Indonesia
NovelToon NovelToon
My Dear

My Dear

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Susila

Alice Nelson adalah wanita berusia 27 tahun.

Ayah dan ibunya mengalami kecelakaan tragis saat ia masih berumur 20 tahun. Dia sangat terpukul dengan kepergian orang tuanya. Rumahnya di sita oleh BANK karena hutang orang tuanya. Beruntung dia memiliki teman yang sangat baik. Dan dia tinggal bersama temannya, Anna.

Namun kemalangan kembali menimpanya, dalam perjalanan Alice menabrak mobil mewah di pinggir jalan. Pemiliknya adalah Darwin Hall.

Dia sosok pemuda yang karismatik dan lulusan universitas ternama. Karena kecerobohan Alice akhirnya Darwin meminya ganti rugi dengan biaya yang besar.

Dia harus mencari pekerjaan secepatnya untuk membayar hutangnya. Saat ini, dia kurang memiliki pengalaman kerja.

Situasi semakin buruk, saat Alice menyadari kalau Darwin juga menjadi bos di perusahaannya.

Hubungan yang awalnya terjadi dari sebuah kesalahpahaman semakin hari berubah menjadi rasa cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Alice menemui Darwin di ruangannya.

"Aku hanya pergi makan. Aku juga tidak terlambat."

"Kenapa makan berdua dengan Michael? Hubungan kalian baik?"

"Aku tidak makan berdua bersamanya, ada Alea juga."

"Tidak ada hal khusus?"

"Tidak, tidak ada hal khusus."

"Keluarlah."

Alice berjalan keluar.

"Oh iya. Tahun ini perusahaan jarang berkumpul, nanti malam makan bersama."

"Baik."

***

Malamnya.

Suasana terasa tegang karena Darwin ikut hadir.

"Biasanya kalian makan bersama seperti ini?"

"Biasanya tidak seperti ini. Lebih baik kau tidak datang, lihat anak-anak jadi terkejut." ujar Michael.

"Terserah kalian mau bagaimana, bagus jika makan ramai. Anggap aku tidak ada. Aku ke toilet."

Setelah Darwin pergi, suasana kembali hangat. Mereka makan dan minum seperti biasa.

"Ayo. Bersulang."

"Bersulang."

"Makan ini, bagus untuk kulit."

"Ini enak."

Alice yang mencemaskan Darwin lalu bangkit dan mencarinya.

"Sebenarnya tidak perlu di paksa, aku bisa mengantarmu pulang."

"Kenapa kau tiba-tiba keluar? Di dalam sangat ramai."

"Bosku tidak bisa makan, aku juga tidak bisa duduk diam."

"Ayo. Makan. Makan dengan bebas."

Anna tiba-tiba datang.

"Direktur Hall."

"Anna? Kenapa kau datang?"

"Direktur bilang aku penasehat hukum perusahaan, harus ikut acara perusahaan. Direktur Hall. Restoran ini bagus."

Darwin tersenyum.

Mereka masuk kembali dan memainkan permainan truth or dare.

Alice mendapag giliran pertama.

"Alice. Cepat pilih." Michael memerintahkan.

"Aku..."

"Alice pilih tantangan." Anna tiba-tiba menyahut.

"Tantangan." Alea memberikan kartu tantangan dan Alice mebgambil satu.

Michael langsung merebut kartu dari tangan Alice dan langsung membacakan isi tantangannya.

"Pilih satu pria di kanan kirimu, saling memandang 10 detik."

Alice langsung menatap Darwin. Karyawan yang lain juga menyuruh agar dia menatap Darwin. Tapi Alice malah memilih untuk menatap Michael.

"Lebih baik aku memandang Michael sepuluh detik."

Darwin mendadak mengambil kartu itu dari tangan Michael.

"Buang kartu ini. Sesama rekan kerja canggung, Alice minum bir maka dianggap lewat."

"Tidak seru." protes yg lainnya.

