Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Stalker
"Zella!.."
panggil Alex menahan pergelangan tangan Zella yang hendak memasuki Ballroom dan menariknya ke suatu tempat
"Ada apa? sebentar lagi seminarnya akan di mulai?" tanya Zella
"Kenapa semalam kamu tidak ingin berangkat denganku?.. tadi ketika sarapan juga kamu seperti menghindariku "
Zella terdiam memang benar Alex semalam sempat mengajaknya untuk berangkat bersama ke bandung, tetapi Zella lebih memilih naik mobil yang sudah di siapkan oleh rumah sakit untuk mengantarnya.
"Tidak! mungkin itu hanya perasaanmu... aku tidak berangkat bersama kamu, karna merasa tidak enak dengan Dokter Padli .. itu saja! " jawab Zella karna memang Zella berangkat mengunakan kendaraan yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit, dan Zella lebih memilih berangkat bersama seniornya yang juga menaiki mobil itu. selain itu Zella juga memang tidak ingin berangkat bersama Alex.
"Ok! aku mengerti.. lalu kenapa pas sarapan tadi kamu seperti menghindariku.. apa karna masalah kemarin?
"Dokter Zella, Dokter Alex, kenapa kalian masih disana seminarnya sebentar lagi dimulai" triak dokter Padli
"Ah.. Iya Dok kami akan masuk sebentar lagi" jawab Alex yang di angguki oleh Dokter Padli yang memasuki Ballroom lebih dulu "Kamu punya waktu luang nanti malam?" tanya Alex
"Hmm" gumam Zella menggelengkan kepalanya
"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat, aku harap kali ini kamu tidak menolaknya Zella "
"Ya baiklah.."
Alex langsung tersenyum senang karna Zella mau menerima ajakannya nanti malam " Ok sampe bertemu nanti jam 7 malam " senang Alex mengelus pucuk kepala Zella dengan lembut "Ayo kita masuk" ajak Alex
Zella menghela napas, dia menerima ajakan Alex, karna memang ada sesuatu juga yang perlu Zella luruskan dengan pria itu.
malam hari seperti apa yang di katakan Alex, pria itu mengajaknya ke tempat pasar malam, seperti sekarang ini Zella begitu menikmatinya berkeliling di pasar malam dan mencoba berbagai macam jajanan karna dirinya sudah lama tidak pernah datang ke tempat seperti ini.
"kamu menyukainya, karna dari tadi kamu terlihat antusias mencoba berbagai macam makanan?..." tanya Alex yang melihat Zella terlihat begitu senang di ajak ketempat seperti ini,
sepertinya Alex tidak salah memilih tempat
"aku sudah lama tidak pernah ketempat seperti ini"
"sebenarnya ada seseuatu yang ingin aku bicarakan denganmu Zella" ujar Alex menghentikan langkah Zella dan menatapnya "Kita bicara di tempat lain, bukan disini" ajak Alex menggenggam pergelangan tangan Zella agar mengikutinya
tibalah mereka pada suatu tempat yang sedikit jauh dari pasar malam tadi, yang Zella tahu sekarang ini mereka sekarang seperti berada di puncak.
Alex mengajak Zella duduk di kursi yang memang sudah di sediakan disana, dengan posisi yang menghadap ke sebuah pemandangan kota bandung di malam hari yang begitu indah, di tambah dengan susana yang begitu nyaman.
"Wahh... aku baru tahu kalo ada tempat seperti ini" kagum Zella yang melihat pemandangan dan langsung berteriak dengan kencang
"WAAAAA!......
Alex terkekeh melihat respon yang Zella tunjukan karna terlihat begitu menggemaskan baginya.."Tidak sia-sia bukan, kamu ikut denganku kesini"
Zella hanya mampu tertawa "No bad!.. aku bis berteriak disini, kamu darimana tahu tempat seperti ini? "
"Secret!.."
Zella mendengus kesal pada Alex yang tidak ingin memberitahunya.
"apa Erkan tidak pernah mengajakmu ke tempat seperti ini" tanya Alex
"pernah, dia membuatku bahagia dengan caranya sendiri, dia juga selalu membawaku ketempat-tempat baru " ujar Zella tersenyum ketika mengingat moment-moment kebersamaanya dengan Erkan
Alex hanya mampu tersenyum masam mendengarnya " apa kamu mencintai Erkan ?" tanya Alex harap-harap cemas menunggu jawaban dari Zella
Lama terdiam akhirnya Zella bersuara bukan menjawab pertanyaan Alex melaikan sebuah pertanyaan" Kenapa kamu membohongiku Alex?
