Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Sementara itu di istana Mudan, Li Yuexin juga masih tidak tenang dengan apa yang baru saja terjadi. Dia sudah banyak menghina Bai Ningyuan. Bahkan ayahnya yang telah memberikan dukungan pada perdana menteri Su, supaya keluarga Bai sama sekali tidak mendapatkan gelar kehormatan apapun. Karena kelalaian mereka kehilangan 3 kota kekuasaan itu.
Dan sekarang Bai Ningyuan jadi selir paling tinggi pangkatnya. Dia tentu saja sangat khawatir.
"Nyonya!"
Li Yuexin segera berbalik, mendengar suara pelayan yang tadi dia suruh pergi mengintai ke istana Permaisuri untuk mengetahui, langkah apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh Su Qingyue.
"Bagaimana? apa yang wanita itu lakukan?" tanya Li Yuexin penasaran.
Karena dia sudah cukup lama mengenal sosok Su Qingyue. Wanita itu menurut Li Yuexin adalah wanita yang paling arogan, egois dan mau menang sendiri. Wanita yang paling licin yang pernah dia kenal di kerajaan Huaming ini.
Li Yuexin yakin sekali, kalau Su Qingyue seharusnya tidak membiarkan Bai Ningyuan melenggang seenaknya di posisinya saat ini.
Pelayan yang tampak tersengal-sengal sambil mengatur nafas, karena memang dia berlari dari istana permaisuri ke istana Mudan ini. Segera mengangkat kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari majikannya yang memang sangat tidak sabaran itu.
"Nyonya, tadi hamba melihat ada pelayan yang pergi dengan sangat terburu-buru. Dia pergi ke pengawal berkuda, dan tak lama setelah itu. Hamba melihat perdana menteri datang ke istana permaisuri!" jawab pelayan itu.
Li Yuexin mendengus pelan.
"Dia lagi-lagi mengandalkan ayahnya! tapi biarlah! yang penting dia bertindak. Bai Ningyuan itu membuatku tidak tenang. Kenapa dia bisa mendapatkan semua penghormatan itu, dia beruntung sekali! padahal keluarganya sudah habis. Ck, kenapa dia bisa begitu dicintai oleh kaisar?" gumam Li Yuexin yang juga merasa sangat heran.
Dan lagi-lagi, pelayan di sisi selir itu yang memang suka pada menjilatt majikan mereka. Tidak berpikir rasional dan hanya mengandalkan telinga mereka yang mendengar gosip disana sini, mulai memikirkan satu hal yang lebih tidak masuk akal dibandingkan dengan usulan dari pengawasan Qao Biyue.
"Nyonya, nyonya benar. Kenapa kaisar begitu perhatian pada selir mulia Zhao, dibanding dengan permaisuri? jelas-jelas permaisuri adalah wanita yang statusnya paking tinggi di istana Harem ini. Dan permaisuri, keluarganya juga adalah keluarga yang paling berpengaruh bukan di seluruh kerajaan Huaming!"
"Aku juga barusan bilang begitu kan?" kata Li Yuexin.
"Nyonya, aku pernah mendengar. Kalau di sebuah daerah dekat perbatasan ada yang namanya suku Miao. Suku ini adalah suku yang memiliki ilmu sihir. Macam-macam ilmu sihir mereka, nyonya. Ada yang bisa menyembuhkan penyakit parah, yang tidak bisa ditangani oleh tabib manapun. Tapi, Nyonya... ada juga yang bisa menyihir seseorang menjadi cinta mati pada seseorang itu!" cerita pelayan itu pada Li Yuexin.
Li Yuexin sebenarnya adalah wanita dari kalangan terpelajar. Rasanya dia tidak mudah percaya dengan semua yang dikatakan oleh pelayan nya itu. Apalagi pelayannya itu berasal dari desa, tidak berpendidikan pula. Kalau dia percaya, bukankah dia lebih bodohh dari pelayannya itu.
"Apa kamu sedang bercanda? mana ada hal seperti itu? kalau ada ilmu sihir, perang tidak perlu pakai senjata, tidak perlu belajar ilmu beladiri!" ujar Li Yuexin yang sama artinya dengan menolak usulan dari pelayannya itu.
Pelayan Li , langsung bungkam. Kalau memang tidak percaya mau bagaimana lagi?
"Aku hanya sering mendengarnya, nyonya..."
"Jangan dengarkan hal seperti itu lagi! dengarkan saja sesuatu yang masuk akal. Lagipula, kamu juga harus tahu. Di kerajaan ini melarang adanya sihir dan semacamnya. Bisa di hukum matii sampai tujuh keturunan. Jangan bicara sembarangan juga. Kamu adalah pelayan istana Mudan, orang-orang disini semua harus masuk akal!" kata Li Yuexin yang memang berasal dari golongan terpelajar dari para bangsawan.
"Baik nyonya!"
**
Di istana Hehua, Song Wanqing malah sejak tadi terus duduk sambil mengingat semua rentetan kejadian hari ini. Dia berusaha menjadi orang pintar. Dia berusaha untuk mencerna dengan baik situasinya.
Dia ingat kata Li Yuexin yang mengatakan, kemungkinan ada yang diam-diam berkhianat dan membela Bai Ningyuan. Tapi siapa orangnya? Song Wanqing masih memikirkan hal ini dengan baik.
"Kata Lin Ruoxue, tidak mungkin orang itu adalah Qao Biyue. Tapi kenapa aku merasa kalau kemungkinan paling besar justru si miskin itu ya? dia itu tidak punya pegangan di istana Harem ini. Harusnya sih, memang dia!" gumam Song Wanqing yang bicara sambil menganalisa sendiri.
Tapi setelah dia berpikir ulang, ada yang tidak masuk akal memang. Kalau memang kaisar datang ke istana Juhua, kenapa Qao Biyue sama sekali tidak mendapatkan gelar?
"Haih, ini semakin aneh!" gumamnya lagi.
"Nyonya, ini tehnya!" kata pelayan pribadi Song Wanqing.
"Heh, Wei Wei. Hari ini kamu dengar gosip dari para pelayan di seluruh istana Harem belum?" tanya Song Wanqing.
"Kenapa nyonya tiba-tiba bertanya seperti itu? biasanya nyonya melarang ku mendengarkan gosip-gosip mereka!" kata Wei Wei.
Song Wanqing segara berdecak pelan.
"Heh, itu kan dulu. Sekarang pergilah. Cari gosip paling terkini tentang kunjungan kaisar ke istana Juhua. Cepat, cepat!"
"Baik nyonya!"
**
Di istana Guihua sendiri, Bai Ningyuan dan Lin'er sudah sampai di depan pintu gerbang. Istana yang begitu besar, hanya melihat dari luar gerbang saja. Istana kekaisaran sudah terlihat, hanya berjarak kurang dari 200 meteran saja.
"Nyonya... semua barang-barang di dalam sudah lengkap. Bahkan lemari pakaian sudah penuh dengan jubah dan kain sutra yang sangat indah!"
Lin'er melapor keadaan di dalam istana karena dia tadi lebih dulu masuk ke dalam dan memeriksa semuanya.
"Bagus! kita masuk dan istirahat. Mungkin sebentar lagi akan ada yang mengamuk pada kita" kata Bai Ningyuan.
Wanita itu seperti memiliki firasat, yang dia sendiri yakin memang makan terjadi. Hari ini dia sudah membuat Su Qingyue marah dan mengamuk. Mustahil wanita itu tidak melakukan perlawanan, atau merencanakan sesuatu yang akan menyulitkan Bai Ningyuan.
Tapi baru juga mau masuk ke istana Guihua. Seorang pengawal dari kediaman jenderal Bai tampak berlari dengan keringat yang membasahi pakaiannya.
"Nyonya, nyonya...."
Bai Ningyuan segera berbalik dan menghampiri pengawal itu.
"Ada apa?" hanya Bai Ningyuan dengan raut wajah khawatir. Karena pengawal itu juga datang dengan keadaan panik.
Nafasnya tersengal-sengal, pakaian nya benar-benar basah karena keringat.
"Nyonya... nyonya pertama mau melahirkan, tapi di ibukota tak ada satu pun tabib dari rumah sakit yang sudi membantunya. Tolong nyonya..."
Deg
Bagaimana mungkin? bagaimana mungkin tidak ada satu pun tabib?
***
Bersambung...
Permaisuri udah capek² cari perhatian pun, masih juga di abaikan.. 🤭
Dia tak tahu, bahkan jika dia berhasil tidur dengan kaisar, Permaisuri tak akan punya keturunan..
👧🏻 :"Ape abang.. Ingat ya, dedek selir mulia.. "
🧔🏻 :"Abang mencintaimu Ning'er.. "🤤
👧🏻 :" Dihh.. Lap dulu tuh ilerrr woyy.. "🫢
Agar tak ada yg mempersulit mu untuk datang & pergi..
Kena kan dikit tuh pedang ke lehernya, biar cacat tuh kulit nya Permaisuri Su.. 🤭
kelakuanmu aja macam a Su , Bai terus yang kau salahkan dan jadi pelampiasan 😔
boleh tanya gak sama teman teman disini, aku kan baca neh, tapi aku gak bisa nge like cerita ( dan ada tulisan akun aku di blokir) itu kenapa ya.. padahal aku gak pernah ngelapor atau ngeblok loh tapi ko aku gak bisa koment itu cerita.. padahal bagus loh cerita dia.. selama ini aku baca baik baik aja.. ko di dia aku d blok ya.. sedih..
makasih teman semua udah dengerin curhatku...
semangat kaka othor nulisnya😍😍😍😍
Kenapa hanya Kaisar yg kau buat mandul..?
Andai saja jika kau ingin menaburkan racun di sumur kediaman Perdana Menteri itu, aku bisa membantu mu selir Bai.. 🤧
Termasuk tabib², tujuan nya untuk mempersulit Bai Ningyuan sebagai selir istimewa..
Begitulah intrik yg terjadi di dalam kehidupan dunia kerajaan..