menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32
Siang Hari nya
*Setelah Mami pergi kembali ke Indonesia, Nadin dan Stevanie langsung bergegas ke Rumah Sakit, karena tadi saat mereka berdua mengantar kepergian Sang Mami ke Bandara, Nadin mendapat telpon jika William siang ini bisa di pindahkan ke Ruang rawat Inap, karena kondisi nya mulai membaik*
*Sesampai nya di Rumah Sakit, Nadin dan Stevanie bergantian masuk karena di Ruang ICU, pengunjung pasien hanya di perbolehkan masuk satu per satu secara bergantian*
*"Din, ayo kita ke Ruang Rawat inap, sebentar lagi William di pindah kan" ajak Stevanie*
*"Kak, Aku bingung ini" ucap Nadin pelan*
*"Ada apa Din?" tanya Stevanie penasaran*
*"Jason tadi chat Aku, kata nya malam ini dia kembali dari Amerika, terus Aku bingung gimana mau jelasin nya" ucap Nadin yang baru kali ini memiliki urusan yang sulit tak dapat jalan keluar sama sekali*
*"Astaga Din, gimana ini? Kakak juga baru ingat kamu sudah punya Jason" ucap Stevanie khawatir akan mengganggu hubungan kedua nya*
*"Ntah lah Kak, Aku juga bingung, liat nanti aja dulu, yang penting Kak William sembuh dulu" ucap Nadin*
*Setelah William di pindahkan ke Ruang VIP yang di pesan Nadin sejak semalam, Nadin dan Stevanie langsung masuk, kemudian kedua nya melihat luka William yang mulai berkurang bengkak nya dan wajah William berangsur-angsur kembali menjadi bersih, tidak seperti kemaren saat Nadin mengunjungi nya pertama kali*
*"Stev, Aku mau di jaga Nadin, apa boleh?" tanya William*
*"Boleh Will, kalau gitu Aku pulang duluan ya, nanti kalau ada apa-apa hubungi aku ya Din" pamit Stevanie*
*"Ya Kak" sahut Nadin yang sebenar nya merasa tak nyaman*
*Setelah kepergian Stevanie, Nadin mulai membereskan semua keperluan William agar saat dia merasa lapar dan haus, semua nya telah berada di sekitar nya, sehingga dia merasa tak kelelahan nanti nya*
*"Baby, kapan ya Kakak bisa pulang? Rasa nya sangat bosan di Rumah Sakit, pengen berduaan sama kamu aja" manja William*
*"Sabar Kak, tunggu badan Kakak sehat dulu, baru Kita nanti tanyakan Dokter ya" ucap Nadin lembut*
*"Baby, temani Kakak di sini" tunjuk William di tempat tidur sebelah nya*
*"Kak, ini masih sore, nanti kalau malam Aku akan duduk di sana, gak enak di liat petugas lho" ucap Nadin yang memberi pengertian*
*"Sekarang Kakak makan dulu ya, Aku suapi dulu" ucap Nadin dan William tersenyum, kemudian mengangguk pelan*
Malam Hari nya
Ddrrrtt..ddrrttt....dddrttt..
