Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Dicintai Suamiku

Wanita Yang Dicintai Suamiku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: aenyn unyu

Tatapannya hangat dan lembut, ku fikir dia mencintaiku, nyatanya tidak, ada wanita lain dihati suamiku, wanita yang merupakan cinta pertamanya, wanita yang dia kagumi sejak remaja yang tidak bisa dia miliki.

Entahlah aku ini dianggap apa, mungkin dijadikan sebagai pelampiasan rasa sakit hatinya, atau untuk memberitahu wanita itu kalau dia juga bisa menikah dan melanjutkan hidup meskipun bukan dengan wanita itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN FITRI

Tari sedih dan terpukul saat mengetahui kalau abi Sholeh ternyata telah pergi untuk selamanya, dia ingin ikut mengantarkan jenazah abi Sholeh ke peristirahatan terakhirnya, sayangnya, kondisinya masih belum mengizinkannya, dia hanya bisa berbaring dibankar rumah sakit.

Karna abi dan uminya turut mengantarkan abi Sholeh ke pemakaman sehingga Tari saat ini ditemani oleh Marni.

"Kamu harus cepat pulih Tari, supaya sik bayi juga tumbuh sehat." ucap Marni, tangannya saat ini tengah mengupas kulit jeruk, dan setelah itu membelahnya dan memberikannya pada Tari.

"Makasih Marni."

Marni mengangguk pelan, "Pokoknya Tari, aku tidak ingin lagi melihat kamu kayak kemarin lagi, kamu harus tetap sehat, dan kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk ngasih tahu aku, jangan diam-diam kayak kemarin."

"Iya Marni, sekali lagi terimakasih ya, kamu memang sahabat terbaik aku."

"Untungnya semuanya baik-baik saja, coba kalau terjadi apa-apa sama kamu, aku hajar tuh suami kamu yang tidak bertanggung jawab itu." saat membahas tentang Budi, nada suara Marni terdengar jengkel.

Tari menunduk mengingat bahwa sebentar lagi dia akan bercerai dengan Budi, dia akan menjadi janda dan menjadi orang tua tunggal, meskipun Budi bilang dia akan bertanggung jawab, tapi Tari tidak yakin, saat masih dalam kandungan saja Budi cueknya minta ampun, apalagi kalau nanti mereka sudah berpisah.

"Marni, andai kamu tahu kalau mas Budi berniat menceraikan aku." batinnya pilu.

"Heiii, kamu kenapa, kamu sedih karna aku bilang akan menghajar suami kamu, aku bercanda kali Tar, jangan sedih gitu donk."

Tari tersenyum tipis supaya Marni tidak merasa bersalah, lagipula dia tidak sedih karna ucapan Marni barusan, tapi karna sebentar lagi rumah tangga yang dulunya dia bayangkan sakinah mawadah dan warahmah harus berakhir, pernikahan yang baru dibangun dan seumur jagung.

Ponsel Marni berbunyi singkat yang menandakan adanya chat masuk, wanita itu segera meraih ponselnya yang tergeletak dilemari kecil didekat tempat tidur yang ditempati oleh Tari, Marni fikir yang mengchatnya adalah suaminya, tapi ternyata itu adalah Asroni.

"Ehh Tari, ini Asroni chat aku, pasti dia ingin tahu keadaan kamu." lapor Marni memperlihatkan layar ponselnya yang memampangkan nama Asroni.

Marni membuka chat itu, dan benar kalau Asroni ingin tahu keadaan Tari, "Tuhkan benar, dia nanyain kamu lagi."

Marni menarikan jemarinya dilayar ponselnya untuk membalas chat tersebut, memberitahukan fakta yang ada.

"Nanyain kabarku." ulang Tari bingung.

"Iya nanyain kabar kamu Tari, dia sangat khawatir lho sama kamu, kemarin saat kamu belum bangun dia panik dan terus-terusan menelpon aku untuk mengetahui perkembanganmu."