Alex langsung menoleh ke arah Zella yang masih setia melihat pemandangan di depan tapi raut wajahnya terlihat begitu serius "Zella sudah mengetahui kebohonganya" pikir Alex
"Erkan tidak membatah ataupun membenarkan hal tersebut, tapi justru dia memberiku pertanyaan, mana yang aku percayai" terang Zella yang terus memandang kedepan sedangkan Alex terus menatapnya "maka aku pilih untuk percaya padanya, walaupun mungkin dia sudah kecewa padaku, Sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kamu berbohong" Zella kini menoleh melihat Alex
"Inilah yang aku suka darimu Zella, kamu gadis yang sangat unik, tidak pernah terpengaruh, kamu selalu memegang kuat pendirianmu, tapi aku tahu disini" tunjuk Alex menunjuk dadanya "kamu begitu rapuh, memang benar Erkan tidak pernah melakukan hal tersebut itu hanya sebuah kesalah pahaman, Tasya itu sahabatku bukan Kekasihku" Jujur Alex namun tidak menceritakan kenapa hal tersebut bisa terjadi, lagi pula Alex tidak ingin mengingat akan kejadian tersebut.
sedangkan Zella tetap diam mendengarkan Alex namun perasaanya begitu lega, Erkan memang tidak seperti itu. sebenarnya Zella sedikit penasaran cerita tentang Tasya, tetapi Alex tidak menceritakannya, biarlah itu menjadi rahasia Alex, yang terpenting Zella sudah mengetahui Faktanya.
Alex tersenyum masam menarik napas kasar seblum melanjutkan kata-katanya " aku tidak tahu kamu mengetahuinya dari mana, tadinya aku ingin menjadikan itu sebuah kesempatan untuk mendekatimu, tapi sepertinya itu tidak berhasil, kamu lebih mempercayainya, aku benar-benar begitu picik hanya karna ingin mendapatkanmu"
"Apa maksudmu ? " tanya Zella
"Aku mencintaimu Zella " akhirnya Alex menyatakan perasaanya " kamu sudah mengetahuinya" tanya Alex yang melihat respon Zella yang biasa saja seolah mengetahuinya
Zella tersenyum mengangukan kepalanya "iya! aku sudah menyangkanya, aku memang sengaja mau ikut denganmu karna memang ada yang perlu di lurskan"
"itulah sebabnya kamu tidak pernah meresponku, karna tidak ingin memberiku harapan?
"Maaf!.." ujar Zella merasa bersalah
"Tidak! aku yang seharusnya me minta maaf padamu, karna telah membohongimu, tetapi aku juga lega telah mengatakan perasaanku agar tidak ada penyesalan nantinya" terang Alex " Aku hanya tidak ingin menyesesal Zella, seperti dulu yang tidak pernah menyatakan perasaannya kepada sahabatnya sendiri" batin Alex
"Aisssh.... Sudahlah kamu tidak perlu merasa bersalah" Alex mengacak-acak rabut Zella "Maafkan aku Zella, dulu aku sempat berniat buruk padamu, untungnya si kanebo kering itu menyadarkanku"
Zella hanya mampu tertawa mendengar julukan yang diberikan Alex untuk Erkan, memang bener sih Erkan seperti itu, dan sekarang Zella malah ikut menistakan Kekasihnya itu.
"Kamu mencintainya Zella, tadi kamu tidak menjawabnya?"
Zella mengangguk malu " benar aku memang mencintainya "
sekarang Alex merasakan patah hati untuk kedua kalinya, kedua orang yang dia cintai, justru mencintai Erkan.. namun Alex bersyukur Zella tidak bernasib sama dengan Sahabatnya karna cinta sepihak,
yang perlu di lakukan Alex sekarang hanyalah merelakan Zella, ia tidak ingin memaksakan perasaan Zella untuk mencintainya, walaupun Alex menginginkan hal itu, tapi Alex sadar perasaan yang di paksakan tidak akan berjalan dengan baik.
"Kamu membuatku patah hati Zella" ujar Alex dengan nada yang sedih
"Sorry Lex aku... "
Alex langsung tertawa melihat raut wajah Zella yang merasa bersalah tapi menggemaskan "Aku hanya bercanda, Its Ok!.. aku hanya menggodamu, dengan kamu menerima ajakan aku untuk jalan itu sudah cukup membuatku senang Zella, kamu maukan jika kita berteman"
"Ok!.. kita berteman "Jawab Zella mengulurkan jari kelingkingnya sebagi tanda pertemanan lalu merekapun tertawa bersama
"Sebaiknya kita pulang, ini sudah malam"
"mmm.. Lex kamu pulang duluan saja, aku masih ingin disini"
"Hah.." bingung Alex "tapi ini sudah malam Zella kalo gitu aku akan temani jika kamu masih ingin disini"
Zella mengelengkan kepalanya "tidak perlu Alex, karna ada seseorang yang akan mengantar pulang nanti, tenang saja" ujar Zella mengedipkan sebelah matanya memberikan kode pada Alex
"Erkan gue balik yah!.. Thank you lo udah biarin Zella jalan sama gue " triak Alex sambil menahan tawanya "Aku pulang duluan, Thanks untuk malam ini " Alex mengusap lembut pucuk kepala Zella dan berlalu pergi meninggalkan Zella
Alex menghela napas dia benar-benar harus mengikhlaskanya " Lo udah ngelakuin hal yang bener Lex " batinnya.
sedangkan Zella sedang menahan tawanya melihat 2orang yang sedari tadi bersembunyi sedang berbisik-bisik di balik pohon "Mau sampai kapan kalian di situ, Kamu gak mau keluar Er?"
