Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Menyadari Kesalahan

Setelah Aisyah cukup lama menangis dan kemudian Kaivan berjongkok, dengan mengusap air mata di pipi sang istri yang masih sesenggukan.

"Kamu masih marah kepada saya?" tanya Kaivan.

Aisyah menggelengkan kepala.

"Maafkan saya ya," ucap Kaivan begitu lembut kepada Aisyah.

Aisyah lagi-lagi hanya menganggukkan kepala yang membuat Kaivan kembali membawa ke dalam pelukannya. Aisyah sekarang sudah merasa jauh lebih tenang, tidak marah lagi kepada suaminya.

"Aisyah, jika kamu pikir saya melakukan semua itu karena jahat kepada kamu, maka kamu salah, saya hanya ingin berusaha untuk menjadi suami yang bijak dan jika istri saya melakukan sesuatu kesalahan, bukankah tugas suami adalah memberi teguran," ucap Kaivan.

"Maafkan Aisyah kak. Aisyah juga keterlaluan, berpikir terlalu berlebihan dan mungkin karena Aisyah tidak bisa terima semua ini," ucap Aisyah.

"Tidak apa-apa, wajar saja perasaan kamu seperti itu, karena saat ini kamu sedang terluka, saya juga tidak bisa membuat kamu untuk mengerti situasi kamu karena kamu yang merasakannya," ucap Kaivan.

Aisyah hanya mengangguk-angguk saja, sekarang perasaannya jauh lebih tenang. Kaivan memang lebih baik menyusul istrinya ketika mendapat laporan dari Amira bahwa Aisyah tidak tertarik untuk pulang ke rumah. Menurut Kaivan dia harus mengalah, Aisya masih muda, perasaannya masih sensitif, jadi wajar saja jika bertingkah seperti itu.

******

Kaivan sebelumnya mengajak Aisyah untuk pulang. Aisyah tidak punya alasan lagi untuk berada di rumah sakit karena memang alasannya di rumah sakit karena kesal dengan suaminya. Aisyah menurut, tetapi pasti lapar membuat Kaivan dan Aisyah terlebih dahulu makan.

Karena malam yang sudah larut dan pasti penjual makanan sangat sulit, apalagi harus makan di Restoran. Aisyah dan Kaivan memarkirkan mobil mereka di pinggir jalan di dekat angkringan penjual makanan gerobakan.

Pasangan suami istri itu memesan satu porsi nasi goreng kambing special dan terlihat makan satu piring di dalam mobil secara bersamaan.

"Lapar sekali, pasti sudah menahan makan sejak tadi," sindir Kaivan tersenyum tipis.

"Siapa yang menahan makan, memang belum waktunya jam makan, perutnya belum lapar dan maka tidak makan," jawab Aisyah mengelak.

"Benarkah," sahut Kaivan.

"Iya," Aisyah menjawab dengan ketus.

Kaivan hanya tersenyum, istrinya semakin lama sangat menggemaskan jika sudah ngambek dan dia bahkan berusaha begitu keras membujuk sang istri untuk mengembalikan mood-nya seperti ini.

Di tengah makan itu tiba-tiba saja Kaivan memegang pipi Aisyah dengan jempolnya yang mengusap-usap lembut pipi yang masih memerah itu.

"Masih sakit?" tanya Kaivan tidak lupa menanyakan kondisi pipi istrinya bekas tamparan Ayah mertuanya.

"Maafkan saya ya," Kaivan sangat boros meminta maaf.

"Sudahlah tidak apa-apa. Lagian semua juga sudah terjadi. Kakak bisa melihat sendiri di depan mata, bahwa karena kebodohan dalam rumah tangga, gelap mata karena seseorang, membuat seorang pria akan menyakiti darah dagingnya sendiri, tidak peduli seperti apa, hanya berpihak kepada wanita yang satu," ucap Aisyah sudah terbiasa menghadapi hal seperti itu.

"Aisyah mungkin saja......"

Kaivan tidak melanjutkan kalimatnya.

"Sebaiknya aku tidak mengatakan apapun kepada Aisyah, dia akan kembali salah paham, apa yang aku katakan dan mencoba untuk menasehatinya pasti ujung-ujungnya dia akan berpikir bahwa aku membela ibu tirinya," batin Kaivan.

"Kenapa Kak?" tanya Aisyah menunggu lanjutan dari perkataan suaminya.

Kaivan tidak menjawab dan justru mencium pipi Aisyah membuat mata Aisyah melotot.

"Semoga cepat sembuh!" ucap Kaivan memberi obat yang manjur untuk sang istri membuat Aisyah tersenyum.

Pipinya memerah bukan karena tamparan dari sang ayah tetapi karena salah tingkah dengan apa yang telah dilakukan Kaivan secara mendadak.

"Apasih kak..." ucap Aisyah mengalihkan pandangannya.

"Ayo makan lagi!" ucap Kaivan.

Aisyah mengangguk-anggukkan kepala mencoba untuk menetralkan dirinya, meski sudah berhubungan suami istri, sering dekat dan banyak hal yang mereka lakukan, tetapi segala sesuatu tindakan manis yang diberikan Kaivan kepadanya masih membuat jantung Aisyah berdebar dan terkadang menahan salah tingkah.

*****

Seperti biasa pertengkaran suami istri yang sudah berakhir dengan hubungan romantis di atas ranjang, sudah pulang larut malam, sampai rumah, bukannya istirahat tetapi malah pasangan suami istri itu tampak melakukan penyatuan di atas ranjang.

