Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memanfaatkan Peluang

Secepat kilat Dirga mengambil tisu untuk menghentikan pendarahan yang dialami sahabatnya.

Sopir lain yang juga sedang beristirahat juga dibuat terkejut. Mereka langsung mengerumuni Saka. Ada juga yang membawakan minum untuk pria itu.

Setelah beberapa saat, akhirnya pendarahan itu berhenti. Saka mengusap hidungnya dengan tisu. Cukup banyak tisu yang terkena darah dibuang ke tempat sampah.

“Minum dulu, Ar,” ujar Dirga sambil memberikan minuman.

“Kamu sakit, Ar?” tanya Wandi. Pria itu juga ikut cemas melihat keadaan Saka.

“Aku tidak apa-apa.” Saka mencoba menenangkan rekan-rekannya yang terlihat mengkhawatirkan dirinya.

“Kita ke rumah sakit aja,” cetus Dirga yang terlihat paling khawatir.

“Nggak usah. Lima hari lagi juga aku bakal check-up. Aku nggak apa-apa.”

Sebisa mungkin Saka meyakinkan Dirga bahwa dirinya baik-baik saja. Mimisan itu terjadi akibat dirinya terlalu memforsir otaknya untuk masuk ke dalam penglihatan.

“Aku pergi dulu,” ujar Saka seraya bangkit dari duduknya.

“Kamu mau ke mana?” tanya Dirga, tetapi tidak dijawab Saka.

Saka bergegas menuju ruangan Revan. Pria itu mengetuk pintu terlebih dahulu, kemudian masuk setelah mendengar suara Revan dari dalam.

“Ada apa?” tanya Revan dari balik meja kerjanya.

“Soal bonus mobil yang Anda janjikan, apa saya bisa mendapatkannya dalam waktu cepat?” tanya Saka tanpa basa-basi.

“Bukankah kamu memberiku waktu sampai audit selesai?” tanya Revan bingung.

“Apa Anda tidak bisa mempercepatnya? Saya sedang butuh uang, dan saya mau mobil itu diganti saja dalam bentuk uang. Jumlahnya sesuai dengan harga mobil yang saya pilih.”

Kening Revan tampak berkerut. Saka tiba-tiba saja mengubah bonus mobil ke dalam bentuk uang. Pria itu beranjak dari kursi kerjanya.

“Berapa jumlah uang yang kamu butuhkan? Aku bisa memberimu pinjaman.”

“Saya tidak butuh pinjaman, saya hanya ingin mengganti mobil dalam bentuk uang saja. Apa aku bisa mendapatkannya besok?”

“Tapi audit belum selesai,” Revan berusaha untuk mengelak memberikan bonus lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

“Hasil audit berjalan baik. Bahkan Anda akan mendapatkan kabar baik dari Ayah Anda.”

“Benarkah?” tanya Revan. Pria itu tampak ragu dengan ucapan Saka.

Di tengah perdebatan mereka, ponsel Revan berdering. Melihat nama sang pemanggil yang ternyata adalah ayahnya, pria itu segera menjawab panggilan.

Wajah Revan berubah saat mendengar ayahnya menambahkan saham atas namanya. Rudi mendapat laporan bahwa dalam seminggu ini, pemasukan harian PRIMA TAKSI mengalami peningkatan.

Banyak penumpang yang memberikan ulasan positif hingga meningkatkan popularitas perusahaan taksi tersebut.

Selesai berbicara dengan ayahnya, pandangan Revan kembali tertuju kepada Saka.

“Baiklah, aku setuju mengganti bonus mobil dengan uang. Aku akan mengirimkan uang senilai harga mobil ke rekeningmu besok.”

“Terima kasih,” jawab Saka cepat. Pria itu segera meninggalkan ruangan Revan begitu mendapat kabar baik.

“Apa yang mau kamu lakukan dengan uang itu, Aryan?” tanya Revan.

Pria itu mengambil ponselnya lalu menghubungi orang kepercayaannya. Dia kembali menyuruh bawahannya itu untuk mengawasi Saka.

Tidak peduli jika Saka kembali mengetahui soal itu. Yang penting dia bisa mendapat informasi tentang pria itu.

Setelah menemui Revan, Saka tidak kembali ke ruang istirahat. Dia memilih menghubungi Ayura terlebih dulu. Cukup lama Saka menunggu hingga gadis itu menjawab panggilannya, hingga akhirnya terdengar suara merdunya. “Halo.”

“Halo, Ay. Kamu lagi di mana?” tanya Saka tanpa basa-basi.

“Aku lagi di toko. Kenapa?”

“Aku ke sana sekarang. Ada yang mau kubicarakan denganmu, penting.”

“Ya, sudah. Aku tunggu.”

Setelah mengakhiri panggilan, Saka segera beranjak dari tempatnya. Dia langsung memasuki mobil yang menjadi pegangannya.

Pria itu menjalankan kendaraan itu keluar dari pool dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.

Tak sampai dua puluh menit, Saka sudah tiba. Dia memarkir taksinya di depan toko yang memang terdapat tanda parkir. Pria itu bergegas memasuki toko. Pramuniaga yang mengenali Saka langsung memanggilkan Ayura.

