Indonesia
NovelToon NovelToon
Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )

Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:77.8k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Di malam pernikahannya. Alan Jackson bukan melewatinya bersama sang istri tapi justru dengan adik iparnya yang cupu.

Keadaan mabuk membuatnya salah masuk kamar. Angelina Bleire yang memang menyukai Alan, terhanyut dengan pernyataan cinta kakak iparnya itu. Ia menelan kekecewaan dalam ketika sadar bahwa Alan tengah mabuk dan mengira ia adalah Lilian Cole.

Alan terpaksa menikahi Angelina, menjadikan sepupu Lilian ini juga sekaligus madu dari istrinya.

Akankah adil ketika satu hati terbagi antara kakak dan adik yang juga merupakan sahabat masa sekolahnya?

Apakah ada yang akan berkorban diantara mereka dan menemukan cinta sejati sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29. Berdua Dengan Alan

"Baiklah, Angel. Aku hanya ingin mengantar Alan dan melihat keadaanmu saja. Ternyata kau nampak lebih baik dari sebelumnya. Daddy memang terbaik. Kau tenanglah, selama masih berada dalam naungan keluarga Jackson. Karena, kami selalu memastikan kau tidak kekurangan satu apapun," ucap Alan dengan senyum ramah dan hangat. Sebelum pria itu meninggalkannya berdua dengan Alan.

"Hei, Kak. Tunggu! Kenapa kau tidak mengajak dia pulang sekalian!" teriak Angelina. Namun sialnya Adam sudah menghilang dibalik pintu keluar. Angelina berbalik menatap Alan yang berdiri tegak serta menatapnya tajam.

Pada saat itulah, tatapan keduanya saling bertubrukan. Buru-buru, Angelina mengalihkan tatapannya dari Alan. Ia tak nyaman jika lama-lama menatap wajah pria yang sejujurnya ia cintai sejak dulu itu.

"Kenapa Adam harus mengajakku pulang? Apa kau ingin aku pergi? Kau mengusir suamimu sendiri, Angel?" cecar Alan dengan tatapan tajam ke arah Angelina. Bahkan ia melangkah secara perlahan mendekati istri di atas kertas perjanjian itu.

Angelina tentu saja langsung memundurkan tubuhnya. Apalagi mendapat tatapan setajam mata elang yang melihat mangsa. Tentu saja Angelina takut. Terlebih, mereka hanya berdua saja di rumah itu. Seketika, Angelina kembali teringat kejadian di malam kelabu beberapa pekan yang lalu.

"Kau belum menjawab satu pun pertanyaan dariku, An!" Alan yang ternyata sudah dekat membuat Angelina terpojok hingga mentok pada ujung meja.

Angelina yang sengaja memalingkan wajahnya, mau tak mau harus memberanikan diri untuk menatap wajah tampan di hadapannya ini. "Pertanyaan mu terlalu banyak. Mana yang harus aku jawab lebih dulu?" sahut Angelina. Sekuat hati mencoba membalas tatapan diskriminasi dari Alan dengan tak kalah tajamnya.

Alan, menelan ludahnya dulu sebelum menyahuti perkataan dari wanita, yang mana penampilannya membuat dadanya berdegup kencang. Alan merasa aneh. Kenapa dadanya berdebar seperti ini. Padahal, hubungannya dengan Angelina terjadi atas dasar ketidaksengajaan semata. Ia pun tak pernah memendam perasaan lain terhadap Angelina sebelumnya.

Namun, penampilan baru Angelina pada saat ini, mampu membuat dirinya terkesiap. Tak percaya, jika sahabatnya yang cupu ternyata cantik. Padahal, Angelina hanya mengubah tatanan rambutnya serta tak lagi mengenakan kacamata. Ia juga memberi riasan tipis pada wajahnya. Tapi, itu semua menambah kesan lain. Seperti Angelina yang terlahir kembali.

"Kalau tidak jadi bertanya, minggir lah!" usir Angelina pada Alan. Hingga ia mendorong bahu kekar itu dengan sedikit kuat. Namun, ucapannya itu seketika menyadarkan Alan. Pria ini semakin memajukan tubuhnya hingga raga Angelina condong kebelakang. Alan bahan, meletakkan kedua telapak tangannya di kedua pinggiran meja, melalui dua sisi tubuh Angelina. Sekarang nampak, jika raga Angelina berada dalam lingkungan Alan.

Dia, kenapa mengunci tubuhku dengan posisi ini? Keadaan ini sungguh tak sehat untuk jantungku. Kenapa mereka bisa menemukan posisiku di sini? Apa Daddy yang telah memberikan alamatnya? Aih aku bingung. Menjauh lah ku mohon!