"Sudah. Buanglah. Patuhi bos." ujar Michael kesal.

Permainan kembali berlanjut dan sekarang giliran Darwin.

"Bos. Giliranmu."

"Direktur. Bisakah ambil kembali kartu tadi?" saran Anna.

"Tidak. Aku pilih jujur."

Darwin lalu memilih kartu.

Sama seperti Alice tadi, Michael tiba-tiba merebut kartunya.

"Apa?"

"Orang yang kau sukai disini?"

"Ada."

Semua karyawan wanita senang mendengarnya karena merasa punya keaempatan untuk menjadi istri bos.

Anna menyudahi dan mengajak mereka semua untuk minum.

Alice mau mengambil gelasnya tapi mendadak Darwin menahan tangannya dan menggenggamnya di bawah meja.

***

Sekembalinya ke rumah Alice di buat kaget dengan adanya banyak lilin dan kue juga kotak kalung di atas meja.

"Ini kue dari toko yang kau sukai, rasa stroberi."

"Bagaimana kau bisa tahu aku ulang tahun?"

"Formulir pendaftarab tertulis ulang tahun di KTP-mu. Tadi kulihat moment media sosial Anna, setiap tahun kau merayakannya di hari ini. Selalu dirayakan di restoran itu."

"Kau melihat moment media sosial Anna?"

"Benar. Kau tidak biarkan aku melihat moment media sosialmu."

"Jadi, acara makan tadi, berkumpul, itu palsu? Kau hanya ingin semuanya melewati ulang tahunku dengan ramai? Jadi Anna juga datang?"

"Tahun ini pertama kalinya melewati ulabg tahunmu sendiri. Aku tidak mau kau merasa berbeda dengan sebelumnya. Jika berbeda, maka lebih banyak orang yang mencintaimu, menemanimu. Aku harus ada dikehidupanmu. Makan bersama pria lain, itu tidak boleh."

"Selain kau, siapa yang akan melihat moment di media sosial Anna? Orang lain tidak akan tahu ulang tahunku. Michael juga tidak tahu."

"Jika hari ini dia menemanimu melewati ulang tahun, aku pasti akan memecatnya."

Alice tersenyum mendengarnya.

Darwin lalu mengambil kalungnya dan memakaikan di leher Alice.

"Jadilah pacarku. Aku ingin menjagamu, mencintaimu dengan terbuka. Tadi aku ingin beritahu semuanya di sana, orang yang kusukai disana, namanya Alice Nelson. Jika hari ini kau menolakku, aku akan melakukannya lagi, sampai kau menerimaku."

Mata Alice berkaca-kaca mendengarnya.

Darwin lalu mengambil krim di kue tart dan mengoleskannya ke bibir Alice.

"Selamat ulang tahun."

Darwin lalu menciumnya.

Tidak lama Darwin melepas ciumannya.

"Bibirmu sangat manis."

Dan setelah itu ia kembali mencium Alice.

***

Hari ini gaya pakaian yang di pakai Darwin berbeda dari biasanya saat menghampiri Alice dan di meja makan. Lebih berani dan terbuka.

"Kenapa kau berpakaian seperti ini? Biasanya tidak pernah."

"Karena sebelumnya kau asistenku, sekarang kau pacarku."

"Kemarin kau menciumku dengan paksa, itu tidak termasuk."

"Tapi kau membalasnya. Kau juga menciumku. Terasa cukup menikmatinya."

Alice hendak pergi dari hadapan Darwin. Tapi Darwin menahannya dan menciumnya lagi. Darwin mencium bibir Alice dengan lembut.

"Aku hanya ingin memastikan, semalam kau tidak bermimpi."

"Duduk, makan."

Dan setelah Darwin duduk, bukannya makan, dia malah diam sambil memandangi Alice. Alice merasa tidak nyaman.

Ponsel Alice tiba-tiba berbunyi dan Darwin buru-buru mengambilnya.

