❌Dilarang promo, bukan areanya ❌
Follow ig author 👉 Yellow_bitz
Mungkin diluar sana tidak tau apa rasanya memang benar "mencintai" atau sekedar "nafsu"......
Ini dialami oleh gadis manis, Silvia Salmanira, ia yang awalnya bahagia dengan pernikahan tantenya, Mira.
Tetapi yang dibahagiakan menjadi bencana, om nya sendiri, Queretta Thomas, melakukan hal bejat yang mungkin akan membekas seumur hidup pada kehidupan Salma.
Akankah ada titik terang dari kelamnya hidup Salma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yellow_bitz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26: Curiga
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
Pov author
Hampir seminggu Salma kehilangan bayinya, ia terkadang bermimpi menggendong seorang bayi.
Pikirannya makin kacau, Salma menjadi pendiam, bahkan saat bertanya saja dia terbata bata.
Salma merenggangkan tubuhnya, ia terlihat lelah habis mengerjakan skripsi kuliahnya dan ingin segera mandi.
'Kenapa keran ini? Apakah airnya mati? '
Salma membuka tutup keran air dikamar mandinya, tetapi hasilnya nihil, Salma mengambil handuknya dan pergi ke bawah untuk bertanya pada tante Mira.
"Tante..... "
"Ada apa Salma? "
"Air... Air ngga ada? "
Mira mencerna apa yang dimaksud oleh Salma, ia agak sedikit bingung apa yang ditanyakan oleh Salma.
"Air minum? "
Salma menggeleng kepalanya, ia dengan gemetar menutup matanya kemudian membuka matanya.
"Maksudnya air kamar mandi.... "
"Kerannya bermasalah? "
"Hummm... "
Salma sambil menganggukan kepalanya, Mira kemudian menyuruh Salma untuk mandi di kamar mandi di atas yang sering digunakan sekeluarga.
"Iya.... "
Salma beranjak ke atas, ia kemudian menuju ke kamar mandi atas dan masuk ke kamar mandi yang sering digunakan sekeluarga.
"Airnya ada... "
Salma menutup pintu kamar mandinya, ia kemudian menaruh handuknya di gantungan.
Sementara dibawah, Mira memanggil Thomas, ia meminta tolong Thomas untuk memperbaiki keran air dikamar mandi Salma.
"Mas, Mira minta tolong dong.. "
"Minta tolong apa? Kalau tidak perlu tidak usah"
Thomas menjawab tanpa melihat Mira, ia lebih fokus ke layar hpnya.
"Keran air yang ada di kamar mandi Salma katanya macet, Mas bisa ngga perbaiki kerannya? "
Thomas menanggapi perkataan Mira, ia kemudian meletakkan hpnya disebelahnya dan berpikir sebentar.
"Ngga bisa ya mas? Mira telpon aja tukang servis pipa.... "
"Ngga usah, aku bisa"
Mira melihat hal tersebut mengerutkan keningnya
"Serius Mas bisa? "
"Kau meragukan ku?"
Mira ditatap tajam oleh Thomas, ia kemudian menggelengkan kepalanya
"Yaudah, mana peralatannya? "
Mira kemudian mengajak Thomas untuk ke gudang, mereka mengambil kotak peralatan
"Astagfirullah telat! "
Mira melihat jam tangannya, ia terlambat untuk pergi ke toko rotinya
"Mas, maaf ya Mas, Mira terlambat buka toko!"
Thomas menatapnya dengan mengerutkan keningnya
"Ya sudah, pergilah"
Mira menganggukan kepalanya, ia salam kepada Thomas dan pergi.
'Bagus, kesempatan ku kali ini! '
Thomas membawa kotak peralatan dan berjalan ke luar gudang, ia tidak sabar dengan pemikiran kotornya.
.
Pov Thomas
Kemana dia? Biasanya ada di kamar ini, kok sekarang tidak ada? Ah sudahlah, nanti juga aku pasti bisa mengulangi nya lagi.
Ya kutau baru seminggu yang lalu dia habis keguguran, tetapi entah mengapa rasa rindu pada tubuhnya terbesik di pikiranku, aku ingin melahap nya lagi.
Ku berjalan ke arah kamar mandi Salma, ku lihat keran air yang katanya macet atau rusak, kubuka dan ku periksa.
Ini bisa jadi sabotase ku agar tidak susah payah dengan upaya lamaku untuk mendapatkan tubuhnya kembali.