Angelina memejamkan matanya di saat posisi Alan semakin dekat padanya. Degup jantungnya semakin tak beraturan. Mungkin, saja Alan dapat mendengar suaranya yang bagaikan beduk bertalu-talu. Apalagi keringatnya, sudah mengalir sampai jauh. Seketika, pakaian bagian belakang tubuhnya basah dari punggung hingga ke pinggang.

"Berani ya, mengusir suamimu sendiri. Bahkan kau pergi dari rumah itu tanpa ijin dariku! Kau anggap aku ini apa Angelina!" seru Alan tegas. Bahkan Angelina sampai mengernyit kala menangkap suara Alan yang nyaring di telinganya.

Mendengar ucapan Alan yang menyudutkannya. Angelina merasa tak bisa diem lagi. Ia pun berpaling dan kembali menatap kedua mata Alan. "Apa aku tidak salah dengar? Kau bertanya, aku anggap kau ini apa? Iya? Bagaimana kalau pertanyaannya aku balik? Memangnya selama kau nikahi, kau sudah menganggapku?" cecar Angelina serta memajukan wajahnya yang sontak membuat Alan refleks memundurkan kepalanya.

Sungguh, ia tak menyangka jika Angelina yang sekarang terlihat lebih tegas dan berani. Bahkan, Alan tergagap demi menjawab pertanyaan Angelina yang menyudutkannya.

"Kau, lupa? Jika hanya istri di atas kertas? Bukankah, kau yang memintaku untuk tidak perlu membagi perhatianku terhadap Lilian," sahut Alan. Ia mencoba menyembunyikan perasaan kagumnya terhadap wanita yang berada di hadapannya ini.

"Tentu saja aku ingat." Angelina menegakkan tubuhnya, hingga Alan spontan juga melakukan hal yang sama. "Karena aku mengerti bagaimana posisimu, maka pada saat itu aku pergi tanpa memberitahukan kalian. Lagipula, kurasa ada atau tidaknya diriku tidak akan ada pengaruhnya untuk kalian berdua bukan?" tambah Angelina lagi. Tentu saja dengan tak melepaskan pandangannya terhadap Alan.

Tanpa ia sadari, jika apa di lakukannya ini membuat perasaan aneh muncul dalam hati Alan.

"Ya ya, baiklah. Aku memang tidak akan pernah menang jika berdebat denganmu. Itu terjadi sejak kita masih sekolah. Tapi, kenapa kau mengubah penampilanmu? Apa ini juga atas perintah dari Daddy?" tanya Alan membuat Angelina tersadar dan ia pun menjadi kelabakan seketika.

"I–ini--" Angel yang baru sadar gelagapan membenahi pakaian, rambut dan serta mencari kacamata miliknya. Ia meringis tatkala lupa, bahwa sudah sepekan lebih mengenakan lensa kontak.

Alan tersenyum tipis melihat kegugupan di wajah Angelina. Terlihat lucu dan menggemaskan baginya. Karena, bisa-bisanya wanita itu tidak sadar akan penampilannya yang berubah. Pantas saja, gayanya pernah percaya diri sekali. Alan mendekatkan wajahnya, tangannya terulur meraih rambut Angelina yang di buat ikal pada ujungnya.

"Kenapa? Tidak dari dulu saja kau berdandan seperti ini? Kenapa kau menutupinya dengan tampilanmu yang culun?" cecar Alan.

Mendapat pertanyaan yang langsung tepat sasaran dari Alan, membuat Angelina membulatkan matanya. Tak menyangka jika Alan akan bertanya seperti itu. Angelina juga tak kuat kala mendapat tatapan yang menelisik dari Alan.

"Kalau sejak dulu aku berdandan cantik. Tentu kau tidak akan memilih Lilian untuk menjadi kekasihmu bukan?" Kini giliran Alan yang membulatkan kedua matanya itu. Ketika, mendapat pernyataan dari Angelina. Karena, ucapan wanita di hadapannya ini benar adanya.

"Kenapa kau bisa percaya diri setinggi itu? Urusan hati itu tidak bisa di bohongi. Meksipun kau kini lebih cantik dari Lilian. Aku tetap mencintainya!" tukas Alan, membuat Angelina merasa dadanya seakan di remas kuat. Menyesal, ya tentu saja. Pria di hadapannya ini sudah kadung bucin dengan kakak sepupunya itu.

"Aku sadar. Tak perlu kau ingatkan. Karena itu aku memilih pergi, bukan merebutmu darinya. Karena, jika aku mau ... sudah kulakukan dari dulu. Lagipula, kau tidak lebih dari sahabat di hatiku. Sampai kapanpun. Meskipun nanti aku mengandung anakmu. Perasaan diantara kita tidak akan berubah." Angelina mengatakannya tanpa menatap Alan. Ia memalingkan wajahnya agar kristal bening yang tanpa ijin menuruni pipinya itu tidak terbaca oleh siapapun.