Darwin lalu mengangkat panggilannya ternyata Anna yang menelpon.

"Alice. Bukankah semalam kau bilang mau datang? Setiap ulang tahunmu, kau selalu tidur denganku kan?"

"Pengacara Anna. Dia tidak akan kerumahmu lagi, dia mau tinggal dengan pacarnya."

Darwin langsung mematikan teleponnya.

Alice merasa sangat malu dan berniat mengambil ponselnya kembali tapi Darwin tidak memberikannya.

***

Pagi-pagi. Darwin mendatangi meja Alea tapi Alea belum datang.

Tidak lama Michael datang.

"Dimana Alea?"

"Belum datang. Ada apa? Cari aku jika ada urusan."

"Suruh dia belikan aku sesuatu."

"Beli apa? Aku saja."

Darwin menggeleng.

"Kau sama denganku, tidak cocok. Harus Alea yang beli."

"Apa yang tidak cocok? Aku tidak percaya, hal apa yang aku tidak bisa, hanya Alea yang bisa. Hari ini aku harus lakukan."

Darwin mendekat dan berbisik.

"Beli pembalut."

Michael sangat kaget.

"Kau pakai?"

"Bukan aku. Alice."

"Nanti akan kusuruh Alea membelinya."

"Baiklah."

Darwin lalu kembali ke ruangannya.

Alea datang dan sedang melihat sesuatu di ponselnya.

"Kenapa kau baru datang? Aku menunggumu sangat lama."

"Ada apa?"

"Darwin menyuruhmu membeli pembalut."

Alea makin terkejut lagi.

"Untuk apa Direktur membeli pembalut?"

"Dia belikan untuk Alice."

"Astaga. Direktur belikan pembalut untuk Alice?"

"Kenapa terkejut begitu? Tidak ada yang pernah membelikanmu?"

"Ada. Ayah, ibu, teman, pacarku."

"Kau punya pacar?"

"Mantan pacar bisa kan?"

"Mantan pacar. Menurutmu, pria belikan pembalut untuk wanita, ada hubungan apa?"

"Apa yang kau lakukan? Kau mau menggodaku? Aku pertimbangkan."

"Jangan harap." Michael membantahnya lalu pergi.

Alea pergi ke minimarket dan membeli pembalut.

***

Anna sedang bertemu dengan kliennya. Ia mencoba untuk menghubungi Lucas tapi nomornya tidak aktif. Hal itu membuatnya khawatir.

"Kenapa terus tidak aktif? Apa terjadi sesuatu?"

"Pengacara. Apa laporan penutupan kasusku bagus?"

"Kirimkan ke emailku, aku lihat dulu."

"Baik."

"Baik, anda pulanglah."

Anna mendatangi kantor Darwin saat jam makan siang.

"Direktur Hall."

"Anna. Kenapa kau datang?"

"Lucas menghilang. Ponselnya tidak aktif."

Darwin dan Alice saling pandang.

"Kau tidak tahu? Karena masalah Erik, Lucas, laporan pekerjaan ke perusahaan utama."

"Kapan?"

"Kemarin."

"Berapa lama?"

"Tidak tahu. Katanya ditekankan."

"Dia... Kenapa kau orang terakhir yang tahu?"

Alice dan Darwin hanya diam.

"Aku pergi. Aneh."

Setelah Anna pergi, Darwin mengambil pembalut yang ia sembunyikan di belakang punggungnya dan memberikannya pada Alice.

"Darwin, kau... "

Anna tiba-tiba kembali lagi karena lupa memberikan dokumen.

"Direktur Hall, lupa berikan... Pembalut katun? Ekstrak tanaman? Ini sangat baik untuk periode menstruasi. Darwin, bagus. Saat peduli pada orang lain cukup baik. Ini dokumennya."

Anna lalu pergi.

Darwin dan Alice tersenyum setelah Anna pergi.

1
kisses and martini
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!