Kim Jae Hyuk tidak bisa menjelaskan arti Go Hye Ju bagi dirinya berawal dari kebiasaannya menjahili gadis itu di sekolah kemudian sederhana saja ia hanya ingin berbicara dengannya namun tidak tahu bagaimana cara selain terus mengganggu Hye Ju. Sementara gadis itu ternyata menyimpan begitu banyak luka dengan kepindahannya ke Seoul. Menutupinya dengan sifatnya yang begitu ceria seolah menjadi yang paling bahagia. Apakah Hye Ju merasakan hal yang sama atau hanya kekesalan saja seperti yang selalu di ucapkannya pada pria itu selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih Adriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jealous
Jae Hyuk tiba saat hampir semua murid sudah mendapat giliran berkebun namun lagi-lagi karena berpapasan dengan Oh Hyun Joong ia harus sedikit mengeluarkan keringatnya untuk beradu argumen dengan pria berbadan besar itu beruntungnya salah seorang guru melerai dan membiarkan mereka pergi tanpa mendapat hukuman. Jae Hyuk mencari ke sekitar berharap menemukan Hye Ju disana namun sepertinya gadis itu bahkan sudah selesai, akan menyenangkan jika ia bisa memanen buah kesukaan Hye Ju bersama.
Pria itu mengusap keningnya menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, cuaca semakin terik membuat keringat mengucur dari puncak kepalanya dengan deras padahal pagi tadi udaranya begitu dingin. Musim gugur berjalan seperti itu.
"Kau terlambat?" tanya Chan Young yang baru saja kembali dari kebun tangannya penuh dengan persimmon yang di panennya tadi.
"Eung. Kau melihat Hye Ju?"
"Aahh ... Go Hye Ju. Tidak, aku tidak melihatnya." Chan Young terdengar gugup hanya dengan menjawab pertanyaan sederhana dari Jae Hyuk.
"Kau sebaiknya pergi ke kebun persik buahnya sangat banyak." ucap Chan Young.
Jae Hyuk merasa aneh dengan sahabatnya tersebut, "Kenapa?" ia menyipitkan matanya untuk kemudian bertanya.
"Kenapa? Mm ... Aku mendapatkan banyak persimmon jadi kita bisa membaginya kalau kau pergi ke kebun yang lain."
"Geurae (baiklah)." Jae Hyuk seakan berfikir sejenak, "Yoon Chan Young, darimana kau tahu pohon persik disana berbuah banyak?"
"Itu ... Aku hanya mendengarnya dari anak-anak lain."
Chan Young menarik nafas ia hanya berharap Jae Hyuk tidak pergi ke kebun persimmon dan melihat Hye Ju dengan orang lain disana. Namun keberuntungan tidak sedang berpihak padanya, Jae Hyuk mendapat giliran ke kebun persimmon yang berada di sebelah kanan penginapan.
Mendapati Hye Ju disana yang tengah bercanda dengan seorang pria berkacamata yang tidak di kenalnya. Dalam keadaan ini Jae Hyuk ingin marah bahkan ia berhak namun terlihat seperti seorang pencemburu juga bukan sesuatu yang seperti dirinya. Ia tidak akan pernah melakukannya.
"Menyenangkan?" tanya Jae Hyuk dengan senyum miring ketika ia mendekat pada Hye Ju, gadis itu tersenyum mendapati pria yang di carinya sejak tadi namun ekspresi Jae Hyuk sedikit aneh. Hye Ju hanya tidak tahu bagian mana yang terlihat aneh tersebut.
"Kau terlambat?"
"Tidak, aku memang ingin jadi yang terakhir." Jae Hyuk menatap pria di samping Hye Ju seolah meminta penjelasan.
"Ahh ... Kau tahu Do Hyun? Dia ketua kelas," Hye Ju memberi isyarat dengan tangannya. "Do Hyun-ah kau sudah tahu Jae Hyuk bukan?"
"Do Hyun-ah? Ahh ... Begitu rupanya kalian terdengar akrab." Jae Hyuk lagi-lagi tersenyum miring. Gadis itu bahkan memanggilnya Jae Hyuk ssi saat pertama mereka saling mengenal. 'Memuakkan' batin Jae Hyuk.
Pria berkaca mata itu menyodorkan tangannya menunggu Jae Hyuk melakukan hal yang sama namun meski Jae Hyuk ingin menolaknya sekali lagi ia tidak ingin menunjukan dirinya kesal di depan Hye Ju.
"Hye Ju-ya kau sudah selesai?" tanya Jae Hyuk setelah membalas jabatan tangan Do Hyun dengan singkat.
"Eung, kau lihat Do Hyun membantuku memetik banyak buah." gadis itu memamerkan keranjang buah di pinggangnya yang sudah penuh.
"Ahh ... Syukurlah. Sepertinya aku harus mengucapkan terimakasih padanya karena sudah membantu PA-CAR-KU bukan?" pria itu dengan sengaja memberi penekanan pada kata-katanya kemudian tersenyum dan menatap Do Hyun. Senyum yang dapat Do Hyun artikan sebagai ancaman.
"Hye Ju-ya sepertinya aku harus pergi lebih dulu. Jae Hyuk mungkin saja terganggu,"
"Nanti kita berbicara lagi." ucapnya sebelum pergi meninggalkan Jae Hyuk dan Hye Ju tanpa menunggu jawaban gadis itu.
Hye Ju menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendapati respon Do Hyun mungkinkah ia tidak nyaman karena Jae Hyuk?
"Tto ... (Lagi)?" ucap Jae Hyuk lirih bahkan hampir tidak terdengar oleh Hyu Ju
"Kau bermasalah dengannya?" tanya gadis itu akhirnya.
Jae Hyuk menggeleng kemudian mengangkat bahunya seolah tidak tahu walaupun sebenarnya ia senang karena pria itu mengerti maksud dari tatapan yang Jae Hyuk lakukan.
"Aku tidak tahu kau dekat dengannya?"
"Apa sekarang aku harus membuat laporan dengan siapa aku berbicara?" kali ini giliran Hye Ju yang menyipitkan matanya menatap Jae Hyuk seakan pertanyaan pria itu adalah kesalahan.
"Kalau kau merasa khawatir dengannya, dia hanya ketua kelas dan aku tidak dekat dengannya. Aku dan Do Hyun hanya mengobrol saja tadi."
"Khawatir? Kau fikir aku peduli dengan pria seperti dia?" Jae Hyuk seolah tidak terima dengan pernyataan Hye Ju.
"Jadi tidak? Ahh ... Ku fikir kau bahkan cemburu seperti pasangan lain." Hye Ju tersenyum kecewa.
"Kau mau aku cemburu?"
"Tidak. Lupakan saja. Kau bisa melanjutkannya sendiri? Aku akan pergi lebih dulu." Hye Ju hampir melangkahkan kakinya seandainya Jae Hyuk tidak menarik lengannya untuk tetap disana.
"Kau menyebalkan, Kau tahu!" Jae Hyuk menatap tajam pada Hye Ju
"Berbicara dengan pria lain dan tertawa kau fikir aku akan senang melihatnya? Kau suka membuatku mengaku bahwa aku cemburu?" suara Jae Hyuk semakin lantang membuat beberapa orang menatapnya dan tertawa diam-diam.
"Benar. Aku cemburu. Kau puas?" nafasnya tersengal seolah baru saja melakukan sesuatu yang melelahkan.
Hye Ju tertawa mendengar jawaban Jae Hyuk pria itu mengucapkan isi hatinya tanpa ragu, gadis itu hanya baru melihat sisi Jae Hyuk yang seperti itu. Pria yang biasanya berteriak hanya untuk berkelahi kini berteriak untuk mengatakan isi hatinya seseorang yang bahkan Hye Ju anggap tidak cocok dengan dirinya namun pada akhirnya membuat Hye Ju merasakan dunianya yang berbeda. Dunia dimana ada Jae Hyuk disana.
"Kau mau aku membantumu memetik buahnya?" tanya Hye Ju setelah bisa mengendalikan suaranya.
"Oh! Tentu saja!" ucap Jae Hyuk lantang.
"Tidak lucu. Berhenti mempermalukan dirimu sendiri." meski begitu Hye Ju tetap saja tertawa karena tingkah Jae Hyuk.
"Lihat aku kau harus banyak belajar dari ahlinya." Hye Ju menyombongkan dirinya ketika menggunakan gunting untuk mengambil buah dari ranting kemudian menunjukan buah tersebut pada Jae Hyuk.
"Kau membawa pisau? Aku ingin mencoba rasa buahnya." tanya Jae Hyuk.
"Tidak ada. Tapi persimmon yang di keringkan lebih enak dan manis, saat mentah dan baru di petik seperti ini kau akan merasakan kesat dari kulitnya." jelas gadis itu lancar ia bahkan sudah hafal apapun tentang makanan.
"Kau sudah mencobanya?"
"Eung. Tadi aku mencoba-" Hye Ju melupakan fakta pria itu cemburu padahal keduanya baru saja membahas hal tersebut.
"Heol ... Aku akan membunuh pria yang berani memberimu makanan." wajah Jae Hyuk kembali kesal membuat Hye Ju memukul bahunya dengan keras.
"Ya, appayo (sakit)!"
안녕 친구들 ❤️❤️ SUKA EPISODE INI? TINGGALIN LIKE SAMA VOTENYA YAA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT ❤️❤️
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
#Ayah biologi. dan
#Rahasia Si cupu.
DATANG !!!. 👍👍👍 mendarat...😍
aku tunggu respek nya kk..
The Brides of Alves...
Like and rate 5 dariku sudah mendarat di novel kakak yang hebat 👍🥰
Jangan lupa feedback ceritaku yah ☺️
Sukses selalu untuk kita semua ❤️
#Ayah biologi. dan
#Rahasia Si cupu.
DATANG !!!. 👍👍👍 mendarat...😍
aku tunggu respek nya kk..
#Ayah biologis. dan
#Rahasia Si cupu.
DATANG !!!. 👍👍👍 mendarat...😍
aku tunggu respek nya kk..
Salam hangat dari # Putri CEO Yang cantik #
salam dari status ku dipertanyakan