Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesucian yang Terenggut

Menatap lekat suaminya, menumbuhkan rasa bersalah yang membuncah hingga meluluh-lantahkan hatinya.

Jax yang menyandarkan punggungnya dan menopang dagu diatas lengan sofa tampak seperti tidak terjadi apa-apa dalam hidupnya. Mungkin hilangnya ingatan adalah anugrah yang Tuhan berikan untuk menghapus semua sakit dan merana yang dideritanya.

Tapi,

apakah Jax harus bersyukur atas hal itu?

Dalam gelapnya dunia, Jax harus hidup dikelilingi oleh keindahan palsu yang dirajut oleh neneknya.

"Lebih baik Jax tidak mengingatnya, daripada menghadapi kenyataan pahit yang bisa membuatnya menderita."

Itu kalimat yang diutarakan oleh nenek Jax pada Dania tiga bulan yang lalu.

Menyerahkan cucu tercintanya kepada seseorang yang menjadi penyebab semua penderitaan itu? Sungguh ironis.

"Dania?"

"Hm?"

"Kenapa melihatku seperti itu lagi? Apa ciuman pipi tadi kurang?"

Dania kembali menunduk dan menghembuskan napas beratnya.

"Kamu polos banget," ucap Dania tiba-tiba.

"Polos? Siapa? Aku? Hah!!"

Jax memalingkan muka tidak percaya. Orang paling nakal dan bandel seantero jagad raya ini malah dibilang polos, sungguh Jax tidak mau terima.

"Iya, kamu polos banget."

'Sampai bisa tertipu olehku,' lanjut Dania dalam hati.

"Apaan sih... Jangan lihat kayak gitu lagi. Kamu nyeremin tau!"

"Hahahahaha..." Ledakan tawa Dania membuat Jax terkejut. Sebenarnya apa yang lucu? Jax jelas tidak sedang melucu sekarang.

"Kalau nggak mau nonton ya udah," ucap Jax sambil berjalan membawa popcornnya menuju kamarnya, menyingkirkan kaki Dania yang berselonjor menghalangi jalan.

Jebles!

"Apa itu tadi? Sungguh bahaya!"

Jax menepuk-nepuk dadanya di balik pintu kamar, berusaha menenangkan debaran jantungnya yang sangat berisik dari awal Dania duduk di sampingnya.

Sementara Dania masih termangu di depan Televisi yang menyala, menyilaukan mata.

Film horror dengan segala jump scare-nya itu tak membuat Dania beranjak dari kekalutan pikirannya.

Memang seharusnya tidak ada cinta dalam pernikahan ini.

"Sudah ku bilang, aku tidak masalah. Tapi kenapa kamu malah ...."

Rasa bersalah menghujam jantungnya.

"Ini semua salahku. Tidak seharusnya aku terbawa perasaan."

Berulang kali ia mengutuk dirinya yang menyerah dengan perasaan cintanya.

Ia merebahkan kepalanya miring, membuat air matanya mengalir ke telinganya.

"Apa yang harus aku lakukan padamu, Jax?"

"Hm? Kenapa? Ada apa?"

Ternyata Jax tengah berdiri jarak lima langkah dari Dania.

"Oh."

Dania terkejut dan langsung menghapus air matanya cepat-cepat.

"Kamu nangis?"

Jax langsung berlari menghampiri Dania. Kedua tangannya spontan menyentuh pipi Dania dan mengangkatnya.

Dania menggeleng.

"Udah jelas-jelas kamu nangis. Ada apa? Tadi ketawa, terus sekarang kenapa menangis?"

Bagaimana cara menjelaskannya? Dania tidak bisa sembarangan mengatakan kalau dirinya lah penyebab orang tuanya meninggal. Ia terlalu egois untuk itu.

Ia seharusnya segera menghentikan tangisannya kalau tak mau Jax curiga, namun seolah memiliki pikiran sendiri, air matanya keluar begitu saja.

Lalu Jax memeluknya.

Mendekapnya erat penuh kasih sayang.

"Aku tidak tahu kamu kenapa? Tapi... Jangan khawatir, semua pasti baik-baik saja."

Ia menepuk pelan punggung Dania yang masih menangis, semakin tersedu.

.

.

.

Butuh satu jam lebih sampai Dania berhenti menangis.

Jax duduk di ujung sofa sedangkan Dania meletakkan kepalanya di pangkuan Jax dan berbaring.

Entah bagaimana Dania bisa di posisi itu, tapi yang jelas Dania tidak bisa menguasai jantungnya yang berdegup kencang.

'Bagaimana ini....' batinnya sampit berpura-pura berkonsentrasi pada film.

"Kalau mau tidur, tidur saja. Nanti aku gendong ke kamar."

'Aduh... Makin-makin deh.'

"Tapi Dan... Kenapa kamu gemetaran pas aku mau menciummu? Apa kamu merasa terganggu?"

Dania menggeleng.

"Apa napasku bau?"

"Bukan..."

"Apa kamu nggak suka?"

"Bukan juga."

Hembusan angin segar mengalir di hatinya.

"Berarti kamu menyukainya."

Dania langsung mematung. Sepertinya jawaban yang ia lontarkan telah menjadi bumerang.

"Udah... Ngaku aja, kamu suka kan?"

Tawa jahil Jax menohok kegengsian Dania.

"Apaan sih?"

Dania menelentangkan tubuhnya untuk menyangkal omongan Jax.

Tiba-tiba,

"Mmuah!!"

Jax mengecup singkat bibir Dania, membuatnya terbelalak dan berhenti bernapas.

"Hehehe... Katanya suka. Jadi nggak apa-apa kan?"

"Ck," Dania kembali memiringkan tubuhnya menghadap Televisi. Mulutnya tak berhenti ngedumel karena tak bisa menghentikan jantungnya untuk bergemuruh. Tapi sekarang, ia tak gemetaran. Tubuhnya lebih rileks dari sebelumnya.

Jax yang mengetahui perbedaan itu, merasa bangga dengan dirinya. Kini ia tahu, strategi apa yang bisa ia gunakan untuk mencuri ciuman Dania.

"Hehe, nggak usah malu gitu, kita kan udah suami istri. Melakukan hal yang lebih-pun tidak masalah. Ya kan?" Tanyanya seolah menginginkan restu dari Dania jika nantinya ada kesempatan untuknya melakukan sesuatu yang lebih itu.

Namun Dania hanya diam. Matanya malah terpaku dengan film yang sudah menampilkan layar hitam penuh dengan tulisan nama aktor dan staff.

"Mm... Masih nggak boleh ya?" Lirihnya lemas dengan telinga kucing yang tertelungkup.

"Kamu sepertinya sangat menginginkannya. Bukannya kamu bisa meminta ke cewek lain?"

Kata-kata yang sangat kejam berhasil berseluncur bebas tanpa kendali dari mulutnya, sampai dirinya menyesalinya.

Keheningan kembali menyergap. Suasana penuh cinta dan kehangatan kini mendingin, menyisakan nyeri yang menyerang.

"Maaf.. bukan maksudku membahas itu lagi."

Dania langsung menegakkan tubuhnya dari pangkuan jax.

"Nggak apa-apa. Memang aku yang brengsek."

"Tidak, bukan begitu."

Dania mendekat dan memeluk lengan kanan Jax, berharap ia tak merasa kecil.

"Setengahnya adalah kesalahanku, karena aku lebih memilih diam dan membiarkanmu melakukannya."

Jax menatap Dania yang menenggelamkan wajahnya di pundak Jax.

"Apakah kamu selalu seperti itu? Maksudku, mengakui kesalahan yang sebenarnya bukan salahmu."

Deg,

Lagi-lagi ucapan Jax membuat dadanya terasa nyeri.

"Aku lah yang salah. Aku lah yang berlumuran dosa. Hanya aku... Milikku. Kamu tidak."

Mendengarnya, Dania melepaskan gelayutnya. Ia menyandarkan punggungnya pada sofa dan menghela napas.

"Bukan hanya kamu Jax, aku sebenarnya juga nggak suci-suci amat."

"Apa?" Jax diam sejenak. "Oh... Kamu pernah melakukannya dengan mantan pacar kamu ya? Yah... Umurmu kan udah dewasa, ya udah lah ya"

"Bukan, aku tidak pernah punya pacar sebelumnya. Kamu satu-satunya laki-laki buatku."

Pipi Jax bersemu sempurna.

Namun senyumnya turun saat pertanyaan itu muncul di kepalanya.

"Lalu maksud kamu dengan tidak suci amat?"

"Aku..." Muncul keraguan di benak Dania. Ia takut kalau Jax akan merasa jijik setelah mendengar jawabannya.

"Aku pernah dilecehkan."

Sepertinya jantung Dania sudah kehilangan fungsinya. Melihat Jax yang bergeming dengan mata yang terbelalak membuat kepercayaan dirinya runtuh dan hancur tak berbekas.

Sekarang, bagaimana responmu Jax?

.

.

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
pintu ditutup. Dania posisi di luar kamar atau di dalam kamar nih🤣🤣🤣🤣 hush. bercanda
Fairuz
ternyata dania doesen, sangat keren 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
saya juga ikut senang. moga aja jax semakin sayang dan baik sama dania
internona Nerrazurri
pukul sja si Jacx Dania,biar kapok
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
makanya jax, jangan sakiti dania lagi ya. ga enak kan tadi rasanya
Ay
wow ad yg mulai cembukur ni yeeee🤭
Ay
🤣🤣🤣 nnt biar ke korea dulu buat oplas biar agn mncung dikit 🤭
Ay
knp si jax mmbnci neneknya?
Ay
kumur pke lasterin yg bnyk biar gk bau mulut😄😄😄
Ay
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bagus Dan ksh phm dia klo mulutnya bau krn blm skat gigi 😄😄
Ay
heleh itu kn mau mu /Proud/
Ay
basuh dulu jigong lo itu, sikat gigi aja blm udh mnta sarapan/Smug/
Ay
nggk ush km bangunin, nnt klo dia lpar jg bkal bangun sndr
Ay
jgn lupa baca nopelku jg Dan, wkwkwk
Ay
teh sariwangi bersama biskuit roma kelapa selalu menjadi andalan keluarga kita, halah malah ngiklan/Facepalm/
iorlif
ternyata Dania yang menampar nya agar jax sadar
Filan
ya kalian berdua emang gila. saling mencintai tapi saling menyakiti. Makanya pikiran jangan dibuat terlalu rumit dan mengada-ada.
Filan
Iya. Kenapa Dania enggan marah dan enggan melepaskan?
Vivenn
bagus deh pisah ajaa Cowonya juga suka mabuk mabukkanmm
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
mantab dah. istrinya yg JD dosen. lama² aku rasa jax bakal jatuh cinta sih sama Dania.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!