Kaivan seperti biasa yang berada di atas tubuh istrinya memperlakukan sang istri dengan sangat baik.

Kecupan pada setiap tubuh istrinya memberikan tanda kepemilikan tanpa ada yang terlewat sedikitpun.

Aisyah selalu merasa bahagia, meski masih terasa sakit karena masih baru, tetapi tetap saja Kaivan melakukan yang terbaik, membuat istrinya nyaman dan tidak egois.

Aisyah mungkin kehilangan ayahnya, kehilangan peran seorang ayah dan kasih sayang itu perlahan luntur, tetapi ternyata dia mendapat balasan dari pria yang belum hampir 1 bulan menikah dengannya.

*******

Hari yang cerah semangat yang baru, hari yang juga bahagia bagi Aisyah menjalankan aktivitasnya di rumah sakit dan apalagi tadi diantar suaminya ke rumah sakit.

"Dokter Aisyah!"langkah penuh senyum itu terhenti dan membalikkan tubuh.

Dokter wanita menyapanya dan berjalan menghampirinya.

"Dokter Karina!" sapa Aisyah.

"Dokter Aisyah beberapa kali berpapasan dengan saya, tetapi menghindari pandangan dengan saya, apa hubungan kita menjadi canggung karena dokter pernah dijodohkan dengan dokter Bagas," ucap dokter Karina.

"Hmmm, dokter untuk masalah itu sepertinya ada kesalahpahaman di antara kita. saya dan dokter Bagas ...."

"Sudahlah..... Dokter tidak perlu canggung kepada saya, lagi pula ketika kalian dijodohkan hubungan saya dengan dokter Bagas sudah tidak ada, dan bahkan dokter Aisyah juga sudah menikah, saya sangat berharap ketika kita berpapasan tidak ada canggung seperti ini lagi, bukankah sesama tenaga medis harus saling memberikan support satu sama lain," ucap Karina.

"Maafkan saya, tanpa saya sadari ternyata dokter Karina berpikiran bahwa saya mengabaikan," ucap Aisyah.

"Tidak apa-apa dokter. Ya sudah kalau begitu nanti ke depannya kita bisa dong saling sapa satu sama lain tanpa mengingat hal-hal lain," ucap Karina.

"Pasti dokter," sahut Aisyah.

"Aaaaaaaaa!"

Suara teriakan begitu kencang tiba-tiba saja terdengar.

PRANG!

PRANG!

Suara barang yang dilempar begitu keras juga terdengar kuat membuat Aisyah dan Karina saling melihat.

"Pergi kalian semua deh jangan pernah menggangguku!"

"Pergi!" suara teriakan itu begitu kencang membuat Aisyah dan Karina langsung mencari suara itu dan ternyata berasal dari salah satu ruang perawatan.

Pasien bernama Aulia dengan kedua bola matanya saat ini diperban, orang tuanya mencoba untuk menghentikan bagaimana Aulia yang histeris, terus marah dan bahkan mencoba untuk melukai dirinya sendiri

"Aulia kamu tenang dulu, semua ini belum berakhir!" wanita yang menjadi ibunya berusaha untuk menenangkan.

Aisyah dan Karina kemudian memasuki ruangan tersebut dan berusaha untuk mengendalikan pasien dengan memberi suntikan.

Awalnya benar-benar tidak bisa dikendalikan tetapi perlahan suaranya mulai hilang dan tidak sadarkan diri.

"Bu tolong bantu saya mengangkat pasien ke tempat tidur!" ucap Aisyah membuat kedua orang tuanya menganggukkan kepala dan kemudian mereka memberikan kembali tubuh pasien yang sudah tidak sadarkan diri.

"Dokter apa mata putri saya tidak bisa kembali?"

"Apa yang harus kami lakukan?" tanyanya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

"Banyak hal yang harus dilakukan, ya kan terus melakukan yang terbaik dan keluarga juga jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha," sahut Aisyah mecoba untuk menenangkan keluarga.

Bersambung....

1
Herman Lim
jgn nanti kebuka aja menikah karna ada mata mantan di tubuh Aisyah lihat apa yg akan Aisyah buat ke mata nya nanti ga sabar tgg part ne
Herman Lim
jgn menyesel aja nanti kaivan klo Aisyah tau niat kamu waktu nikah sama dia bukan utk Aisyah tapi mata mantan mu di tubuh Aisyah
puji hastuti
Kaivan bertanya " Jadi kamu tugasnya dii bali ?"
suaminya loh ....pengantin baru looh
Fauziah Rahma
kenapa bisa ayah aisyah menikah dengan Kamila?
Herman Lim
kaivan kamu pasti melihat mantan mu mk bisa gitu lembut sama aisyah
Herman Lim
kasian Aisyah yg di bohongi semua org tua dan suami nya 🤪😔
Herman Lim
gila ternyata Aisyah yg jadi korban dari semua ego kalian,tdk ada Aisyah kyk kian bangga kan tapi wanita yg dh mati hanya kerna mata nya yg Masi ada di tubuh Aisyah kalian paksa Aisyah nikah dgn kekasih ny dl 😔
Herman Lim
apa jangan² dl yg bertabrakan dgn aishay anak dari bini ayah nya yg mati Dan mata nya di donor ke aishay dan kaivan dl berpacaran dgn anak lain ayah nya 😔😔 rumit guys 🤣🤣
Oma Gavin
orang tua cerminan buat anaknya bila ayahnya saja poligami merasa paling bener jgn salahkan aisyah bila jadi pemberontak
Gian Hazza
lanjut thor👍
Rian Moontero
mampiiirr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!