Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
Keheningan malam di dalam vila tersembunyi itu pecah oleh rintihan halus seorang pria yang memenuhi sudut ruangan. Malam ini menjadi momen pertama yang teramat sakral bagi Keanu, begitu pula bagi Bunga.
Di balik kepasrahan dan keputusannya malam ini, terbukti sudah kebenaran ucapan almarhum Azka dahulu. Selama satu tahun usia pernikahan mereka, Azka sama sekali tak pernah menyentuh Bunga. Azka yang begitu mencintai Bunga tahu bahwa waktunya di dunia takkan lama, dan ia tak ingin merenggut masa depan wanita yang amat dikasihinya itu. Meski Bunga menyandang status sebagai seorang janda, kesucian dirinya tetap terjaga utuh, hingga malam ini, Bunga dengan penuh kerelaan menyerahkan seluruh jiwa dan raganya kepada Keanu, suaminya yang sah.
Sentuhan awal yang begitu lembut perlahan berganti menjadi ritme yang kian berpacu, membawa kehangatan yang semakin membakar ketenangan malam. Tubuh keduanya menegang hebat dalam cengkeraman gair4h dan keintim4n yang menyatu sempurna. Bunga yang tak bisa mengeluarkan suara, hanya sanggup menggigit bibir bawahnya rapat-rapat, memejamkan matanya seraya menikmati sensasi luar biasa yang belum pernah dirasakannya seumur hidupnya.
"Sayang... akh... aku mau keluar!" racau Keanu dengan suara serak yang memburu saat kesadarannya telah berada tepat di ambang batas.
Puncaknya tiba ketika pelepasan dahsyat menyatu di antara mereka berdua. Bunga terhenyak, merasakan sensasi meletup yang membawanya seolah melayang tinggi di awang-awang.
Di atas seprai putih yang membentang, tampak setitik noda merah, sebuah bukti abadi bahwa Bunga benar-benar masih suci, dan Keanu adalah pria pertama yang berhasil merenggutnya.
Keheningan kembali menyelimuti kamar saat deru napas keduanya perlahan mulai teratur. Peluh hangat masih membasahi pelipisnya Bunga, sementara kedua pipinya merona merah padam di bawah temaram lampu. Keanu mendekatkan wajahnya, lalu mengecup keningnya Bunga dengan penuh kehangatan dan rasa syukur yang mendalam.
"Terima kasih, Sayang... Pasti kau sangat kelelahan setelah melayaniku?" bisik Keanu lembut, menatap lekat wanita yang kini sepenuhnya telah menjadi miliknya.
Bunga tak sanggup menjawab lewat kata. Dengan rasa malu yang masih membumbung tinggi namun dipenuhi kebahagiaan luar biasa, ia mengangguk pelan lalu melingkarkan kedua tangannya, memeluk erat tubuh tegap Keanu.
"Terima kasih juga, Kak Keanu... Aku benar-benar sudah menjadi istrimu yang seutuhnya," batin Bunga dengan senyum lega yang terkembang indah di dalam dekapan suaminya.
*
*
Keesokan harinya, saat Bunga terbangun dari tempat tidur, ia mencium aroma makanan yang sangat menggugah seleranya. Saat kedua kelopak matanya terbuka, ia terkejut saat melihat suaminya sudah rapi mengenakan kemeja putih santai berbahan katun dan celana pendek selutut berwarna cream.
"Selamat pagi, Istriku..." sapa Keanu dengan senyuman yang sangat menawan.
Sapaan itu seketika membuat Bunga menarik selimut dan menutup seluruh wajahnya. Ia benar-benar merasa malu, apalagi saat ingatan tentang kejadian semalam yang begitu menggairahkan mendadak berputar kembali di kepalanya.
Keanu melangkah mendekat lalu duduk di sisi ranjang. Dengan lembut, jemarinya perlahan menurunkan selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.
"Sayang, kamu kenapa? Kok terlihat malu begitu, sih? Gak usah ditutup begitu, aku sudah tahu setiap lekukan tubuhmu," goda Keanu sengaja memancing reaksi Bunga.
Bunga akhirnya menurunkan selimut tersebut dan memperlihatkan wajah cantiknya yang sudah bersemu merah padam. Keanu menatap dalam ke dalam bola matanya Bunga, lalu menyunggingkan senyum tulus.
"I love you, Bunga," ucap Keanu lembut.
Bunga tersenyum tak percaya mendengar pengakuan itu. Rasanya melambung tinggi di dadanya membuat ia refleks kembali menutup wajahnya dengan selimut.
Keanu terkekeh gemas. "Ish... kau itu sangat menggemaskan! Ayo kita sarapan dulu. Kalau kau masih seperti ini, jangan salahkan aku jika pagi ini aku akan memakan mu lagi seperti semalam!"
Mendengar gertakan menggoda dari suaminya, Bunga seketika panik. Dengan cekatan, ia bergegas bangkit dan melilitkan selimut tebal ke seluruh tubuhnya, lalu berlari kecil menuju kamar mandi.
Keanu yang menyaksikan tingkah lucu dan menggemaskan dari istrinya tak sanggup menahan tawa. Tawa renyahnya membahana mengisi seluruh sudut kamar.
"Ya ampun, Bunga... Kau itu sangat menggemaskan, rasanya aku ingin memakan mu setiap saat!" gumam Keanu dengan perasaan bahagia yang membuncah.
Setelah kepergian Bunga ke dalam kamar mandi, pandangan Keanu perlahan beralih ke atas seprai putih kasur mereka. Di sana, terdapat beberapa bercak noda darah sisa pergulat4n int1m mereka semalam.
"Pantas saja semalam punyamu sangat sempit... Aku adalah pria pertama yang telah merenggut kesucianmu, dan aku sangat bangga akan hal itu," batin Keanu penuh kepuasan dan rasa syukur yang amat mendalam.
Selesai memandangi noda merah di seprai dengan senyum puas, Keanu beranjak merapikan meja makan kecil di ruang tengah vila. Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka perlahan. Bunga keluar dengan langkah sedikit canggung, mengenakan gaun terusan kasual berwarna biru muda dan hijab senada yang membingkai wajah ayunya. Pipinya masih menyisakan rona kemerahan yang begitu manis.
Keanu yang melihat istrinya keluar langsung melangkah menghampiri. Tanpa sepatah kata pun, ia menyambar tubuh mungil Bunga dan menggendongnya secara bridal style.
"K...Kak Keanu...!" gerakan bibir tanpa suara dan tatapan matanya Bunga membelalak kaget, secara refleks melingkarkan kedua tangannya di leher Keanu.
Keanu terkekeh pelan seraya mengecup singkat ujung hidungnya Bunga. "Langkahmu masih canggung, Sayang. Aku tahu kamu pasti masih merasa pegal karena ulahku semalam. Jadi, biarkan suamimu ini yang melayani mu pagi ini."
Ia mendudukkan Bunga dengan sangat hati-hati di kursi makan, lalu mengambilkan porsi sarapan nasi dagang khas Belitung beserta teh hangat untuk istrinya. Bunga menunduk, berusaha menyembunyikan senyum bahagia yang mekar di bibirnya. Perhatian kecil Keanu membuat dadanya berdesir hangat.
Mereka menikmati sarapan dengan suasana yang jauh lebih hangat dan int1m dibandingkan hari sebelumnya. Setiap kali mata mereka bertaut, Keanu tak ragu melempar senyuman menggodanya, membuat Bunga berkali-kali memalingkan wajah karena malu.
*
*
Sementara itu, di sebuah kantor tersembunyi di kawasan Jakarta Pusat.
Adrian berdiri di hadapan jendela besar, memegang ponsel yang baru saja memutuskan sambungan dengan tim keamanan pribadi Alexander di Belitung. Di belakangnya, Detektif Jordan sibuk memeriksa berkas-berkas lamaran kerja dan jejak digital karyawan internal perusahaan.
"Pengawal di Belitung mengonfirmasi bahwa penyerang semalam menggunakan senjata kelas militer yang biasa dipakai oleh kelompok tentara bayaran swasta," ujar Adrian dengan nada suara berat. "Orang ini benar-benar tidak main-main. Dia berniat melenyapkan Tuan Keanu dan Nyonya Bunga secara permanen."
Jordan meletakkan pena di atas meja, lalu menyandarkan punggungnya. Matanya menatap tajam ke papan analisis di dinding yang menghubungkan foto-foto petinggi perusahaan dengan Riki Sanjaya, ayah Bunga.
"Si 'monster' ini panik karena tahu kita sudah semakin dekat dengan perusahaannya di Singapura," sahut Jordan dingin. "Dia menggunakan penyerangan di Belitung sebagai alibi untuk mengalihkan perhatian kita. Tapi dia lupa... Semakin sering dia bergerak, semakin banyak jejak yang dia tinggalkan."
"Lalu apa langkah kita selanjutnya, Jordan? Tuan Keanu memerintahkan kita menahan diri, tapi kita tidak bisa diam saja sementara keselamatan mereka di belitung menjadi taruhan!" desak Adrian cemas.
Jordan berdiri, melangkah mendekati papan analisis lalu menarik salah satu foto yang selama ini tersembunyi di balik dokumen rahasia.
"Kita tidak akan melakukan pergerakan terbuka," tegas Jordan. "Kita akan menyerang jantung finansialnya secara senyap. Begitu Keanu dan Bunga kembali dari Belitung lusa nanti, kita sudah punya bukti otentik untuk memenjarakan sang 'monster' beserta seluruh kroninya di lingkaran dalam Alexander."
Adrian menatap foto di tangan Jordan dengan mata membelalak. "Ternyata sosok itu... benar-benar dia?"
Jordan mengangguk kaku. "Ya. Dan sekarang, giliran kita yang akan menjebaknya masuk ke dalam perangkap."
Bersambung...
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
aq padamu pokokny😉😉😉
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
tegang aku bacanya
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander