Indonesia
NovelToon NovelToon
Trauma Ranjang

Trauma Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Tampan Pelindung

​Xander mengepalkan kedua tangannya erat-erat, frustrasi luar biasa. "Aku serius, Evita! Aku tidak merestui tindakan gila Viola! Dan... dan aku berjanji padamu, demi Tuhan aku akan membuat Viola mendeklarasikan kebangkrutannya, aku akan menyeretnya ke penjara, aku akan pastikan wanita itu membusuk di jeruji besi atas apa yang dia lakukan pada keluargamu!"

​"Cukup, Xander!" teriak Evita memotong ucapan suaminya dengan suara bergetar menahan amarah yang meluap-luap di dada. "Simpan janji busukmu itu! Aku tidak butuh perlindunganmu, aku tidak butuh janji palsumu! Yang aku butuhkan sekarang hanya satu: tanda tanganmu di atas surat perceraian kita, dan kehancuran mutlak untukmu dan wanita simpananmu itu!"

Emosi Xander yang sejak kemarin tertekan mendadak terpancing mendengar kata cerai yang diucapkan begitu enteng. "Kamu mau menceraikanku demi pria lain, hah?! Apa karena kamu pikir kamu bisa berbuat semaunya sekarang?!" bentak Xander lepas kendali, tangannya kembali terulur hendak mencengkeram lengan Evita dengan kasar.

​"Lepaskan aku, brengsek!" rintih Evita sambil meronta, berusaha melepaskan cengkeraman tangan suaminya di lobi yang mulai menyita perhatian beberapa orang yang lewat.

​Karena emosi yang membara dan tenaga Xander yang kuat, Evita ditarik paksa hingga keseimbangannya hilang. Sepatu flat yang ia kenakan mendadak tersandung pada sebuah batu hias kecil yang tidak sengaja berserakan di dekat pot tanaman hias besar di dekat lobi.

Bruk!

****

​Tubuh Evita terhuyung ke belakang. Ia memejamkan mata, bersiap merasakan sakitnya menghantam lantai marmer lobi yang keras.

​Namun, benturan itu tidak pernah terjadi.

​Sebelum tubuh Evita menyentuh lantai, sepasang lengan kokoh dan terbalut jas tailored-fit berpotongan sempurna dengan cepat melingkar di pinggang rampingnya, menahan tubuhnya dengan sigap namun lembut.

​Evita membuka matanya perlahan. Napasnya tercekat.

Di hadapannya kini, berjarak hanya beberapa sentimeter saja, tersaji sesosok wajah pria asing yang memancarkan pesona luar biasa memukau. Pria itu memiliki mata sipit dengan tatapan yang tajam namun menenangkan, ciri khas oriental oriental Tionghoa yang sangat kental, dipadu dengan kulit putih bersih tanpa cela, serta potongan rambut hitam pendek tertata rapi yang membingkai wajah sempurnanya. Usianya sekitar 32 tahun, memancarkan aura kekuasaan, ketenangan, dan kemapanan mutlak yang tidak kalah mempesona—bahkan jauh lebih berkarisma—jika dibandingkan dengan Xander Wiryawan.

​Pria itu adalah Ma Yong Hua, CEO muda dari Ma Group, salah satu konglomerat multinasional terbesar di Asia yang bisnisnya merajai berbagai sektor industri strategis di ibu kota.

"Anda tidak apa-apa, Nona?" suara Ma Yong Hua mengalun rendah, berat, dan terdengar sangat berwibawa tepat di dekat telinga Evita.

​Evita tertegun, masih diliputi rasa shock akibat insiden penarikan tadi dan kemunculan tiba-tiba sang konglomerat misterius tersebut. Ia bahkan lupa untuk segera berdiri tegak, larut dalam sepasang mata sipit yang menatapnya dengan penuh perhatian.

​Di sisi lain, beberapa meter dari tempat mereka berdiri, Xander Wiryawan mendadak mematung. Darahnya mendidih seketika saat melihat wanita yang masih sah menjadi istrinya kini berada di dalam dekapan pria lain—terlebih lagi pria itu adalah Ma Yong Hua, rival bisnis raksasa yang selama ini sangat disegani sekaligus dibencinya di dunia korporat!

Xander mengepalkan kedua tangannya sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih, urat-urat di lehernya menonjol keluar menahan amarah, cemburu, dan rasa terhina yang membakar habis akal sehatnya. Tatapan tajam penuh permusuhan langsung ia layangkan ke arah Ma Yong Hua, sementara sang CEO Ma Group perlahan-lahan membantu Evita berdiri tegak sambil membalas tatapan Xander dengan senyuman miring yang dingin dan penuh tantangan.

