Aurora Sabrina White, hanya seorang remaja perempuan biasa yang sedang fokus duduk di bangku kelas sepuluh SMA untuk menyelesaikan pendidikannya. Dalam kesehariannya, ia mendapati teman-temannya yang kerap menjalin hubungan satu dengan yang lainnya lalu ber-status sebagai sepasang kekasih. Tapi di balik itu semua, ia tak pernah memiliki keberanian dan keyakinan untuk memulai hubungan dengan orang lain sejak lama. Hingga suatu hari, tepatnya saat ia menginjak hari kedua di tahun pertamanya, terdapat anak laki-laki baru di kelasnya yang bernama Arthur Benjamin Smith. Entah mengapa Aurora merasa seperti itu bukanlah pertemuan pertamanya dengan Arthur, sebaliknya Arthur pun juga merasakan hal yang sama, namun mereka berdua tak bisa mengingat kapan dan dimana mereka pernah bertemu. Apakah itu semua hanya asumsinya saja atau memang sebuah kenyataan? Jika memang takdir memutuskan untuk mempertemukan mereka kembali setelah sekian lama. Akankah Arthur dan Aurora memanfaatkan momen tak terduga tersebut sama seperti sebuah Sychrodestiny?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Johana Agustin Choandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAGIAN 27: SEBUAH IDE LICIK
Sekarang Arthur sedang memperhatikan gadis di sebelahnya yang terlihat sangat kaget melihat layar handphonenya itu.
“Ada apa Ra?” tanya Arthur sambil turut melihat layar handphone Aurora. Namun yang ia dapati malah menu chat Theodoric yang diberi nama kontak ‘Theodoric❤️ (Lambang Hati)’
Arthur pun seketika memalingkan wajahnya.
Aurora yang menyadari Arthur melihat layar handphonenya pun mendadak panik.
“E-Eh Thur...ini bukan seperti yang kamu lihat,” ujar Aurora panik.
“...” Arthur tetap terdiam.
“Ini pasti tadi ulah Claire sama Lauren di kelas pas mereka pinjem HPku, ini tadi barusan udah aku ganti kok,” ujar Aurora berusaha menjelaskan fakta yang ada, ia sangat takut jika Arthur akan berfikir sebaliknya.
“Beneran?” tanya Arthur singkat sambil menoleh ke arah Aurora.
“Iyaaa...kalau kamu ga percaya biar aku tanya Claire—“
Tiba-tiba Arthur menarik tangan Aurora dan memeluknya. Seketika gadis itu mematung.
“Ga usah kok...aku percaya sama kamu...” ujar Arthur.
“...” Aurora tersenyum mendengar jawaban Arthur.
“...”
“Yaudah gimana kalo sekarang kita nonton stream aja mau?” tanya Aurora.
“Boleh yuk...” jawab Arthur.
Sore itu, adalah hari yang paling berkesan bagi Aurora selama masa SMAnya, semuanya berjalan sangat mulus sejauh ini bersama Arthur, tak ada hal lain yang ingin ia lakukan selain berada di sebelah Arthur.
Namun di sisi lain dirinya tahu, ini bukanlah akhir melainkan awal dari masalah yang akan mereka hadapi kedepannya. Karena setiap cerita dongeng pun akan memiliki puncak dan konflik jika ingin berakhir dengan bahagia selamanya.
Sementara itu, Arthur pun berfikiran hal yang sama, ia merasa sangat bersyukur dapat bertemu dengan Aurora yang selalu dapat mengisi hari-harinya dengan indah dan menyenangkan. Setiap kali menghabiskan waktu dengan Aurora, Arthur selalu merasa dibutuhkan, dihargai dan dicintai disaat yang bersamaan.
Di tempat lain, saat ini Amelia sedang berada di salah satu bimbingan belajar bersama teman-teman satu gengnya. Bimbingan tersebut letaknya tak jauh dari SMAN 1 Jakarta, sehingga dikabarkan banyak sekali murid SMAN 1 yang mengikuti bimbingan tersebuf.
“Gimana jadinya Mel, berhasil deketin Arthur?” tanya Yemima, sahabat Amelia.
“Ya gitu...sikapnya dingin banget sesuai yang aku kira,” balas Amelia.
“Ya mungkin karena dia udah deket sama Aurora kali? Ya ga si?”
Tiba-tiba Theodoric yang juga mengikuti bimbel tersebut, tak sengaja berjalan melewati kelas bimbel Amelia, dan mendengarkan percakapannya dengan sahabatnya itu.
“Tunggu, kalian lagi ngomongin A-Aurora?” tanya Theodoric tiba-tiba.
“Loh Ka Theo ngapain di sini?” tanya Amelia kaget.
“Jawab dulu pertanyaanku,” ujar Theodoric dingin.
“Iya! Emangnya kenapa sih Ka, kalau kita ngomongin Aurora?”
“Ya aku perlu tau, karena semua yang berurusan sama Aurora, harus berurusan juga sama aku!”
“Ngapain si capek-capek ngurusin dia, toh dia sekarang udah dekat sama Arthur,” ujar Amelia.
“Plus dia juga ngerebut Arthur dari Amelia,” sela Yemima.
“Nge-Ngerebut? Maksudnya” tanya Theodoric bingung.
“Iyaaa harusnya bentar lagi, orangtua aku sama Arthur mau nge-jodohin kita, cuma ya mungkin setelah ini, aku jamin Arthur bakal menentang perjodohan itu karena adanya Aurora,” jelas Amelia sambil memainkan kepangan rambutnya.
Tiba-tiba Theodoric memikirkan sebuah ide, ide yang dapat menjauhkan Arthur dan Aurora, namun di saat yang sama juga dapat menguntungkan dirinya dan Amelia.
Kaka jangan lupa mampir juga ya di karyaku yang berjudul MENIKAH DI ATAS PERJANJIAN. 🤗🤗