Indonesia
NovelToon NovelToon
Skenario Cinta Sang CEO

Skenario Cinta Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Traay

​"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."

​Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.

​Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.

​Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam trauma

Malam semakin larut hingga bulan sudah bulat sempurna. Keenan dan keluarganya sudah meninggalkan Rumah Nayshi, kini Rumah ini menyisakan kedua orang tua Nayshi yang sudah berada di kamarnya sendiri dan Nadia yang menemani Nayshi malam ini.

Didalam Kamar Nayshi tengah mengompres bibir Nadia dengan es batu. "Nad, maaf yaa... karena Gue Lu jadi lebam begini, "

"Dih, ngapain minta maaf? Lagian Gua juga udah lama ga salam olahraga, yaa dengan ini Gue bisa ngerasain lagi. " sahut Nadia dengan mengambil alih kain kompres itu dari tangan Nayshi.

"Tapi, Nay. Gue akuin Calon mertua sama Bokap Lu tuh kompak banget, Gue berasa lagi menjalankan misi rahasia yang sangat besar! " lanjut Nadia mencairkan suasana.

Nayshi hanya tersenyum tipis, dan bayangan kejadian tadi seketika hadir kembali. "Gue ga nyangka Nad, Kesya sama Irsyad bisa melakukan hal sekejam itu. Apalagi Irsyad hampir mau melecehkan Gue, untungnya Keenan muncul tepat waktu kalo engga-"

Nadia melihat raut wajah Nayshi berubah drastis menjadi sedih dan takut, Ia langsung merangkul bahu Nayshi erat.

"Kalo engga, si Irsyad bukan cuman bonyok tapi langsung dikirim ke malaikat maut." potong Nadia tegas berusaha memenagkan. "Lagian juga hal itu ga akan pernah terjadi dalam hidup Lu, Pak Keenan itu bukan hanya siap mencintai Lu tapi juga menjaga Lu, dan paling penting Gue juga akan selalu jadi garda terdepan buat Lu, " Lanjut Nadia lalu Ia memeluk Nayshi dengan sangat hangat.

"One day Lu punya masalah, Gue juga akan jadi garda terdepan buat Lu. " sahut Nayshi membalas pelukan Nadia dengan senyum bangga dibibirnya.

perlahan Mereka melepas pelukan itu. "Nay. Lu nyangka ga sih, Pak Keenan bener-bener ngomong itu sekarang? " tanya Nadia dengan menaik turunkan satu alisnya.

Pipi Nayshi seketika merona merah, Ia tersenyum malu. "hmm... ga nyangka, Gue pikir kejadian yang keos ini akan bikin Dia lupa, atau nunda untuk bicara, "

"Kayaknya Dia ga akan pernah lupa tentang Lu, dalam keadaan seberantakan apapun Lu tetep prioritas utama. " goda Nadia membuat Nayshi kembali senyum-senyum malu dan raut wajah takut serta sedih sudah terganti.

"Nay. Gue minjem baju dong, baju Gue udah kucel bet, "pinta Nadia sambil mengendus bau badannya sendiri.

"Tuh ambil aja di lemari, pilih yang Lu suka. " sahut Nayshi lembut.

Namun, saat Nadia berjalan menuju lemari pakaian, tiba-tiba mati lampu.

CTAK!

Suara MCB mati mendadak dari arah luar, disusul kegelapan gulita yang seketika menutupi ruang kamarm

"yah mati! " keluh Nadia Ia langsung gercep menyalakan senter untuk mengambil baju, namun langkah tangannya terhenti mendengar suara Nayshi.

"Na-Nadia!? " panggil Nayshi dengan suara gemetar dan meraba-raba udara kosong didepannya.

Kegelapan yang mendadak itu seketika menarik paksa keadaan Nayshi kedalam gedung tua, kilas balik bayangan Irsyad yang mau melecehkan dirinya kembali menghantam kepala Nayshi membuat tubuhnya gemetar hebat.

"JANGAN SENTUH GUE! LEPASIN GUE! " teriak Nayshi histeris.

Nadia dengan mengarahkan senter ponselnya menuju posisi Nayshi. Nadia melihat Nayshi sudah duduk lemas dibawah tempat tidur dengan lutut yang menekuk dan tangan menutupi kuping serta mata yang terpejam erat.

"Nay! Ini Gue! Lu udah dikamar, Lu sekarang sudah aman,Nay! " seru Nadia dengan memeluk tubuh Nayshi yang gemetar seraya terus mengusap rambutnya penuh kepanikan.

CEKLEK!

Pintu kamar mendadak terdorong terbuka. Nayshi yang terjebak dalam pusaran trauma nya tak bisa mendengar jeritan Nadia maupun pintu yang terbuka.

"KENAPA KALIAN JAHAT?! LEPASIN GUE! " teriak Nayshi makin histeris dengan air mata mengalir deras.

"Sayang! Ini Mamah Nak.., Kamu sudah aman. Ini di Rumah, ini mati lampu biasa, " ucap Mamah mengusap tangan putrinya yang sedang dipeluk oleh Nadia.

Nadia melonggarkan pelukannya, lalu memegang kedua pipi Nayshi agar sahabatnya itu terfokus padanya. "Nay, sadar Nay! ini Gue Nadia! Orang tua Lu juga disini! " panggil Nadia parau dengan air mata yang mengalir deras karena tak tega melihat sahabatnya jadi seperti ini.

"Nayshi, Sayang.... Tenang yaa, Nak. Sebentar lagi nyala kok lampunya, " tambah Papah ikut berlutut. Pria itu mengusap kepala putrinya, Ia berusaha menyadarkan Nayshi bahwa ancaman itu sudah berlalua dan Ia sudah berada pada lingkup yang aman.

Saat bayangan itu sampai di puncaknya, Ia terkikis oleh sentuhan hangat dari orang sekitarnya, tangan Mamah yang menggenggam erat, usapan lembut Papah di kepalanya dan usapan Nadia di pipinya. Sentuhan-sentuhan itu membuat Nayshi tertarik kembali ke realita.

"N-Nad? Mamah, Papah?" bisik Nayshi dengan mata yang perlahan terbuka dalam keremangan, menangkap wajah Nadia dan kedua Orang tuanya yang basah oleh air mata.

"Iya, Sayang. Kamu dirumah, kamu sudah aman. " bisik Mamah lembut dengan mencium kening Nayshi yang basah karena keringat dingin.

Nadia bernafas lega setengah mati, Ia menyapu air matanya lalu tersenyum melihat sahabatnya. "Gue bilang juga apa, Nay. Ga ada yang biarin Lu sendiri, "

Nadia menggeser tubuhnya, membiarkan Nayshi memeluk kedua Orang tuanya. Sensasi sesak di dada Nayshi perlahan menghilang, berganti rasa tenang yang membelai jiwa.

CETAK!

Lampu menyala, menyinari kembali ruangan yang sempat gelap dan menarik trauma Nayshi tadi.

Papah membantu Putrinya untuk berdiri perlahan dan duduk diatas kasur, Mama merapihkan rambut Nayshi yang berantakan dan Nadia membawakan segelas air hangat yang Ia ambil dari dapur.

"Maaf yaaa, Nayshi bikin kalian kaget, " ucap Nayshi penuh penyesalan dan perlahan menyesap air hangat yang kini berada di tangannya.

Papah mengusap bahu putrinya dengan hangat dan penuh kelembutan. "Ga perlu minta maaf atas rasa trauma Mu, Nak. Sekarang Kamu istirahat, besok hari baru jadi ga ada yang perlu Kamu takuti lagi. "

Setelah memastikan Nayshi benar-benar tenang, Papah dan Mamah pamit untuk kembali ke mereka. Nadia pun menyelimuti sahabatnya dengan penuh kelembutan.

"Tidur ya, Nay. Gue mau ganti baju dulu, nanti kasur Lu bau, " bisik Nadia membuat Nayshi terkekeh kecil.

"Iyaa, tapi jangan lama-lama, " pinta Nayshi dengan Poppy eye.

Nadia pun mengganti baju milik Nayshi. setelah beberapa saat Ia pun sudah mengganti bajunya. "Kan cepet, " ucapnya sambil berjalan menuju tempat tidur.

"Yok, sekarang kita tidur. Besok hari baru ga ada yang perlu ditakutin dan kalo Lu takut Lu harus bayangin betapa gentleman-nya calon suami Lu. " lanjut Nadia berusaha menghibur dan menyelimuti dirinya sendiri.

Nayshi dengan senyum manisnya yang malu-malu, lama kelamaan matanya terpejam. Di kamar kini terang benderang dan penuh kehangatan, Ia bernafas lega. Nayshi tahu kejadian hari ini adalah kejadian pertama dan terakhir, karena Ia akan selalu dijaga oleh orang-orang sekitarnya.

1
Rahman Hayati
baru juga di kenalin ke ortu udh ada aja bibit bibit pelakor
Traay: biar ga flat ceritanya hehehehe
total 1 replies
Rahman Hayati
aduh makin suka deh sama cerita nya kasih 🌹 ya
Rahman Hayati
baru mampir di awal yg menarik moga kelanjutan nya makin menarik lagi
Traay: terimakasih kakak sudah mampir🙏 dan semoga semakin suka yaa
total 1 replies
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😊
Traay: Terimakasih 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!