bagaimana jadinya kalau seorang introvert yang dunianya penuh keputusasaan bertemu dengan seorang gadis extrovert yang sebenarnya juga memendam sejuta luka yang tertutup senyuman. apakah tujuan mereka untuk menghancurkan belengu yang menahan mereka berhasil ? ataukah mereka malah menambah jeruji besi baru kedalam kehidupan mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu_kata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit cerita masa lalu
"Sayang kamu sudah makan?" Tanya wanita itu
"sayang? Dia panggilnya sayang bjirr, apa gua disini jadi tokoh antagonis perebut pacar orang, no no no atau mungkin disini gua cuma dijadiin tumbal,supaya pacar aslinya ini nggak disakiti sama keluarganya. Nasib-nasib ternyata gua cuma peran pengganti." celoteh Pelangi dalam hati.
Karena tidak mau menganggu Zex dengan pacar aslinya , Pelangi tanpa permisi langsung pergi kedalam kamar. Didalam kamar Pelangi berdiam diri dipojok kasur sambil memfokuskan telinganya agar dia bisa mendengar apa yang sebenarnya Zex bicarakan dengan wanita itu. Sekian lama mencba mendengarkan sama sekali Pelangi tidak bisa mendengarkannya. Sampai pada akhirnya pelangi mendengar suara ketukan pintu dari pintu kamarnya. Pelangi berdiri dari kasur dan segera membuka pintu kamarnya.
"Hay sayang! Yuk makan." ajak wanita itu
"oh iya." kata Pelangi
Walaupun berat hati Pelangi tetap berusaha bersikap biasa saja. Dalam hati pelangi agak sebal dengan Zex , kenapa dia tidak menjelaskan sesuatu kepada Pelangi, dia siapa ?
"o iya , kenalin aku rima tantenya Zex." Kata Rima
"TANTE ! TANTE ?" kata Pelangi sambil menatap Zex
"Iya , tantenya Zex , saya adik dari ibunya Zex ? Kenapa? Kamu nggak percaya ya. Emang umur saya sama Zex cuma selisih 3 tahun." kata Rima menjelaskan
"Ooo saya, saya Pelangi kak tante . Ech maksud aku Kak Rima." kata Pelangi
"Santai aja nggak usah gugup , panggil senyaman kamu aja , tante boleh , kakak juga boleh. Nanti aku maaf ya ganggu Pelangi , nanti malam saya , mau menginap disini . Cuma semalam kok. Kamu nggak papa kan sayang?" kata Rima
"Nggak papa kok tan, santai saja. Aku yang seharusnya minta maaf , numpang dirumah Zex." Kata Pelangi
"ehhh kok gitu , kalian kan pacaran , kalian udah besar nggak papa kan kalau saling membantu biar hubungan samakin dekat. Kapan-kapan kalau Zex main kerumah tante kamu ikut ya." KAta Rima
"Rumah tante dimana ?" Tanya Pelangi
"Di BAli sayang, tante kesini ngasih baju pesanan Zex. Sekalian nengokin ponakan aku yang paling tampan ini." Kata Rima
Sedikit cerita tentang keluarga Aulia, RIma dan awal mula pak WInarta bertemu dengan ibu Zex. dia adalah adik kandung dari bu Aulia . Aulia dan Rima berasal dari pulau Bali asli. Mereka anak dari seorang penjahit dibali. Aulia dan RIma bukan berasal dari keluarga yang berada, mereka harus berusaha keras untuk menghidupi keluarga mereka. Aulia yang pintar dann fasih bahasa inggris membantu perekonomian keluarga dengan menjadi tour gate di Bali. Awal mula pak Winarta saat muda denga Aulia juga dari kunjungan Winarta ke Bali. Senyuman dan lesung pipi Aulia membuat winarta yang sedang perjalanan bisnis itu terkesima, mereka sering bertemu karena Auia lah yang memandu perjalanan bisnis winarta dan kawan-kawan dalam survei lokasi. Hanya dalam waktu satu minggu WInarta yang memang memiliki badan gagah dan muka yang tampan bisa mendapatkan hati Aulia. Sampai mereka terjerumus dengan hal yang tdak seharusnya mereka lakukan. Saat mengetahui bahwa dirinya hamil anak winarta , aulia yang harus membantu menghidupi ibunya yang seorang single mom, mencoba emnghubungi winarta yang sudah kemabli ke kota asalnya. Winarta yang pada dasarnya juga memiliki rasa pada Aulia selalu berusaha menjanguk Aulia selama 3 bulan sekali , dan sebagai pria yang bertanggung jawab juga setiap bulan Winarta juga memngirim senjumlah uang kepada aulia. Bahkan saat melahirkan Zex , winarta juga mendampingi aulia. Hingga pada saat Zex berumur 4 tahun Angel mengetahui hubungan gelap mereka. Saat itu Aulia terpojok karena dia sendri tidak tahu kalau winarta sudah beristri bahkan