci pun masuk ke ruangan Tio untuk memberikan secangkir kopi. "Bos ini aku bawain kopi."
"Taro aja, di situ," sahut Tio cuek.
Ihh si Bos ini, jadi laki cuek banget, arogan tapi tenang aja aku pasti akan membuat Bos muda dan tampan ini menjadi milik ku, batin Suci sambil tersenyum miring.
"Emmm, Boss."
"Apa, lagi?"
"Ini aku bawa kan berkas berkas, untuk Bos periksa dan di tanda tangani."
"Iya taro aja situ, Aku akan periksa nanti. Yaudah kamu boleh pergi!" ucap Tio.
"Iya permisi, Bos... Ihh dasar Bos dingin ,cuek ,arogan" ucap Suci dengan suara yang pelan.
"Apa tadi kamu bilang?" ucap Tio karna dia mendengar walau pun samar.
"Ehh nggak, Bos. Nggak papa! saya permisi, Bos." Suci pun pergi dari ruangan Tio.
***
Kini Sindi sudah bangun dari tidur nya.
"Huaammmmmm ... Ngantuk banget, masih berat nih mata!" Sindi mulai meraba kasur di sebelah nya. "Ehh- ehh kok kosong sihh! kemana mas Tio, ya? jam berapa dah sekarang?"
Sindi mulai membuka gawai nya "Whaattt... sudah jam 10, ya ampun aku baru bangun. Gimana mas Tio tadi, kan dia mau ke kantor, kata nya hari ini. Aduhhh maafin aku ya, Mas! aku gak bangun bangun dari tidur. Sampai gak nyiapin kamu makan!" gumam Sindi.
"Biii- biii.. Bi Minah!"
"Iya, Non ada apa?" sahut Bi Minah yang ber lari dari dapur ke kamar Sindi, dengan ber lari ter gepoh gepoh.
"Bi.. Mas Tio ke kantor, ya?"
"Iya, Non."
"Mas Tio tadi sebelum pergi, udah makan apa belum Bi? kok mas Tio gak bangunin aku, ya?"
"Udah, Non. Kata nya, tuan gak mau ganggu Non Sindi."
"Ooohh gitu ya, Bi. Ya udah deh, Bi aku mau mandi dulu deh, aku mau pergi ke kantor nya, mas Tio aja."
"Ya wess, Non. Saya permisi dulu ya? mau lanjut nyapu rumah."
"Iya, Bi... Makasih ya, Bi. Ehh ngomong ngomong kata mas Tio semalam, si Tori mau kerja di sini juga ya, bi?"
"Iya Non, tuh ada di halaman belakang, lagi nyiram tanaman."
"Ya udah bi kalo gitu."
Bi Minah pun pergi untuk melanjutkan menyapu nya.
Setelah selesai mandi, Sindi ber niat untuk pergi ke kantor Tio dan membawa kan makan siang.
"Bi aku pergi dulu, ya!" ucap Sindi.
"Iya, Non."
"Tori mana ya, Bi. Kok aku gak ngeliat batang hidung nya?"
"Ada Non, si Tori lagi nyuci."
Sindi pun mendatangi Tori.
"Woyyyyy," ucap Sindi mengaget kan Tori
"Ehhh kadal- eeee kadall."
"Haahahahahaha"
"Ehh Non Sindi! mau kemana Non? kok udah cantik aja?"
"Aku mau pergi ke kantor nya mas Tio. Tori kamu bisa nyetir mobil gak?"
"Iya bisa, Non."
"Ya udah, kamu anterin aku ya, ke kantor nya mas Tio."
"Oke nyonya putri ku yang cantik ... Siap laksanakan!" ucap Tori semangat.
Tori dan Sindi pun pergi ber sama ke kantor Tio.
Sesampai nya di kantor Tori pun langsung pamit pulang karna alasan cucian nya masih belum di jemur.
Sindi di bully oleh pegawai, di kantor nya Tio.
"Permisi, Mba," ucap Sindi kepada Nora pegawai kantor Tio.
"Iya kenapa, cari siapa?" sahut Nora ketus.
"Aku cari Tio, Mba. Mas Tio nya ada, kan?"
"Tio!... Bukan nya Bos nama nya Tio, ya? kamu ini ada ada saja! siapa kamu? mau menemui Bos, penampilan aja seperti orang kampung, sok soan mau ketemu sama Bos Tio sana pergi!"
"Maaf, Mba. Saya nyari suami saya yang ber nama Tio, saya hanya ingin membwa kan dia makanan aja kok."
"Hahahaha... Ehhh temen- temenn!" ucap Nora memanggil teman nya.
"Iya kenapa, Nora?" sahut teman teman Nora yang mendatangi Nora dan Sindi.
"Ini, cewe aneh ini, ngaku ngaku sebagai istri nya Bos Tio! penampilan nya aja kaya orang kampung! kamu masih waras kan?" ucap Nora sambil memengang dahi Sindi.
"Hahahahahha" teman teman Nora pun ter tawa.
Sindi menepis tangan Nora. "Mba aku hanya ingin menemui mas Tio! kenapa harus di gini in sih, emang apa salah aku?"
"Ehh kamu itu gak salah! cuma kamu itu gak pantes menjadi seorang istri dari Bos Tio, liat nih penampilan kamu, sudah jelek belagu lagi. Kalo ngeyel ituu jangan ketinggian entar setres lagi."
"Hahahahhaha" teman teman Nora pun ter tawa lagi.
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor