Indonesia
NovelToon NovelToon
Selingkuh Karena Kecewa

Selingkuh Karena Kecewa

Status: tamat
Genre:Poligami / Identitas Tersembunyi / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:216.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: tufa_hans

Diperlakukan bak seorang ratu oleh suaminya, membuat Mentari percaya bahwa tidak akan pernah ada orang ketiga di rumah tangganya.

Namun, kenyataan seolah menamparnya dan membuat ia sadar, bahwa ia hanya dimanfaatkan bukan diinginkan.

Pria yang sangat ia cintai dan sangat dipercaya sepenuhnya oleh wanita itu, kini berhubungan dengan wanita lain, dan hanya menganggap dirinya sebagai istri pajangan.

Jika menyerah karena dikhianati, itu bukan putri Devan namanya, Mentari yang merasa kecewa, ia memilih mencari seorang pria yang mau menemaninya tidur layaknya seorang suami pada istrinya, hingga hubungan terlarang itu membuat Mentari hamil dengan selingkuhannya tersebut.


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Ikuti yuk karya Author ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Yang Berakhir

Setelah bicara panjang lebar dengan Langit, akhirnya wanita itu mengantarkan sang adik ke Bandara, lalu ia langsung pulang ke rumah utama untuk menemui Grandpa dan Grandma ( Brian dan Gracia )

"Sayang, kamu datang?" Gracia berdiri dari meja makannya seraya melangkah mendekati cucu yang dirindukannya itu.

Lalu, wanita yang sudah tampak kerutan di wajahnya dengan sedikit uban serta masih terlihat awet muda di usia yang sudah tua itu, kini langsung memeluk Mentari yang masih berdiri di ambang pintu utama.

"Grandma sangat merindukanmu, Sayang!" ucap Gracia dengan kedua sudut bibir yang terangkat.

Mentari tersenyum, lalu menjauhkan tubuhnya untuk menatap orang yang sangat dirindukannya itu. "Grandma bohong, jika memang Grandma merindukanku kenapa Grandma dan Grandpa tidak pernah memberiku kabar bahwa kalian sudah kembali?"

"Aku selalu datang ke rumahmu, Nak! Tapi kamu selalu tidak ada di rumah. Sepertinya kamu terlalu sibuk akhir-akhir ini," ucap Gracia seraya membelai lembut rambut sang cucu.

"Daddy, Mommy ... kenapa kalian tidak memberitahuku kalau Grandpa dan Grandma sudah kembali?" tanya Mentari.

"Sayang, sini duduk dulu, kenapa kamu datang marah-marah? Apa kamu tidak merindukan Grandpa?" tanya Brian lembut.

Mentari pun tersenyum, lalu melangkah mendekati sang Grandpa lalu memeluknya dengan begitu erat. "Bagaimana aku tidak merindukan Grandpa? Kalian sudah sangat lama di Paris. Aku pikir Grandpa dan Grandpa hanya menyayangi Kak Sean," jawab Mentari yang kini masih memeluk Brian.

Gracia pun menyusul sang cucu, lalu duduk di kursinya. "Jangan pernah bilang seperti itu, Sayang. Kami tidak pernah membeda-bedakan kalian. Baik Sean, kamu, Raja, Ratu dan Langit. Kalian sama di hati kami," jawab Gracia lembut.

"Aku tahu itu, Grandma! Aku hanya bercanda!" jawab Mentari dengan senyum yang mengembang.

"Ya sudah, kalau begitu kamu duduk dan makan dulu, Sayang! Kamu pasti melewatkan makan siang juga 'kan?" Catherine sangat tahu kebiasaan sang anak, Mentari sering lupa makan jika wanita itu dalam kegalauan.

Mentari tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. Sementara Devan terus makan malam tanpa mendengarkan perbincangan sang putri dengan kedua orang tuanya.

"Jika kamu masih rindu sama Grandpa, kamu duduk di kursi daddy saja. Daddy sudah selesai." Devan beranjak, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan tersebut.

Mentari tersenyum, lalu duduk di kursi Devan karena ia ingin dekat dengan Brian setelah berbulan-bulan tidak bertemu.

"Ya sudah, kalau begitu kamu makan malam sama Grandpa dan Grandma ya! Mommy ingin menyusul daddy dulu!" Catherine membelai lembut rambut sang putri.

Mentari pun menganggukkan kepalanya pelan. "Iya, Mom!" jawab Mentari lembut.

Catherine pun beranjak dari tempat duduknya. "Aku permisi dulu Dad, Mom!" ucap Catherine tersenyum.

"Iya, Nak!" jawab Gracia seraya membalas senyuman sang menantu.

Catherine pun menundukkan kepalanya sekilas, lalu melangkah menyusul suaminya. Akan tetapi, pria itu tidak ada di ruang keluarga hingga Catherine memutuskan untuk menyusul sang suami ke kamar Devan sebelum pria itu membeli rumah sendiri.

Catherine membuka pintu kamar perlahan, lalu menatap punggung sang suami yang kini berdiri di balkon kamar tersebut. Setelah itu, Catherine mendekat, lalu memeluk tubuh Devan dari belakang.

"Aku tidak pernah tahu kamu menyembunyikan apa dariku, tapi bukankah dulu kita pernah berjanji bahwa kita akan saling terbuka, dan kita akan membagi suka duka bersama," ucap Catherine yang kini menyandarkan kepalanya di punggung sang suami.

Devan pun memejamkan matanya. Percuma ia menutupi segalanya dari Catherine, karena cepat atau lambat istrinya tersebut akan tahu segalanya jika Gala benar-benar memperjuangkan cintanya pada Mentari.

Kini Devan membalikkan tubuhnya perlahan dengan Catherine yang meregangkan pelukannya hingga wanita itu kini beralih melingkarkan tangannya pada pinggang sang suami, sementara Devan kini mengangkat tangannya seraya menangkup pipi sang istri dan menatapnya dengan penuh cinta.

"Aku ingat semua janji-janji kita, tapi aku tidak ingin kamu bersedih jika kamu mengetahui segalanya," jawab Devan.

"Itu tidak adil bagiku, Sayang! Jika kamu terluka aku harus terluka, kamu harus membagi rasa sakit itu padaku agar kamu tidak sendirian lagi," ucap Catherine dengan air mata yang mulai menetes.

Devan mengahapus air mata sang istri. "Hey, kenapa kamu menangis? Aku tidak ingin melihat air mata ini," ucap Devan.

"Aku mohon, bagilah rasa sakit itu, padaku! Kamu tidak boleh egois begini," ucap Catherine tanpa memperdulikan ucapan sang suami.

"Sayang, aku tidak ingin kamu tergores sedikit pun, jika kamu juga terluka, lalu siapa yang akan mengobati lukaku?" Devan tersenyum.

Catherine pun membalas senyuman sang suami kaku. Ia terdiam karena bingung bagaimana caranya untuk mengetahui semuanya, tentang yang membuat suami dan putrinya begitu terpukul dengan perceraian Mentari dan Demian.

Catherine yakin bahwa suaminya menyembunyikan sesuatu darinya yang ia yakini bahwa masalah itu bukan masalah sederhana.

"Baiklah jika memang kamu tidak percaya padaku lagi. Aku tidak akan memaksanya." Catherine menurunkan tangan Devan dari pipinya, lalu ia membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan kamar tersebut.

Akan tetapi, Devan menarik tubuh Cathrine hingga wanita itu jatuh dalam pelukan sang sang suami. "Baiklah, aku akan katakan semuanya." Devan memejamkan mata.

Catherine tersenyum, mendengar ucapan sang suami, ia kini memutar tubuhnya, hingga ia bisa menatap wajah Devan dengan begitu lekat. Wanita paruh baya itu kini mengalungkan tangannya pada leher sang suami.

"Ceritakan padaku. Aku akan mendengarkan ucapanmu seberat apapun masalahnya." Catherine terus menatap sang suami dengan penuh cinta.

"Gala kembali, dan dia yang membantu Mentari mengurus perceraiannya dengan Demian!" ucap Devan.

"Gala?" Catherine bingung.

"Gala Sky Vernandes."

Deg

Seketika senyuman Catherine menghilang hingga membuat Devan merasa bersalah dan langsung memeluk tubuh sang istri dengan begitu erat. "Maafkan aku, aku tidak bisa membuat Mentari melupakan Gala!" ucap Devan dengan perasaan bersalah.

Sementara Cathrine terdiam entah apa yang ada di pikiran wanita paruh baya itu. Ia tidak mengatakan apapun, ia hanya pasrah dengan pelukan sang suami yang membuatnya hangat.

"Dia kurang ajar padaku, Dev! Kamu sudah berjanji bahwa kamu tidak akan pernah membiarkan dia kemabali ke Indonesia, tapi kenapa Gala ada di sini?" Air mata Cathrine kini semakin menetes deras.

"Maafkan aku, Sayang! Tapi Gala dan Mentari tidak tahu apa-apa tentang kita, apakah kita tega mengorbankan mereka karena kesalahan Vernandes yang melecehkanmu? Aku harus bilang apa pada putri kita, kita tidak mungkin menjelaskan masalah kita pada Mentari."

Brak ...

Mentari tidak sengaja menendang pot bunga kecil yang ada di depan kamar orang tuanya hingga ia kini tersenyum kaku, lalu melangkahkan kakinya mendekati kedua orang tuanya tersebut.

"Aku akan menjauhi Gala, aku tidak akan mengingatnya lagi, Mom!" jawab Mentari sambil menatap Catherine penuh kesedihan.

1
Suhadi
nyesal banget baca nya...
Shifa Burhan
kemunafik wanita dalam membuat novel

pemeran utama wanita (istri) bebas selingkuh bahkan membiarkan tubuhnya dijamah pria lain itu bukan kesalahan
sedangkan suami selingkuh adalah kesalahan paling fatal

*pelakor adalah wanita hina dan laknat sedangkan pebinor adalah lelaki sejati

kalian bangga dengan pemikiran munafik kayak gini yang kalian bawa kedalam novel kalian, miris
Nadiyah1511
cus lah☺️
Tufa Hans: Terima kasih Kakak 😍
total 1 replies
Alifah Azzahra💙💙
Aku yakin kamu pasti menyesal Demian
Alifah Azzahra💙💙
Mewek Thor 😭😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Ih ternyata cinta masa kecil toh Bara🤭🤭
Alifah Azzahra💙💙
Bilang sja Gala karena kmu sudah tertarik dengannya kan😆😆
Alifah Azzahra💙💙
Kayaknya bakalan ada calon menantu dan mertua yang kompak nich🤭
Alifah Azzahra💙💙
Kalau Ronald bebek 🦆 berarti temannya 🦆🦆 Dong😆😆
Alifah Azzahra💙💙
Menarik🥰Tapi perasaan aku pernah mampir d karya Author yg ini deh🤭Tpi nggak apa2 karena alurnya menarik 👍
Alifah Azzahra💙💙: Mungkin para Raiders mengira kita cowok karena namanya mungkin bang🤣🤣
total 6 replies
Ita Sah Sah
Luar biasa
gaby
Aq baru baca thor & dah liat endingnya. Walau sadending tp bagus bgt. Toh walau mreka mati, tp mati bersama & saling berpegangan tangan. Bukan salah satu yg mati & yg hidup nikah sm yg lain
Melani Sunardi
Luar biasa
Melani Sunardi
wah ga mau sakit jadi langit nyubit gala ya thor.....
Tufa Hans: Iya, Kak 😂
total 1 replies
Elma Hilma
Biasa
Elma Hilma
bagus thor,.. Aku suka
Uthie
Cerita yg menarik saya diawal part-nya 👍👍👍
Uthie
sebenarnya cinta bersambut sejak dulu 🤗
Uthie
Ogtu ☺️
Uthie
baru ketemu judul ini... mampir dehh 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!