Indonesia
NovelToon NovelToon
Hujan Dalam Kereta

Hujan Dalam Kereta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fay Rizky

Bebas Promo Disinii !!!
Silahkan promo sebanyak-banyaknya
Dan harus diingat, like, rate dan komen Hujan Dalam Kereta.
Terimakasih

Sinopsis :

Tanpa sadar aku berlari menerjang hujan. Aku menangis dan tanpa sadar lagi aku masuk ke kereta. Kenapa aku menangis karena melihat Angga melamar Vellin?.

Padahal aku yang mengenalkan mereka, untuk apa aku menangis karena hal ini. Kan memang salahku dari awal tidak membuka hati untuk Angga.

"Lyraa."

Tiba-tiba Kak Ben menarikku dan memelukku. Aku memegang erat jaketnya, aku menangis didalam pelukannya.

Aku seperti membuat hujan untuk diriku sendiri. Aku bahkan ikut menghujani Kak Ben. Seketika itu juga, aku merasa seperti hujan dalam kereta.

Bodohnya aku menangis dipelukan laki-laki karena laki-laki lain. Angga sudah memilih Vellin. Harusnya aku bisa senangkan, tapi kenapa air mataku tidak mau berhenti juga.

Ini kisah ku yang dimulai beberapa bulan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fay Rizky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomor - Hujan Dalam Kereta Episode 27

Dasar Angga, udah bikin aku menunggunya lama diluar. Diperiksa juga cuman dikit. Pake acara kaki aku dibungkus segala, udah mirip lemper lagi.

Angga sengaja bikin aku malu dengan seperti ini. Padahal kaki aku cuman terkilir, tapi dia khawatirnya sudah seperti aku kakinya patah saja. Menyebalkan rasanya.

Sekarang aku harus berjalan dengan bantuan tongkat. Aku baru saja keluar dari taksi. Karena aku baru selesai pemeriksaan di RS nya Angga.

Kejadian kakiku ini dari hari sabtu, tapi Angga baru bisa memeriksanya di hari rabu. Angga terlalu berlebihan, padahal aku sudah bilang di bawa ke tukang urut aja.

Hari ini kafeku terlihat rame. Malunya aku harus masuk dengan kaki di perban dan memakai tongkat. Apa aku telepon Dita aja ya untuk menjemputku di depan. Ahh tapi itu tambah menarik perhatian.

Krekk..

Suara pintu kafe yang aku buka. Sekarang aku harus melangkah berlahan sambil mengangkat tongkat ini. Apa seletah ini aku ganti pintu kafe ini dengan pintu otomatis.

Pandanganku sedikit ragu dengan ada nya jenjang sedikit di pintu kafe. Tapi aku juga tidak bisa terus di depan pintu kafe. Oke baiklah aku akan segera melangkah.

Shuuuutthhh..

Tongkat aku malah tersangkut dan jatuh. Badanku hampir jatuh juga, tetapi.. Tertahan tidak jadi jatuh. Ada seseorang yang menangkap.

"Kak Ben !" Seruku yang kaget. Dan kali ini untuk kesekian kalinya, aku di tolong Kak Ben.

"Lyra, kenapa hobi jatuh si?!" Balas Kak Ben sambil membantuku berdiri.

"Maaf Kak, malu banget karena di tolong terus sama Kaj Ben." Balasku sambil mengambil tongkatku.

"Lho Ben, ngapain depan pintu. Mobil lo mana? Kenapa lo di depan pintu? Jangan-jangan lo udah mau balik ya? Gue dateng lo balik ya." Suara yang terdengar tidak asing di telingaku. Itu Kak Kevin, sepertinya mereka bersahabat ya.

"Lho, ini Lyra. Ya ampun sepertinya kalian berjodoh ya hahaha." Kata Kak Kevin sambil tertawa melihat kami.

"Kak Ben, udah mau pulang? Duduk aja dulu. Kak Kevin kan juga baru dateng." Ajak ku.

"Iya Ben, capek tau gue baru juga sampe lo udah mau pulang." Kata Kak Kevin sembari menarik kursi untuk duduk.

Dan akhirnya Kak Ben mengikuti Kak Kevin. Aku juga pamit masuk dulu untuk menaruh tas. Setelah itu aku keluar lagi dan menghampiri mereka.

"Jadi ini kafe punya lo Lyr?" Tanya Kak Kevin.

"Iya Kak. Iya kafe kecil buat penyambung hidup." Jawabku.

"Tadi dari mana Lyr?" Tanya Kak Ben.

"Dari rumah sakit Kak, ngecek kaki yang kemarin terkilir tapi sekarang udah engga apa-apa. Kak Ben ngapain disini? Engga maksud nya apa sengaja nongkrong disini sama Kak Kevin?" Tanyaku balik.

"Owhh, tadi mobil aku mogok di jalan depan itu, terus sambil nunggu truk derek dateng, nelponin Kevin buat nemenin tapi dia lama banget datengnya." Cerita Kak Ben.

"Owalah begitu Kak." Balasku. Di tengah obrolan kami, datang seorang karyawanku yang membawakan makanan best seller kami.

"Lho, perasaan tadi tidak ada yang memesan makanan ini. Kenapa datengnya ini." Ketus Kak Kevin.

"Kenapa Kak? Kakak tidak suka?. Kalau begitu pesan yang lain aja, yang Kak Kevin dan Kak Ben suka." Jawabku sedikit panik.

"Bukannya tidak suka Lyr. Tapi ini banyak banget." Timpa Kak Ben.

"Owh ini. Karena Kak Ben berkali-kali menolong aku, jadi aku juga ingin memberikan yang terbaik. Bukan cuman aku, tapi karyawan aku pun berpikir hal yang sama." Kataku sambil tersenyum.

"Iya terimakasih ya." Balas Kak Ben sambil tersenyum.

Setelah itu, kami menikmati makanan dengan tenang. Tidak tahu kenapa bisa terjadi seperti ini. Tapi aku suka karena aku bisa dapat teman baru. Walaupun mereka seperti dibilang sebagai senior.

"Ehem Lyr, cowok yang waktu itu duduk sama Papa kamu itu siapa? Suami kamu?" Tanya Kak Kevin.

"Aku belum punya suami Kak, aku belum menikah." Jawabku spontan.

"Jadi itu siapa?" Tanya Kak Ben.

"Itu temen, temen dekat, iya sahabat aku lah, kurang lebih seperti itu." Jawabku sambil menoleh ke arah Kak Ben.

Kringg...

Tiba-tiba HP aku berdering. Ternyata telepon dari Papa. Karena kaki aku yang masih seperti ini. Sebaiknya aku menerima telepon di sini aja.

"Kak maaf ya sepertinya aku harus terima telepon disini aja, karena kakiku.." Kataku.

"Iya Lyra, santai aja." Potong Kak Ben sambil tersenyum.

Mendengar itu membuat aku spontan tersenyum. Lalu aku mengangkat teleponku. Kurang lebih 4 menit aku teleponan dengan Papa. Lalu aku menutup teleponnya.

"Kenapa Papa kamu Lyr?" Tanya Kak Ben.

"Haha cuman terlalu khawatir sama aku Kak, dikit-dikit nanya ini itu." Jawabku.

"Iya, namanya juga orang tua kan pasti begitu ke anaknya." Sahut Kak Ben.

"Eh eh dimana ya?" Tanya Kak Kevin yang tampak sedang kebingung mencari sesuatu.

"Kenapa Kak?" Tanyaku.

"Eh iya Lyr, HP gue engga ketemu, boleh pinjem HP lo engga? Biar gue bisa miscall HP gue." Pinta Kak Kevin.

"Iya Kak, boleh." Jawabku.

"Engga usah Lyr, pake yang gue aja Kev." Kata Kak Ben.

"Engga apa-apa yang deket aja Ben." Balas Kak Kevin. Lalu Kak Kevin mengambil HPku kemudian mulai miscall.

Kringg..

"Lhoo. Kenapa?" Tanyaku yang heran. Karena HP yang bunyi itu bukan HP Kak Kevin, tetapi HP nya Kak Ben.

"Jreeng !" Kata Kak Kevin yang menunjukkan HP nya.

Aku tercengang karena tidak menyangka bahwa HP yang akan berbunyi itu ternyata HP nya Kak Ben. Ekspresi wajah Kak Ben sedikit malu tetapi juga terlihat kesal dengan Kak Kevin. Melihat mereka membuatku menjadi tertawa, haha.

"Maaf ya Ben, gue tau lo itu engga bakal terang-terangan minta nomornya Lyra. Daripada kelamaan, yaudah gue aja yang simpenin nomor lo di HP nya dia. Lagian gue kan udah nikah, ngapain juga gue minta nomor cewek lagi, haha." Kata Kak Kevin.

Jujur saja aku tidak menyangka bahwa Kak Kevin berencana menaruh nomornya Kak Ben. Tapi walaupun begitu, aku jadi senang, karena aku sekarang bisa dapat teman baru.

"Maaf ya Lyr, itu nomor aku." Kata Kak Ben malu.

"Iya Kak, Lyra save ya nomornya Kak Ben." Jawabku tersenyum.

Sampai akhir makan kami, aku terus tersenyum. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa senangku. Ini adalah sesuatu yang baru muncul dalam hidupku.

Setelah kehidupan SMAku yang menyakitkan. Aku menjadi terlalu sibuk mengurusi kafe keluarga. Hingga tak memiliki teman selain Angga. Tapi sekarang aku bisa mendapat hari yang cerah. Semoga saja.

【Sapa-sapa dari Author】

Assalammualaikum WR. WB

Salam sejahtera untuk kita semuanya

Hy semuanya !

Apa kabar ?

Sebenarnya aku bingung harus memulainya darimana.

Tapi disini aku cuman mau minta maaf. Karena sudah terlalu lama aku tidak up. Aku memang belum menjadi penulis yang handal. Aku masih perlu banyak belajar. Aku menyadarinya ketika aku mulai kehilangan ide untuk menulis. Maafkan aku.

Selain kehilangan ide, aku juga harus mengurus beberapa urusan duniawi. Seperti mengurus wisuda onlineku, mengurus pengambilan ijazah yang harus diwakilkan, menjadi panitia di pernikahan abang sendiri hingga mencari pekerjaan karena aku seorang fresh graduate.

Terlalu banyak kendala yang aku hadapi kemarin. Tapi telah berlalu, untuk kedepannya aku akan terus berusaha untuk kembali ke rutinitas menulisku. Terimakasih untuk tetap support ceritaku.

Salam.

Fay Rizky

(Author Hujan Dalam Kereta dan My Mistake Wedding)

1
Martina Alfarizqi
17 like
Muhammad Iskandar Zulkarnain😎
Done ya Author
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Martina Alfarizqi
semangat
ѕмιℓєєꔛ
udah ku like semua karya kaka😊 semangat terus up ny
Teteh Marra Shealmar'atusholihat
aku udah jatuh hati sama Angga
🍬🧀Kara
Boom 10 likee😍😍
Yukk lanjutt
Semangatt update ya kak 😍🤗🤗

Salam -The cat prince
Mampir Yukk, mari saling dukung^^
Martina Alfarizqi
semangat
Catatan Okyk Dan Dwi
sakitnya apa sih thor, papanya lyra
Catatan Okyk Dan Dwi
lyra kelamaan sih mikirnya
𝓢𝓐𝓓🌷 •ʂʍ♏°amaliyaᶠᵃᵐN∅L☂
semangat ka
☘️SuZaan
Slm dr "CINTAKU KEMBALI"

👍👍👍
Martina Alfarizqi
semangat up
Martina Alfarizqi
semangat
Ummi Nafisya Ummi Nafisya
Thor tp aku suka nya lyra sama Angga..
mamzolla
semangat ya
Martina Alfarizqi
semangat up.
Martina Alfarizqi
semangat up
mamzolla
lanjuuttttt👍
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!