Indonesia
NovelToon NovelToon
The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BAGERAAA

Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi

Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.

Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.

Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.

Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.

Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.

Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.

Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.

Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.

Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.

Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.

Sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KOMANDAN MILITER

Aku mulai memperhatikan Lou Yi.

Wajahnya, tubuhnya, hingga warna kulitnya benar-benar terlihat begitu sempurna. Seperti seorang bidadari yang turun dari langit.

Seumur hidupku, baru kali ini aku melihat seorang wanita secantik ini secara langsung.

Memang, sebelumnya aku pernah melihat banyak wanita cantik melalui media sosial dan televisi. Namun, melihat seseorang secantik Lou Yi berdiri tepat di hadapanku terasa sangat berbeda.

Ini benar-benar aneh...

Aku hanya bisa menatapnya dengan wajah datar.

“Untuk sekarang, tunggu di sini.”

Aku kemudian memanggil Sebas.

Tidak lama kemudian, Sebas datang dan memberikan salam hormat kepadaku.

“Hormat kepada Tuan.”

Ia kemudian melihat wanita yang berdiri di hadapanku.

“Dan salam hormat untuk Nona.”

Aku kemudian memperkenalkan Lou Yi.

“Sebas, namanya Lou Yi. Dia adalah Pahlawan baru yang baru saja ku-summon untuk melayaniku.”

Sebas mengangguk.

“Baik, Tuan.”

Aku kemudian memberikan perintah.

“Antarkan Lou Yi berkeliling benteng utama. Tunjukkan bangunan-bangunan yang ada di sini dan perkenalkan dia kepada para pelayan lainnya.”

“Baik, Tuan.”

Sebas kemudian mengajak Lou Yi keluar dari ruanganku.

Setelah mereka pergi, aku kembali duduk di kursiku.

Aku mulai memikirkan pembangunan benteng utama.

Sepertinya aku harus mulai membangun sesuatu yang lebih layak.

Aku ingin membangun sebuah kastil di benteng utama dan menjadikannya sebagai kediaman utamaku.

Selain itu, aku juga mulai menyusun rencana mengenai Pahlawan-Pahlawan yang ingin kupanggil di masa depan.

Aku membutuhkan banyak orang dengan kemampuan khusus.

Koki.

Pengintai.

Jenderal.

Utusan.

Ahli bangunan.

Dokter atau penyembuh.

Orang yang ahli dalam kebersihan.

Dan masih banyak lagi.

Kalau aku bisa mendapatkan orang-orang seperti itu, perkembangan wilayah ini pasti akan jauh lebih cepat.

Namun, sebelum hari berganti, aku ingin kembali melihat keadaan benteng kedua.

Aku membuka hologram sistem.

Dari sana, aku dapat melihat keadaan benteng kedua.

Seluruh mayat Orc yang sebelumnya dikumpulkan sudah selesai diamankan. Clone-ku juga telah menyimpan seluruh mayat tersebut ke dalam Ruang Dimensi.

Selain itu, pembangunan benteng kedua sudah mulai dilakukan secara besar-besaran.

Clone-ku, Bob, sepuluh prajurit summon, dan sepuluh Skeleton semuanya ikut membantu proses perbaikan.

Sepertinya setelah pertempuran tadi malam, belum ada serangan Orc lagi.

Aku kemudian memberikan perintah kepada clone-ku.

“Untuk sementara, bertahanlah di benteng kedua selama tujuh hari.”

Aku melihat Serof yang terlihat sangat sibuk.

Ia sedang memimpin para prajurit memperbaiki gerbang depan dan belakang yang rusak parah akibat peperangan sebelumnya.

Untung saja Serof dan Elisa tidak mengetahui keberadaan clone-ku.

Aku membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka mengetahui bahwa aku memiliki kemampuan Clone.

Di dunia ini bahkan tidak ada kemampuan seperti itu.

Bahkan Mage tingkat tinggi pun tidak mungkin bisa menciptakan Clone yang dapat bergerak dan berpikir secara mandiri.

Kalau mereka mengetahui kemampuanku... aku tidak tahu bagaimana reaksi mereka.

Komandan Militer

Beberapa jam kemudian, aku memanggil Elisa.

“Elisa.”

“Ya, Tuan?”

“Panggil komandan militer yang bertugas menjaga benteng utama.”

Elisa mengangguk.

“Baik, Tuan.”

Ia kemudian segera pergi untuk memanggil komandan militer.

Aku juga berencana mengirim bantuan makanan dan pasukan ke benteng kedua agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

Sekitar satu jam kemudian, seorang pria datang menghampiriku.

Ia memberikan hormat.

