Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27.

Serangan tidak hanya menimpa Ryan dan Bella.

Seluruh anggota Kultus Iblis yang tersebar di wilayah 05 juga terjebak dalam rencana busuk  pengkhianat dan Aliansi Pedang Tujuh Langit. 

Informasi keberadaan mereka telah bocor, membuat setiap langkah mereka seperti sudah dipersiapkan untuk dimangsa.

-------------

BRAK! SRAAAK!

Tubuh musuh terbelah dua. 

Barnett berdiri dengan dada naik-turun, wajahnya penuh cipratan darah, pedang besar di tangannya meneteskan cairan merah segar.

“Hahahaha! Ayo maju kalian semua bajingan! Aku akan tebas kalian satu per satu seperti sembelihan hewan!” teriak Barnett dengan tawa beringas.

Di sekelilingnya, puluhan mayat sudah berserakan. 

Tubuh-tubuh tanpa kepala, tangan, dan kaki membentuk genangan merah pekat di tanah. 

Namun, meskipun puluhan sudah tumbang, belasan pendekar masih mengelilinginya. 

Mereka gemetar, tapi tetap mengangkat pedang.

Barnett menatap mereka dengan mata liar. “Apa kalian masih berani menatapku? Kalau begitu… Matilah!!!”

BRAAK!

Ia menghantam tanah dengan langkahnya, tubuh besar itu melesat seperti banteng buas. 

TRANG! TRANG! SRAAAK!

Suara logam beradu kembali menggema, teriakan kesakitan bergantian terdengar, membuat hutan malam dipenuhi jeritan maut.

----------

Di sisi lain, Leo sudah terkepung oleh dua puluh pendekar elit.

Ia berdiri tegak dengan pedang panjang, wajahnya dingin.

“Jadi, kalian memang sudah menungguku di sini,” gumamnya datar. “Kalau begitu, tidak ada pilihan lain… aku akan melenyapkan kalian semua.”

WUUSSH!

Leo menghilang dari pandangan. Lalu...

TRANG! TRANG! SRAAAK!

Suara dentuman pedang beradu bercampur dengan tebasan cepat. 

Tubuh para pendekar berguncang hebat ketika pedang Leo menembus pertahanan mereka.

“Arghhh!!”

“Tidak… terlalu cepat—”

SRAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Darah berhamburan di udara, jeritan demi jeritan memecah kesunyian malam. 

Leo bergerak tanpa ragu, setiap tebasannya terukur, mematikan, dan penuh ketenangan.

-----------

Hal yang sama dialami anggota lain. 

Calvin, Karl, Tarya, Sadel, Vincen, Vierra, dan yang lain terpaksa menghadapi pasukan musuh yang menghadang di setiap jalan yang mereka lalui.

Pengkhianatan yang menyebarkan informasi membuat seluruh rencana Kultus Iblis kacau. Tidak ada lagi tempat aman.

Mereka semua harus bertarung mati-matian, menebas dan membantai agar tetap hidup. 

Hutan malam itu berubah menjadi lautan darah, dipenuhi teriakan kesakitan, benturan senjata, dan tubuh-tubuh yang berguguran.

--------

Sementara itu, keesokan paginya, udara hutan masih dipenuhi embun tipis. 

Bella perlahan membuka mata, cahaya matahari menembus celah tenda kecil mereka. 

Ia bangkit, merapikan rambutnya, lalu segera keluar.

Di luar, Ryan sudah duduk di dekat api kecil.

Di atas bara, seekor kelinci yang sudah dikuliti terpanggang perlahan, mengeluarkan aroma daging hangus.

Bella berdiri sebentar lalu tersenyum tipis. “Kamu sudah bangun lebih dulu lagi rupanya.”

Ryan menoleh sebentar. “Kamu sudah bangun? Ayo makan dulu. Setelah ini, kita harus segera bergerak ke timur.”

Bella mengangguk pelan lalu duduk di sampingnya. 

Ryan memotong daging panggang itu, menyerahkan sepotong ke tangan Bella. 

“Ryan…” Bella membuka percakapan sambil menggigit kelinci panggang tersebut. “Semua anggota Kultus Iblis sudah mendengar kabar kalau kau tewas. Bagaimana nanti kau akan menjelaskan pada mereka kalau tiba-tiba kau muncul kembali di depan mereka?”

Ryan menatap api kecil itu. “Aku tidak akan menunjukkan diri… setidaknya, belum. Bukan sampai aku menemukan pengkhianat itu. Saat waktunya tiba, aku akan menangkapnya, membunuhnya, lalu menjelaskan segalanya pada mereka.”

Bella menggenggam potongan daging di tangannya erat. “Jadi, selama itu… kau akan tetap bersembunyi dan hanya mengamati pertemuan Kultus dari kejauhan?”

Ryan mengangguk ringan. “Benar. Aku ingin melihat dulu apa yang sebenarnya di rencanakan Kultus Iblis”

Ia tahu, Zen bukan hanya berubah dalam kekuatan, tetapi juga dalam pikirannya. Ia semakin dingin, tajam, dan penuh perhitungan.

----------

Sementara itu, jauh dari tempat mereka, kelompok besar pendekar tiba di lokasi pembantaian Ryan semalam.

Komandan Trisna, seorang pendekar senior Aliansi Pedang Tujuh Langit, berdiri di antara tumpukan mayat.

Pemandangan di depannya membuat udara terasa berat. 

Bau anyir darah bercampur dengan tubuh yang mulai membusuk. 

Ratusan tubuh tergeletak dalam keadaan mengenaskan... ada yang terpotong dua, ada yang kehilangan kepala, bahkan ada organ dalam yang berserakan begitu saja. Tidak ada satupun jasad yang utuh.

Komandan Trisna menggenggam gagang pedangnya kuat-kuat, rahangnya mengeras. “Ini benar-benar… mengerikan. Siapa yang berani melakukan semua ini pada pasukanku?!”

Seorang bawahannya, wajah pucat dan tubuh gemetar, menunduk. “Komandan… sepertinya anggota Kultus Iblis yang mereka hadapi bukan orang biasa. Dia Mampu memusnahkan seratus orang dalam waktu singkat… kekuatan seperti itu hanya mungkin dimiliki oleh Dewan 13 Bayangan.”

Trisna menoleh tajam. Tatapan matanya gelap, tapi ia tahu kata-kata itu ada benarnya.

“Kalau benar seperti itu... mungkin salah satu dari 13 dewan bayangan Kultus Iblis ada di sekitar sini, maka… ini bukan hal yang bisa kita tangani sendiri,” gumamnya dingin.

“Komandan,” bawahannya melanjutkan, “langkah terbaik adalah melaporkan semua yang kita lihat pada para petinggi. Dengan begitu, mungkin mereka akan menurunkan pendekar tingkat tinggi untuk menghadapinya. Jika tidak… kita semua akan mati sia-sia.”

Trisna menghela napas berat, lalu menatap pemandangan mengerikan di hadapannya sekali lagi. Ia tahu, keputusan harus segera diambil.

“Kirimkan pesan pada atasan mengenai semua yang terjadi di sini. Jangan ada yang disembunyikan. Tapi ingat… kita tidak boleh berhenti di sini. Sisanya, ikut aku! Kita akan mengejar para pelaku itu. Aku ingin tahu seperti apa wajah mereka… dan jangan sampai kehilangan jejak!”

“Laksanakan, komandan!” teriak serempak para pendekar, meski ketakutan masih jelas terpancar dari mata mereka.

WUUSSH! WUUSSH!

Dalam sekejap, dua ratus pendekar melesat menuju timur.

Ke arah tempat Zen dan Bella berada.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!