🏆 JUARA FAVORIT PEMBACA LOMBA "PENGKHIANATAN" SEASON 2 🏆
Qiana dan Emir sudah menjalin hubungan selama 12 tahun dan rencana mereka akan menikah tahun depan. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendatangi pernikahan Zeline, sahabat baiknya. Ternyata yang menjadi mempelai laki-laki adalah Emir.
Dunia Qiana terasa hancur saat tahu kalau dirinya sedang hamil anak Emir. Sementara laki-laki itu tidak mau mengakuinya. Akibat kejadian itu sang ibu meninggal karena gagal jantung.
Di tengah keterpurukan itu datang penolong yang selalu memberikan penyemangat, yaitu Keenan seorang office boy. Pemuda ini sering membantu Qinan secara diam-diam. Apalagi saat Emir ingin kembali merebut hati Qiana dan Zeline ingin selalu berusaha menghancurkan kehidupannya.
Siapakah Keenan itu?
Apakah Qiana akan mendapatkan kebahagiaan setelah datang banyak cobaan yang menderanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Ketahuan
Bab 29
Zeline turun ke lantai bawah untuk sarapan. Dia bangun kesiangan karena semalam dia menerima telepon dari Bang Jago yang masih belum menemukan tempat tinggal Qiana. Saat netra dia melihat sang ibu mertua, langsung mood-nya bertambah buruk.
'Pasti akan menyuruh anaknya untuk menginap lagi di rumahnya,' gerutu Zeline dalam hatinya.
Zeline mendengar ibu dan anak itu sedang berbincang-bincang sambil berjalan melewati ruang tengah. Dia diam mematung, lalu diam-diam mengikuti mereka untuk mendengar pembicaraan keduanya.
"Mami akan mencoba menemui Qiana. Dia itu perempuan baik dan pengertian, semoga saja dia mau mengizinkan Mami untuk menggendong Shaka," tutur Heni.
"Mami mau ke apartemennya Qiana?" tanya Emir.
Zeline tersentak mendengar sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya. Selama ini dia ingin tahu di mana Qiana bersembunyi.
"Iya. Dia masih tinggal di Royale Diamond, 'kan?" tanya Heni balik.
'Apa? Itu 'kan, apartemen mewah yang ada di dekat kantor?' batin Zeline dan dia pun bersembunyi di balik gorden jendela.
"Iya. Dia tinggal di sana sejak pindah dari rumahnya dulu sampai sekarang," jawab Emir sambil berjalan ke teras rumah.
Heni melihat Emir masuk ke dalam mobilnya lalu dia melambaikan tangan kepada sang anak. Emir pun membalas sambil tersenyum kepada wanita yang sudah melahirkan dirinya.
"Hah, seandainya saja dulu Emir menikah dengan Qiana pasti aku saat ini sedang menimang cucu," kata Heni bermonolog.
Zeline yang mendengar ucapan ibu mertuanya, tentu saja dia merasa sangat kesal. Dia juga tidak menyangka kalau dirinya mandul. Tidak ada seorang perempuan pun di dunia ini yang senang saat dinyatakan mandul oleh dokter.
'Lihat saja akan aku dapatkan anak Qiana itu,' batin Zeline yang kini sedang merasa emosi.
Dengan cepat wanita itu berlari ke arah ruang makan saat melihat ibu mertuanya membalikan badan dan hendak masuk ke dalam rumah. Dia pun langsung sarapan dengan pikiran yang bercabang.
'Ternyata Qiana selama ini tinggal di apartemen. Pantas saja Bang Jago kesulitan mencari tempat tinggal dia,' batin Zeline sambil mengunyah makanan.
Maka dia pun langsung menghubungi Bang Jago dan memberi tahu informasi yang baru dia dengar. Zeline ingin semua yang sudah mereka rencanakan bisa berjalan lancar.
"Bang, ingat dengan rencana kita," kata Zeline.
"Iya. Tenang saja Nyonya. Kita pasti akan menjalankan tugas dengan baik," balas Bang Jago diseberang sana.
"Kalau sampai gagal, aku tidak akan mau membayar sisa uang pembayaran," ancam Zeline sebelum mematikan panggilan itu.
Wanita itu pun mencari keberadaan Heni karena tidak terlihat masuk ke dalam rumah. Ternyata mobil milik ibu mertuanya itu sudah tidak ada lagi parkir di halaman.
"Ke mana wanita tua itu? Apa dia ke tempatnya Qiana?" Zeline bertanya-tanya.
***
Hati Keenan sedang berbunga, karena ketakutan dia kalau Qiana marah kepadanya tidak terjadi. Dia senang saat sang kekasih mau mengerti dan memahami keadaannya saat ini. Rasa cinta dia kepada wanita beranak satu itu semakin bertambah.
Setelah sarapan bersama dengan keluarga kekasihnya, dia pun bergegas pergi ke kantor.
Senyum manis yang menandakan kebahagiaan terus terlukis di wajah Keenan. Tentu saja ini membuat banyak orang bertanda tanya. Kenapa atasan mereka sekarang terlihat bahagia, sedangkan hari kemarin masih terlihat murung.
"Pagi semuanya!" sapa Keenan dengan ramah kepada beberapa karyawan yang berpapasan dengan dirinya.
"Pagi, Pak," balas mereka serempak dengan diiringi senyuman.
"Tumben Pak Keenan terlihat bahagia pagi ini," bisik salah seorang karyawan perempuan kepada rekannya.
"Justru dengan mendapatkan perlakuan seperti tadi membuat aku jadi semakin bersemangat untuk kerja hari ini," sahut perempuan berbaju pink.
"Semakin tampan saja Pak Keenan itu," timpal yang lainnya.
"Iya. Dia itu tipe cowok idaman!" Keempat gadis di sana pun langsung setuju.
Kasak kusuk karyawan yang membicarakan Keenan dibiarkan olehnya. Pemuda itu merasa kalau ucapan mereka tidak memberikan efek buruk untuknya. Dengan langkah lebar dia pun masuk ke lift khusus untuk jajaran direksi. Dalam hatinya dia sudah bertekad akan segera mengusut tuntas para pelaku yang sudah berbuat jahat kepadanya dan akan memberikan hukuman kepadanya.
***
Sementara itu, Marlin bertemu dengan Qiana yang sedang berbelanja di toko swalayan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Kedua wanita berbeda generasi itu berdiri saling menatap.
Terlihat jelas pikiran licik yang sedang Marlin susun dalam otaknya. Tatapan mata wanita paruh baya itu mengarah kepada bayi yang kini sedang berada di gendongan Qiana. Bayi montok yang sangat tampan dan lucu. Wajah bayi ini sangat mirip Emir, apalagi saat tersenyum, matanya akan menyipit.
"Hai, Qiana," salam Marlin dengan senyum manisnya.
"Tante Marlin," gumam Qiana.
***
Apa yang akan terjadi kepada Qiana dan Shaka setelah bertemu dengan Marlin? Apakah rencana yang sudah di susun oleh Zeline bisa berjala? Ikuti terus kisah mereka, ya!
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️❤️
knapa yg musuhin Qiana jd 2 gini?
Qiana, kuat ya...
tggu saja