Tari mengerutkan kening, dia tentu saja tidak ingat kalau sebelum kesadarannya hilang sempat menghubungi Asroni, dan lagian juga diakan asal pencet saja, dia mendial nomer pertama yang muncul diphonebook ponselnya.

"Kamu yang ngasih tahu Asroni kalau aku dirumah sakit." Tari bertanya ingin tahu.

"Ya gaklah, justru Asroni yang nyuruh aku datang ke rumahmu untuk melihat keadaanmu."

"Ehhhh." Tari semakin dibuat bingung saja, diakan memang tidak tahu apa yang terjadi saking fokusnya dengan rasa sakit yang dirasakannya.

Melihat wajah heran Tari, Marni menjelaskan semua yang terjadi dari A-Z.

Tari hanya mengangguk pelan, entah dia mengerti apa yang dijelaskan oleh Marni, bisa jadi dia tidak paham tapi pura-pura mengangguk, entahlah.

"Jadi, nomer Asroni ya yang aku panggil."

"Hmmmm."

"Dan tadi pagi dia juga nelpon nanyain kamu lagi, aku jawab saja otw sembuh, dan aku juga nyuruh dia untuk hubungin kamu saja, bosen aku ihh kalau terus-terusan digangguin kalU hanya ingin nanyain kamu doank."

"Kamu tahu gak jawabannya apa."

Tari menggeleng.

"Niehh aku kasih tahu apa yang dikatakan oleh anak itu, dia bilang kamu itu istri orang, ntar takutnya suami kamu salah paham lagi, dan katanya lagi nieh, meskipun kamu bukan istri orang, dia juga gak akan hubungin kamu karna kalian bukan muhrim, benar-benar sholeh anak itu, wanita yang akan menikah dengannya pasti akan beruntung."

"Iya, wanita itu pasti beruntung."

"Kamu cerai ajalah Tar sama Budi, terus sama Asroni." canda Marni asal, "Lagian ngapain sieh kamu sama sik Budi itu, gak guna sama sekali."

Bukannya membalas candaan Marni seperti yang sering dia lakukan, Tari malah menunduk, ini bukan masalah bercanda lagi, tapi memang Budi ada niat untuk menceraikannya.

Tari menghela berat, kelihatan dia punya banyak beban fikiran yang selama ini dia pendam, "Kayaknya aku bakalan cerai Mar, mas Budi sudah ada niat menceraikan aku." batinnya.

"Heiii, kamu marah." ucap Marni saat melihat Tari terlihat sedih, fikirnya Marni sedih karna candaannya barusan, "Aihh, aku bercanda, jangan diambil hati kali, dan maafin aku karna ngata-ngatain suami kamu tercinta itu." Marni tidak benar-benar minta maaf atas perkataannya yang mengata-ngatai Budi barusan, hanya saja dia tahu Tari suka kesal kalau suaminya dikata-katai.

"Gak apa-apa kok Mar, jangan minta maaf."

"Kamu gak marah."

"Enggak."

"Syukurlah, udah panik aja aku."

*******

Fitri datang ke acara pemakaman abi Sholeh setelah Budi memberitahukannya tentang informasi itu, baik Biah dan umi Warsih menatapnya penuh kebencian, dulu Fitri sangat diterima oleh keluarga Budi, bahkan Fitri sudah dianggap keluarga sendiri, dan saat Fitri memilih menikah dengan laki-laki lain dan tidak memilih Budipun Biah dan juga umi Warsih tidak membencinya, tapi saat wanita itu datang kembali, dia merusak segalanya, termasuk gara-gara dialah abi Sholeh pergi untuk selama-lamanya, sekarang Fitri dianggap musuh oleh keluarga Budi.

Bersama Budi, Fitri nyamperin Biah dan umi Warsih, sementara para pelayat lainnya sudah pada pulang duluan.

"Umi, Fitri...."