4jam Yang Lalu
"Boss!... itu bukanya Nyonya Boss"
Erkan langsung melihat ke arah yang di tunjukan oleh Hardi, ternyata di depan lobi sana memang benar ada Zella seperti sedang menunggu seseorang, namun tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan gadis itu, dan keluarlah seseorang di dalam sana dan membukakan pintu untuk Zella
"Alex!.. Brengsek!.. ikuti kemana mereka pergi "
"Siap Boss laksanakan! "
mobil yang di kendarai Hardipun melaju mengikuti mobil Alex sampai tiba di sebuah pasar malam
"Boss mah tunggu di mobil aja kali! biarin saya ajah ngikutin Nyonya Boss" ujar Hardi karna dia tahu Bossnya itu tidak terbiasa datang ketempat seperti ini " Sultan yang satu ini mah emang beda" pikir Hardi
"Kalo kamu Robbi saya percaya! biar saya sendiri yang mengikutinya "
"Yaelah Boss gak percayan amat sih sama saya!.. gini-gini juga saya sering nonton acara Katakan Pisah jadi saya tau Boss harus ngapain?"
"Bugh...!"
"Ehhh.. Buset Dah.. nutup pintu kagak kira-kira.. gak takut rusak apa nih Mobil, yang harganya ajah lebih mahal dari jual ginjal gue, Boss tunggu! saya ikut..." triak Hardi ikut keluar dalam mobil
dan benar saja ketika Erkan masuk kedalam pasar tersebut dirinya menjadi pusat perhatian, banyak orang yang melirik dan menatap kagum kepadanya, inilah alasan Erkan tidak terlalu suka tempat keramaian seperti ini, itulah alasan Erkan yang memboking area pantai ketika mengajak Zella waktu itu,
"Boss nih pake, saya tahu Boss gak bakalan nyaman"
Hardi datang membawa topi dan masker menyerahkannya pada Erkan untuk di pakai, "ternyata kamu Sekretaris yang ini bisa di andalkan" puji Erkan lalu memaki masker dan topi tersebut
Hardi menepuk dadanya bangga "Oh.. iya dong kan saya udah bilang, saya juga akhli kaya beginian karna sering nonton Katakan Pisah, yang acaranya suka ngintai pacarnya selingkuh, terus putus kalo udah ketauan selingkuh
"kamu ngarepin saya putus sama Zella, dia itu gak selingkuh" sanggah Erkan
"siapa juga yang bilang Nyonya Boss selingkuh"
"terus tadi itu apa maksudnya?" tanya Erkan yang sedikit mulai kesal dengan sekretarisnya itu.
"saya cuman cerita acara Tv yang sering saya tonton Boss!" jawab Hardi dengan muka tanpa dosanya
Astaga!.. Erkan hanya memgelengkan kepalanya. kalo saja Robbi tidak dia tugaskan ketempat lain, Erkan tidak harus menjadi stalker seperti ini. apalagi bersama Sekretarisnya yang banyak bicara, "Benar-benar sial memang"
Erkan lebih memilih tidak memperdulikan Hardi, dan kembali memperhatikan Kekasihnya, disana Erkan melihat Zella begitu antusias mencoba berbagai macam jajanan, ingin sekali Erkan menghampiri Zella untuk memarahinya karna makan sembarangan, Erkan tidak habis pikir bukankah Zella seorang Dokter tapi tetap jajan sembarangan,
Si brengsek Alex pria itu tidak henti-hetinya memandang Zella, rasanya Erkan ingin sekali mencongkel bola matanya, karna gara-gara pria itu juga kemarin malam dirinya bertengkar dengan Zella
"Sabar Boss walupun rasa cemburu itu seperti menguras kobak"
"Kamu ngomong apasih ?"
