Indonesia
NovelToon NovelToon
Dea Alaska

Dea Alaska

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Model / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Chicklit / Tamat
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: ghassani

Dea pikir, menjadi selebriti terkenal sekaligus pacar dari seorang pengusaha muda di industri tempatnya bernanung akan membuat hidupnya menyenangkan dan diimpikan para wanita diluar sana. Dea cantik, Dea kaya, Dea terkenal dan Dea memiliki pasangan yang setia.

Ya, setidaknya Dea pernah merasakan menjadi wanita beruntung sebelum sang pacar malah menikahi wanita lain.

Mendatangi acara pernikahan itu agar tak terlihat menyedihkan dimata orang lain. Dea malah bertemu dengan sosok Ainan Raditya Alaska, laki-laki yang secara terang-terangan terlihat begitu tertarik dengannya hanya dengan sekali pertemuan.

Dan sialnya, setelah pertemuan malam itu, Dea malah terasa seperti terjebak dalam permainan dan modus laki-laki itu.

Lalu, bagaimana caranya Dea bisa kabur dari Aska yang selalu memiliki seribu cara agar terlihat kebetulan bertemu dengannya?

Haruskah ia bertahan atau kabur selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ghassani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Akting Mamah Ajeng

"Kamu ada jadwal syuting hari ini mbak?"

Menyomot ayam goreng dari atas piring, Dea mengambil poisi duduk dimeja makan menghadap ke arah sang mamah yang tengah masak. Pagi ini Dea tak punya jadwal apapun, hanya saja ia harus mengunjungi kantor setelah semalam Arin memberi info jika pak Gema akan datang ke kantor setelah masa cuti panjangnya. Percayalah, meski sudah bergabung dengan agensi Alaska lebih dari 1 bulan, baru kali ini Dea akan bertemu langsung dengan sang CEO.

"Mamah masak banyak, kasih juga ke Aska ya mbak"

Dea tak menyahut, lebih tepatnya enggan untuk bertemu dengan laki-laki itu setelah pembicaraan mereka semalam. Oh tidak, lebih tepatnya lagi setelah dirinya mengusir Aska tadi malam.

"Masukin ayam gorengnya juga ke box mbak. Jangan makan terus"

"Hubungan Dea nggak sedekat itu sama Aska mah, jadi nggak perlu sok akrab dengan berbagi makanan. Ini Jakarta bukan Solo mah"

Suara pisau yang beradu dengan talenan menggema seketika. Dea yang sebelumnya hendak kembali ke kamar, terpaksa mendaratkan kembali pantatnya di kursi meja makan lalu memasukan beberapa potong ayam goreng ke dalam box yang sudah disiapkan. Meski terkenal anggun dan lemah lembut dimata orang lain, namanya ibu akan tetap terlihat mengerikan jika marah di mata anak-anaknya.

"Kamu mau keluar hari ini? Rapih banget"

Sambil menutup box makanan yang sudah diisi dengan 3 potong ayam goreng, Dea menganggukkan kepalanya. Ia dan Arin janji akan pergi ke agensi jam 8 pagi, tapi sudah nyaris jam 8 lebih 5 menit, batang hidung wanita itu belum juga terlihat.

"Mau ke agensi sebentar. Ini tinggal nunggu Arin aja"

Ajeng kini yang tampak mengangguk ngerti. Setidaknya selama dirinya berada di Jakarta sekarang, ia akan sering melihat putrinya ketimbang dulu saat Dea belun tersandung gosip apapun.

"Ngomong-ngomong, mamah ngapain ke Jakarta?"

Mata Ajeng yang sebelumnya tampak biasa saja kini spontan mendelik mendengarnya. Anak-anak zaman sekarang memang selalu membutuhkan alasan akan semua yang dilakukan. Dan Ajeng paling tak suka hal itu. Kenapa juga harus menanyakan apa alasan orang tua mengunjungi anaknya sendiri?.

Melihat raut wajah mamahnya yang tak bersahabat. Dea langsung tersenyum dan bergerak mendekat ke arah mamah, bergelayut manja ditangan ibu tiga anak itu.

