Indonesia
NovelToon NovelToon
SECRET STAR

SECRET STAR

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama / Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / Chicklit / Tamat
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

Si cantik dengan profesi sebagai agent terbaik di dalam divisi kriminal, jatuh cinta dengan si tampan musuh negara, sang mafia Dark Moon.


Kamu hanya MILIKKU.
Senyumanmu dan semua tentangmu adalah HAKKU.
Akan kuhancurkan setiap mata yang memandangimu.
Jangankan melepaskanmu, aku tak 'kan rela BERBAGI.
Kamu adalah duniaku, cinta matiku. ~ Rose Aliya Arham.


Kepolosanmu menjadi topeng termanis. Tanpa kusadari, CINTAMU terbelenggu hasrat dan obsesi.
Manis dan harum bagaikan noda merah
di selendang putih.~ Azka Dirga Dewantara.

Kisah cinta dalam biduk rumah tangga dengan obsesi dan jejak hitam. Bagaimana kedua insan dengan berbeda profesi yang saling bertentangan menjalani kisah cinta mereka? Akankah setiap badai berlalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Seorang Ayah, Misterius

Bagaimana caranya mengatakan pada gadis berusia lima tahun. Jika ibunya sudah tiada dan itu karena menjadi seorang mantan agen? Tidak. Hatinya tak sanggup memberikan beban berat yang bisa menghancurkan hati sang putri.

Akan lebih baik menunggu waktu hingga Cassy beranjak remaja atau dewasa. Jangan sampai tumbuh kembang putrinya terpengaruh karena masalah orang dewasa. Meskipun ia sadar, menghindari kenyataan tidak akan mengubah kebenaran. Apakah harus menikah lagi? Tidak.

Jika mendapatkan wanita yang tidak bisa menyayangi Cassy seperti anaknya sendiri. Bisa berakhir penyesalan yang paling dalam dan tak termaafkan. Prioritas utamanya hanya kebahagiaan dan masa depan sang anak semata wayang. Entah harus melakukan apa, tapi apapun akan ia lakukan.

"Caca princess nya Daddy, tempat tinggal Mama itu sudah di atas sana. Sebelum tangga dari langit turun, kita belum bisa tengok mama." Aliando menunjukkan tangan ke atas langit mengajarkan imajinasi yang tinggi, "Mama selalu melihat semua yang Caca lakukan dan menjaga dari atas sana, Nak."

"Daddy, apa Mama itu peri?" Caca termenung menatap ke langit dengan kerjakan mata takjub. "Kapan tangganya turun, Daddy?"

"Nanti, princess, masih lama. Sekarang ayo masuk! Daddy akan buatkan pie apple kesukaanmu." Balas Aliando beranjak dari tempatnya seraya menggendong tubuh mungil putrinya.

Untuk kesekian kalinya. Sebagai seorang ayah hanya bisa mengalah, tetapi sebagai seorang kekasih terus menahan kerinduan. Cassy sangat mirip dengan mendiang istrinya. Cantik dengan paras yang khas, wajah ceria dengan senyuman indah yang memikat hati.

Kini hanya tawa dan canda yang menghangatkan rumahnya. Cassy dunia sekaligus jiwa dalam setiap tarikan nafasnya. Niat hati berhenti menjadi pembunuh bayaran, lalu ia akan membawa putrinya pindah ke negara lain. Memulai hidup yang baru dalam kedamaian. Sungguh pasti hidup lebih indah.

Sementara itu, Rose baru saja keluar dari kamar mandi. Tubuhnya terasa remuk, panas dingin. Apakah karena pergantian musim, maka ia terpengaruh cuaca? Sepertinya begitu. Untungnya ada Almaira yang sigap memberikan pertolongan pertama bahkan membuatkan bubur ayam yang citarasa khas Indonesia.

