Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Tuan Bipolar

Terjebak Cinta Tuan Bipolar

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:820.3k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

"Kamu yakin mau nikah sama cowok gila kaya Seno?"

"Garis bawahi! Dia ngga gila, tapi dia ISTIMEWA!"

Sebentar-sebentar dia begitu energik dan bahagia, tapi kemudian dengan cepatnya ia merasa dirinya begitu ditimpa kemalangan dan depresi. Dia bukan gila, tapi terlampau istimewa. Si makhluk usil nan menyebalkan itu menjerat Della hingga masuk ke dalam jebakan cintanya.

"Seno, kamu mau ngapain?!"

"Aku cinta kamu Della, tapi aku ngga pantes dapetin kamu, kamu baik-baik saja. Sementara aku...."

"Seno! Della cinta sama Seno, ayo kita menikah!"

Follow IG : Thatha Chilli
Facebook : Thatha Chilli

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin melamar

Seorang office boy memanggil Seno saat ia dan Della ingin melangkah pergi.

"Mas, dipanggil sama pak Arvi di ruang divisi umum." Seno mengerutkan dahinya menatap Della, ada rasa ingin mengeluh disana namun---

"Samperin aja dulu, kali aja penting," potong Della membuat Seno mengurungkan niatannya untuk misuh-misuh.

"Ikut aja!" Seno malah menarik tangan Della untuk masuk ke dalam, "eh! Seno--"

Awalnya Della menolak namun akhirnya ia mengekor saja karena tangannya yang tak dilepaskan Seno.

Seorang lelaki yang terlihat begitu angkuh berdiri tepat di depan meja, menatap Seno dan Della bergantian, seolah sedang memperlihatkan jika ialah orang yang berkuasa disini.

"Bisa kamu kerjakan ini?" ia menyodorkan satu map biru ke arah Seno berisi setumpuk kertas.

"Ini--- kamu bawa siapa kesini?"

"Maaf saya---"

"Dia pacar saya pak, maaf. Tapi ini jam istirahat dan barusan saya mau keluar cari makan. Ini harus sekarang banget pak?" tanya Seno, terlihat jelas rahangnya yang mengeras menahan emosi.

"Lebih cepat lebih baik kan?" tanya nya sengak menaikkan sebelah alisnya. Bukan tanpa alasan ia begini, desas desus nama Senopati adalah anak magang yang disukai atasan karena pekerjaannya yang baik menjadi rasa cemburu para karyawan kantor. Wajar saja, Senopati adalah anak magang, namun kemampuannya seperti sudah pro, jujur saja mereka merasa tersaingi oleh anak bau kencur yang notabenenya masih mahasiswa.

Tapi bukan itu yang Della permasalahkan sekarang, di luar dugaan pak Arvi, Seno berani membalasnya, "saya rasa ini menyalahi aturan pak. Meskipun saya pegawai magang tapi aturan tetap berlaku. Saya juga manusia yang butuh istirahat, apa tidak ada waktu lain nanti di jam bekerja?!"

"Sen," bisik Della menarik-narik lengan baju Seno bermaksud menegurnya, bagaimana pun pak Arvi adalah atasan dan pegawai kantor.

"Kamu?!" merasa tak terima dihakimi oleh anak magang, Arvi melempar map yang belum diterima Seno dari tangannya tepat ke arah wajah Seno.

"Kamu berani sama saya?!"

Plukkk!

Della melotot tak percaya melihat itu, mencoba melerai keduanya, lebih tepatnya menahan Seno yang kini sudah meraih kerah kemeja atasannya itu. Hingga terjadilah pertengkaran keduanya di ruangan divisi umum.

"Eh! Seno!" keduanya saling melayangkan bogeman mentah.

"Dari awal kamu masuk, saya sudah tau kamu anak so tau yang mau mengkudeta divisi. Biar apa?! Biar kami para karyawan dipermalukan ?!" teriaknya.

Bughhh!

"Picik sekali pikiranmu! Buat apa saya ingin masuk ke perusahaan kecil begini, kalau saya punya yang lebih besar! Buat apa saya jadi pegawai jika saya sudah menjadi bos!"

"Jangan ngarang kamu!" semburnya.

"Seno!" teriak Della mencoba memindahkan perkelahian keduanya. Para karyawan lain berdatangan dan melerai keduanya.

"Heyyy tolongin !" teriak Della meminta tolong dengan tangan yang menahan Seno.

"Ini nih, anak magang yang kurang aj ar sama atasan! Saya kasih kamu penilaian buruk sekalian biar ngga lulus!" tunjuknya pada Seno dengan nafas yang menggebu-gebu begitupun Seno, keduanya ditahan oleh para karyawan disana.

"Dan kamu! Atasan ngga tau diri! Kamu tau kenapa kamu hanya menjadi bawahan, karena otak dan jiwa kamu adalah jiwa pecun dang!" balas Seno.

"Stop! Ada apa ini?!" seorang direktur ikut melerai.

"Arvi?! Senopati?! Kalian berdua ikut saya!" sentaknya berjalan keluar ruangan. Tatapan Arvi tajam menusuk Seno, tapi Seno pun tak kalah sengit.

"Kamu tunggu di kantin atau lobby sebentar bisa? Nanti ku telfon," pinta Seno, Della mengangguk cepat, hingga melihat Seno menghilang dari pandangan.

Della duduk di kursi lobby kantor, sesekali ia memainkan ponsel untuk mematikan rasa jenuh, berulang kali ia menoleh demi melihat apakah Seno sudah menyusulnya. Sudah hampir 1 jam namun Seno belum juga keluar dari sana.

