saat masa muda, aura melakukan kesalahan besar sehingga akhirnya ia melampiaskannya melalui pernikahan dengan seorang lelaki.
Aura menikah selama 6 tahun dengan Peter dan dikarunia 2 orang anak. walaupun begitu, hidupnya dibalik itu serba kekurangan bahkan cukup menyedihkan..
ia sebagai istri tidak terlalu mempermasalahkan hal itu dan menjadikannya sebagai semangat hidupnya
namun..
suatu hari, aura melihat slip gaji di meja kerja peter dan mengejutkannya seketika...
"10 juta... namun aku hanya diberi sejuta dalam sebulan..."
apakah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan sehingga ia malah terjebak dengan pria seperti Peter?
menghilang kemanakah sisa uang itu dan apa alasan dibalik perlakuan suaminya itu??
akankah aura bertahan dengan Peter hingga maut memisahkan.. atau meninggalkan nya dengan segudang masalah yang meliputi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggelline, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siapa pria itu?
"Aku memilih andrian," ucap aura sembari kembali menatap pada lelaki pilihan nya tersebut dengan lembut
Andrian dan seluruh orang di sana cukup terkejut, kecuali orang tua aura tentunya. Tangan lelaki yang dipilih oleh aura, andrian.. mulai gemetar sendiri dan melihat aura dengan tak percaya.
Mimiknya yang seperti sesak kencing pun membuat aura seketika menahan tawanya. para tamu di sana sedang berkutat dalam pemikirannya sendiri.. sehingga tak sadar bahwa aura sedang menahan tawanya
Setelah aura selesai menyampaikannya, tampak beberapa orang yang tadinya duduk diam mulai bersosialisasi dengan orang lain dan membubarkan diri. Sedangkan yang lain juga ikut keluar dari rumah ataupun hanya berdiam saja..
setelah melihat sekitar seksama.. barulah aura beranjak dari sofanya dan langsung menuju ke tempat dimana peter berdiri yang sedang memandang handphone miliknya dengan penuh fokus.
"Um... maaf kalau aku ganggu," awal aura dan menyadarkan lelaki itu
"Ohh, kenapa ya rah?" Tanya peter dan memandangnya.
"Mengenai tadi, maaf kalau pilihan aku tadi bikin kamu sedih..."
"Peter, maaf banget ya..." ucap aura dengan tidak enak
Peter pun menatap ke gadis di hadapannya dengan tenang, hatinya sudah menerima segala keputusan yang nantinya ditetapkan aura dalam hatinya. Namun, walau begitu ia tetap merasa hatinya sedikit meng-hampa dengan sendirinya
setelah diam dan menatap aura, barulah Peter mengangguk dan menampakkan senyum tulus dari nya
"Iya, tidak apa kok rah. Lagipula kita masih bisa menjadi teman..." tutur peter dengan santai dan menggaruk kepalanya sendiri.
Peter dan aura pun berbincang mengenai hal lain hingga lelaki itu mulai izin untuk menelpon ke tempat lain. Aura pun mengangguk dan membiarkan lelaki itu pergi. Setidaknya.. peter tidak terlalu memasukkan hal ini dalam hatinya..
Setelah aura menyatakannya, perasaannya telah lega. Ia memilih andrian karena pria itu lebih banyak mengerahkan tenaga dan waktu selama ini pada dirinya sendiri.
Lagipula.. walau ia tak cukup menarik dibanding peter, aura tersadar bahwa andrian sebenarnya adalah pria yang lebih baik dibanding lain.
tap, tap, tap...
langkah aura mulai terhenti di hadapan seorang pria, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. sedangkan pria itu masih terbengong sendiri, dan mengucek matanya berkali kali
"kamu tidak lagi mimpi," ucap aura sembari memukul lengan Andrian.
"Ternyata kau memilihku," ucap andrian cukup terkejut
Aura pun terkikik dan menepuk lagi pundak sahabatnya ini.
"Yah.. kalau dipikir pikir enaknya si kamu kutampol ya malam itu," ucap aura mengingatkan malam waktu itu. sembari mengalihkan topik
"Yaelak, cium juga kagak Rah... Rah..." seru andrian tak mau kalah
"tapi kan cubit hidung orang," argu aura dengan cepat.
Andrian pun tak mengelak lagi dan menghembuskan nafasnya dengan berat. tiba tiba saja, ia mencubit kembali hidung aura.
aura yang tak ingin membuat kericuhan pun hanya bersikap tidak apa sembari diam diam bersiap mendorong tubuh lelaki tersebut.
bruk!!
laki laki itu terjatuh kecil saat aura mendorongnya sekuat tenaga. dengan segera, aura langsung berlari kecil dari sana. membiarkan beberapa Pasang mata menatap pada Andrian.