memiliki dua putra. Bu puji (Ibu aulia dan Rima) yang juga terkejut seketika mengalami serangan jantung dan meninggalkan seketika. Setelah kejadian itu winarta sama sekali tidak menghubungiaulia bahkan uang bulanan yang biasanya rutin dikirm setiap tanggal 5 juga sudah berhenti. Aulia yang harus menghibupi adik dan anaknya bekerja keras bagaimana anak dan adiknya idak hidup berkurangan. Pada suatu hari aulia yang kelelahan tiba-tiba pingsan pada saat bekerja , aulia sempat dirawat beberapa hari dirumah sakit sampai pada akhirnya aulia dinyatakan meninggal karena penyakit lambung yang dia derita cukup lama. RIma dan Zex yang tidak memiliki keluarga dilaporkan kedinas sosial agar dapat dirawat disalah satu panti asuhan . Saat iru RIma tau bahwa Zex memiliki ayah, dan nomer ayah Zex selalu disimpan ditas milik kakaknya. RIma yang terlebih dulu dipindahkan ke panti asuhan tidak tau Zex yang berakhir menyedihkan disalam sangkar emas yang pak winarta dan bu angel buat. RIma selalu merasa bersalah pada Zex ,andai saja dia tidak memberikan nomer itu pada perawat rumah sakit pasti Zex tidak akan menjadi kambing hitam dikeuarga winarta. Saat ini rima hanya tau Zex hanya di caci maki dan dijadikan sapi perah saja. Dia belum mengetahui bahwa Zex juga dijadikan samsak hidup oleh pak winarta.
"kamu kok bisa sih mau sama gunung es ini?" tanya rima
"Gimana ya tan, dia yang selalu kejar-kejar aku , aku jadi nggak tega nolaknya."Kata Pelangi dengan gaya centilnya
"kamu yang ngejar dia Zex ?" TAnya RIma pada Zex
" Iya , semua yang dia bilang benar." kata Zex
Pelangi langsung membusungkan dadanya karena Zex membenarkan apa yang dia katakan. Rima hanya tersenyum , melihat keponakannya sudah mau membuka hati.
"seneng banget lihat kalian, akhirnya kamu berai juga buka hati, tante takut kamu bakalan sendirian sampai tua." Kata Rima
"Udah udah tante istirahat aja , saya masih ada beberapa kerjaan yang harus diselesaikan. Pelangi juga bakalanan ngurusi beberapa edorsannya."Kata Zex
Setelah makan mereka semua pun sibuk masing-masing , Rima yang sedang tidur nyenyak setelah makan. Zex yang masih bertapa didalam kamarnya dan Pelangi melakukan beberapa take video untuk pekerjaannya. Saat zex akan mengambil minum , dia melihat pelangi yang tidur meringkuk diatas sofa diruang tamu dengan beberapa barang yang masih berantakan. Zex meluangkan waktunya untuk merapikan beberapa barang yang berceceran dibawah meja dan disamping sofa. Saat zex berniat untuk memberikan bantal pada kepala pelangi, tanpa sadar zex malah mendekatkan wajahnya ke wajah pelangi
Dekat.....
Semakin dekat.....
Tambah dekat....
Bahkan saat ini wajah mereka hanya berjarak 3cm saja. Saat Zex akan mengecup mulut pelangi , dia lansung menjauh.
"Apa yang kamu mau lakukan Zex , ingat dia bukan milikmu. Semakin kamu dekat dengan dia , maka kamu akan semakin menyakinya nanti." batin zex membuatnya tersadar, tapi badannya tidak bisa bohong.
Keesokan harinya rima yang harus kembali ke bali pun bergegas berpamitan kepada keponakannya dan pelangi. Setelah mengantar rima ke bandara sekarang giliran zex mengantar pelangi pergi kelokasi syuting. Saat sampai pelangi langsung turun dari mobil.
"nanti pak lukman yang akan jemput kamu , saya ada dinas keluar sama jey nanti sore. Mungkin pulang hari rabu."
"Iya , kabarin aja ya."
"Setelah syuting , kalau memang tidak ada pekerjaan langsung pulang , minta vela untuk menemani kamu tidur beberapa hari ini. Kalau bertemu keluarga winarta ataupun Aya lebih baik sembunyi atau pergi ketempat ramai, mereka tidak akan melukai kamu bila ada orang banyak. Jangan buka pintu pada siapapun , walaupun itu tetangga apartemen."
"Iya ya sayang."
Tanpa sadar pelangi memanggil zex dengan sebutan itu. Zex yang kaget langsung membuang muka dari pelangi, takut kalau pelangi bisa melihatnya malu. Tanpa berpamitan zex langsung tancap gas dan pergi.
"ternyata godain kamu , mudah ya . Salah siapa kemarin udah deket kayak gitu, tapi nggak jadi dicium. Aku kan nungguin tauk, udah pura-pura tidur , dikasih kesempatan malah nggak dimanfaatin. BODOH!" gerutu pelangi