“Hormat kepada Jenderal Iyan. Ada apa sampai Anda memanggil saya?”

Aku memperhatikannya.

Sistem langsung menampilkan statusnya.

[STATUS]

Nama: Josep

Usia: 39 Tahun

Jabatan: Komandan Militer ke-278

Rank: A — Kekaisaran

Level: 9

Keahlian: Pedang Kilat, Strategi

Aku memperhatikan penampilannya.

Josep memiliki tubuh yang kekar.

Ia memakai penutup mata di mata kanannya. Di sekitar wajahnya terdapat bekas luka seperti cakaran binatang buas.

Bekas luka juga terlihat di leher dan kedua tangannya.

Aku menatapnya dengan wajah datar.

“Josep, berapa jumlah prajurit yang tersisa di benteng utama?”

Josep berpikir sejenak sebelum menjawab.

“Hm... saat ini ada sekitar 3.000 prajurit yang tersisa, Tuan.”

“2.000 di antaranya merupakan prajurit aktif, sedangkan 1.000 lainnya adalah prajurit cadangan.”

Aku mengangguk.

“Baiklah, Josep. Aku akan memberimu perintah untuk besok.”

Josep langsung berdiri tegak.

“Apa perintahnya, Tuan?”

“Aku akan mengirim seseorang bersamamu.”

“Siapkan 1.000 prajurit cadangan. Besok kalian akan berangkat menuju benteng kedua.”

Josep terlihat terkejut.

“Tuan, benarkah?”

“Apakah saya akan ditugaskan untuk membantu Jenderal Serof di sana?”

Ia kemudian terlihat sedikit khawatir.

“Apakah terjadi sesuatu kepada Jenderal Serof?”

Aku menjawab dengan santai.

“Tidak ada masalah apa pun.”

“Aku hanya ingin kau membantu Serof memperbaiki benteng kedua bersama para prajurit di sana.”

Josep terlihat lega.

“Syukurlah...”

Ia tersenyum kecil.

“Bagaimanapun juga, Jenderal Serof adalah senior yang sangat saya hormati.”

Ia kemudian memberikan hormat.

“Baik, Tuan. Saya bersedia membantu Jenderal Serof di benteng kedua.”

Aku tersenyum kecil.

Sepertinya mereka cukup akrab.

Baguslah.

Kalau hubungan antara para komandan baik, setidaknya aku tidak perlu khawatir akan terjadi konflik di dalam pasukanku.

“Baik. Kau bisa pergi sekarang.”

“Persiapkan semuanya untuk keberangkatan besok.”

“Baik, Jenderal.”

Josep kemudian berpamitan dan meninggalkan ruanganku.

Namun, begitu berada di luar pintu...

Josep langsung berkeringat dingin.

Ia bergumam dalam hati.

Tatapan mata Tuan Muda benar-benar mengintimidasi.

Rasanya seperti dia bisa membunuhku di tempat hanya dengan tatapannya.

Apalagi mata berwarna emas yang menyala itu... benar-benar mengerikan.

Ini juga pertama kalinya aku berada sedekat ini dengan Tuan Muda Iyan.

Josep terus berjalan menyusuri lorong.

Namun, beberapa saat kemudian, ia berpapasan dengan Sebas dan Lou Yi.

Ketiganya saling bertukar pandang.

Mereka kemudian saling menganggukkan kepala sebagai tanda permisi.

Josep kembali terkejut.

Sejak kapan ada ras setengah manusia di kediaman Tuan Muda?

Ia melirik Sebas.

Dan tatapan pelayan tua itu... kenapa begitu mengintimidasi?

Josep kembali berkeringat dingin.

Ia tidak berani bertanya dan hanya terus berjalan lurus.

Di dalam pikirannya, berbagai pertanyaan mulai bermunculan.

Apa sebenarnya yang terjadi di kediaman Tuan Muda?

Namun, para penjaga yang berada di sepanjang lorong justru terlihat biasa saja.

Seolah-olah mereka sudah terbiasa melihat berbagai keanehan yang terjadi di kediaman Tuan Muda.

Akhirnya Josep keluar dari kediaman.

Ia langsung berlari untuk memberikan informasi kepada para prajurit mengenai persiapan keberangkatan mereka keesokan harinya.

Sementara itu, dari atas balkon kastil, aku melihat Josep berlari menjauh.

Aku mengernyitkan kening.

Dia kenapa lari begitu cepat?

Aku menghela napas.

Hmm... orang aneh baru lagi.

Aku kemudian kembali memandang ke arah benteng.

Tanpa kusadari, semakin banyak orang aneh mulai bermunculan di sekitarku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!