"He..he...he..Boss mah gak bakalan ngerti, nyonya Boss kliatannya seneng banget itu, gak tahu apa pacarnya di sini udah kaya kebakaran jenggot"
"kalo kamu masih banyak ngomong lebih baik, balik ajah sana ke mobil tunggu saya" kesal Erkan karna sedari tadi Hardi tidak berhenti untuk berbicara
"bukan saya ajah Boss yang harus balik ke mobil tapi Boss juga, noh liat saingan cintanya Boss ngajak Nyonya Boss pergi"
"Shit!.. "
Erkan bergegas pergi ke area parkiran mengukuti kembali mobil Alex, entah kali ini mereka pergi kemana karna jaraknya sedikit lumayan jauh dari pasar malam tadi dan jalanyapun sedikit menanjak "sebenarnya Alex kan membawa Zella kemana" pikir Erkan,
ingin sekali rasanya Erkan menarik Zella dan membawanya pergi namun dia harus menahannya karna Erkan ingin tahu apa yang akan mereka lakukan nanti. terlebih lagi dengan Alex jika pria itu melakukan sesuatu yang buruk Erkan tidak kan tinggal diam.
"Boss ayo turun!.." ujar Hardi dengan semangat ketika mereka sudah sampai tempat dimna Alex membawa Zella
"kamu pikir ini acara yang kamu sering tonton apa?" barang Erkan
Hardi hanya menyengir tanpa dosa "Anggep ajah begitu Boss"
lagi-lagi Erkan hanya menggelengkan kepalanya lalu keluar dalam mobil dan di ikuti Hardi, tidak lama mereka berdua mengikuti Zella dan Alex dengan bersembunyi di balik pohon
Sungguh Erkan benci ini, untuk pertama kalinya dia seperti stalker yang menguntit pacarnya. sampai kata-kata Zella terdengar olehnya mengatakan jika gadis itu percaya padanya, membuat seluas senyum terbit di bibirnya ternyata gadisnya itu mempercayainya apalgi tadi ketika Zella mengatakan jika dirinya selalu membuatnya bahagia..
"jangan terbang Boss, sakit kalo sampe jatuh" ujar Hardi mengelengkan kepalanya melihat tingkah Bossnya itu yang kini sekarang menjadi Bucin akut.
Erkan kembali memilih tidak memperdulikan Hardi dan kembali fokus mendengarkan pembicaraan dua orang di hadapanya, seketika membuat raut wajah Erkan berubah, ingin menghampiri mereka namun dengan cepat Hardi menahanya
"Sabar Boss, kita tunggu ajah sampe selesai, saya bilang juga apa jagan terbang dulu, sakit kalo jatuh" ledek Hardi
"Brisik"
"benar aku memang mencintainya"
mendengar kata-kata itu membuat amarahnya langsung surut seketika Zella mengakui mencintai dirinya di hadapan Alex, itu tandanya tidak ada harapan untuk Alex.
"Erkan gue balik yah!.. Thank you lo udah biarin Zella jalan sama gue "
"Damn it!..." Alex tahu jika dirinya mengikutinya Sial!...
"Boss kita ketauan Boss" panik Hardi
"ini semua gara-gara kamu berisik dari tadi" barang Erkan kesal karna ketahuan
"Mau sampai kapan kalian di situ, Kamu gak mau keluar Er?"
"Ekhmmm.." dehem Erkan keluar dari tempat persembunyiannya lalu melepas topi dan masker yang tadi di pakai
"Hallo nyonya Boss, tenang kita disini cuman cari tupai terbang, bukan buat jadi stalker" ujar Hardi membela diri "kalo gitu saya tunggu di mobil ajah Boss, dah nyonya Boss? Hardi langsung pergi begitu saja meningalkan Erkan dan Zella disana
Zella tersenyum memandang Erkan yang yang hanya diam pria itu tidak mengatakan apapun untuk menjelaskan keseuatu kepadanya, Zella berjalan mendekati Erkan.
"Tidak ada yang inginkamu katakan Er?"
"bukanya kamu tadi dengar apa yang di katakan Hardi"
Zella langsung tertawa karna alasan tidak masuk akal itu " terus kamu sudah dapat tupainya" tanya Zella menggoda Erkan "tapi kali ini biarkan aku yang menangkap tupainya" lanjut Zella langsung memeluk tubuh Erkan
Seketika Erkan tersenyum dan membalas pelukan dari Zella
"Ternyata tupainya besar juga "
"Berhentilah menggodaku Zella"
Zella terkekeh karna mengoda Erkan "Maaf jika kemarin aku menghidar karna sempat meragukanmu" sesal Zella
"its Ok! aku mengerti yang terpenting sekarang kamu mempercayaiku" jawab Erkan mengecup pucuk kepala Zella
"aku menyayangimu Tupai Besar "
"Berhenti memanggilku seperti itu" geram Erkan melepaskan pelukanya
"Tupai Besar"
"Zella!" panggil Erkan dengan lembut dan seketika itu juga mereka berduapun tertawa bersama, seolah tidak pernah ada masalah yang mereka alami.
"kamu hutang cerita padaku Er"
"Ya!.. aku akan menceritakan semuanya".
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat