Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Serangkai

“Kamu bisa?” tanya Saka lagi.

“Bisa, Mas. Sebentar, aku pamit dulu sama Tantri.”

Ayura bangkit dari duduknya lalu masuk ke dalam. Tak lama kemudian dia keluar sambil membawa tasnya. “Ayo, Mas. Tapi harus ke rumah dulu. Ceknya aku simpan di rumah.”

“Ayo.” Saka menarik tangan Ayura membuat gadis itu terkejut. Namun wanita itu tidak melepaskan pegangan tangan saka.

Tak lebih dari lima menit, mereka sudah sampai di depan rumah kontrakan Ayura. Wanita itu bergegas keluar.

Beberapa saat kemudian dia keluar dan kembali ke mobil. Saka kembali melajukan kendaraannya menuju bank untuk mencairkan cek tersebut.

Begitu memasuki bank, cukup banyak nasabah yang mengantri. Saka segera mengambil antrian lalu duduk menunggu sampai nomor antrian tiba.

Setelah menunggu hampir empat puluh menit, giliran Ayura tiba. Saka menemani wanita itu menuju teller.

Ayura menyerahkan cek beserta kartu identitasnya. “Saya mau mencairkan cek ini dan dananya langsung ditransfer ke rekening saya, ya.”

Teller tersebut mengangguk. Dia sedikit terkejut melihat nominal yang tertera di dalam cek. Petugas teller itu melihat Ayura.

“Baik, Bu. Tapi untuk pencairan sebesar ini, kami perlu melakukan beberapa verifikasi terlebih dahulu dan memakan waktu lebih lama. Ibu tidak perlu menunggu di sini. Setelah proses selesai, dana akan kami kreditkan ke rekening Ibu.”

“Baik, terima kasih.”

“Sama-sama. Ada lagi yang bisa saya bantu?”

“Tidak,” jawab Ayura cepat. Sang teller menangkupkan kedua tangannya sambil melemparkan senyuman.

“Kira-kira berapa lama masuk dananya?” tanya Ayura kepada Saka. Wanita itu belum pernah mencairkan cek sebelumnya.

“Karena rekeningmu masih di bank yang sama, prosesnya mungkin memakan waktu dua sampai tiga jam.”

“Dari mana kamu tahu soal itu?”

“Eh … aku pernah menemani atasan mencairkan uang untuk keperluan operasional di kantor,” jawab Saka sekenanya.

Ayura hanya mengangguk dan mempercayai perkataan pria itu.

Sesampainya di tempat parkir, Saka bergegas membukakan pintu. Dia akan mengantarkan Ayura kembali ke toko.

Setelah mengantarkan Ayura ke toko, Saka segera kembali ke pool. Tadi dia langsung pergi begitu saja. Pasti Dirga terkejut ditinggal begitu saja.

Saka menghentikan kendaraannya saat lampu lalu lintas berubah merah. Pada saat yang bersamaan ponselnya berdering. Melihat nama pemanggil adalah Dirga, pria itu segera menjawab panggilan. “Halo.”

“Kamu di mana, Ar?” tanya Dirga dari seberang.

“Aku lagi di jalan. Kamu di mana? Ada yang mau kubicarakan.”

“Aku juga lagi di jalan. Kita ketemu di Ngopi Yuk aja.”

“Oke. Aku langsung ke sana.”

Setelah panggilan dengan Dirga berakhir, Saka menghubungi Firlan. Dia membutuhkan bantuan pria itu untuk melacak keberadaan Bani. Agar kakaknya bebas dari tuduhan, dia harus menemukan Bani.

Perjalanan menuju kedai kopi Ngopi Yuk terbilang lancar. Saka bisa dengan cepat tiba di sana.

Karena tiba lebih dulu, Saka berinisiatif memesan minuman dan camilan untuknya dan dua temannya. Dia menunggu Dirga dan Firlan di bagian depan kedai.

Lima menit kemudian Dirga tiba, dan tak lama kemudian Firlan juga sampai. Keduanya langsung menuju meja di mana Saka berada.

“Kamu tadi ke mana? Tiba-tiba pergi begitu aja?” tanya Dirga begitu duduk di tempatnya.

“Ada yang harus aku urus dulu.”

“Ada apa? Apa kamu mendapat penglihatan lagi?” kali ini Firlan yang bertanya.

“Aku mau minta tolong. Apa kamu bisa melacak seseorang?” tanya Saka.

“Namanya Bani Firdaus. Dia staf keuangan di Adiguna Grup. Dia menghilang setelah kasus penggelapan pajak perusahaan itu mencuat. Aku mencari tahu tentang dia dan ternyata dia kabur ke sini. Dia menginap di hotel Damai.”

“Jadi tadi kamu memaksakan masuk ke penglihatan sampai mimisan karena kamu mencari tahu soal Adiguna Grup?” tanya Dirga.

“Iya. Aku penasaran pas baca beritanya.”

“Bani ini posisinya seperti apa dalam penglihatanmu?” tanya Firlan.

“Dia yang memegang rahasia penggelapan dana pajak itu. Memang ada kasus penggelapan pajak, tapi jumlahnya tidak seperti yang diberitakan di media. Dan pelakunya bukan CEO Adiguna Grup, tapi ada orang lain di baliknya. Orang yang berambisi mendapatkan perusahaan itu.”

“Kalau begitu masalah penggelapan pajak ini termasuk konflik internal perusahaan. Kamu hanya orang luar, bahkan tidak punya hubungan dengan perusahaan itu. Untuk apa kamu bersusah payah mencari pria bernama Bani ini?”

Karena ingin membantu kakaknya dan mencegah perusahaan jatuh ke tangan Baskara, membuat Saka lupa bahwa Firlan adalah seorang penyidik.

Kepala pria itu akan dipenuhi berbagai kecurigaan jika dia tiba-tiba menceburkan diri dalam masalah perebutan kekuasaan di Adiguna Grup.

Mendengar pertanyaan Firlan, Dirga mulai berpikiran sama. Kenapa tiba-tiba temannya ini peduli dengan masalah di Adiguna Grup.

“Seingatku kamu nggak kenal dengan keluarga Adiguna. Kenapa tiba-tiba kamu merasa harus ikut campur?” tanya Dirga curiga.

Saka terdiam sejenak. Dia harus mencari alasan yang masuk akal agar dua orang di dekatnya ini percaya. Kemudian dia teringat akan Ayura.

“Semua karena Ayura.”

“Ayura?” tanya Firlan. Kening pria itu berkerut. Nama itu terdengar asing di telinganya. “Siapa Ayura?”

“Ayura itu kecengannya Saka,” jawab Dirga.

“Lalu apa hubungannya Ayura dengan Adiguna Grup?” tanya Firlan bingung. Dia masih belum menemukan benang merah dari persoalan ini.

“Jadi begini, Ayura dulu pacar Saka Pradipta Adiguna, anak bungsu Wisnu Chandra Adiguna, pemilik Adiguna Grup. Dia bilang mau membantu, tapi tidak tahu caranya. Bagaimanapun juga perusahaan itu milik keluarga pacarnya.”

Saka terpaksa menggunakan alasan itu agar Firlan dan Dirga percaya.

“Tapi bukannya Saka udah meninggal dalam kecelakaan sekitar dua bulan lalu? Aku ingat betul karena waktu kecelakaannya bersamaan denganmu,” ujar Dirga.

“Hubungan Ayura dan Ibu Saka cukup dekat. Jadi, mungkin dia merasa harus membantu masalah yang menimpa kakak Saka.”

“Jadi karena Ayura, kamu rela masuk ke penglihatan sampai mimisan?” tanya Dirga kesal.

Saka mengangguk pelan. Tidak masalah jika Dirga atau Firlan menganggapnya pria bodoh atau bucin. Yang penting mereka percaya dan mau membantunya.

“Susah emang kalau cinta sudah melekat, tai kebo pun terasa seperti coklat,” ujar Dirga setengah menyindir.

“Oke, jadi kamu mau menemukan Bani Firdaus?” tanya Firlan mengembalikan pembicaraan ke fokus semula.

“Iya. Dalam penglihatanku, dia bersembunyi di hotel Damai.”

“Setahuku ada tiga hotel Damai di kota ini. Jarak antara satu dan yang lain lumayan jauh,” ujar Dirga. Pria itu langsung membuka ponselnya dan mencari lokasi hotel Damai.

“Satu ada di jalan Garuda, satu di jalan Flamboyan, dan satu lagi di jalan Kalimantan,” lanjut Dirga.

“Untuk menghemat waktu, kita berpencar saja. Aku akan mencari ke hotel Damai di jalan Garuda,” ujar Firlan.

“Aku cari di jalan Kalimantan, kamu cari aja di jalan Flamboyan,” putus Dirga.

“Oke,” jawab Saka sepakat.

“Apa ada foto Bani?” tanya Firlan.

Saka segera masuk ke situs Adiguna Grup. Dia langsung masuk ke sistem menggunakan ID-nya. Dalam waktu singkat, dia berhasil masuk dan mendapatkan foto Bani. Pria itu langsung mengirimkan foto Bani kepada Firlan dan Dirga.

“Dapat foto dari mana?” tanya Dirga bingung.

“Ck … nggak usah banyak tanya, bisa nggak?” kesal Saka. Dia tidak mau terus berbohong kepada Dirga.

Dirga hanya mendengus kesal. Dia segera menghabiskan minuman dan camilan yang sudah disiapkan untuknya. Begitu juga dengan Firlan. Setelah itu mereka bergerak menuju hotel tujuan.

***

Dirga menghentikan mobilnya di depan hotel Damai. Pria itu merapikan dulu rambutnya sebelum keluar dari mobil.

Sambil bersiul dia memasuki lobi hotel. Dirga segera mendekati meja resepsionis. Seorang pegawai wanita berwajah manis langsung menyambutnya dengan senyuman.

“Selamat siang, Mas. Mau pesan kamar?” sapa sang resepsionis.

“Siang, cantik. Aku lagi cari orang nih. Katanya nih orang nginap di Hotel Damai. Kamu bisa bantu, nggak? Kalau bisa, nanti aku kasih bonus.” Dirga mengedipkan sebelah matanya.

***

Dirga ganjen juga ya🤣

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!