*"Halo Sayang, Aku sudah sampai di Apartemen mu, tapi dari tadi gak ada Orang, Tante Lisa di sebelah juga gak ada" sahut Jason*
*"Sayang, bisa gak kamu ke Rumah Sakit XX, nanti Aku tunggu di sini aja" ucap Nadin*
*"Rumah Sakit? Siapa yang sakit, Sayang?" tanya Jason terkejut*
*"Ada yang sakit, nanti Aku ceritain Sayang, cepetan ke sini ya" sahut Nadin yang suara nya berusaha lembut*
*"Ok Sayang, tungguin ya" ucap Jason yang tak lama mematikan telepon nya*
Sesampainya Jason di Rumah Sakit, Nadin telah menunggu nya di parkiran, sehingga Nadin langsung masuk ke dalam mobil Jason tersebut, sedang kan William, setelah minum obat untuk malam hari, dia tertidur pulas sehingga Nadin bisa bebas keluar untuk menemui Jason
*"Sayang, Aku kangen" ucap Jason tersenyum lembut dan memeluk Nadin saat ini*
*"Aku juga Sayang, Aku sangat rindu pada mu"*
sahut Nadin yang membalas pelukkan kekasih nya tersebut
*"Baby, siapa yang sakit? Apa Tante Lisa?" tanya Jason penasaran*
*"Bukan Sayang, Sayang, ada yang mau Aku ceritain tapi Kamu gak boleh menghentikan cerita ku ya" ucap Nadin*
Kemudian Nadin menceritakan semua tentang Kisah Pernikahan William dan Stevanie hingga William mengalami kecelakaan dan hilang ingatan hingga sekarang
*"Jadi itu yang ingin Aku ceritakan Sayang, sekarang Aku bingung, Aku harus apa" ucap Nadin sedih dan lesu secara bersamaan, sedangkan Jason yang mendengar itu semua hanya bisa terdiam tanpa*
*Jason pun langsung menghembuskan nafas panjang setelah kekasih nya memberi tahu saat ini*
*"Apa Aku masih bisa berpura-pura menjadi kekasih nya? Karena kata Dokter kalau dia di paksakan untuk mengingat, dia akan bisa kembali kritis dan masuk ke Ruang ICU lagi" ucap Nadin putus asa*
*"Sayang" ucap Jason sambil menggenggam kedua tangan Nadin di sampingnya dan Nadin pun langsung menatap Jason dengan wajah serius saat ini*
*"Malam ini sebenarnya Aku hanya sebentar di Belanda, Besok Siang, Aku akan kembali ke Amerika untuk melanjutkan bisnis ku di sana selama Satu Minggu lama nya" ucap Jason pelan sambil memeluk Nadin saat ini*
*"Jadi... Aku hanya mengizinkan mu untuk menjadi kekasih nya tanpa ada sentuhan apa pun" ucap Jason lagi*
*"Maksud mu? Kamu ngijinkan Aku jadi kekasih Kak William?" tanya Nadin memastikan*
*"Iya Sayang, tapi syarat nya gak boleh ada sentuhan" ucap Jason mengingatkan*
*"Emang bisa Sayang?" tanya Nadin ragu*
*"Kalau dia yang sentvh duluan, Aku harus gimana?" tanya Nadin lagi dan itu membuat Jason berpikir keras*
Bener juga, mana ada Orang jadi sepasang kekasih, gak boleh sentuhan, tapi Aku gak rela Nadin di sentvh-sentvh William
*"Kalau bisa jangan kamu yang mulai duluan" ucap Jason*
*"Ya deh, kalau itu Aku bisa" ucap Nadin tersenyum*
*"Terus sekarang kamu mau ke mana Sayang?" tanya Nadin yang menatap Jason, karena biasa nya kalau malam mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama, tapi sekarang Nadin harus kembali menjaga William di Ruangan nya*
*"Kayak nya Aku balik ke Apartemen aja, Sayang, Aku habiskan waktu buat kerja aja deh" ucap Jason dengan nada lesu*
*"Maaf ya Sayang, Aku juga sebenarnya gak mau, tapi ya mau gimana lagi, Kak William kalau di paksa mengingat akan kritis lagi, Aku jadi pusing mikirinnya "ucap Nadin*
*"Ya udah, gak apa Sayang, kamu balik deh ke sana, William seperti nya lebih membutuhkan mu sekarang, di bandingkan Aku" ucap Jason berbesar hati dan menatap Nadin dengan lembut, Jason ingin menceritakan sesuatu kepada Kekasih nya, namun sekarang seperti nya belum waktu nya*
*"Kamu gak cemburu Sayang?" tanya Nadin*
*"Cemburu sih Sayang, tapi Aku harus berbagi sekarang, karena" ucap Jason terputus*
*"Karena apa?" tanya Nadin penasaran*
*"Gak apa, nanti ku ceritakan kalau waktu nya tiba" ucap Jason*
*"Ya udah, masuk Sayang, Aku gak mau kamu ngerasa bersalah kalau William kritis lagi" ucap Jason lagi*
*"Ya deh, maaf ya Sayang dan terima kasih atas pengertian nya" ucap Nadin lembut dan tulus menatap kekasih nya saat ini dan Jason hanya mengangguk pelan*
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas