kisah seorang remaja SMA yang bernama April yang ingin selalu memiliki kekasih idaman
tetapi perjalan hidup tidak sama dengan cerita dongeng
banyak masalah yang akan di hadapinya
Apakah dia tetap bersama orang yang dicintainya waktu SMA, atau dia memilih mementingkan karirnya dulu baru memikirkan tentang kekasih idaman nya
semua tidak ada yang tau😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elmoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 umbar ke mesraan di depan jomblo
Hari hari telah berlalu dan sekarang Heri sudah berpacaran dengan Lia,Heri menembak Lia di taman sekolah atas rekomendasi April.
Sebelum mereka pacara Heri curhat pada April tentang Lia dia sudah mulai suka padanya, dan ingin mengajak pacaran, tapi Heri masih ragu apa Lia juga suka padanya atau nggak.
Maka dari itu Heri bertanya pada April gimana baiknya, April mengatakan bahwa sebenarnya Lia juga suka padanya, dan menyarankan untuk segera menembaknya sebelum terlambat.
April berkata pada Heri bahwa waktu yang tepat untuk menembak Lia adalah waktu istirahat, dia bisa melakukannya di taman belakang sekolah, April bakal membantu mempersiapkan semuanya.
Setelah selesai mempersiapkan April mengajak Lia pergi ke taman, dan disana Heri sudah berdiri dan membawa bunga dia mengutarakan isi hatinya pada Lia.
Lia sangat terkejut karena dia nggak bakal nyangka kalau cinta nya bisa terbalaskan,dia sampai grogi menjawabnya.
Mereka telah resmi pacaran dan April langsung meminta traktiran atas jadiannya mereka berdua.
April ingin pergi nonton, dan mengajak mereka berdua karena sekarang lagi ada film terbaru romantis lagi, jadi cocok buat pasangan baru.
Sepulang sekolah April dan Lia di suruh bersiap siap buat pergi ke bioskop sedangkan Heri dia pulang dan mengganti motornya dengan mobil karena mereka bakal bergi bertiga.
Setelah selesai Heri langsung menjemput April dan Lia mereka langsung menuju bioskop, setelah samapi di bioskop Heri menyuruh April dan Lia membeli tiketnya sedangkan Heri dia membeli camilannya.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pintu bioskop teebuka mereka masuk kedalam dan mencari nomor kursinya, mereka menonton dengan tenang sedangkan April malah menangis karena kisahnya sangat romantis sedangkan dia hanya nonton sendiri bukan dengan pacarnya, malah disuruh liat Heri dan Lia bermesraan.
Setelah selesai nonton mereka keluar untuk mencari makanan, mereka mampir di restoran dekat bioskop, sambil menunggu pesanannya April mengeluh pada Heri dan Lia.
" Kalian nih bermesraan aja dari tadi, inget lah yang disamping masih jomblo nih" sindir April yang merasa iri dengan kebahagiaan mereka.
" Siapa suruh nggak bisa move on" sindir Lia.
" Duh lo kelewatan banget sih Li, emang gue tampang orang yang belum move on gitu !!" jawab April ketus.
" IYAAA !!!" jawab Heri dan Lia bersamaan.
" Kompak banget sih kalian berdua, emang yha kalau udah kasmaran emang lupa segalanya" gerutu April.
" Udah udah ayo kita makan aja, nati keburu dingin loh ini" ucap Heri.
Mereka menikamti makanannya dan setelah selesai makan Heri mengantar April dan Lia pualng ke asrama.
Sebelum masuk asrama Heri mengucapkan selamat tinggal pada Lia.
" Selamat tinggal sayang" sambil melambaikan tangan.
" Iyha sayang, kamu juga hati hati di jalannya" ikutan melambaikan tangan.
" Aduh udah seperti angin gue" sambar April.
Heri dan Lia tidak mempedulikan April, mereka terus aja bermesraan berdua, dan akhrinya April menarik Lia untuk segera masuk asrama.
April sangat bahagia bisa melihat mereka berdua saling mencintai, tapi dia juga merasa sedih karena dia masih belum bisa menghilangkan Hendra dari pikirannya.
Padahal Hendra sia sudah punya cewek yang sangat mencintainya, dia tidak mungkin meninggalkannya, memang April begitu bodoh kalau soal cinta.
Kalau ingin melupakan Hendra, April harus fokus sama pelajarannya, jika dia serius belajar pasti dia bisa melupakan semua masalah yang ada di pikirannya itu.
April belajar sampai larut malah.
" Pril udah malam nih, tidur sana gih ?" suruh Lia yang sedari tadi udah tidur.
" Bentar lagi nanggung ni kurang dikit lagi" masih sibuk dengan buku bukunya.
" Kamu tu emang ya nggak pernah berhenti belajar, tapi kamu juga harus jaga kesehatan jangan terus terusan begadang" mencoba menasehati.
" Oke oke aku akan tidur bentar lagi deh, kamu tidur lagi sana" jawab April.
Lia langsung tidur lagi setelah beberapa menit April sudah menyelesaikan semua pelajarannya dan langsung beranjak dari tempat belajarnya dan berbaring di kasur.
Ke esokan harinya April menyuruh Lia berangkat duluan karena dia masih ingin berangkat agak siangan.
Lia menuruti kata katanya dan langsung pergi meninggalkannya, sedangkan Heri yang sedari tadi menunggu Lia dia bertanya kenapa April kok nggak berangkat bareng.
Setelah menceritakan semua Mereka akhirnya berangkat bersama, sedangkan April dia menunggu waktu yang pas baru berangkat sekolah, dia ingin bersantai dulu di kamar.
Setelah melihat jam dinding April berangkat sekolah sendirian, dia juga sebenarnya nggak mau mengganggu Heri dan Lia.
April ingin memebri ruang agar mereka berdua bisa lebih romantis lagi, setelah istirahat April memilih makan di luar dan dia menolak ajakan Lia.
April memilih jajan di luar sekolah dan membeli bakso di pinggir jalan, ketika di menikmati baksonya dia di hampiri oleh seorang pria dan menyapanya.
" April kok kamu makan di sini " ternyata Hendra yang menyapanya.
" Kok kakak bisa ada disini, apa nggak sekolah ?" tanya April penasaran.
" Sekolah, tapi udah pulang dari tadi, dan tadi kebetulan aku diajak main kerumah temen aku yang rumahnya masih deketlah dari sini" jelas Hendra.
" Oh.
" Bang pesen baksonya satu yha bang" hendra memesan bakso.
" April kamu ngapain makan disini ? bukannya di dalam sekolah ada kantinnya yha" tanya Hendra penasaran.
" Aku ingin aja makan disini, biar nggak terlalu bising juga" jawabnya.
" Kamu gimana kabarnya. ?" mencoba berbasa basi.
" baik.
" Hubungan mu dengan Heri gimana ?" memastikan hubungan mereka.
" Baik juga" seharusnya aku berkata begini nggak bohong kan, karena dia tanya nya soal hubunganku dengan kak Heri, kan aku masih baik baik saja dengan kak Heri cuma sekarang aku udah nggak pacaran lagi dengannya, ngapain juga harus jelasin toh juga nggak ada efeknya buat dia.
Mereka saling diam karena sudah nggak ada topik yang harus dibahas, April setelah selesai makan langsung pergi meninggalkan Hendra tanpa sepatah kata pun.
Hendra kemudian menyusul April, dia ingin mengajak April jalan jalan kalau dia mau.
" April tunggu, kamu nanti ada acara nggak. ?" tanya Hendra sambil memegang tangan April.
" Kenapa. ?" tanya April heran.
" Kamu mau nggak sepulang sekolah jalan jalan dulu bersamaku" menawarkan keinginannya.
" Nggak ada waktu, aku sibuk belajar, begitu juga aku nggak mau yha nantinya kak Eli bakal salah paham padaku dan malah membenciku, mendingan kakak ajak kak Eli aja buat jalan jalannya" jelas April ketus.
" Ya udah oke deh" jawab Hendra.
Lalu Hendra pergi meninggalkan April, April merasa sedih karena dia tadi sudah menolak ajakan Hendra padahal dalam hatinya dia ingin sekali pergi dengannya.
Tapi apalah daya April dan Hendra nggak ada hubungan apa apa dan dia juga sudah mempunyai pacar, April nggak bisa berbuat apa apa.
April kemudian kembali ke sekolah dengan perasaan kecewa, dia masuk ke dalam kelas dan langsung duduk terdiam di bangkunya.
Lia yang memperhatikannya langsung menghampirinya dan bertanya.
" Kamu kenapa Pril, trus tadi waktu istirahat kemana, kok udah ngilang ngilang aja" menanyakan pertanyaan yang bertubi tubi.
" Aku tadi makan di luar, pengen cari suasana baru aja, dan sekarang gue nggak papa kok" jawab April.
" Beneran gak papa tapi kok kayak sedih gitu ? cerita dong kalau ada masalah" masih penasaran dengan tingkah April.
April menceritakan kejadian tadi yang bertemu dengan Hendra waktu dia makan di pinggir jalan.
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
salam dari ....
#Rindu With Me
#Suamiku kakak sahabatku
ijin promo ya 🍎🍎🍎
jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"🍎🍎
kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,
jangan lupa tinggalkan like and commen 🍎🍎🍎
Feedback to The Gangster Boy↪️