"Kenapa kamu bawa wanita iblis ini kehadapan umi Budi, kamu ingin membunuh umi setelah abimu yang kamu bunuh hahh." umi Warsih ngamuk sembari menuding Fitri, matanya menyala-nyala.

Fitri menunduk, matanya berkaca-kaca, sedih rasanya mendapatkan sambutan dengan maki-makian dari orang yang dulu menganggapnya keluarga.

"Bisa-bisanya kamu membawanya kehadapan umi, kamu memang benar-benar tidak punya otak Budi, otakmu sudah dicuci oleh wanita iblis itu."

Budi juga diam dan tertunduk, dia tidak bisa berkata-kata, kepergian abinya gara-gara ulahnya merupakan pukulan telak untuknya.

"Bawa wanita itu pergi dari hadapan kami Budi, kami tidak sudi melihatnya." timpal Biah tajam.

Perlahan Fitri mengangkat wajahnya, memberanikan diri menatap Biah dan juga umi Warsih, mata yang dulu menatapnya dengan penuh kehangatan, kini menatapnya penuh kebencian, Fitri pasrah dibenci karna memang dia salah.

"Umi, aku...."

"Jangan panggil aku dengan mulut sampahmu itu, dibalik wajah polosmu ternyata hatimu seperti iblis."

"Umi tega sekali mengatakan itu padaku, aku juga berhak bahagia umi, aku dan mas Budi saling mencintai, apa salah kalau kami bersama."

"Cinta kamu bilang." umi Warsih menekan kata-katanya, "Cinta kamu bilang setelah kamu dibuang oleh suamimu, dan kamu datang kembali merebutnya dari menantuku."

********

1
Rismawati Damhoeri
baik sama bodoh itu beda tipis tari...
Rismawati Damhoeri
apaan sieh thor, penempatan siehnya bnyk nggak masuk thor..
Mar lina
Budi " waktu kamu sama Tari
hati& pikiran mu ke orang Lain...
giliran sudah menikah dengan Fitri
hati mu ke Tari...
penyesalan selalu datang belakangan an
lanjut Thor ceritanya di tunggu updatenya
Erna Waq
Oalah kak...q sukanya tari sama Asroni😓
Dokkan Battle
BUNUH WAE LAH
nining turtania
bagus sekali ceritanya
nining turtania
ceritanya bagus sekali
Baim Ibrahim
yang pasti pasti saja,sama ustadz Irwan boleh juga
Dokkan Battle
BUNUH SARAH
Dokkan Battle
TARI GOBLOK
Dokkan Battle
bunuh
Ma Em
Tari itu terlalu lemah tdk tegas sama Budi , lbh baik Tari jgn pedulikan lagi pada Budi karena Tari dan Budi kan sdh berpisah msh saja perhatian , lbh baik Budi yg suruh pulang bkn Asroni .
Dokkan Battle
LAH LU SIAPA TONG🖕
Dokkan Battle
Budi goblok 🖕
Ma Em
Tari kamu jgn sampai tertipu lagi sama Budi jgn mau lagi kalau diajak rujuk lbh baik cari lelaki lain saja daripada balikan sama Budi , biarkan si Budi dgn Fitri istri tercintanya pokoknya Tari tegas jgn iya2 saja si Budi itu pura2 dekatin Fatimah padahal sebenarnya mau kembali pada Tari .
Ma Em
Asroni aku doakan kamu berjodoh dgn janda beranak satu yaitu Tari 🤲🤲🤗😄
Ma Em
Jangan sampai Tari balikan sama Budi lbh baik Tari dgn Asroni saja , semoga Tari berjodoh dgn Asroni .
rian Away: kalau balikan author nya sakit
total 1 replies
TRI FAA
bguss🤣
Ma Em
Lagian Tari nya lembek banget itu mah bkn sabar tapi bodoh msh mau saja baik2 in Budi , mending galak kayak Marni tegas orang nya daripada Tari bikin sebel aja .
Ma Em
Lebih baik Tari setelah melahirkan nanti menikah saja dgn Asroni .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!