Max, seorang pemuda yang tiba-tiba terbangun di dunia baru tepat setelah cintanya ditolak.
Bisakah Max mengungkap misteri dibalik apa yang terjadi padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calvien Arby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang
Love sadar betul ia hanya jadi beban, maka dari itu ia ingin lebih kuat lagi agar bisa terus ikut dalam misi sang tuan penguasa ini.
Memang lebih mudah untuk sadar diri dan menyerah.
Nyatanya ia masihlah lemah, tak berguna dan tak pantas bersanding dengan makhluk super kuat sepertinya.
Ia memang akan terus merepotkan tuan penguasa ini.
Namun inilah pilihannya.
Kini hanya tergantung bagaimana respon sang tuan penguasa saja.
Yah Love tak berharap banyak juga sih.
Ia masih sadar diri dan tak memaksakan keinginannya.
Yang penting ia sudah mengutarakan tekadnya.
Yah, sudah pasti tuan penguasa itu tak mau direpotkan lagi olehnya.
Untuk apa juga membawa makhluk tak berguna sepertinya?
“Oke.”
“!?” Love terdiam dengan wajah tak percaya.
Itu artinya?
“Ayo kita belajar bersama.” Max tersenyum kecil.
“!?” Love tak bisa menahan kekagetannya. Akhirnya ia bisa melihat senyuman sang tuan penguasa ini!
Sungguhlah momen langka yang jarang terjadi!
Tunggu dulu, Love langsung mencubit pipinya.
“Duh.” Sakit sih.
Ini nyata.
SANG TUAN PENGUASA ITU MENGIZINKANNYA IKUT!
“WHUUU!” Love tak bisa menahan kegembiraannya.
Semua keraguan dan kekhawatirannya berganti jadi kelegaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Max tak menyangka nona ini sesenang ini, padahal keputusannya itu berisiko dan ia tak bisa menjamin keselamatannya seratus persen.
Namun setelah melihat tekad kuatnya tadi, ia percaya padanya.
Dua orang lebih baik daripada satu ‘kan?
Tak peduli sepercaya dirinya ia untuk pergi solo, tapi pada akhirnya punya rekan akan membantunya melalui banyak hal.
Love benar-benar tak menyangka, kini ia bisa menantang dirinya melakukan lebih banyak lagi.
Max juga sadar ia masih perlu belajar banyak hal lagi, dan semua itu demi kelancaran tujuannya.
Jadi sekarang apa lagi yang bisa mereka lakukan?
“Kita akan lanjut mencari para pelindung dunia ini.” Max akhirnya mengungkapkan tujuan juga.
“Ah.” Love terdiam. Entah bagaimana menjelaskannya, tapi mereka sudah keliling dunia juga dan tak menemukan keberadaan makhluk legenda itu.
Jadi ngulang lagi nih?
Yah gadis ini tak keberatan juga sih.
Ia tak menentang rencananya itu. Terkadang tak semua hal bisa didapatkan begitu saja, perlu cobaan berulang-ulang.
Siapa tahu ada area yang meleset dari perhatian merekan ‘kan?
Love memang sudah terbiasa pergi ke berbagai tempat, namun bukan berarti ia tahu semua hal yang ada di dunia ini juga.
“OKE!” Love mengepalkan kedua tangannya. Perjalanan mereka dimulai lagi! Yeah!
Max terdiam, kini langit sudah kembali cerah pasca kepergian perempuan gelap itu.
Dan aura gelap pun sudah tak terasa lagi.
Namun ketenangan ini tak membuatnya lega.
Ekspresinya kembali serius, ini bukan hanya sekedar perasaannya saja.
Ia masih mencium bau-bau keanehan di sini.
DRTTT…
Tiba-tiba terjadilah getaran tak bersahabat dan tak diundang.
SHH!
Aura gelap memuakkan langsung terasa begitu saja.
‘MUSUH?’ Love tak menyangka secepat ini, tak ada tanda-tanda kedatangannya pula.
“….” Max terdiam dan masih memerhatikan apa yang terjadi.
Tak bisa dipungkiri ia juga tak merasakan tanda-tanda adanya kedatangan makhluk lain.
Gadis pirang ini terdiam, kini mulai muncul dugaan dalam benaknya soal apa yang sekarang terjadi.
Apa dia sosok perempuan gelap yang baru saja pergi?
“Bukan.” Pemuda disebelahnya langsung menjawabnya.
“Oh.” Dugaannya salah ya.
Max merasa ada perbedaan yang jelas antara aura gelap perempuan tadi dan yang sekarang.
Yang membuatnya yakin ini energi gelap dari makhluk yang beda.
Oke jadi beneran bakal ada musuh lagi, Love berusaha menenangkan dirinya.
Tekadnya masih ada, namun entah kenapa perasaan gugup lebih menguasainya.
Yah, ia pikir situasi tegang sudah berakhir, dan dengan begitu ia bisa mempersiapkan diri dulu.
Namun dugaan hanya tinggal dugaan.
Kini aura gelap makin menguat dan memancarkan hawa negatif.
