Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekedar Nikah Kontrak

Sekedar Nikah Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yong_Aereum

Maaf ya yeorobun kalau aku sering menghapus cerita yang baru-baru aku update.
itu karena aku lagi nggak ada ide ceritanya.

Dan ini aku kembali mempunyai ide untuk bikin cerita lagi dan sketsa ceritanya
Semoga tidak mengecewakan kalian semua.
.
.
.
. (*˘︶˘*)~。.:*♡
.
.
. 。・:*:・(✿◕3◕)❤
.
.
. (❁´◡`❁)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yong_Aereum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

" Duduklah " ucap Devan

" Mana Jessy , Dev ?" tanya Tifanny.

"Dia sedang sekolah tidak bisa ku bawa."

" Begitu ya ." wajah Tifanny terlihat kecewa.

Tifanny menundukkan kepalanya, ternyata ekspektasinya saat datang ke kantor Devan untuk bertemu Jessy ternyata tidak sesuai dengan diinginkannya.

" Aku tidak bisa membawanya untuk bertemu dengan mu secara langsung.". ujar Devan seolah memberikan penjelasan ada Tifanny.

" Kenapa Dev, aku ini Mamanya "

" Iya , tapi kamu tahu perlakuan mu dulu terhadap dirinya bagaimana , apa kau lupa ?!"

" Dev itu juga bukan sepenuhnya kesalahan ku , Mami mu dan adikmu lah yang memintaku pergi dari kehidupan mu dan Jessy.," ucap Tifanny.

" Mami dan Dian ?" ralat Devan

" Iya , merekalah yang meminta ku pergi , Mereka mengatakan pernikahan ku dengan mu adalah sebuah bencana yang membuat mu jauh dari kedua orang tuamu.,"

Devan terdiam sejenak

" Aku tahu kau pasti tidak percaya padaku , saat itu aku meninggalkan Jessy di apartemen dengan asisten rumah tangga kita karena ada hal sesuatu yang tidak bisa ku katakan padamu." . sambung Tifanny.

" Sesuatu??!"

" Iya , saat itu aku minta izin dengan mu untuk menemani temanku yang masuk rumah sakit , saat itu dia sangat kacau dan aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja hingga membuatku harus tetap berada disampingnya."

" Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?!" tanya Devan.

" Ponselku rusak karena jatug hingga terpental dan rusak.

saat itu teman ku mencoba melakukan percobaan bunuh diri lagi katanya dokter mengabarkan padanya tentang kesehatan yang tidak baik sampai dia punya pikiran bunuh diri "

" Aku mohon Dev berikan aku kesempatan lagi untuk memperbaiki ini semuanya."

" Orang tua ku pasti tidak akan menerima mu."

" Kenapa ?! semua keputusan ada ditangan mu Dev , kamu sudah besar dan bisa dibilang kamu itu juga sudah orang tua .

kamu bisa mengambil keputusan sendirinya, apalagi ini untuk kebaikan aku ,kamu dan Jessy anak kita."

" Aku titip ini untuk Jessy , tolong berikan padanya dan juga titip salam untuknya.". Tifanny langsung berjalan keluar dari ruangan Devan.

Devan menatap paper bag yang ada diatas mejanya.

Didalam lift Tifanny terlihat gelisah , ia terus menatap ponselnya sepertinya ia sedang menunggu telepon dari seseorang.

" Kenapa Dev tidak menghubungi ku." ucap Tifanny.

Senyum merekah hiasi wajahnya Tifanny, ternyata seseorang yang ditunggu akhirnya menghubunginya juga .

" Hallo Dev."

" Aku akan mencoba mencari waktu yang tepat untuk mempertemukan mu dengan Jessy."

" Benarkah !! , terimakasih banyak Dev aku tahu kalau kamu pasti bisa mengambil keputusan yang benar."

" Baiklah aku tutup dulu , nanti aku kabari lagi "

" Iya Dev, aku tunggu ya."

" Iya , Kamu hati-hati pulangnya."

" Oke Dev "

Devan pun menutup teleponnya, sedangkan didalam lift Tifanny tersenyum dengan penuh kemenangan.

Rinni yang tidak punya tujuan akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah mertuanya.

" Non , Kok cepat sekali pulang?! " tanya Dodi

" Iya Pak , aku sudah berhenti bekerja.

Nyonya ada ?" tanya Rinni

" Tidak ada Non, Nyonya sedang pergi keluar diantar sama Pak Amir."

" Begitu ya Pak , baiklah aku masuk dulu ya"

" Iya Non."

Rinni berjalan masuk kedalam rumah besar mertuanya.

walaupun sudah menjadi menantu Indri tapi ia masih bersikap rendah kepada para asisten rumah tangga lainnya dan juga pada tukang kebun.

Lama berkutat didapur dengan Mbok Atun dan Dewi , Rinni lupa kalau waktunya untuk menjemput putrinya.

pasalnya ia sudah memikirkan setelah selesai memasak ia akan pergi menjemput Jessy .

" Ma... Mama..." panggil Jessy.

" Eh Jeje sudah pulang , Mama lupa jemput kamu maaf ya sayang."

" Tidak apa-apa Ma , biasa Jeje pulangnya dijemput sama Oma."

" Itu biasanya, tapi mulai besok Mama akan antar jemput kamu."

" Benarkah!!! "

Rinni mengangguk sambil tersenyum pada Jessy.

" Yeay... " Jessy terlihat begitu senang sampai-sampai ia memeluk Rinni.

Seharian ini ia lebih menghabiskan waktu dirumah , mengurus Jessy , mengajarinya belajar dan seperti saat ini duduk di halaman belakang rumah dengan mertuanya.