“Hai, Mas,” sapa Ayura sambil mendekati pria itu. Ayura memang sudah memanggil Aryan dengan embel-embel ‘Mas’ di depan namanya.

“Aku ganggu, nggak?”

“Nggak, kok. Ada apa? Kayaknya penting banget.”

Ayura mengajak Saka ke salah satu meja.

Untuk sesaat, Saka masih terdiam. Dia masih bingung harus memulai dari mana. Belum lagi dia tidak tahu bagaimana reaksi Ayura nanti setelah mendengar ucapannya.

“Ada apa, Mas?” tanya Ayura membuyarkan lamunan Saka.

“Begini, Ay. Aku baru aja baca berita tentang Adiguna Grup,” Saka membuka percakapan. “Ternyata sekarang Adiguna Grup sedang menghadapi masalah.”

“Masalah apa?” tanya Ayura penasaran. Meski Saka sudah tiada, Ayura tetap merasa memiliki ikatan dengan perusahaan milik almarhum kekasihnya.

“Mereka menghadapi tuduhan penggelapan pajak. Dan kakak Saka sekarang sedang menjalani penyidikan pihak kejaksaan.”

“Masa sih? Kok aku nggak percaya ya? Soalnya dulu Mas Saka sering cerita soal pekerjaannya. Baik ayahnya maupun kakaknya adalah orang yang jujur.

Cuma, Mas Saka memang sempat cerita soal adik angkat ayahnya yang sepertinya berambisi memiliki Adiguna Grup. Apa jangan-jangan ini ulahnya?”

“Bisa jadi. Soalnya gara-gara kasus ini, harga saham Adiguna Grup turun. Ini cuma spekulasiku aja sih. Takutnya, turunnya harga saham dimanfaatkan orang-orang tertentu demu kepentingan pribadi.”

“Bisa jadi sih. Tapi apa hubungannya dengan pertemuan kita?”

“Aku punya ide, siapa tahu kamu setuju.”

“Ide apa?” tanya Ayura penasaran.

“Karena sekarang harga saham Adiguna Grup sedang turun, bagaimana kalau kamu membeli saham itu?”

“Tapi aku nggak punya uang, Mas,” jawab Ayura sambil tertawa kecil.

“Kamu bisa membelinya dari uang yang diberikan ayah Saka kepadamu,” jawab Saka hati-hati. “Kalau harga sahamnya kembali naik, kamu bisa dapat keuntungan. Selain itu, saham yang kamu miliki siapa tahu bisa membantu keluarga Saka di saat genting.”

“Maksudnya gimana? Aku nggak ngerti.”

“Kalau dari berita yang aku baca, posisi CEO Adiguna Grup saat ini terjepit. Pihak-pihak yang menginginkannya lengser, akan memanfaatkan kesempatan ini untuk merebut posisinya.

Katamu, adik angkat ayahnya Saka berambisi ingin menguasai perusahaan. Bisa jadi dia memanfaatkan masalah ini untuk mendepat kakak Saka dari jabatannya sekarang.

Dia bisa meminta diadakan RUPS dengan agenda pemecatan CEO saat ini.”

Ayura terdiam sejenak. Dia memang tidak terlalu paham tentang seluk-beluk manajerial. Jadi, dia membutuhkan waktu untuk mencerna ucapan Saka barusan.

“Memangnya posisi kakak Saka saat ini bisa dilengserkan dengan RUPS?”

“Bisa, kalau sebagian besar pemegang saham menyetujuinya.”

“Kalau aku beli saham itu, aku bisa membantunya?”

“Ya. Karena nanti akan ada penghitungan, berapa persen pemegang saham mayoritas dan minoritas yang mendukung atau menolak pemecatan tersebut.”

“Begitu ya,” jawab Ayura sambil berpikir.

Saka hanya bisa berharap Ayura mau mengikuti sarannya, mencairkan cek yang didapat dari ayahnya, lalu membeli saham dengan uang itu.

Dengan begitu, dia memiliki peluang untuk menyelamatkan Indra dari pemecatan.

Namun Saka juga tidak bisa memaksa Ayura untuk melakukan apa yang diinginkannya. Dia tidak mau membuat gadis itu mencurigainya dan meninggalkannya.

“Kalau memang cara itu bisa menolong keluarga Mas Saka, aku setuju. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara pembelian sahamnya.”

“Aku bisa membantumu. Aku juga bermaksud membeli saham dari bonus yang kuterima dari perusahaan.”

“Benarkah? Kalau begitu lakukan saja sekalian denganku.”

Saka mengangguk cepat. Dia lega Ayura memutuskan membeli saham itu.

“Kalau begitu, aku harus segera mencairkan cek itu ya?” tanya Ayura.

“Ya, semakin cepat, semakin baik. Aku yakin orang lain juga akan bergerak membeli saham itu. Salah satunya bisa jadi adik angkat ayah Saka.”

“Sebaiknya kapan aku mencairkan cek itu?”

“Hari ini,” jawab Saka cepat.

***

Uang 1 M bermanfaat juga

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!