"Dea tahu mamah nggak suka sama pertanyaan itu, tapi kalau mamah dateng cuman karena khawatir, Dea baik-baik aja sekarang. Malah harusnya Janu yang mamah cek, alih-alih kuliah yang bener malah ngeband terus sama teman-temannya"

"Setidaknya Janu laki-laki dan nilai dia nggak turun. Mamah udah tenang. Tapi kamu?"

Dea memanyunkan bibirnya. Menjadi anak perempuan satu-satunya benar-benar amat menyusahkan "Dea baik, mamah bisa lihat sendiri"

"Mamah tahu kamu baik-baik aja. Kalau nggak baik mana mungkin ada nak Aska yang main ke sini semalam"

Dea kembali ke meja makan sambil memutar bola matanya jengah. Jangan sampai ajang interview mengenai Aska seperti semalam terulang kembali. Semalaman penuh sang mamah tak henti-hentinya bertanya mengenai Aska, seperti apa hubungan kalian, Aska kerja dimana, asal mana bahkan hingga Aska sudah punya pacar atau tidak.

Lagi pula, mau dia punya atau tidak, siapa juga yang peduli?.

"Aska itu anak baik-baik mbak. Mamah bisa lihat itu. Nggak kaya Ardigo yang memang dari awal mamah udah nggak setuju sama hubungan kalian"

Dea menopang kepalanya dengan satu tangan "Kayanya dulu ada yang ngajarin aku nggak boleh banding-bandingin orang kayanya"

"Ya terserah kamu lah mbak. Udah sana dianterin box nya, keburu nak Aska berangkat kerja. Kayanya calon menantu mamah itu pekerja keras"

"Mamah!!" kesal Dea.

Dengan hentakan kakinya yang penuh kekesalan. Dea berjalan keluar unit sambil menenteng paper bag berisi kotak bekal. Jika seperti ini terus, Aska akan memiliki alasan untuk menemuinya lagi.

Ia hanya akan memberikan bekal makan ini tanpa ada basa-basi sama sekali. Jika bukan Aska yang mau menjauh, maka dirinya yang akan membuat jarak dengan laki-laki itu.

Hanya dalam satu kali memencet bel, pintu unit Aska terbuka. Menampilkan sosok laki-laki itu yang kini sudah rapih dengan stelan kantor.

Satu yang terlintas dipikiran Dea sekarang adalah tampan. Rambut klimisnya membuat Aska terlihat sangat menawan, dan kemeja berwarna putih pas badan itu memunculkan satu kata baru di kepala Dea sekarang.

Sexy.

"Udah mau berangkat?"

****. Bukankah nggak ada basa-basi, kenapa juga harus tanya hal itu?.

"Iya. Kamu juga ada jadwal syuting?"

Aneh jika tak dijawab, sudah terlanjur yang pertama kali mengajukan pertanyaan, Dea menggelengkan kepalanya.

"Nggak. Cuman mau ke agensi. Agensi TEMAN KAMU"

Tindak. bukan ini ekspresi yang seharusnya Aska tunjukan kepadanya. Alih-alih memasang wajah tampak bersalah, Aska malah tersenyum super tampan yang membuat jiwa bingal Dea meronta-ronta. Ini orang nggak paham kalau gue sebenernya kesel tapi kangen juga?.

"Kenapa senyum begitu?"

Aska menggelengkan kepalanya. Nampak gemas dengan wanita yang ada di depannya ini "Nggak. Aku kira kamu nggak mau lagi ngobrol sama aku depan unit kaya gini" Aska mendekat lalu berbisik "Katanya takut ada yang ngeliat kita"

Mundur satu langkah, sebisa mungkin Dea memasang ekspresi tak suka "Jangan deket-deket, aku cuman mau ngasih ini dari mamah"

Box makan berpindah dari tangan Dea ke tangan Aska.