"Hey, lama ya nunggunya?!" Della mendongak melihat Seno yang tersenyum nanar.

"Gimana?" tanya Della harap-harap cemas.

"Ngga apa-apa. Yuk katanya mau makan," ajak Seno, Della menggeleng, "udah ngga nav suu. Kan udah waktu masuk juga?"

"Ngga apa-apa. Tadi direktur kasih aku waktu tambahan buat ganti waktu yang udah kebuang untuk makan siang, setengah jam." ia menarik tangan Della untuk segera mencari tempat makan.

"Sen!" panggil Della, pemuda itu menoleh, "hm?"

"Kamu kenapa, apa---" pertanyaan Della menggantung di udara, karena ia tau kalau Seno pasti sudah tau dengan maksudnya.

"Engga apa-apa Del, udah jangan dipikirin. Mau makan apa, nasi sama ayam atau makanan luar?" tanya Seno lagi, Della mengusap pipi Seno yang tadi terkena bogeman dari Arvi.

"Apa aja Della mah, asal jangan dikasih makanan basi!" jawabnya membuat Seno terkekeh.

"Eh, di deket sini ada cafe murah tapi enak!" ajak Seno.

Keduanya kini sedang duduk menikmati makan siangnya, "Kodel, besok pulang dari kantor aku mau ngajak kamu nonton!"

"Boleh! Horor lagi ada yang baru," jawab Della mengangguk-angguk seraya nengunyah, sementara Seno menatap lekat Della.

"Kamu tuh berarti taun depan udah ngurusin skripsi kan?" tanya Seno, tanpa berkata-kata ia hanya mengangguk.

"Kenapa gitu?" tanya Della, akhirnya bersuara juga.

"Aku mau lamar kamu," jawabnya enteng kaya mau lamar anak kambing.

"Uhukk--uhukkk!" Della tersedak makanannya yang cukup pedas.

"Kecepetan atuh! Della belum nyobain kerja," balasnya masih meredakan rasa panas dan perih di tenggorokan.

"Ya engga atuh, kalo aku lamarnya sekarang baru kamu ngomong kecepetan!" Seno menaruh sendoknya dan menyedot teh manis miliknya.

Jujur saja, Della masih belum memikirkan tentang itu.

"Atau justru kamu ngga mau ku lamar?" tembak Seno yang langsung dihadiahi tatapan dari Della penuh kernyitan.

"Oh, aku tau! Bener kan, pasti kamu emang kaya gitu kan?! Yahhh, harusnya aku tau itu!" jawabnya sendiri.

"Eh, kok gitu ngomongnya? Della belum ngomong apa-apa juga!" Della berujar.

"Aku tau kamu Del, kalo mikir lama gini pasti kamu tuh bingung, ah udah lah! Makanan udah kubayar, aku udah harus masuk lagi kantor sekarang!" Della mengernyitkan dahinya.

"Ini kenapa lagi cobak?!" gumamnya, apakah ia ada salah dalam berucap atau bertindak barusan.

Sepanjang jalan menuju rumah, Della teringat dengan obrolan unfaedah yang malah membuat ia dan Seno bertengkar kecil.

"Seno lagi masuk fase lagi bukan sih?" tanya nya bermonolog.

Tapi tiba-tiba Della dikejutkan dengan gerakan mengerem dadakan oleh si mamang ojol hingga membuat badannya tersentak ke depan.

Cittt!

"Astagfirullah!" Della membenarkan posisi helmnya yang maju ke depan.

"Kenapa pak?" tanya Della.

Belum si mamang ojol menjawab, Della sudah mendapatkan jawabannya, "turun!" titahnya menghampiri motor yang sedang ditumpangi Della.

"Ampun pak! Jangan begal saya," si mamang ojol sudah ketakutan dibuatnya.

"Apa-apaan nih?!" Della menatap sengit pada kedua pria berbadan besar yang menghadang mereka, tampilannya seperti tukang pukul.

.

.

.

.

1
Sri Ariyanti
hu hu udah tamat aja.
yg pasti selalu suka karyamu othor
Maritanias
😘
YH
luar biasa👍
Be snowman
wkwke tuh kan 😭 ga kerasa udh tanat lagi aja 😭🤣 love u mas seno😍😍 syang Dela juga ♥️
Be snowman
akuuu balikkkkk lagiii thorrr 😍 kangen senoo 😭
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
Kezia ayumi
😌 hmmm menarik
juwita
sarua atuh jeung uing teu bisa mawa nanaon kahiji beurat kudu mamawa motor atawa mobil kadua teu boga motor jeung mobil na oge🤣🤣🤣
Sri Wahyuni
lanjut dunk kak 🫰🫰🫰🫰🩷🩷🩷
Defvi Vlog
selalu suka karya mu t sin, the best pokoknya👍👍👍
Siti Nurnizawati
👍👍😍😍
disda
akhirnya bahagia
novel destiny
nikah ama temen gesrek sendiri vibes nya beda yaa 🤣🤣🤣🤣🤣
ieda1195
ini jangan2 masih keluarga Kertawijaja
novel destiny
duo sembrull
novel destiny
akhirnya sahh juga yaaa 😁😁
novel destiny
uluhhhh uluhhhhh senooo
novel destiny
gerabag gerubug yaa Dell 🤣🤣🤣
ristaaaa oteweehhh ahyar ga nih?
novel destiny
oteweee halall
novel destiny
tapi ikut saweran emang se effort itu 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!