Indonesia
NovelToon NovelToon
Malantara

Malantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Epik Petualangan / Action
Popularitas:105
Nilai: 5
Nama Author: Syah Rizal

Raka hanyalah siswa biasa yang tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan dalam hidupnya.

Hingga suatu hari, sebuah kejadian tak terduga membawanya ke dunia yang sama sekali berbeda.

Di dunia itu, Raka menemukan sesuatu yang tidak pernah ia miliki sebelumnya—tempat untuk kembali, dan orang-orang yang ingin ia lindungi.

Namun dunia tersebut tidak seindah yang ia bayangkan.

Penyakit misterius, kekuatan yang tak terkendali, dan kenyataan pahit tentang pilihan yang harus diambil… perlahan mengubah cara Raka melihat segalanya.

Dan ketika ia menyadari bahwa tidak semua orang bisa diselamatkan, Raka mulai mempertanyakan satu hal:

apakah ia benar-benar ingin pulang… atau justru mencari sesuatu yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syah Rizal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

volume 2 chapter 7

" apa maksudmu uangnya tidak ada? " tanyaku

Vina hanya memalingkan mukanya

Yaga menoleh ke arah Vina

" Vina katakan yang sebenarnya terjadi kepada mereka " kata Yaga

Tapi Vina tetap diam tak mau berbicara

Yaga meliriknya sebentar terus menghela napas pasrah

" Vina memberikannya ke seorang bangsawan "

" apa !! " teriak semua orang

Vina melompat dan mencoba menutup mulut Yaga

" Yaga apa yang kamu lakukan " kata Vina sambil mencoba menahan Yaga

Yaga terus menghindar semua serangan Vina

" Vina katakan yang sebenarnya, tak perlu takut, Raka adalah temanku, aku yakin dia akan membantu kita semua " kata Yaga sambil berusaha menghindar

" tapi.. mereka.." Vina menoleh sebentar

Dan melihat Vina menoleh Yaga langsung mendorongnya ke lantai, dan mencengkram kedua tangan Vina

" ugh "

" kita tidak punya pilihan Vina " kata Yaga

" a-aku.. Aku.. tidak.. masalah ini tak perlu melibatkan mereka, bahkan kamu sebaiknya pergi dengan temanmu itu Yaga " jawab Vina serius

" apa yang katakan sih, menyuruhku pergi sekarang, lalu berpura-pura tidak tahu tentangmu yang sedang kesulitan? " kata Yaga agak kesal

" dengar " Yaga mendekatkan wajahnya tepat di depan Vina " kamu sudah terlambat untuk menghentikanku sekarang "

" hii terlalu decyat " wajah Vina memerah

" masalahmu adalah masalahku sekarang " jawab Yaga

" huwawawawawa o-oke Oke aku lakukan, aku akan ceritakan semuanya ,kau puas sekarang! Jadi menjauhlah sekarang " wajah Vina terus memerah

Sementara di sisi lain ruangan yang sama

" sekarang kamu mengerti kenapa aku dan Mira kesal, apa dia memang seorang yang suka berbuat seperti ini ?" kata elira

aku memegang kepalaku karena malu

" yah kadang-kadang dia memang suka begitu, yah lilia juga malah mendukungnya karena ' akan seru ' menurutnya " jawabku pasrah

" eh.. Itu kamu punya kelompok yang unik ya.." kata Mira

" lebih tepatnya aneh " kata elira

" kakak! "

" tidak, tidak apa-apa kok, aku sudah terbiasa disebut seperti itu. daripada itu " aku melirik ke Yaga dan Vina " Yaga mau sampai kapan kau menahannya "

Yaga dan Vina langsung menoleh kepadaku.

Mereka ini apa baru menyadari aku dan yang lain sekarang

" ah oke "

Yaga dan Vina lekas berdiri

Wajah Vina masih terlihat merah padam

" yah aku mengira Vina masih butuh waktu untuk menjelaskan semuanya " kataku sambil melihat Vina

" tidak tidak aku akan menceritakannya sekarang " Vina pun mencoba menenangkan dirinya

aku menyuruh Vina dan Yaga duduk

Dan mereka setuju

" jadi apa yang terjadi dengan uang itu Vina " tanyaku

" sebelum aku menceritakannya, aku ingin tanya apa kalian tahu seberapa bahayanya apa yang terjadi kalau kalian mau ikut yang menyangkut bangsawan " kata Vina

" Vina !! " sela Yaga

" tidak Yaga, yang Vina katakan benar " jawab elira, elira pun menoleh padaku " Raka kalau ini memang berhubungan dengan bangsawan, ini akan sangat merepotkan, apa kau masih ingin mengambil uang itu "

aku merenungkan apa yang dikatakan elira

sebenarnya aku tidak tahu seberapa besar pengaruh bangsawan itu, tapi kalau elira sampai menyebutnya, itu pasti berbahaya

setelah beberapa menit merenung akupun buka suara

" maaf elira tapi aku tetap ingin bertemu dengan bangsawan itu, bukan karena uangku tapi untuk desa ini, apa kalian mau ikut? " kataku