"Makasih, bisa jadi alasan buat kita ngobrol lagi"

"Gantung aja di pintu kalau mau ngembaliin dan—"

"Mbak"

Panggilan dari arah belakang membuat Dea menoleh seketika. Dea hampir saja jantungan karena takut jika ada yang melihat mereka, namun saat menemukan Raden Ajeng Purwaningsih menyembulkan wajahnya dari balik pintu unit, Dea bisa bernapas sedikit lega.

"Arin telfon, katanya nggak bisa jemput kamu karena macet banget. Jadi ketemuan di agensi aja. Dan— halo mas Aska"

Sapaan itu membuat helaan napas Dea yang lega kini berubah menjadi kesal. Sang mamah sudah berada di taraf tergila-gila dengan Aska.

"Halo tante. Terima kasih untuk makanannya tante"

Dan Aska yang sadar akan hal itu memanfaatkannya dengan baik.

"Semoga suka ya mas. Mas Aska mau berangkat ya?" tak lagi hanya menyembulkan wajahnya dari balik pintu. Ajeng sudah sepenuhnya berdiri di depan pintu.

Panggilan dari 'nak Aska' kini sudah berubah jadi 'mas Aska' biar lebih akrab.

"Iya tan. Ini mau berangkat. Bekalnya saya bawa ke kantor ya tan. Nanti Aska beliin sesuatu buat tante sebagai rasa terima kasih"

"Nggak usah repot-repot. Gini aja, Arin kan nggak bisa jemput, kalau tante minta tolong anterin Dea ke agensi—"

"Mamah!!" pekik Dea. Dia bisa naik taxi untuk sampai ke agensi, tak perlu sampai diantar oleh Aska.

"Kamu telat ke kantornya nggak nanti. Karena scandal yang kemarin, tante takut kalau Dea kemana-mana sendiri"

Bisakah mamahnya diberikan trofi sekarang sebagai aktris yang berbakat dalam akting? Dea bahkan takjub dengan akting mamahnya sekarang.

1
Herna Hannasi
Aku masih setia menunggu 😍
Herna Hannasi: Ok...aku juga suka Ceritanya 🥰
total 4 replies
melan lau
thor up lagi dong
melan lau
crazy up thor
melan lau
up lagi dong thor ....
TitikKoma: sudah up ya kak ❤️
total 1 replies
melan lau
gak dilanjutkankah kak othor
TitikKoma: dilanjutkan kak.. hari ini up.. 😊
total 1 replies
Sulis Cupliez
kangenn akaak🤗
TitikKoma: hari ini up ya kak 😊
total 1 replies
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Sulis Cupliez
akhirnyaaa
TitikKoma: hehehe udah seribu purnama terlewati baru up ya 😂🙏🏻
total 1 replies
melan lau
keren
melan lau
thor up nya jangan lama² ya ....please 🙏
TitikKoma: hehehe iya nih lagi mager nulis. eh ditambah ada peraturan baru NT, makin mager udah 😂
total 1 replies
Sulis Cupliez
masih ditunggu upny kaaaakk🤭
TitikKoma: heheheh ini cerita sepi bgt, jd lupa nggak up lama 😂
total 1 replies
Septi Wulansari
Raden Ajeng Purwaningsih...aku padamu maak
TitikKoma: hehehe aku pada mu juga 😂
total 1 replies
kyara manda
bagus
TitikKoma: terima kasih sudah mampir di cerita DeaAlaska ka ❤️
total 1 replies
Septi Wulansari
aku kok gemes sama aska +dea, pengen tak seret ke KUA
TitikKoma: hehehe emang gemesin ini berdua, tarik ulur nggak jelas
total 1 replies
Laila
Ya ampunnnn
TitikKoma: 🤭🤭🤭🤭😊😊😊
total 1 replies
Achonx Bonnie
selalu aja da orang2 kaya ana dan ria ya....
TitikKoma: hehhe banyak kak 😂
total 1 replies
Sulis Cupliez
menyebaaalkaaan dasar setaan tu Ana
TitikKoma: 😂😂😂🤭🤭🤭
total 1 replies
Is Wanthi
Dea sama Aska kemana ya
Is Wanthi
mau ngapain tuh sang mantan
Septi Wulansari
duh babang aska..
TitikKoma: ketahuan pawang Dea 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!