"Pantesan saja, kerikil masuk ke pipa ini"
Yah, aku tetap memperbaiki keran air itu walaupun aku tak henti henti nya memikirkan tubuhnya, karena kasihan saja begitu dia harus ngungsi ke kamar mandi untuk semua keluarga.
Nah aman! Akhirnya sudah juga ku perbaiki kerannya! Ku susun perkakas ke dalam kotak peralatan, secara tiba-tiba suara pintu kamar terbuka.
Ku intip dari kamar mandi, oh itu dia! Dia tampak menutup pintu kamarnya, ah dia tidak sadar aku di kamar mandinya.
Kulihat dia mengeringkan rambutnya dengan handuk dan blush! Kebiasaannya unik ternyata! Dia memilih telanjang untuk ganti baju ketimbang memakai pakaian dalam sambil memakai handuk, tapi ya sudahlah, aku nikmati saja.
Sial, tubuh itu, membuatku tidak sabar, mungkin milikku juga bereaksi.
Aku keluar dari kamar mandi nya, ku mendekat ke arahnya dan grep! Kutahan bahunya, aha!
"Om! Kenapa Om ada dikamar ku?! Keluar! "
Enak saja menyuruhku keluar, ku tahan kedua lengannya, dia memberontak, ah kekuatanmu tak sekuat kekuatanku!
.
Pov author
Salma menutupi tubuhnya sembari memberontak, ia akhirnya tidak sanggup dan dilempar ke kasur dalam keadaan telanjang.
"Jangan Om, aku baru saja keguguran seminggu yang lalu.... "
"Itu urusanmu, kalau cepat kau memberi tubuhmu, akan lebih cepat juga Om melepaskan mu sayang.... "
Salma tetap memberontak, kali ini ia tidak akan memberikan celah pada Om nya dan seenaknya memperkosanya lagi.
"Jangan melawan Salma! "
Sepertinya Salma telah berusaha sekuat mungkin, ia bahkan sampai menendang, meninju dan memukul Thomas, tetapi tidak sama sekali digubris.
Thomas memegang kedua tangan Salma dan menahannya ke arah atas kepala Salma, ia membuka celananya.
"Jangan..... "
Lagi lagi pasrah, terkadang Salma merasa bosan harus terus menerus menjadi budak nafsu Om nya.
Salma bahkan tidak dapat berbuat apa apa, jika melapor, otomatis orangtuanya tau dan Brian juga akan tau, ia tidak rela harus ditinggalkan oleh Brian karena mengetahui dirinya sudah kotor dan sudah dijamah Om nya.
Suara shower terdengar dari luar kamar mandi, Salma merasa risih, karena ia didalam kamar mandi bersama Om nya.
Entah apa yang dipikirkan Thomas sampai liar, ia belum puas dan mencoba memuaskan nafsunya dibawah shower.
"Umghhh... "
"Keluarkan saja suaramu.... "
Memang bejat, Thomas sangat santai melakukannya, bahkan ia dapat juga memerintah Salma untuk memuaskan nafsunya dengan berbagai arah yang ia inginkan.
"Gyaaaahh..... "
'Assalamu'alaikum....! '
Salma dan Thomas tersentak, Thomas menutup mulut Salma dan menstabilkan nafasnya, ia tau itu adalah suara Mira istrinya.
"Assalamu'alaikum, Mas, Salma, kalian dimana? "
'Stabilkan nafasmu Salma, jawab tante mu itu!'
Thomas membisikkan ucapan yang ia perintah kan untuk Salma, Salma menstabilkan nafasnya.
"Iyah... Salma didalam mhh... "
Salma mendorong tubuh Thomas, ia mengambil handuknya dan keluar dari kamar mandi.
"Loh kok mandi lagi? Apa kamu main air didalem? "
Salma dengan gugup, tantenya ingin masuk dan dihalangi oleh Salma.
"Kenapa Salma? Tante juga mau ngambil sabun yang ketinggalan di kamar mandi ini"
"Biar Salma saja yang ambil..... "
Mira hanya menggeleng kepalanya, ia menyuruh Salma mengambil sabunnya
'Kenapa Salma ini aneh sekali ya? '
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣
masak sudah diperkosa,si ceweknya anteng² aja gak mau ngelaporin si prianya,
MALAES X NGELANJUTIN BACA NOVEL INI,
gak realita banget