Gadis itu juga dengan telaten menyuapi, sesekali mengelap bibirnya yang belepotan. Lalu, memberikan obat penurun panas, kemudian membenarkan selimut agar tetap menjaga suhu tubuhnya yang terus merosot. Bukan hanya itu, dokter yang terkendala macet karena salju turun langsung mendapatkan pengawalan khusus agar bisa segera sampai.

Waktu yang dihabiskan menunggu tidak begitu lama. Begitu dokter datang, Almaira langsung mempersilahkan, membiarkan sang dokter memeriksanya. Begitu pemeriksaan berakhir, gadis itu tak segan untuk mengucapkan terimakasih dan juga mengantar dokter hingga ke pintu.

Entah apa yang dibicarakan pada salah satu penjaga kamar seraya menyerahkan resep yang diberikan oleh dokter. Kemudian kembali menghampiri ranjang setelah memberi perintah yang diharuskan. Seulas senyum tersungging hangat.

"Kenapa tidak tidur?" Almaira mengambil ponselnya untuk melakukan sesuatu, tetapi tangannya ditahan Rose yang membimbingnya untuk duduk di sisi kanan tepi ranjang. "Mau minum?"

Rose menggelengkan kepala pelan. Rasa pusing yang terasa begitu berat, nyatanya tidak menghalangi untuk mengutarakan isi hati dan pikirannya. "Terima kasih, Alma. Jika kamu tidak bersamaku, mungkin ....,"

"Tidak perlu meneruskan." Almaira membungkam mulut Rose dengan perasaan, ia hanya berniat menghentikan istri keduanya untuk berbicara yang tidak diperlukan. "Tidurlah! Aku harus membereskan pekerjaan."

Satu kata yang bisa menjadi penilaian Rose untuk menggambarkan kepribadian Almaira. Misterius. Tatapan mata yang tidak memiliki ekspresi dengan senyum yang menawan. Apakah gadis itu selalu bersikap tenang? Disaat situasi yang menegangkan sekalipun, Almaira masih bisa bertindak dengan cepat.

Apapun yang ada di dalam hati dan pikiran Rose. Hanya wanita itu yang tahu, sedangkan Almaira tidak peduli dengan penilaian orang lain. Kenapa merawat istri kedua suaminya? Semua yang dia lakukan hanya untuk dirinya dan sang suami. Jika Rose sampai terluka atau tiba-tiba menghilang dari muka bumi. Dunia bisa gempar.

Bukan takut, tapi ia tahu. Saat ini Rose juga tengah bermain kucing-kucingan. Seluk beluk dan semua sepak terjang wanita itu selalu terjangkau dari pandangan matanya. Jika istri kedua sang suami tahu bahwa ia adalah bunda Alma seorang pemimpin gangster. Bukan tidak mungkin, terbang melambung merasa mendapatkan jackpot.

Azka sang raja mafia dan Bunda Alma si wanita berdarah dingin. Wah, lengkap sudah target yang menggiurkan. Tentu bukan hanya Rose yang akan berburu, tetapi seluruh kepolisian bahkan agen lain ikut berlomba-lomba menangkap mereka berdua. Kenapa demikian? karena semua adil dalam permainan dunia.

Seperti sandiwara yang ada di drama Mahabharata. Seperti itulah, kisah antara cinta beralaskan misi dengan keegoisan jiwa dan raga. Siapa yang salah? Tidak ada. Untuk apa saling menyalahkan atau mencari pembenaran. Mereka hadir untuk melengkapi satu sama lainnya. Bukankah seperti itu?

Rose mulai terpengaruh obat tidur, sedangkan Almaira menyambar pakaian luarnya yang tersampir di atas sofa. Langkah kaki tak bersuara berjalan meninggalkan kamar. Senyumannya hilang entah kemana. Seperti langit yang mulai gelap, begitu pula suasana hatinya.