****

Ketegangan di lobi utama gedung apartemen mewah itu mendadak mencapai titik didihnya. Suhu udara di dalam ruangan berpendingin udara tersebut seolah lenyap, digantikan oleh gelombang permusuhan yang pekat antara dua pria berdarah dingin dari dunia korporasi kelas atas.

​Xander Wiryawan berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah. Urat-urat di pelipis dan lehernya menonjol keluar akibat kombinasi cemburu buta, rasa terhina, dan kepanikan akut. Melihat tangan istrinya masih berada di dekat Ma Yong Hua membuat akal sehat Xander benar-benar menguap. Tanpa memedulikan tatapan beberapa penghuni apartemen yang mulai memerhatikan mereka, Xander melangkah maju dengan agresif, tangannya terulur kasar hendak mencengkeram pergelangan tangan Evita kembali.

"Lepaskan istriku, Ma Yong Hua!" bentak Xander dengan suara berat yang bergetar penuh kemarahan. "Urusan kami belum selesai! Jangan ikut campur urusan rumah tangga orang lain!"

​Namun, sebelum jemari Xander sempat menyentuh kulit Evita, sebuah tangan yang kokoh, berbalut lengan jas tailored-fit berwarna charcoal, bergerak lebih cepat.

​Grep.

​Ma Yong Hua menangkap pergelangan tangan Xander dengan cengkeraman yang begitu mantap dan bertenaga. Sang CEO Ma Group itu tidak bergeming sedikit pun dari posisinya. Ia mengangkat wajahnya, memperlihatkan rahang yang tegas serta sepasang mata sipit yang memancarkan ketenangan mutlak sekaligus ketajaman yang mampu membekukan darah siapa pun yang menatapnya.

****

Xander tertegun sejenak. Ia mencoba meronta untuk melepaskan tangannya, namun cengkeraman Ma Yong Hua terasa bagaikan jeruji besi yang tidak memberikan ruang gerak sedikit pun.

​Dengan nada suara yang rendah, dingin, namun berwibawa penuh mutlak, Ma Yong Hua berkata, "Di hadapanku, Tuan Wiryawan... seorang pria terhormat tidak akan pernah menggunakan kekerasan fisik pada wanita. Apalagi pada wanita yang baru saja mengalami hari-hari terburuk dalam hidupnya."

​"Brengsek! Apa pedulimu?!" maki Xander murka, wajahnya memerah padam menahan malu dan amarah yang meluap-luap. "Dia istri sahku! Pernikahan kami sudah berjalan enam tahun! Siapa kamu yang berani ikut campur urusan keluarga kami?!"

Ma Yong Hua tidak langsung terpancing emosi. Ia justru menyunggingkan senyuman tipis—sebuah seringai dingin yang terukir elegan di bibirnya. Perlahan namun pasti, ia mendorong tangan Xander menjauh dengan tenaga penuh dominasi, memaksa CEO Wiryawan Corporation itu mundur beberapa langkah ke belakang.

​"Istri sah?" Ma Yong Hua mengulangi kata-kata itu dengan nada mengejek yang sangat halus. Ia merapikan sedikit kerah jasnya, lalu menatap Xander lurus-lurus tanpa secercah pun rasa takut. "Seorang suami yang membiarkan kekasih gelapnya membakar rumah mertuanya sendiri, seorang pria yang tidak bisa melindungi istrinya dari teror... tidak pantas menyandang kata 'suami' di hadapan wanita ini."

Mendengar kalimat telak tersebut, sekujur tubuh Xander mendadak kaku. Matanya membelalak lebar. Bagaimana pria ini tahu tentang kebakaran rumah mertuaku? batin Xander panik. Informasi mengenai insiden pembakaran itu belum pernah dipublikasikan ke media massa dan baru diketahui oleh lingkaran terdekat saja.

****

"Cih!" Xander mendengus tajam, menunjuk ke arah Evita dengan jari telunjuknya yang bergetar. "Dengar baik-baik, Evita! Kamu boleh berlindung di balik pria mana pun yang kamu mau! Kamu boleh bawa-bawa pengusaha besar ini untuk melindungimu! Tapi camkan ini baik-baik di kepala batumu... Aku tidak akan pernah mau menandatangani surat perceraian itu! Sampai mati pun, kamu tetap istriku!"

1
Ma Em
Evita balas perbuatan Xander dan jalang nya buat mereka menyesal karena sdh berani bawa selingkuhan ke rumah tempat Evita tinggal .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!