Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia CEO

Pewaris Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Mafia
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Dia adalah Black Rose, pembunuh bayaran yang ditakuti dunia bawah tanah.

Dia adalah Adrian Virell, CEO dingin yang diam-diam merupakan pewaris dinasti mafia.

Lima tahun lalu, satu malam mempertemukan mereka tanpa nama dan tanpa janji.

Kini Black Rose kembali bersama seorang anak laki-laki bernama Noah.

Anak yang ternyata memiliki hubungan darah dengan sang CEO.

Namun Noah bukan anak biasa.

Di balik wajah polosnya, tersembunyi identitas lain yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.

Ketika masa lalu kembali memburu mereka, mampukah sang CEO melindungi pewaris yang selama lima tahun tidak pernah diketahuinya?

Dan sebenarnya...

siapa Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM YANG MEREDA

Ketika fajar mulai menyingsing di ufuk timur, pertempuran yang berlangsung sepanjang malam di kediaman keluarga Virell akhirnya mereda, meninggalkan halaman belakang yang biasanya rapi dan asri kini dipenuhi bekas pertempuran, kaca-kaca pecah, dan beberapa titik yang masih mengepulkan asap tipis dari ledakan kecil yang sempat terjadi.

Sebagian besar penyusup berhasil dilumpuhkan atau ditangkap oleh tim keamanan Virell yang dipersenjatai dan dipersiapkan dengan sangat baik berkat peringatan dini dari Lucien melalui Damien. Beberapa yang lain berhasil melarikan diri di tengah kekacauan, menghilang ke dalam kegelapan kota sebelum tim keamanan sempat mengejar mereka lebih jauh.

Vera, yang menyaksikan operasinya hancur berantakan di depan matanya sendiri, terpaksa memerintahkan mundur penuh ketika menyadari bahwa mempertahankan posisi lebih lama hanya akan berujung pada kehilangan lebih banyak agennya tanpa hasil apa pun. Dengan kemarahan dan rasa malu yang mendalam, dia menghilang bersama sisa timnya yang masih bisa bergerak, meninggalkan beberapa agen yang tertangkap untuk menghadapi konsekuensi mereka sendiri.

Althea, dengan napas masih terengah dari pertempuran panjang malam itu, berjalan kembali menuju rumah utama, tubuhnya penuh dengan luka kecil dan lebam yang akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk sembuh, namun matanya menyala dengan kelegaan yang mendalam ketika akhirnya bertemu kembali dengan Adrian di ambang pintu.

"Noah?" tanyanya cepat, kekhawatiran seorang ibu mengalahkan kelelahan fisiknya.

"Dia aman," jawab Adrian, menariknya ke dalam pelukan erat yang menyampaikan lebih banyak daripada kata-kata apa pun bisa sampaikan saat itu. "Kau juga aman. Itu yang paling penting."

Mereka bergegas menuju ruang aman, di mana Elena masih duduk memeluk Noah yang kini tertidur kelelahan setelah berjam-jam tegang mengendalikan sistem keamanan rumah dengan kemampuannya yang luar biasa.

Ketika Althea melihat anaknya tertidur dengan wajah damai, laptop kecil masih terbuka di sampingnya, dia merasakan campuran emosi yang begitu kompleks: kelegaan yang mendalam bahwa putranya selamat, namun juga kekhawatiran baru yang muncul menyadari sejauh mana keterlibatan Noah dalam pertempuran semalam.

"Dia yang mengunci pintu-pintu itu," jelas Elena, suaranya masih sedikit gemetar mengingat kembali kejadian yang baru saja mereka lalui. "Dia yang menyalakan lampu sorot untuk membantu tim keamanan. Aku tidak pernah membayangkan cucuku memiliki kemampuan seperti itu."