" Rinn... Mami senang sekali kamu bisa memberikan waktu dan perhatian lebih pada Jessy."

" Mami tidak pernah melihatnya begitu senang , terimakasih banyak Rinn."

" Mami tidak perlu berterima kasih padaku , sudah sewajarnya aku begitu Mih " ucap Rinni.

" Kamu sabar ya Rinn sampai Papi pulang, Mami janji akan membuat resepsi pernikahan mu dengan meriah."

Rinni hanya senyum tidak tahu harus berkata apa , karena diingatnya kalau pernikahan mereka hanya hitam diatas putih.

dan tidak lama juga kontrak pernikahan mereka pun telah habis.

Rinni kembali menyibukkan dirinya didapur untuk menyiapkan makan malam.

selesai memasak ia pun menyuguhkan makanan diatas meja.

" Wah... makan malam hari ini sepertinya enak ya Je." ucap Indri

" Iya Oma " jawab Jessy.

"Silahkan dimakan Mi."

Rinni mengambil nasi untuk Jessy dan mengambilkan beberapa sayur lalu diletakkan disamping nasinya.

" Hallo , pantesan nggak ajak ajak ternyata lagi pada makan enak ya ." sindir Davan.

" Oh iya Mami lupa."

" Mami ini semenjak ada menantu melupakan anak bontotnya."

" Heh.. kamu nggak salah ngomong gitu ? , kamu itu sama kayak Papi selalu berpergian tinggalkan Mami dan Jessy dirumah."

Keduanya kembali bertekak , mereka setiap bertemu selalu begitu sampai yang harus Papi lah yang menghentikan mereka berdua.

" Ma , Papa mana? tanya Jessy

Indri dan Davan pun berhenti lalu menoleh ke kursi kosong yang disamping Rinni .

" Iya Rinn , Devan mana ?"

" Mungkin dia lembur Mi." jawab Rinni

" Mungkin ?, memangnya dia nggak kabari kamu ?!" tanya Indri

" Tidak tidak ini anak harus diberikan pelajaran."

" Mih sudah , siapa tahu Bang Devan lupa kabarin, sudah ayo kita makan dulu keburu makanannya dingin." Davan menghentikan Indri yang hendak menelepon Devan

" Mih " panggil Davan

" Bener juga ,ayo ayo kita makan saja dulu." Indri meletakkan ponselnya.

Keempatnya makan malam bersama tanpa Devan.

Sedangkan orang yang tadi mereka bicarakan sedang makan malam juga tapi dia berada ditempat yang berbeda

" Terimakasih Dev , kamu sudah mau menemaniku makan malam." ucap Tifanny.

" Tidak apa-apa." Jawab Devan

keduanya sedang makan malam di sebuah apartemen.

Tifanny meminta Devan datang ke apartemennya untuk makan malam bersama dengannya tanpa penolakan.

" Aku harap diwaktu berikutnya bisa makan malam bersama Jessy dan kamu ." ucap Tifanny.

Devan tersenyum padanya.

" Dev... kapan kamu akan mempertemukan aku dengan Jessy?" tanya Tifanny

" Segera Fan, "

" Aku harap kamu tidak membohongi ku Dev."

" Iya , aku tidak akan membohongi mu."

Tanpa malu Tifanny langsung memegang tangannya.

" Terima kasih Dev. "ucap Tifanny.

Keduanya kembali ngobrol sampai dan yang lebih banyak berbicara itu adalah Tifanny

sesekali Devan tergelak tawa mendengar ceritanya.

Devan terlonjak kaget saat melihat jam ditangannya sudah pukul 11 malam ,

dengan segera dia berpamitan pulang pada Tifanny.

" Apa sebaiknya kamu menginap saja disini ?"

" Tidak apa-apa , aku takut Jessy akan mencari ku ."

" Begitu ya.. senangnya bisa melihatnya setiap hari." Tifanny memasang wajah sedih.

" Hem... murung lagi , "

" Aku ingin sekali melihatnya Dev, "

" Besok aku akan membawanya kesini ."

" Benarkah !! "

" Iya , besok pulang kerja aku akan membawanya kesini."

" Janji ?" Tifanny mengangkat jari kelingkingnya

" Janji , sudah jangan murung lagi wajah mu jadi jelek ." Devan mengledek Tifanny yang memanyunkan bibirnya

" Aku pulang ya , kamu cepat istirahat biar lekas sehat."

" Iya ."

Devan pun memakai sepatunya dan saat kan berjalan keluar Tifanny memegang pergelangan tangannya.

tiba-tiba Tifanny memeluknya beberapa menit lalu dilepasnya.

" Hati-hati dijalan."

" I...iya" Devan terlihat gugup

*🤔

1
enna
lnjut thor
Hanima
mn update nyaaaa tkyu
Ananda Thiara
kaka tlg dong jangan buat penasaran:(:(:
Ananda Thiara
kaka jangan buat penasaran dong🥹🥹
Aris Mdh
lanjut Thor
Ananda Thiara
lanjuttt
Ananda Thiara
astgahhh kaka jangan buat penasarn teruz dong🥹🥹
Eli Usada
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Risti Anggriani
lanjut
Windy Miller
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
Ananda Thiara
lanjut kakak:(:( seruuuuu bangeettt🥹
Ananda Thiara
kaka lanjut dong
Waria
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
Rinnn: Terimakasih banyak atas pujiannya
total 1 replies
SquigglyMunchkin
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
Ameliana Borjun
lanjut Thor seru cerita ny
Henny Purwaningsih
pak Devan ngk sabaran banget.
LilCutie
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!