Indonesia
NovelToon NovelToon
Gagal Terus, Tapi Makin Suka!

Gagal Terus, Tapi Makin Suka!

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:519
Nilai: 5
Nama Author: HAMZAHikhsan

Raka—sosok cowok yang santai—bersiap memulai lembaran baru di jenjang SMA Negeri Garuda. Awalnya, ia hanya ingin menjalani kehidupan sekolah yang wajar; bergaul, bermain, dan menikmati masa mudanya.

​Namun, ekspektasi santai itu mendadak buyar. Tak disangka, Raka justru bertemu dengan teman-teman yang super jahil, serta Alya—gadis dingin yang ternyata menyimpan masalah yang sangat rumit di balik senyumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMZAHikhsan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: HARAPAN

​"Gimana kalau kita cari hacker aja?!" usul Dimas tiba-tiba.

​Raka menepuk jidatnya. "Ngomong mah gampang, Mas. Tapi carinya di mana, masalahnya?"

​Dimas menyeringai kebingungan. "Iya juga ya..."

​"Hmm... gimana kalau kalian datang ke rumah pamanku?" sela Alya lembut. "Di perusahaan pamanku, ada seorang peretas handal."

​Mata Dimas langsung berbinar. "Wih, serius?!"

​"Iya," angguk Alya.

​Raka ikut antusias. "Wah, mantap nih! Kira-kira di rumah orang kaya makanannya apa ya?"

​"Palingan seafood, atau gak ya junk food, Rak!" tebak Dimas cepat.

​Aira langsung menyambar, "Ehh, rumah paman Alya bukan kaya gitu!"

​Raka menoleh heran. "Loh, lu pernah ke rumah Alya?"

​"Jangan bilang rumah 'Alya'!" potong Aira cepat.

​Raka menaikkan sebelah alisnya. "Lah, emang napa?"

​"Pokoknya jangan!" seru Aira tegas.

​"Oke, oke..." pasrah Raka.

​Dimas kembali ke topik utama. "Jadi, mau ke sana sekarang, atau ditelpon aja peretasnya?"

​"Aku gak punya nomornya," jawab Alya pelan.

​"Kalau gitu mau habis sekolah aja?" tanya Dimas lagi.

​"Iya, nanti ku telpon jemputanku. Kalian ikut di mobilku aja," tawari Alya.

​Dimas bersorak girang. "Wah, mobil orang kaya ya? Gak sabar!"

​Aira menggeleng-gelengkan kepala. "Semangat banget lu, Mas. Padahal cuma mobil."

​"Lah, lu kan sepupunya! Jadi wajar lah lu biasa aja soalnya udah pernah naik," balas Dimas tak mau kalah.

​Aira bergumam pelan. "Hmm... masuk akal sih."

​Raka menatap lembaran draf komik di meja. "Jadi, ini ditunda dulu?"

​"YA!" sahut mereka bertiga kompak.

​Mereka pun bergegas membereskan kertas-kertas draf promosi, memeganginya dengan rapi untuk dimasukkan ke dalam tas. Siapa tahu coretan ide itu bakal penting untuk ditunjukkan kepada sang peretas nanti.

​Tepat saat mereka berjalan di koridor, bel tanda jam pelajaran berikutnya berbunyi. Begitu masuk ke kelas masing-masing, Raka dkk segera duduk dan memberi salam kepada bu guru.

​Dua jam berlalu tanpa terasa hingga bel pulang akhirnya bergema di seluruh penjuru sekolah. Sebuah mobil hitam mewah tampak sudah bersiap di depan gerbang—siap membawa mereka meluncur demi memecahkan masalah klub!

​Ketika mereka berada di dalam mobil, Dimas terpukau dengan isinya yang super mewah.

​"Gila, jadi ini rasanya naik mobil hitam?" bisik Dimas kagum sambil meraba jok kulitnya.

​"Pakai sabuk pengaman, Teman-teman!" peringat Alya yang duduk di kursi paling depan.

​"Siap!" sahut Raka, Dimas, dan Aira kompak.

​Sopir Alya pun mulai mengendarai mobilnya setelah mereka semua memakai sabuk pengaman. Di sepanjang perjalanan, mereka saling bertukar topik, bercanda ria, diselingi sedikit kejahilan dari Dimas dan Raka yang sibuk memencet-mencet tombol fitur mobil.

​Setibanya di rumah paman Alya, Dimas dan Raka kembali dibuat terkejut dengan kemegahan bangunan di hadapan mereka.

​"Wah, udah kayak istana, jir!" kagum Dimas dengan mata berbinar.

​"Iya, luas banget," timpal Raka.

​"Kagumnya udahan, kita masuk aja!" potong Aira.

​"Ganggu aja lu, Aira!" celetuk Dimas kesal.

​"Bomat! Bodo amat!" balas Aira menjulurkan lidahnya.

​Mereka pun memasuki rumah megah itu. Raka dan Dimas sampai tak tahan dengan silauan lampu gantung dan interior mewah yang bikin mata sakit.

​"Duh, terang banget!" keluh Raka sembari menutupi kilauannya dengan sikut.

​"Iya, terang banget..."

​"Jadi, ini rumah orang kaya?" gumam Dimas.

​Raka menoleh. "Gimana, Mas? Bagus gak?"

​"Bagus sih. Cuma ya... yaudah, gak peduli sih, soalnya udah pernah lihat di TV," sahut Dimas sok santai.

​"Ohh..."

​Alya tersenyum tipis. "Kalian duduk aja dulu di ruang tamu, aku panggilkan orangnya."

​"Baik!"

​Alya berjalan menyusuri koridor mencari ruangan di mana sang peretas berada. Begitu sampai di depan pintu, ia pun menggedor-gedor pelan.

​"Pak, tolong bukain pintu."

​"Bentar, gue lagi makan, Dek Alya!" sahut suara dari dalam.

​Pintu terbuka. Peretas itu bernama Pak Surya, orang yang paling diandalkan saat ada masalah sistem di perusahaan paman Alya.

​"Ada apa, Dek Alya? Ada masalah, kah?" tanya Pak Surya sambil menyapu bibirnya dengan tisu.

​"Iya... Tolong ke ruang tamu."

​"Baiklah, yuk."

​Mereka berjalan ke ruang tamu. Pak Surya sedikit kaget melihat ada dua cowok asing dan Aira di sana.

​"Wah, mereka siapa, Dek Alya?"

​"Mereka teman-teman sekelasku," jawab Alya.

​Pak Surya mengangguk paham lalu duduk di sofa. "Jadi, Dek Alya ada masalah apa? Biar saya bantu."

​"Ini... akun komikku dibajak," terang Alya pelan.

​Pak Surya tersenyum tipis. "Ohh... Gampang ini mah. Bentar Pak Surya benerin, cuma bentar kok."

​Pak Surya mengeluarkan laptop canggihnya dari tas dan mulai menari-narikan jarinya di atas keyboard. Jemarinya bergerak cepat meretas kembali akun HP milik Alya. Ia berhasil melacak siapa dalangnya, tetapi sang pelaku sepertinya sudah mengantisipasi—identitas hacker tersebut hanya berisi tanda tanya sekaligus foto anonim.

​Selain itu, saat Pak Surya mencoba membobol paksa benteng pertahanannya, sebuah layar pop-up merah mendadak muncul di layar laptop.

​“Jika mau kembalikan akun ini, harap isi pertanyaan dengan benar. Jika tidak, maka akun ini tidak akan pernah kembali!”

​Pak Surya mengerutkan kening. "Waduh, pelakunya masang sistem pengunci berupa kuis khusus. Cuma orang yang paham isi proyek kalian yang bisa jawab."

​"Pertanyaannya apa, Pak?" tanya Raka panik.

​Pak Surya membaca layar. "Pertanyaan pertama: 'Berapa jumlah revisi karakter utama dan apa judul kasar draf pertama yang dibuat di lembaran kertas promosi kalian?'"

​Dimas, Raka, Aira, dan Alya langsung saling pandang.

​"Bentar! Untung kita bawa kertas-kertas drafnya tadi!" seru Dimas cepat-cepat merogoh tasnya dan mengeluarkan tumpukan kertas draf promosi yang mereka bawa dari sekolah.

​"Coba cari di lembaran bagian belakang, Mas!" titah Raka sambil mengacak-acak kertas di atas meja.

​"Ini! Ketemu! Judul kasarnya 'Zyren Project: Zero', dan di sudut kertas ada coretan revisi karakter sebanyak 7 kali!" jerit Aira menunjuk coretan spidol di kertas draf.

​"Mantap! Masukkan jawbannya, Pak!" seru Dimas antusias.

​Pak Surya mengetik jawaban tersebut, dan indikator loader di layar laptop langsung berubah hijau. "Sip! Pertanyaan pertama tembus! Masih ada pertanyaan kedua..."

Pak Surya menatap layar laptopnya yang berkedip-kedip, lalu membacakan pertanyaan kedua yang muncul di layar pop-up.

"Pertanyaan kedua... 'Apa pesan tersembunyi yang tertulis di halaman belakang draf ide cerita?'"

Dimas langsung membalikkan lembaran kertas draf yang dipegang Alya. Di pojok paling bawah, ada tulisan cakar ayam Dimas yang dibuat pas dia gabut saat rapat kemarin.

"Itu! Tulisan 'Klub Komik Takkan Pernah Mati!'," seru Dimas bangga.

Pak Surya tersenyum, dengan cepat mengetik kalimat tersebut ke kolom jawaban.

KLIK!

Layar laptop seketika berubah hijau terang dengan tulisan besar: ACCESS GRANTED.

"Berhasil!" seru Pak Surya. "Akun komik kalian udah balik 100%, dan benteng keamanannya udah Pak Surya perkuat biar gak bisa dibajak lagi sama hacker anonim itu."

"HURRAYYY!" seru Raka dan Dimas kompak sambil ber-high-five ria.

Alya menghela napas lega, senyum manisnya akhirnya kembali. "Terima kasih banyak ya, Pak Surya."

"Sama-sama, Dek Alya. Lagian si pelaku cuma mau nakut-nakutin kalian doang pakai kuis gitu," balas Pak Surya sambil merapikan laptopnya.

Dengan pulihnya akun komik mereka, secercah harapan baru langsung melingkupi Raka, Dimas, Alya, dan Aira. Masalah peretasan resmi selesai, tapi tugas utama mereka—merekrut anggota baru dan membalikkan keadaan promosi—baru saja dimulai!

1
☕︎⃝❥kinataa💤
tmpt incaran semua kaum. jarang bngt tmpt pojok itu kosong. meski cuma telat 5 menit masuk kelas, pasti udh di tandai org duluan🗿🗿
☕︎⃝❥kinataa💤
jgn ya gess ya, itu bukan buat adick² kelas 10, oke?! tidak baiq/Smile/
☕︎⃝❥kinataa💤
halah, takdir matamu. othornya sja itu nyari sensasi/Scream/
Zyren Vale: wkwkw, makasih udah mampir 🥰
total 1 replies
☕︎⃝❥kinataa💤
capslok aja, biar puas maknya jerit/Curse//Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!