Indonesia
NovelToon NovelToon
Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: violi vie

Syila seorang siswi baru yang berubah takdirnya setelah memilih salah satu ekstrakurikuler termudah yang ia fikir selama hidupnya, karena tidak ada yang masuk dalam kategori bakatnya.
Namun, pilihan itu membuat takdirnya berubah menjadi bak seorang putri dari negeri dongeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violi vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Daren

Mereka memasuki sebuah gedung tinggi bertingkat berwarna putih dan tibalah mereka di sebuah ruangan yang terlihat terjaga privasinya. Disana terlihat seorang pria yang terbaring diatas kasur queen size didalam ruangan yang cukup mewah dengan banyak selamg infus dan oksigen yang terpasang. "Itu.." Lirih Syila. Maria memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali dan menggiring Syila ke sisi ranjang itu. "Aku telah membawanya kemari. " Pria itu hanya memjamkan matanya dan terus terbaring kaku diatas ranjang rawat inap itu.

Hati Syila terketuk melihat pemandangan didepannya. Maria menggandengnya lebih dekat, lalu berbisik. "Dia adalah Daren putaku, yaitu ayah kandungmu." Maria berganti menoleh ke pria itu. "Nak, putrimu sudah tumbuh dengan cantik. Aliya dan Gian sangatlah baik, dia tidak kekurangan apapun. Jadi, tidak perlu khawatir dan segeralah kembali pada kami. " Syila tanpa sadar sudah mengelap air matanya dengan doa yang terselip dari dalam kalbunya. "Kamu mau mengatakan sesuatu? " Bisik Maria lembut. Syila menggelengkan kepalanya. "Kalau begitu kita kembali kerumah, pasti adikku sudah menyiapkan sarapan untuk kita. " Syila mengangguk. "Daren, kami harus pulang. Nanti kami datang lagi." Syila sekilas memegang tangan besar pria itu mengusapnya lembut dan mengulum senyum tanpa berkata. Mereka pun kembali ke kediaman Maher.

***

"A-apa ka? " Selena menggagu. "Kita ke tempat itu sekarang-" Alvin memedamkan suaranya. "Sekarang. " Membuang wajahnya ke samping. Selena terus menatap sepupunya nanar. Menatap sisi wajah lelaki itu membuat Alvin menyadarinya. "Lena. " Panggilan kesukaan Alvin pada adik sepupunya itu. Menyadarkan lamunan gadis itu. "Uhm? "

"Ayo! " Selena mengangguk menuruti lelaki itu. berjalan mengikuti langkah lebar lekaki itu, menaiki sebuah mini bus dan tibalah mereka di sebuah bangunan yang didominasi kaca yang terstruktur dengan unik berbeda dari lainnya.

Alvin terus melangkah memasuki setiap jengkal bangunan itu dan tibalah diruangan yang dia tuju. Selena dengan setia mengikutinya dari belakang. Seseorang dengan sumringah menyambutnya, dia langsung berbalik kala mendengar pintu kamarnya terbuka. Dengan senyuman lebarnya ia beranjak dari tempat duduknya berlari kecil dan setengah memeluk lelaki muda dihadapannya. "Alvin! " Dia menelisik seluruh anggota tubuh Alvin. "Kamu datang, nak! " Ia berhenti kala melihat wajah Alvin dan melepas setengah pelukannya. "Sepertinya anda sangat sehat sekarang! Syukurlah. " Ucap Alvin dengan wajah dan nada yang dingin. Wanita itu tersenyum tipis dan menatap putranya nanar. "Kamu akan lama disini?"

"Hanya sebentar." Wanita itu memanggut. " Kalau begitu saya pamit. " Saat Alvin akan pergi meninggalkan tempat itu, wanita itu menahan tangan kirinya. "Tunggu! " Saat ia akan berkata ia melirik dan melihat sesosok gadis. "Selena, kamu juga ikut? " Selena menangguk dan menyapa dengan senyuman. "Syukurlah kalian selalu dekat. Uhm, Alvin sesudah lulus maukah kamu pindah kesini? Mari kita berkumpul lagi. "

"Maaf, saya hanya akan bersama adik saya meskipun nenek nantinya akan kembali kesini!" Mendengar pemaparan alvin, bukan hanya wanita itu tapi gadis dibrlakangnya juga terkejut.

