Sebuah hubungan terlarang yang dilakukan oleh dua orang berbeda jenis. Bahkan dua orang itu masing-masing sudah memiliki pasangan. Satu pasangan bercerai karena suaminya selingkuh dan pasangan yang lain karena istrinya selingkuh. Setelah hubungan masing masing selesai, maka suami dan istri yang diselingkuhi menjalin hubungan rumah tangga. rumah tangga mereka sangat harmonis dan bahagia. namun dibalik itu semua ada sebuah perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai kehidupan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tian fatkhul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Kedatanga mantan istri
" Iya lo tenang aja, Arvi bakal aman sama gue, gue janji bakal bahagiain dia sebagai istri gue. " Ucap Reno
"Gue pegang janji lo," Lalu beralih menatap Arvita
"Beib gimana ceritanya bisa nikah sama dia?" Tanya Jesi
"Agak panjang kalo diceritain, tapi kemarin itu ada kejadian yang tak terduga. Jadi ceritanya begini....... " Arvita menceritakan dengan begitu detail kenapa ia dan Reno bisa sampai menikah kepada Jesi yang jiwa keponya meronta-ronta
"Oooo jadi begitu, tapi kamu beneran gak siapa apain kan sama manusia kutub. " Tanya Jesi yang masih sebel dengan Reno
"Hehh lo kalo ngomong bisa dijaga dikit tidak, emang gue lalui laki breng. ek yang mau cari kesempatan dalam kesempitan." Ucap Reno yang tidak terima dikatai Jesi
"Bisa jadi. " Jawab Jesi menatap Reno sinis
"Sudah jangan diterusin lagi, kalian ini kaya Tom & Jerry saja gak bisa akur. " Ucap Arvita melerai perdebatan Reno dan Jesi
"Udah balik sana ke ruangan lo, ini jam kerja bukan jam ngrumpi. " Usir Reno pada Jesi
"Baik Tuan Reno yang terhormat, kalo gitu saya kembali ke ruangan saya dulu. " Ucap Jesi dengan nada setengah meledek
"Beib balik dulu ya, nanti siang kita makan bareng. " Ucap Jesi pada Arvita
"Iya tentu, tapi makan disini aja ya aku udah bawa bekal soalnya, kita nanti makan bertiga sekalian sama mas reno. " Ucap Arvita
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,
Tok
Tok
Tok
Ceklekk
Reno, Arvita juga Jesi melihat siapa ke arah pintu. Masuklah seorang wanita seumuran Arvita dan Jesi. Penampilannya begitu sexy dan glamor.
"Selamat pagi sayang, aku kesini bawain makan siang buat kita berdua.? Ucap Seli
Ya wanita yang baru saja datang yaitu Seli mantan istri Reno
" Ngapain ni mak lampir datang kesini, jangan sampai dia menyakiti Arvita batin Jesi matanya melotot menatap Seli. "
"Mbak, gak perlu datang kesini bawa makanan segala, lebih baik mbak pulang? " Bukan Arvita ataupun Reno yang ngomong tapi Jesi berusaha mengusir Seli
Seli dan Jesi memang sering bertemu saat Seli masih menjadi Istrinya Reno tetapi hubungan keduanya bak permusuhan. Jesi yang sangat tidak menyukai sifat Seli dan begitupun sebaliknya.
"Berani kamu usir saya, dikantor ini saya ini atasan kamu, kamu lupa saya siapa? " Ucap Seli ketus
"Kemarin memang mbak Seli saya anggap atasan saya kalo di kantor, tapi tidak mulai hari ini karena mba Seli sudah bukan istrinya Kak Reno. " Jawab Jesi
Seli dan Jesi terus saja neradu mulut
Seli belom menyadari keberadaan Arvita karena masih fokus adu mulut dengan Jesi. Dia memang belom tau kalo mantan istri selingkuhannya itu bekerja di kantor ini.
Sedangkan Arvita dan Reno hanya diam saja belom beraksi.
"Mau bikin ulah apalagi nj orang. Gumam Reno. "
"Cih perempua gak tau diri udah selingkuh dicerai aja masih manggil sayang sama mas Reno, tidak akan aku biarkan kamu menggoda suamiku, cukup mas Heri saja yang bisa kau rebut. Gumam Arvita dalam hati. "
"Arvi ayo kita ki ruangan ku, " Ajak Reno kepada Arvita
Arvita menoleh ke arah Reno lalu mengangguk
Seli melihat kalo Reno masuk ke ruangannya.
"Minggir lo, sodara gak tau diri gue mau nyusul suami gue. " Ucap Seli kepada Jesi yang terus saja menghalangi langkahnya
"Lo itu sudah bukan istrinya Kak Reno jadi lebih baik pulang saja, jangan bikin keributan disini, kalo lo maksa masuk gue akan panggil satpam buat ngusir lo. " Peringati Jesi
"Mas, Mas Reno tolongin, ini aku udah bawa makanan buat kamu tapi sodara kamu yang bar bar ini tidak mau minggir. " Teriak Seli berharap Reno mau membelanya
"Ishh, ga usah teriak teriak, gak bakalan denger juga dia, lebih baik pulang sana udah jangan bikin ribut disini. " Ucal Jesi sambil mendorong dorong tubuh Seli
Badan Jesi memang agak bongsor sedangkan Seli yang berbadan langsung tinggi rata rata tentu saja mudah bagi Jesi untuk menghalau Seli. Memang sudah beberapa kali kejadian konyol fisik antara Jesi dan Seli saat masih menyandang status istri Reno tetapi saat berada di luar kantor. Saat di kantor Jesi lebih bisa menahan diri dan menghindari perdebatan dengan Seli. Hal biasa saat keduanya bertemu sudah dipastikan akan selalu adu mulut bahkan sampai kontak fisik.