Aura pun tersenyum sembari melangkahkan kakinya menjauh dari kerumunan. Sedangkan andrian langsung beranjak berdiri, mencari tempat kosong di dekat jendela
Tatkala ia sedang memikirkan sesuatu, peter yang melihat aura telah pergi pun mulai mendatangi andrian.
Tap, tap, tap...
Sebuah telapak tangan menyentuh pundak andrian dan membuatnya menoleh ke wajah pemilik tangan itu. Setelah melihat siapa yang menepuknya, andrian pun mempersilahkan orang itu untuk berdiri di sebelahnya
"Jaga dia baik baik an," pesan peter dengan tersenyum, menatap ke jendela di hadapannya.
Andrian pun mengangguk dengan tekad penuh, matanya melayang ke jendela luar yang memuat hamparan langit jingga bersama pepohonan yang menjulang sebagai temannya.
Angin sepoi sepoi berhembus di luar, membuat beberapa dedaunan berterbangan berjatuhan. Namun, hal ini malah semakin membuat andrian yakin.. bahwa hal ini memang sudah sampai pada tahap penyelesaiannya.
Tanpa disadarinya, peter telah beranjak pergi dan meninggalkan rumah aura bersama keluarganya. Tentu saja, saat aura kembali dan melihat sekitar.. ia langsung mendatangi orang tuanya.
"Ayah, ibu.. keluarga peter dengan dia kemana ya?"
"Oh.. mereka pamit duluan, lagipula acara sudah selesai. Jadi ibu menyetujui permintaan mereka," balas ibu aura dan membuat gadis itu mengangguk mengerti.
Tap, tap, tap....
Langkah gadis itu pun menyusuri sepanjang rumah hingga keluar dari sana, dan berhenti tepat di hamparan taman bunga di pekarangan rumah.
Wajahnya tampak menawan disinari oleh sang surya yang hendak tidur sebentar lagi.. matanya terpejam menikmati semilir angin yang berputar putar mengelilinginya.
Bunga bunga ikut bergoyang karena angin nakal yang mengganggunya, serta beberapa wewangian juga tersebar di sekitar.
Tiba tiba, aura membuka matanya tatkala sebuah lengan kokoh memeluk dirinya. Nafasnya menyentuh leher aura sehingga membuatnya menggeliat
"An an! Nafasmu panas amat," ucap aura sembari menggosok lehernya
"Kalau dingin itu mah orang mati, " canda lelaki itu dan sontak membuat aura mendengus kecil.
Aura pun tiba tiba tersenyum, membuat andrian mulai terlengah akan senyuman dari bibirnya. Ketika aura mulai semakin dekat, ia langsung menampol wajah andrian dan membuat pria itu menggerang
gadis itu pun langsung melenggang pergi dengan santai, meninggalkan Andrian yang berjongkok sembari memegang hidungnya sendiri.
setelah beberapa hari berlalu, aura kali ini tengah berada di sebuah gedung besar berisikan kerumunan orang orang yang menyesaki tiap penjuru.
hari ini, toko aura tutup lebih cepat.. sehingga aura pun langsung pergi dengan teman kerjanya menuju beberapa tempat.
setelah puas membeli beberapa perlengkapan yang cukup penting, aura bergegas pulang dari sana. namun.. rintik kecil mulai turun dari langit secara tiba tiba.
"astaga... hujan," gumam aura sembari melajukan kakinya secepat mungkin.
aura pun langsung berteduh di tempat seadanya, rintik yang tadinya hanya beberapa.. mulai berubah menjadi hujaman yang banyak dan membesar.
angin dingin dan suasana mendung semakin menambah kegelapan yang dirasakan aura. namun, netra aura terpaku pada pasangan di seberang dirinya..
"pria itu adalah..."
tanpa sadar, aura langsung mengikuti arah yang ditempuh pasangan itu. rintik rintik yang dengan nakal menyentuh tubuhnya ia acuhkan sama sekali.
tap, tap, tap..
tubuhnya mulai mematung.. ketika melihat sang pria berciuman dengan perempuan di dekatnya. air mata bergabung dengan hujan yang menderas, mengguyur segenap tubuhnya.
orang di sekitar berlalu lalang dengan cepat, membuat dirinya hanya diam di tengah hujan dan kerumunan orang sibuk. setelah ia mengangkat kepalanya kembali, pasangan itu menjauh perlahan. ia mulai mengejar pria itu dengan secepat kilat.
tap, tap, tap..
ketika menggapai bahu pria itu, aura pun terhenyak sesaat....
tap tap tap
bikin jantungan ..
padahal sepele tapi kayak dibikin mencekam