"Adik? "

"Saya harus pamit. jaga diri anda baik-baik, mom." Wanita itu membulatkan matanya, dia melepas genggamannya dengan sedikit tersenyum selagi menahan isakan. "Kamu juga. "

Mereka telah meninggalkan wanita itu sendirian didalam kamarnya. Dia mengintip ke jendela memperhatikan dua remaja yang talah berjalan jauh darinya. "Alvin. "

Disisi lain..

"Kakak beneran ga akan.. " Belum Selana selesai berbicara, Alvin telah menyelanya. "Jajanan kaki lima murah jawabannya! " Selena mencebik. "Ck. Kenapa suka jajanan tidak sehat begitu?! " Ketusnya. "Nah, itulah kalau orang kaya terlalu dimanja. kamu ga pernah ngerasain bebasnya jadi orang kecil, mereka itu walau banyak kesusahan selalu tersenyum pada siapapun. Coba rsain sekali-kali! "

"Ish.,Iya iya, terserah kakak aja! " Alvi. tergelak. "Wkwkek. Gitu aja ngambek! " Alvin mencubit lembut pipi Selena. "Kita ke tempat satu lagi. "Selena mengangguk.

Di tempat itu..

Alvin duduk disusul selena disamping ranjang putih itu. Alvin mengenggam lembut tangan yang mengurus itu. "Pa, maaf Alvin baru datang padahal tadinya Alvin yang bakalan bawa si sayang kesini lah nenek ngeduluin hehe. " Alvin terkekeh. Disisi itu, Selena merasa gerah mendengar ocehan sepupunya itu. "Al, datang bersama Lena. "

"Halo, om."

"Segeralah bangun pa, dan lihat Syilamu sendiri dengan kedua mata itu. Pa, Alvin pamit ya."

****

"Nah itu merela? Ayo kalian berdua, kemari kita sarapan bersama! " Ajak Maher pada kedua orang yang baru datang itu. "Iya, grandpa. " Jawab Selena. "Nek, kenapa ga bilang Alvin bakal bawa si sayang ketemu papa?! " Maria memutar bola mata malas. "Buat apa? " Alvin mendengus kesal. Membuat yang lainnya terkekeh. "Sudah, nanti lagi bertengkarnya! Mari kita makan! Semoga cocok dilidahmu, cantik. " Syila mengangguk. "Terimakasih, kek. "

***

"Hah! " Maria membuang nafas lelah membuat ketiga cucunya melirik dirinya. "Grandma, are you ok? " Tanya Selena. Maria tersenyum tipis. "Pasti ada maunya. " Batin Alvin. "Selena, kamu maukan temani Alvin ajak Syila keliling kota? Grandma pusing sekali, kepalaku sangat sakit! " Selena mengerjapkan kedua matanya, lalu menggit bibir bawahnya. "Su-re. " Maria tersenyum lebar. "Ah ya, itu ide bagus. Ayo kalian bersiap-siaplah supaya tidak begitu siang kalian pergi! " Titah Maher. Semua pun menurut.

Ketiga remaja itu pun telah berpamitan dengan sepasang sepuh itu, dan bersiap akan pergi. "Mau kemana dulu?" Tanya Alvin pada Selena yang terus menggandeng tangan kanannya. Gadis itu menempelkan dagunya di lengan alvin dan melenggur manja. "Umm, gimana kalau CN tower? "

"Uhm, ok. Ayo! " Selena sedikit tergelitik kala melirik adegan dimana Alvin mengenggam tangan Syila dan menggiringnya lembut.Ketiganya pun memulai perjalanan mereka berkeliling kota. Dimulai dari mengunjungi sebuah menara bernama CN tower yang terkenal di kota Toronto. Lalu, berjalan di Queen street, berfoto di graffity alley, ke high park dan music garden, dan berkahir di greektown. Membeli eskrim dari truk eskrim. "Sayang, kamu mau rasa apa? " Saat Syila akan menjawabnya, dia disela oleh gadis melenggut manja ke tangan lelaki itu. "Aku mau rasa raspberry cheese ya.. "

"Ok. Kamu sayang?"