Adrian dan Althea saling bertukar pandang, menyadari bahwa rahasia tentang ZERO yang selama ini tersembunyi kini harus dihadapi secara terbuka, bukan lagi sebagai ancaman potensial yang perlu diselidiki diam-diam seperti yang dilakukan Damien sebelumnya, melainkan sebagai kenyataan yang harus mereka pahami dan lindungi bersama sebagai sebuah keluarga.

Beberapa jam kemudian, setelah situasi di rumah mulai kembali tenang dan tim medis selesai menangani berbagai luka ringan yang diderita staf keamanan, Adrian mengumpulkan seluruh keluarga inti untuk sebuah pertemuan darurat di ruang keluarga, termasuk Sebastian yang, meski usianya sudah renta, bersikeras hadir mengingat betapa pentingnya situasi yang mereka hadapi.

Damien, yang ikut membantu dalam pertahanan semalam meski bukan sebagai petarung garis depan, melainkan dengan mengoordinasikan informasi dari Ghost yang terus memantau pergerakan musuh, duduk di sudut ruangan dengan ekspresi yang jauh berbeda dari kecemburuan yang dulu menguasainya.

"Kita berhasil bertahan malam ini," kata Adrian, memulai pertemuan itu dengan suara yang masih menyisakan ketegangan dari peristiwa yang baru saja mereka lalui, "tapi ini jelas bukan akhir dari ancaman yang kita hadapi."

Sebastian, duduk di kursinya dengan sorot mata yang tajam meski tubuhnya lelah, menambahkan, "Obsidian Order tidak akan berhenti hanya karena satu kegagalan. Mereka sudah menunjukkan bahwa mereka bersedia mengambil risiko besar demi mendapatkan Noah. Kita harus bersiap untuk kemungkinan serangan lebih lanjut."

Noah, yang sudah terbangun dan kini duduk di pangkuan Althea sambil menggosok matanya yang masih mengantuk, mendengarkan pembicaraan orang dewasa di sekitarnya dengan campuran kebingungan dan rasa ingin tahu, meski dia sudah cukup dewasa untuk memahami bahwa situasi yang mereka hadapi sangat serius.

"Apakah orang jahat itu akan datang lagi?" tanyanya polos, suaranya kecil di tengah keheningan yang sempat menyelimuti ruangan setelah pernyataan Sebastian.

Seluruh ruangan terdiam sejenak, tidak ada satu pun orang dewasa yang tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan jujur seorang anak berusia lima tahun tentang kenyataan berbahaya yang mengelilingi hidupnya.

Althea, memeluknya lebih erat, akhirnya menjawab dengan suara yang dia usahakan setenang mungkin. "Mungkin saja, sayang. Tapi Ibu, Ayah, dan seluruh keluarga akan selalu melindungimu, apa pun yang terjadi."

Noah mengangguk pelan, mempercayai kata-kata ibunya sepenuhnya seperti kepercayaan polos khas anak-anak, sebelum kembali menyandarkan kepalanya di dada Althea, kelelahan dari malam panjang mulai kembali menguasainya.

Namun di balik kepolosan itu, sesuatu telah berubah dalam diri Noah sejak malam itu. Dia telah menyaksikan sisi lain dari ibunya yang selama ini tersembunyi rapi, dan dia telah menggunakan kemampuannya sendiri bukan lagi sekadar untuk bermain atau memuaskan rasa penasaran, melainkan untuk melindungi orang-orang yang dia cintai.

Sebuah kedewasaan baru, meski masih terbungkus dalam tubuh dan wajah anak berusia lima tahun, mulai tumbuh di dalam dirinya, sebuah kesadaran bahwa dunia yang mengelilinginya jauh lebih rumit dan berbahaya daripada dongeng-dongeng yang biasa dia dengar sebelum tidur, namun juga sebuah keyakinan baru bahwa dia, dengan caranya sendiri, memiliki kekuatan untuk turut menjaga keluarga yang begitu dia cintai.

1
rifatin jihan
Thor aku mohon banyak kin episode nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!