"Minggir lo biarin gue masuk, Mas Reno?" Teriak Seli
"Dasar keras kepala memang wanita ini, kenapa sih dulu Kak Reno mau menikah dengannya. Batin Jesi yang masih menghalau Seli untuk tidak masuk ke ruangan Reno."
"Aduh berisik, bisa gak sih mba Seli gausah teriak-teriak, kalo gak mau pergi sekarang gue panggil satpam buat seret mba keluar. " Ucap Jesi
"Gak takut gue coba aja, gue ini atasan lo. " Ucap Seli yang masih kekeh dengan pendiriannya
"Atasan darimana, mba itu cuma mantan istri Kak Reno jadi sudah bukan lagi nyonya Sasongko. " Ketua Jesi sedikit meradang
Mendengar kata Mantan, entah kenapa hati Seli merasa sakit. Padahal saat masih menjadi istrinya dia sama sekali tidak punya rasa sama Reno bahkan ia sendiri tidak pernah mau jika Reno menyentuhnya. Tapi sekarang entah mengapa ia mulai tertarik dengan mantan suaminya itu. Benar benar memang Aneh.
"Sebentar lagi aku akan menjadi istrinya lagi, karena kami mau rujuk, minggir awas lo. " Ucap Seli
"Ihh gabisa, ha haha, gak mungkin kalo Kak reno mau rujuk lagi, karena... " Ucap Jesi hampir keceplosan
"Hampir aja gue keceplosan kalo kak reno sudah menikah lagi, dasar mulut lagi sering blong. Gumam Jesi dalam hati"
"Karena apa? Gue yakin mas Reno mau rujuk sama gue, gue yakin dia tertarik sama gue." Ucap Seli percaya diri
Mendengar itu Jesi hanya tertawa
Ha ha haa
"Gausah mimpi, lagian lihat sendiri reaksi kak Reno tadi, bukannya dia nyambut lo mba dia malah ninggalin kita begitu aja, itu tandanya gak ada cinta di hatinya buat lo. " Ucap Jesi
"Sial wanita bar-bar ini ngapain sih disini, menghambat aja buat gue perhatian sama Reno. Gumam Seli"
Seli masih aja berusaha untuk masuk ke ruangan Reno, tapi usahanya harus gagal karena tidak berapa lama dua orang satpam datang. Ya tadi Jesi sempet berkirim pesan pada reno menanyakan apakah Seli diijinkan masuk apa tidak tapi Reno langsung saja memanggil satpam melalui ponselnya. Akhirnya usaha Seli mendekati Reno pagi ini harus gagal. Kemudian ia terpaksa keluar dari gedung Sasongko Group dengan perasaan dongkol. Setelah itu ia mencoba menghubungi seseorang.
Setelah berhasil mengusir Seli, Jesi ingin masuk ke ruangan Reno. Dengan langkah buru-buru ia lupa mengetuk pintu dan langsung membuka pintu. Namun saat pintu terbuka sedikit ia malah mendengar suara-suara aneh dari dalam. Jesi menghentikan usahanya membuka pintu dan mempertajam indra pendengarannya.
"Mereka lagi ngapain sih, kok suaranya begitu. Gumam Jesi menguping di depan pintu "
"Ahh mas ini sakit, pelan pelan kalo bisa dengan lembut gitu. " Terdengar ucapan Arvita
Ya Jesi sangat paham suara sahabatnya itu
"Iya ini pelan kok, kamu tahan sebentar ya, ini aku usap-usap dulu. " Terdengar suara Reno kali ini
"Masih lama ya mas, aku udah gak tahan, sakit. " Terdengar suara Arvita lirih
"Whattt, apa apanya mereka, meskipun sudah menikah tapi tau tempat juga kali. Gumam Jesi"
Karena tidak tahan dengan suara yang ia dengar jadi Jesi mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan Reno. Ia menutup pintu dengan pelan takut ketahuan. Lalu melangkahkan kaki ke luar dari ruangan itu menuju ruang kerjanya.
"Bener bener gila mereka, gue jadi tumbal ternyata. Gumam Jesi"
"Gue disuruh menghalau mak lampir sedangkan mereka malah enak-enakkan di dalam, dasar sahabat sama sodara lucknut. Gerutu Jesi sambil berjalan menuju ruang kerjanya"
Entah apa yang sedang dilakukan oleh pasangan di Ruangan CEO tadi. Apakah sesuai dengan pikiran Jesi atau tidak?
Hanya episode selanjutnya yang menjawab.
Heheee
Bersambung.....