Elira sedikit tersenyum

" yah apa boleh buat kita sejauh ini juga, bukan begitu Mira " jawab elira

" yah apa Raka kita akan bersamamu " jawab mira

Vina yang melihat kami bertiga pun tertegun

" apa kalian benar benar akan membantu desa ini? kalian bahkan belum pernah kesini sebelumnya " kata Vina bingung

" yah Yaga pun ingin ikut membantu sih jadi yah aku ingin membantunya juga " kataku

" sudah kubilang temanku akan membantu " kata Yaga tersenyum menatap Vina

Vina masih kebingungan sampai akhirnya diapun memasrahkan diri

" ah yah kalau itu mau kalian ya sudah lah, ikuti aku " Vina lekas berdiri sambil berjalan keluar

" eh kenapa " tanyaku bingung

" kalian mau menemui bangsawan itu kan ? Sekarang saat yang tepat , kalau tidak mereka akan pergi kembali kerumahnya di ibukota "jelas Vina

" tunggu sekarang juga? " kataku

" tentu aku juga akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di perjalanan nanti, cepatlah kita tidak punya waktu "

Kita semua pun bergegas menuju kereta dan langsung pergi ke tempat bangsawan itu

dalam perjalanan Vina pun bercerita tentang bagaimana semua ini terjadi

Dia bercerita ini bermula ketika desa diserbu kawanan monster yang membuat gagalnya panen dan juga hilangnya beberapa warga, karena insiden itu para warga tidak bisa membayar pajak yang biasanya diberikan.

Alih-alih memakluminya bangsawan itu malah mengambil persediaan makanan sebagai gantinya.

karena kelaparan pihak desa mengambil langkah cukup nekat untuk membajak persediaan bangsawan itu tapi yang mereka temukan hanyalah perhiasan dan pakaian

saat itu warga desa terpukul mundur dan ketika saat itu juga aku bertemu Yaga di sebuah hutan, dia pada akhirnya membantu ku sampai kita berhasil membajak persediaan tadi.

Yaga yang sedang menyetir kuda menoleh kebelakang

" tunggu kau bilang itu punya warga desa " Yaga menyela

Vina memalingkan wajahnya

sementara aku, elira dan Mira terkejut karena tak percaya

" astaga apa kau tidak menyadarinya selama ini? " kataku

" yah setelah dipikir-pikir agak mencurigakan karena mereka malah mencuri kembali pakaian yah perhiasan bisa dibilang wajar, tapi pakaian.." jawab Yaga

' terus kenapa tidak sadar ' kita bertiga mengatakan itu di dalam hati

Setelah Vina akan lanjut menceritakan tentang kenapa bangsawan itu mengambil uangnya, aku menyelanya

" tunggu sebelum itu aku boleh bertanya? Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku punya banyak uang saat di ibukota " tanyaku

" huh kenapa? yah kau seharusnya jangan memperlihatkan uang sembarang ketika di tempat banyak orang, seperti tempat makan, apalagi semua yang di kantongmu koin emas semua , orang orang pasti sangat mudah melihatnya " jawabnya

Ah waktu itu ya

Tunggu aku sepertinya sempat dimarahi juga saat itu

Aku melirik elira yang wajahnya mengatakan ' sudah kuduga '

Setelah itu Vina pun melanjutkan ceritanya

Vina pergi ke seorang petugas bangsawan yang Vina pernah temui dan memintanya menyampaikan bahwa ia ingin menemuinya

Kebetulan ia sekarang berada di mansion karena suatu urusan dan Vina pun dipertemukan

Vina mencoba bernegosiasi dengan bangsawan itu awalnya Vina menawarkan 20 koin emas sebagai ganti rugi

Tapi ia malah di tangkap dan di geledah dengan paksa yang membuat uang itu di ambil semua

Vina marah dan menarik tak sengaja penjerat pakaiannya karena dia mengira itu harga yang terlalu mahal dengan apa yang desa perbuat, tapi bangsawan itu malah marah lalu memukul Vina

" ini adalah konsekuensi apa yang kalian perbuat " Jawab bangsawan itu sambil pergi

" tunggu tolong pulihkan kembali wilayah desa ku, kalau tidak lebih banyak orang yang mati karena kelaparan, jadi tolong maafkan warga desa karena melakukan itu " mohon Vina

" baiklah aku akan melupakan apa yang mereka lakukan kepada barangku , jadi pergilah sebelum aku berubah pikiran " kata bangsawan itu

Setelah itupun Vina di seret pergi

Tapi Vina malah disuguhi pemandangan desanya diserang

" si bangsawan keparat itu membuatku marah " kata elira kesal

" kakak bahasamu " bentak mira

" tunggu apa keparat itu " tanya Vina

" lah kamu tidak tahu, ehh... Yah itu kata untuk orang jahat sih, jadi aku setuju dengan elira saat ini, maaf Mira " jawabku

" bangsawan keparat ya.. " Vina merenung seakan menemukan kata yang tepat

Beberapa kemudian Yaga berbalik

" Vina kita sudah sampai "

Dan di depan kita merupakan sebuah mansion yang merupakan milik bangsawan keparat yang diceritakan Vina.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!