Alluna merupakan sosok wanita yang tergila gila terhadap seorang pria bernama Gio.
Namun sayang , seberapa keras usaha pun yang dilakukan oleh wanita itu dalam mengejar cinta seorang Gio nyatanya semua itu ternyata percuma. karena Gio terkesan acuh tak acuh seolah olah tak mau menanggapi cinta yang diberikan oleh gadis itu kepada dirinya.
namun suatu ketika, karena sebuah kecelakaan yang gak terduga. tiba - tiba saja membuat Alluna mengalami amnesia seketika. Yang dimana cinta milik gadis itu terhadap Gio juga ikut menghilang.
Sehingga membuat sosok Alluna yang selalu mengejar ngejar seorang Gio kini tiba - tiba jadi berubah sikap seketika
" Kenapa dia tak mengejarku lagi ? " batin Gio
" Apa!! aku pernah mencintai pria dingin seperti dia...tidak itu tidak mungkin terjadi ? " pekik Alluna tak percaya
Bagaimanakah kelanjutan kisah Alluna setelah mengalami amnesia ? apakah cinta milik gadis itu akan tetap terpaku terhadap Gio ataukah akan berubah haluan ke sosok pria lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Alluna terlihat berlari sembari terseok ke arah sebuah ruangan di mana Gio di rawat karena mengalami sebuah kecelakaan.
Entah suatu kebetulan atau berjodoh namanya . Karena saat ini Gio ternyata juga di rawat di satu rumah sakit yang sama dengan Alluna
Brak
Dengan tak bisa perlahan Alluna buru buru membuka pintu secara kasar
" Alluna...." gumam Gio ketika melihat gadis yang ingin di jenguknya saat ini malah tengah terlihat berdiri di ambang pintu menatap dirinya dengan pandangan yang sulit ia baca.
Alluna berjalan perlahan
Dengan mata yang terlihat mulai berkaca - kaca di dalam . Gadis muda itu pun terlihat mulai berjalan cepat ke arah Gio berada dan grep....
Sebuah pelukan erat gadis itu layangkan hingga tangan Gio yang saat ini sedang dipasangi gift oleh dokter jadi terasa sedikit nyeri seketika
Namun ia tahan...
Melihat Alluna yang saat ini tengah mengkhawatirkan dirinya membuat Gio jadi sedikit senang dan terharu di dalam sana
" Sttt...hey...kenapa menangis hmmm...aku baik - baik saja " ucap Gio sembari mengelus punggung Alluna dengan menggunakan sebelah tangannya yang saat ini masih bisa bergerak bebas
" Aku tidak menangis . Aku sedang kelilipan mata tahu " ketus Alluna mencoba mengelak . namun tetap saja gadis itu meraung serta sesegukan di dalam dekapan tubuh kekar yang Gio miliki
Gio tertawa
Gadis yang di cintainya ini benar - benar lucu
" Astaga Alluna..dulu gue benar - benar buta . Gue gak tahu ternyata gadis sombong yang gue pernah kenal dulu ternyata aslinya bisa sangat terlihat menggemaskan seperti ini "
Alluna terlihat melepaskan pelukan tangannya dan menatap sipit Gio dengan wajah kesal namun dalam hati sebenarnya sangat khawatir setengah mati
Mendengar Gio yang telah mengalami kecelakaan ketika perjalanan hendak menjenguk dirinya , membuat Alluna jadi terlihat sangat syok seketika
Tanpa pikir panjang ia langsung turun dari atas brankar tempat dirinya di rawat
Bahkan infus yang terpasang di tangannya pun sampai tanpa sadar terlepas karena Alluna yang tiba - tiba saja langsung berlari menuju kamar dimana pria itu di rawat
" Shut up Gio..atau akan kupatahkan lenganmu yang masih sehat itu " ancam Alluna yang bukannya membuat Gio bungkam . Pria itu malah semakin mejadi dalam hal menggoda Alluna .
" Apa kau khawatir aku tak sela...."