Permainan takdir. Orang selalu berpikir bisa mengapai angin, sedangkan itu tidak mungkin. Apakah manusia lupa jika alam memiliki hukumnya sendiri? Aku lelah, tetapi tetap berjuang dan ketika semua telah berakhir. Masalah baru siap menerjang. Bagaimana manusia berpikir kuat? Hati dan pikiran saja selalu memendam emosi dan luka.~ucap hati Almaira seraya merentangkan kedua tangan.

Membiarkan rintik salju jatuh menimpa tubuhnya. Perlahan memejamkan mata, menghirup dinginnya udara. Tidak segar seperti di pegunungan, tetapi menyesakkan dada bahkan semakin lama pernapasan tidak akan normal kembali. Sadar menyakiti diri sendiri, namun itu yang mengubah emosinya menjadi kedamaian.

Satu yang membuatnya tak mampu tetap berdiri. Hati yang terluka, tetapi tak mampu untuk mengobatinya. "Suamiku, kini bukan hanya milikku. Apakah ini akan bertahan lama? Aku merasa salju lebih mencintaiku tanpa harus ku minta."

Bukan penyesalan, tetapi menyadarkan dirinya. Jika sejak ijab kabul kedua disahkan oleh semua orang, maka Azka memiliki hak untuk mendapatkan waktu bersama Rose. Begitu juga sebaliknya, tetapi bagaimana cara membuat kedua pasangan itu akan mendapatkan waktu? Padahal dengan jelas, sang suami mengatakan Rose hanya menjadi satu tameng sebelum dimulai rencana mereka.

Ikatan batin itu terlalu kuat, hingga suara dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Begitu menatap layar yang menyala nama terindah tertera memanggilnya. Hubby Lucky. Nama yang memang selalu menjadi hadiah terbesar dan terbaik dari Allah untuknya. Azka memanglah keberuntungan untuk hidupnya.

"Assalamu'alaikum, my hubby. Apa kamu sudah merindukanku? Bagaimana dengan cuaca disana? Apa kamu tidak mau mengundangku untuk datang berkunjung menemanimu?" tanya Almaira beruntun agar mengurangi kegelisahan hatinya, membuat Azka menghela nafas panjang.

1
Mom La - La
hy Asma....
ku mampir tuk memberikan secangkir kopi untukmu.....
Mom La - La
ku mampir lgi kk.
Mom La - La
untuk karya yg the bestnya thorr
Mom La - La
ku mampir thorrr
semangat untuk karya2 yg luar biasax.
💦Mak Phi-khun
Bagus banget cerita nya..

Setiap kata bikin meleleh.

Ternyata selain suara yang bikin meleleh, setiap kata yang tertuang juga mengandung lelehan 😩😩.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🥰makasih, Mak.
namun, diri ini bukan ice cream.
total 1 replies
💦Mak Phi-khun
Aku sudah meninggalkan jejak keanuan..
semoga kamu akan semangat ber-anu
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: gak ada anu, Mak 😅 adanya ini 🌚
total 1 replies
💦Mak Phi-khun
masukan 😩
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: karungin, Mak
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
karya yang sangat bagus, semangat kka 👍💙
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih, Aka
total 1 replies
Seuntai Mimpi
sukses terus ya ThOor. 😍
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: siap 🤗

makasih 😍
total 1 replies
Seuntai Mimpi
terlalu misterius kamu Azka
Seuntai Mimpi
cari tahu sampai titik kebenaran Rose. semangat
Seuntai Mimpi
hadeh, tuan pelupa ya
Seuntai Mimpi
wah, Rose, tak bisa berkata lagi aku🤣
Seuntai Mimpi
awas sampe gak tanggung jawab 😒
Seuntai Mimpi
meremehkan wanita 😒
Seuntai Mimpi
belum semacem loh, Rose. 🙄
Seuntai Mimpi
makanya kenalan dulu, biar semakin sayang 🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: uhuk keselek 🏃‍♀️🏃‍♀️
total 1 replies
Seuntai Mimpi
Kisah yang menarik, semangat ThOor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!