Indonesia
NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 MEMBAHAS PERJODOHAN LAGI!!

******

******

******

     Sehabis mandi Elina sudah berpakaian baju kemeja kerja, terlihat sudah rapi bersih dan wangi dengan rambut terurai panjang sepungung ujung rambut terikal cantik, Wajah sudah pakai mekup dan bibir merah muda merona yang manis. Ia melihat dirinya sendiri di kaca cermin____

"Kakak!! ".

    Sontak Elina kaget tiba-tiba saja Dara masuk ke kamar tidak mengantok pintu lebih dulu.

" Ketok pintu dulu. asal nyolonong aja... tidak ada sopan satunya kamu!! ". Ujar Elina kesel

" Baik!! ".

Tok

Tok

Tok

     Dara pun mengetok pintu. namun reaksi Elina sangat kesel melihat kelakuan adiknya yang benar-benar ngeselin.

" Udah! aku kesini pinjam tas". Minta dara menyodorkan telapak tangan

"Apa-apa sih. kamu, pagi-pagi udah minta pinjam tas. beli sendiri, enak saja".

" iiihhh pelit. cuman pinjam doang. bukan minta. Pinjem dong kak!! bentar aja....!! "Minta dara rengek

" Minta aja sama pacar mu itu, ngapain minjem sama kakak. Apa gunanya punya pacar kaya tapi tidak pernah beliin tas. Aneh ". ucap Elina sentil

    Dara pun berubah bete setelah mendengar kalimat kakaknya yang menyentil perasaan.

" iiihhhhiihhhh! nyebelin! aku kan belum minta. baru sekarang aja pinjam doang... sama kakak. nanti aku minta beliin, tapi untuk sekarang mau pinjam. sebentar saja.. aku mohon kak! Ayo lah!! ". Rengek dara sambil ekpresi bete

    Elina menghela nafas panjang, ia mengambil tas kecil berwarna putih

" Nih... untung adek gua... coba bukan...! ". Elina pun menyodorkan tas tersebut.

" Kalau bukan kenapa? ". Jawab dara sambil mengambil tas di tangan kakaknya.

" Sanah pergi, keluar dari kamar, ganggu saja". Minta Elina tegas

"Iihhh! ". Balas dara ledek sebel melangkah keluar kamar.

    Kemudian Elina melangkah jalan di ruang tengah, lanjut jalan keluar rumah sambil membawa tas kecil. Saat hendak melangkah menghampiri mobilnya_____

Berdering

    Ponsel Elina berdering ia pun berhenti melangkah mengambil ponsel di dalam tas, saat melihat layar ponsel ternyata ayahnya, tidak berfikir panjang ia pun mengangkat telepon untuk menjawab dari ayahnya.

"Hallo, ada apa ayah! ". Tanya Elina dari ponsel

" Elina! sebelum masuk kantor, temui ayah ke ruang kantor, ada yang ayah bicarakan ". Ucap Williams dari nada suara teleponnya.

" Iya ayah ".

     Elina pun menutup telepon melangkah sambil ponsel nya memasukkan ke dalam tas

    Tidak lama kemudian Elina sampai di kantor melangkah jalan di lorong, ia terus berjalan untuk pergi ke ruangan ayahnya entah apa yang akan di bicarakan, Elina cukup penasaran.

    Sesampainya depan pintu_____

Tok.

Tok

Tok

    Elina pun mengetok pintu lebih dulu untuk masuk ke dalam, Ia dorong pintu melangkah jalan masuk. Terlihat Williams sedang duduk di kursi depan meja kerjanya sambil berkerja di leptop. Elina melangkah mendekat

"Elina, ayo duduk". Minta Williams

    Elina pun duduk di kursi berhadapan dengan ayahnya

" Ada apa ayah! ". Tanya Elina bingung

" hmmmm! begini Elina. Tadi ayah berbicara dengan Om Arga. Terkait perjodohan! Ayah sudah menjelaskan padanya bahwa ayah tidak bisa janji. keputusan ada di tangan kamu Elina. Jadi ayah akan kasih kamu waktu untuk berfikir, selama satu minggu, kalau kamu memang masih menolak ayah akan bicara tegas padanya, tapi kalau ternyata kamu mau menerima Brayen tidak masalah ".. Ujar Williams

" Kenapa harus aku, kan banyak perempuan lain ".

" Iya. ayah juga bicara seperti itu, tapi dia bilang perempuan lain belum tentu bisa mengubah brayen, kebanyakan perempuan hanya memikirkan uang dan kekuasaan, ia yakin bahwa kamu bisa mengubah Brayen, sebenarnya tanpa nikah juga bisa mengubahnya asal kamu mau. tapi balik lagi ke diri kamu sendiri ".

" Ayah tahu sendiri dia pria mesum, aku sangat takut dengan nya".

"Iya ayah tahu. begini saja, kamu pelan-pelan bertanya padanya apa alasannya dia meninggalkan rumah sebesar itu, dan kenapa dia masih keras tidak ingin penerus. menurut ayah pasti ada alasan tertentu yang ia harus tinggal kan, tapi tidak tahu apa itu". Ujar Williams

"Ok, ayah. akan aku coba, walaupun sebenarnya sangat takut tapi mau gimana lagi".

" Terimakasih kalau kamu mengerti ".

" Hm! kalau gitu aku kembali ke ruangan ku". Ucap Elina pamit.

"Iya".

   Elina beranjak melangkah jalan keluar ruangan.

   Sesampainya di ruangannya sendiri melangkah jalan menghampiri meja, meletakkan tas di atas meja, lalu duduk di kursi depan meja kerjanya. Ia melamun berfikir sejenak

" Brayen pria aneh... tapi terkadang ada sikap baiknya, sebenarnya aku juga sangat penasaran apa alasannya. walaupun kemarin dia menjawab tidak tertarik tapi rasanya ada yang aneh ". Elina berkata sambil berfikir keras.

******

******

******

     Terlihat Brayen saat ini berada di dalam Hotel tempat tinggal selama ini, hari ini dia izin libur untuk tidak berkerja di tempat Cafe, bukan karena alasan, tapi memang dirinya lagi males untuk berkerja. Brayen keluar dari kamar mandi dengan handuk di bawah pinggang, terlihat perut Sixpack kotak-kotak bergaris terlihat kekar dengan dada yang gagah, sungguh pandangan mata yang indah untuk dilihat bagi orang lain. Ia melangkah jalan ke meja makan mengambil segelas air minum putih, dengan satu tegukan ia minum lalu meletakkan gelas di atas meja.

    Tidak lama Joni sang asisten datang dengan membawakan sebuah paket makanan untuk Bosnya yang sehabis mandi.

"Pagi, nih". Ucap Joni sambil meletakkan paket makanan di atas meja.

" Apa yang kamu beli? ". Tanya Brayen

" Hanya paket makan untuk dirimu". Jawabnya

"Bagaimana, dapat nomor? ". Tanya Brayen senyum

" Iya. nih". Joni pun menujukan sebuah nomor di ponselnya.

"Bagus! Kirim padaku". minta Brayen

    Joni pun mengirim sebuah nomor, entah nomor siapa yang di maksud kan Brayen, Saat nomor sudah muncul Brayen tersenyum, ia pun langsung menghubungi nomor tersebut, tidak lama tersambung dan menunggu untuk di jawab____

"Hallo, ini siapa? ". Jawab dari dalam ponsel tampaknya dari nada suara terdengar seorang perempuan

   Brayen tersenyum mendengar suaranya

" Hallo apa kabar? ". Tanya balik Brayen

" Siapa iya? ".

" Masa lupa, ini aku. Brayen, gimana harimu Elina ". Ternyata Nomor yang di maksud adalah nomor Elina

" Kamu dapat nomor saya dari mana? ".

" Ada deh... hmmm! Elina hari ini aku tidak berkerja, aku lagi sakit, Ohok... uhok... ". Ucap Brayen sambil batuk-batuk dengan berpura-pura.

    Joni yang memperhatikan bosnya hanya menggeleng kepala dengan heran.

" sakit! kenapa bisa? ".

" Bisa.... kan kemarin kita pulang malam sepertinya masuk angin, sekarang aku bingung... di hotel aku sendirian tidak ada yang mengurus ku". Ucap Brayen berbohong

    Joni semakin heran melihat kelakuan bosnya semakin tidak logis, Sepertinya joni berfikir kalau bosnya ini manfaatkan situasi dan kesempatan dalam kesempitan

"ok, saya akan ke hotel kamu, kirim alamat nya". Minta Elina

    Brayen pun langsung tersenyum bahagia, ia pun tutup telepon langsung mengirimkan alamatnya pada Elina lewat pesan.

" Hadeh... entah apa yang kamu rencana kan". Ucap Joni

"Kamu pergi! samapai aku minta sesuatu, ok, sanah pergi". Minta Brayen menyuruh pergi

    Mau tidak mau joni pun menurut melangkah jalan keluar hotel dengan ekpresi keheranan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!