Max menguatkan tenaganya juga, dan tubuhnya agak bersinar sekarang.
Aura kekuatan sucinya langsung merespon terhadap aura kekuatan gelap ini.
Tak sembarang kekuatan yang bisa men-trigger kekuatan suci.
Bahkan kekuatan sucinya ini baru muncul pada saat terakhir pertarungan dengan sosok perempuan gelap itu.
Itu jelas menunjukkan aura gelap biasa tak bisa memancing kekuatan suci keluar.
Namun kali ini berbeda.
Seperti yang sudah dikatakan, aura kekuatan suci langsung bereaksi, padahal makhluk yang bersangkutan masih belum muncul.
Dan itu menunjukkan satu fakta.
Yang itu berarti satu hal, makhluk yang akan datang ini lebih kuat dari sosok perempuan sebelumnya.
SRING.
‘Eh?’ Love terdiam, seluruh tubuhnya ikut bersinar juga. Kok bisa?
“!” Tanpa perlu waktu lama ia akhirnya langsung sadar.
Energi perlindungan dari sang tuan penguasa masih melingkupinya, dan kini makin menguat.
‘WOW.’ Love benar-benar kagum dengan apa yang terjadi.
Seluruh tubuhnya rasanya hangat dan nyaman, benar-benar perasaan tenang yang sulit dirasakan ditengah aura gelap seperti ini.
Benar, efek energi gelap tak jadi masalah lagi.
Meski kenyataannya sekarang masih saja menguat.
Max masih menunggu makhluk gelap itu muncul, sementara raut wajahnya sudah mulai serius.
Perlahan namun pasti akhirnya muncullah sosok tinggi besar tak jauh dari tempat mereka berdiri.
“OW.” Love terdiam, baru pertama kali ia melihat robot sebesar itu.
‘HM.’ Max terdiam, ini tak sesuai dugaannya.
‘KOK ROBOT?’ Ia pikir bakal muncul makhluk gelap lain atau binatang gelap, lah malah robot?
‘A- aku tak salah lihat?’ Love mengucek matanya, namun apa yang dilihatnya tak berubah juga.
“Ini nyata.” Max langsung mengonfirmasinya.
“Oh.” Love tak meragukan apa yang dilihatnya lagi sekarang.
Gadis ini tak ingat kapan terakhir kali melihat makhluk seaneh ini.
Saking tak ingatnya, bisa jadi ini baru kali pertama ia melihat makhluk ini.
“….” Max terdiam, melihat reaksi rekannya, sepertinya makhluk gelap jenis ini langka.
Tak banyak info soal robot gelap juga sih.
Max masih diam di tempat dan bersiaga penuh.
Kedatangannya ini tak lepas dari sosok perempuan yang sudah menyerang mereka duluan.
Akhirnya para makhluk gelap muncul juga.
Tak perlu susah-susah mencari, toh mereka datang sendiri.
Yah sudah pasti mereka juga mengincar nyawanya juga sih.
Yah tak ada salahnya juga hari yang sibuk ya.
DRRTTTT….
Getaran kencang masih terasa.
Kekuatannya jelas sudah beda level.
GLEK.
Love berusaha tetap percaya diri, namun memang nggak mudah sih.
Aura kekuatan gelap bukan masalah, eh kini penampilan lawannya yang jadi masalah.
Intimidasi bisa datang dengan cara apapun, namun ia tak punya pilihan lain selain tetap kuat!
SWWWUSHH!!!
Hempasan angin kencang langsung tercipta, dan membuat gadis pirang itu terhempas.
“….” Max sengaja menurunkan aura kekuatan pada rekannya itu.
Demi kebaikannya sendiri.
Bukan tak mungkin dampak pertarungan akan lebih luas lagi dibanding yang tadi.
Sosok robot hitam itu masih terdiam.
Sementara sorot mata merah terlihat dan menatap tajam targetnya.
“Kau rekannya?”
Max memang tak suka basa-basi di tengah pertarungan, tapi yah kalau sesekali tak salah kan?
Makhluk gelap itu hanya diam.
Yah itu sudah pasti juga sih.
Robot gelap ini bisa jadi tak suka basa-basi juga.
Oke, ini kesempatannya, tak boleh disia-siakan.
Jarang-jarang kesempatan baru datang secepat ini.
Waktunya untuk mengorek info tentang mereka.
“….” Love terdiam, suasana seketika itu jadi tegang.
‘Waduh.’ Entah kenapa rasanya bakal jadi NPC lagi.
“Berlindunglah.”
“!” Dalam sekejap mata gadis itu langsung menghilang, menjauh dari area ini.
‘OKE.’ Dengan ini kini tinggallah hanya mereka berdua.
Max pikir nona pirang itu bakal protes dan tak mau pergi, namun malah sebaliknya sih.
Yah Love sudah tahu ia akan jadi pengganggu lagi, jadi saja tanpa basa-basi ia langsung pergi.
Yah ini memang demi keamannya, ada baiknya menjauhi bahaya yang sudah terlihat di depan mata.
Max bisa merasa kekuatan lawannya masih terus meningkat.
Lawannya handal dalam mengumpulkan kekuatan gelap.
DZIT….
Perlahan namun pasti robot besar itu mengangkat tangan kanannnya.
Bola energi gelap super besar langsung tercipta.
BUM.
Dan langsung melesat mengarah pada targetnya.
Max terdiam, akselerasi kekuatannya cepat, kontrol tenaganya bagus pula.
Makhluk robot gelap itu tak mau buang-buang waktu ternyata. Dia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Max menatap serius, yah kalau gitu ia juga sama.
BOOMM!!
Ledakan aura gelap besar pun tak terhindarkan.
Hempasan angin kencang tercipta dan begitupula dengan getaran yang hebat.
Debu pasir yang sangat tebal langsung menyelimuti seluruh tempat ini.
Sementara itu di sisi lain….
“UH!” Love yang jaraknya sudah cukup jauh juga kena dampaknya.
Yah ini tak terlalu mengherankan juga.
Gadis ini punya firasat robot itu punya kekuatan yang hebat.
Dan kek-nya dugaannya itu beneran kejadian.
Hempasan angin dan debu pasir brutal ini memaksanya untuk makin menjauh.
‘Sial.’ Ada bagian lain dalam dirinya yang berontak.
Lagi-lagi ia ingin melakukan sesuatu.
Namun pada akhirnya ia tak punya pilihan lain selain jadi tidak berguna.
Terdengar menyakitkan, namun akan lebih menyakitkan lagi kalau ia mengganggu pertarungan yang sedang berlangsung.
‘OKE LOVE, KAMU HARUS BERTAHAN.’ Love menguatkan tekadnya, tak lucu kalau ia mati setelah mengungkapkan tekadnya.
*
SWSUUUSSSH!!
Hempasan kencang langsung tercipta lagi, dan tak lain tak bukan adalah dari sang robot gelap itu sendiri.
Mengibaskan debu pasir tebal yang menghalangi pandangan ini, karena kelamaan kalau nunggu biasa.
Sorot mata merahnya tak bisa ditebak, namun pada akhirnya makhluk ini percaya diri dengan serangan yang sudah dilancarkannya itu.
Tak peduli dengan kekuatan suci itu, sudah pasti akan berpengaruh juga.
TAP.
Terlihatlah Max yang masih berdiri dengan tatapan serius.
Ia terlihat baik-baik saja meski sudah kena serangan aura gelap tadi.
Tak ada luka apapun yang di badannya.
‘Oh.’ Tapi tak bisa dipungkiri Max merasa ada yang berbeda.
“….” Robot gelap itu terdiam, dugaannya benar.
Serangan aura gelapnya memang efektif melawannya.
Sekilas memang tak terlihat bedanya, namun pada akhirnya sang robot gelap itu bisa tahu kenyataannya.
“….” Max terdiam dan merenung, memeriksa apa yang rasanya beda.
Tak bisa disangkal serangan aura gelap tadi jauh lebih kuat dari lawannya yang sebelumnya.
Max sendiri tak menyangka perbedaan kekuatannya sejauh ini, namun sepertinya itulah alasan kenapa ia merasa ada yang beda.
Tak lain tak bukan adalah karena kekuatan lawannya sendiri.
Benar, kini aura perlindungannya sudah tiada lagi.
Energi suci kuat yang melindunginya sirna seteleh menerima serangan aura gelap.
Pantesan kek ada yang kurang.
Yah yang penting masih hidup juga sih.
Max tak berharap banyak juga.
Nyatanya kekuatan lawan memang sungguhlah besar, so what?
Tujuan kedatangan makhluk gelap ini sudah jelas, apalagi kalau bukan membinasakankannya?
Sang penguasa gelap jelas ingin cepat-cepat mengakhirinya.
Kalau ada anak buahnya yang bisa melakukan tugasnya, kenapa harus repot-repot turun tangan?
Sementara ini, itulah dugaannya sekarang.
Yang pada kenyataannya cukup meleset.
Nyatanya, sang penguasa gelap tak memberi perintah apapun pada bawahannya dan makhluk gelap lain untuk mengalahkan musuh utamanya.
Sang makhluk gelap ini datang dengan sendirinya tanpa perintah dari sang penguasa terhebat.
Dengan kata lain, dia datang dengan tujuannya sendiri.
Yang tak lain tak bukan adalah untuk mengalahkan lawan utama tuannya ini.
Shh….
Tak butuh waktu lama Max kembali diselimuti oleh energi suci.
“….” Sosok robot gelap itu terdiam.
Ia tak kaget dengan begitu cepatnya pemuda itu mengumpulkan kekuatan suci.
Mengingat dia adalah lawan tuannya sendiri.
Kini kekuatan suci yang melingkupi tubuhnya lebih kuat dari yang sebelumnya.
Max bisa merasakannya, kini kekuatan melimpah dalam tubuhnya.
Rasanya lebih enak kalau langsung beraksi.
Namun ia masih menahan dirinya, just in case.
"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"