Ucapan Gio terdengar menggantung ketika melihat benda kenyal milik Alluna yang saat ini tengah mendarat sempurna di atas bibir seksi yang ia milikki
" Diamlah . Atau akan kulakukan lebih dari ini " ucap Alluna sehingga membuat Gio jadi mengerjap seketika
Ciuman singkat yang di lakukan oleh Alluna benar - benar mampu membuat Gio bungkam
Bahkan bukan hanya Gio saja yang bungkam , melainkan Caroline , Alex , Bram dan juga Ellia pun juga tampak syok ketika melihat gadis muda cerewet itu kini malah berubah menjadi agresif tiba - tiba
" Apakah aku sedang bermimpi pa ? " tanya Caroline kepada Alex yang saat ini sedang berdiri di samping istrinya sembari mengintip dari balik luar jendela kamar ruang Gio di rawat
Kyut
" Akh...kenapa kau mencubitku " pekik Caroline sakit karena lengannya di cubit keras oleh suaminya yang agak sinting namun tampan itu
" Sakitkan ? " bukannya minta maaf pria itu malah melayangkan pertanyaan bodoh kepada Caroline
" Ya..sakitlah . Namanya juga di cubit " ketus Caroline rasanya ingin sekali menggeplak kepala suaminya itu biar bisa sedikit waras dalam berpikir
" Kalau sakit itu artinya mama sedang tidak lagi bermimpi "
" Oh..iya juga ya...astaga pa..mama gak nyangka jika putri kita sudah tumbuh besar dan jadi sangat agresif seperti itu terhadap Gio " ujar Caroline senang
" Besok kalau Gio main sama Alluna kita tak boleh meninggalkan mereka berdua " ucap Alex yang diangguki oleh Bram
" Loh emang kenapa ? " tanya Ellia sedikit tak terima dengan ucapan temannya tersebut
" Tentu saja tak boleh . Aku tak ingin terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi diantara mereka berdua " kini Bram yang ikut bicara
" Sesuatu yang tak diinginkan ? Maksudnya apa coba ? " kini Caroline yang berucap . Ia masih tak mengerti ucapan dari para suami mereka saat ini.
" Pokoknya tidak boleh . Kita harus pantau terus . Jika tidak , setelah lulus sekolah nanti kita langsung nikahkan saja mereka "
" Apa !! " pekik Caroline serta Ellia hampir bersamaan.
Kedua wanita itu sepertinya cukup syok akan keputusan yang Alex utarakan kepada mereka berdua
*****
" Ayo..buka mulutmu " ketus Alluna namun perhatian
Sedari tadi gadis itu tak pernah beranjak dari ruangan yang di tempati oleh Gio untuk di rawat
Niat hati ingin menjenguk , malah dirinya yang saat ini sedang di jenguk serta di layani oleh Alluna
Pelipis pria itu agak robek dengan lengan kiri yang juga terlihat patah akibat tabrakan yang tak sengaja ia alami ketika menuju rumah sakit hendak menjenguk Alluna
" Apakah ini yang dinamakan tabrakan pembawa berkah ?" batin Gio tampak merasa senang di dalam sana
Sedari tadi kedua mata milik pria itu terus saja terlihat menatap ke arah Alluna yang sedang sibuk melayaninya
Dari membenarkan selimut untuk ia tidur , membantu Gio untuk turun dari brankar menuju kamar mandi , bahkan makan dan minum pun gadis itu juga yang menyuapi
Yang mana hal itu membuat Gio jadi tambah berbunga - bunga dan juga Falling in love dengan Alluna
Gio terlihat membuka mulut dengan terus menatap lekat ke arah wajah cantik yang Alluna miliki
Lebih tepatnya Gio saat ini tengah fokus menatap bibir ranum milik Alluna yang beberapa menit yang lalu telah mendarat mulus di atas bibir yang ia miliki
" Apa tadi itu mimpi ya..tapi kok kerasa nyata banged sih ! "
" Kenapa senyam senyum begitu . Atau mau kucium lagi "
Uhuk..uhukkk..uhukkk
Gio langsung saja terlihat tersedak makanan ketika mendengar ucapan gila yang Alluna lontarkan di hadapannya
Sedangkan Alluna malah terlihat tersenyum miring dan santai ketika melihat wajah Gio yang saat ini tengah terlihat bersemu merah malu di depan sana
" Nich minum dulu " ucap Alluna sembari memberikan Gio segelas air mineral yang tergeletak manja di atas meja
" Makanya kalau lagi makan itu fokusnya ke makanannya . Jangan malah fokus lihatin bibir orang "
Byurrrrr
Minuman Gio tampak tersembur
Niat hati mau minum untuk melegakan dirinya yang tersedak makanan . Sekarang Gio malah terlihat tersedak kembali karena mendengar celetukan Alluna yang tengah menyindirnya karena ketahuan sedang curi pandang ke arah bibir merah merekah milik gadis itu
" Lo tahu...." ucap Gio sedikit gugup
Lihat saja wajah dan telinga milik pria itu yang saat ini tengah terlihat memerah di depan sana karena malu tingkat setan yang saat ini tengah menderanya
" Oh shit gue malu banged anjir. Tapi tunggu... kenapa Alluna yang sekarang malah terlihat lebih berubah stay cool dari sebelumnya . Apa yang terjadi sebenarnya ? "
" Ye...malah melamun . Cepat rentangkan tangannya " ucap Alluna yang membuat Gio jadi mengkerut bingung di depan sana
" Merentangkan tangan ? Untuk apa..."
" Ya untuk ngelepasin baju . Lihat aja baju yang kau pakai sedang basah saat ini " ucap Alluna yang membuat Gio jadi menunduk seketika
" Oh iya..baju gue basah . Tunggu !! Gue harus buka baju di depan lo gitu " ujar Gio dengan pandangan kaget terbelalak
" Memang kenapa ? Bukankah kita sudah pernah merasakan ciuman panas di atas ranjang bersama "
Deg
" Please..seseorang tolong gampar gue "