"Coklat dan blueberry. "

"Rashpberry cheese 1.. Chocolate and blueberry 1.. and, vanilla 1..Thank you."

Dengan ini berakhirlah perjalanan mereka di Kota Toronto. "Kakak, gak akan lebih lama lagi disini? "

"Jangan manja begitu, princess. Kakakmu kan harus sekolah begitupun kamu." Selena memajukan kedua bibirnya. "Jangan manyun Lena, jelek! " Selena mendengus kesal. "wkwkwk. Nanti kalau liburan, gantian ke indonesia! " Seru Alvin dibenarkan oleh Maria. "Betul itu! Ajaklah kakekmu yang pemalas ini!"

Mereka semua terkekeh.

***

"Princess, mau kemana kamu? " Tanya Maher. "Ke taman sebentar. " Selena membawa buku novelnya dan duduk di taman. Terdengar gemuruh angin, dia menatap langit dan berpapasan dengan burung mesin yang melewatinya.

Flashback on

Syila menyodorkan tangannya. "Gue pamit." Meski dirinya tidak sedekat itu dengan selena tapi waktu yang mereka habiskan cukup seru bagi Syila. Bukan membalas jabatan tangan Syila, gadis itu langsung memeluk Syila yang membuatnya terkejut. Orang-orang yang melihat itu pasti terharu. "Suatu hari aku akan mengalahkanmu!" Bisik Selena. Syila mengerutkan dahi. Selena melepas pelukannya dengan senyum. "Hati-hati dijalan."

"Ya."

Flashback off

Selena mengangkat tangannya menggapai langit. Aku pasti akan mengalahkanmu, rival!

"Hatchii!!" Syila bersin. "Kakak bilang juga pake jaketnya! "

"Gue udah pake sweater, Alvin! "

"Hush! Diam kalian!" Dua remaja itu pun terdiam.

1
violi vie
huhu iya
ER Kazuya
Di bab ini kepergian Alvin bikin sedih
Ina Karlina
makin kesini makin muter-muter.. ceritanya jadi simpang siur ga jelas
Ina Karlina
cuekin aja syila ..anggap saja dia tidak ada
Ina Karlina
dih siapa juga yang ngejar2s Yuda..kepedean sekali tuh ibunya s Yuda..sombong sekali dia..menyesal Luh baru tau
Ina Karlina
yang kuat ya syila..anggap saja s Yuda bukan jodoh mu.. jangan putus asa karena cinta tetap mov on💪💪💪
Ina Karlina
aduh ko pada sakit nya berbahaya semua..
Ina Karlina
semoga cepat sembuh ya Alvin..
Ina Karlina
keluarga yang kocak..saling menyayangi..tapi..🤔 curiga ke s Alvin dia posesif banget
Ina Karlina
masa Alvin suka sama syila sih secara kan dia abangnya..hadeeeh
Ina Karlina
alur ceritanya masih berbelit-belit..jadi pusing🤦🤦
niex
sebenarnya sich ceritanya cukup menarik...kisah anak muda tp kek nya lebih bagus lg dech thor kalo gak sah diulang lg ke part berikutnya
Zizi Suartini
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
floufrouu
terus up lgi... baru slesai baca mikir kpn up lagi....ehhh akhir ny up lngsng thor
margoandme
semangat thor buat up an selanjutnya😇
junemoment
Next thor💕
Bulbul
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
Mulya Damanik
Ayo guys semangatin author dengan masukin novel ni ke novel Favorite kalian 😘😘😘😘, makasih ya buat author nya udah setia tuk menghibur kita semua 😊, BYE GUYS!!! 🙋😇💕
Kepala Pil
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
Irma Purwanti
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!