Angelina berbalik hendak meninggalkan Alan yang tak bergeming pada posisinya. Namun, tiba-tiba sebuah tangan kekar mencekal lengannya dan menarik Angel dengan cepat. Hingga, dada mereka berdua bertubrukan. Tatapan mata pun saling pandang.

Sepersekian detik kemudian, keduanya tersadar. Alan pun melepas rangkulannya. Ia merutuk dalam hati, kenapa bisa kebablasan seperti ini.

"Maaf." Alan bergumam pelan. Karena mereka memiliki perjanjian untuk tidak saling bersentuhan. Karena pernikahan mereka hanyalah sebatas di atas hitam dan putih.

"Lupakan. Kembalilah, jika urusanmu sudah selesai!" ujar Angelina, berbalik dan merapikan piring-piring kue serta gelas minuman yang berserak, karena ulahnya tadi.

"Baiklah. Setidaknya aku tenang jika kau baik-baik saja. Aku tidak ingin, hubungan persahabatan kita rusak karena ini. Ini, gunakanlah untuk kebutuhanmu!" Alan meletakkan sebuah kartu ATM di atas meja. Membuat Angelina seketika menoleh ke arahnya.

"Aku akan menyimpannya. Karena, aku belum membutuhkannya pada saat ini," ucap Angelina meriah dan memasukkan kartu itu ke dalam sakunya.

"Buka blokiran nomerku. Biar nanti aku kirim pin-nya," titah Alan sebelum ia melangkahkan kaki keluar dari kediaman Angelina. Tiba-tiba, Angelina merasakan pusing yang teramat sangat pada kepalanya. Bahkan, pandangannya perlahan mulai kabur. Keadaan sekeliling seperti berputar. Hingga ia merasa seperti sedang terjadi gempa.

"Al. Apa kau merasa lantai yang kau pihak bergoyang? Apa sedang ... terjadi gempa?" tanya Angelina terbata seraya memegangi kepalanya. Alan lantas berbalik. Keningnya mengernyit bingung, melihat Angelina meringis.

"Kau kenapa? Angel!" pekiknya. Untung saja Alan sigap hingga Angelina tidak keburu ambruk ke lantai.

...Bersambung ...

1
Hera sasuwe
👍
Dyah Oktina
eh...dah end aja...kirain mau terus berjodoh dgn adam..tahunya segitu doang.. 🤭
Dyah Oktina
banyak typo...
Dyah Oktina
etdah...kasihan bener ngawasin d atas pu'un.. 🤭
Dyah Oktina
emang siapa putra ke dua katty...damian?
Dyah Oktina
eh...sepasang mata siapa kah???
guntur 1609
ini kelanjutannya ya Thor. ok Trims thor
guntur 1609
ceritanya sangat bagus. aku suka thor
guntur 1609
aku yakin yg donorkan ginjal pasti angel
guntur 1609
gara2 penampilan angel yg berubah kau jadi berubah juga perilakumu sm angel. dasar otak udang mata keranjang
guntur 1609
kau memang egois akan. selama ni kau acuhkan angel. sedangkan ayahmu menyelamatkan mental angel. malah kau berburuk sangka sama damian
guntur 1609
dasar bodat kau alan. angel mandiri kau ribut macam tak dihargai. padahal selama ni kau pun gak pernah menghargainya
guntur 1609
seharusnya kau bilang lagi angel. jika nanti aku hamil anak akan. maka kalian tdk berhak atas ank itu
guntur 1609
keluarga jakson gak tahu kalau angel adalah aset yg sangat berharga
guntur 1609
kalian fikir angel adalah sebuah barang. dapat dipindah tangan kanan.kmemang maksud adam. baik. tapi dengan kalian perlakukan seprti tu. secara gak. langsung kalian telah menoreh luka yg lbh dalam bagi angel
guntur 1609
sdh menjadi kebiasaan. seorang korban akan tetap dikucilkan dan di bully. miris
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
𝘩𝘢𝘥𝘦𝘩 𝘯𝘨𝘦𝘨𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪...𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘦𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘺𝘨 𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘯𝘺𝘬 𝘣𝘢𝘣 𝘵𝘱𝘪 𝘨𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘸𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢
Mak Aul: ada sekuelnya noh kak, suami kedua judulnya
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih author
ceritanya bagus meski sad ending
cuz je sequelnya
👍👍👍👍👍
Mak Aul: makasih sayangku
total 1 replies
Shinta Dewiana
hedeh..kasian anggel knp hrs hamil...
Mak Aul: lanjutt kakk
total 1 replies
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
ini yang kutunggu mak
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈: udah mak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!