Malantara
Namaku Raka seorang yang biasa saja, tidak ada yang spesial dan ya itu aja perkenalanya, kenapa apa perkenalannya terlalu pendek, ya sayang sekali aku belum punya apa-apa untuk di tonjolkan, yah mungkin hobiku berpetualang atau lebih tepatnya selalu penasaran ke suatu tempat yang belum ku lihat, tapi itu karna temanku mengajakku terlebih lagi aku belum berpetualang terlalu banyak.
"Raka bagaimana menurut mu?" Pria di sebelahku menunjukan ku topi aneh berbentuk kodok
Pria itu bernama yaga walaupun dia suka beladiri tapi didalam dirinya dia pencinta anime, sebuah kombinasi yang aneh bukan.Saat aku menanyakan hal itu , dia hanya bilang bahwa sebuah perbedaan itu merupakan sebuah ciri khas tersendiri. Yah aku yakin dia hanya membual, hanya karna tidak mau disebut aneh.
“ itu akan berhasil, aku yakin dia akan bisa mengusir beberapa Binatang dengan mengenakan itu “
“ aku serius raka “
“ akupun sama “ jawabku dengan tegas “ lagian tanpa kau mebelikannya barang tak berguna itu, mungkin lebih bijak membelikannya makanan bukan, kau tau sendiri dia rakus kalau soal makanan “
“ apa yang kamu katakan, lilia tidak rakus dia hanya suka ngemil, dia juga suka makan makanan yang baru, di bahkan di undang menjadi salah satu kritikus makanan di sebuah event di tambah…”
Yah Yaga tak akan berhenti disitu, lagian aku percaya dia hanya rakus tentang makanan, mana ada orang yang akan menghabiskan satu toples penuh kerupuk dan malah “ apakah ada lagi “ dia bilang?, nah aku yakin dia hanya seorang yang rakus.
Ngomong-ngomong orang yang rakus itu adalah Lilia, dia seorang primadona sekolah, cantik,berbakat,pintar,dan terlebih lagi dia kaya. Kalau orang melihat dia , lilia seperti orang yang berada di ranah yang sama sekali berbeda dari kebanyakan orang.
lilia seorang anak dari sebuah keluarga yang mempunyai Perusahaan terkemuka baru baru ini, yang membuat dia menjadi incaran di sekolah, bahkan Yaga pernah mencoba melamarnya tapi dia..dia
“pffttt” sebuah ingatan yang kocak mengalir di kepalaku dan aku mencoba menahan tawa karnanya
“ apa yang kamu tertawakan ?” tanya raka
“ haha tidak – tidak ada, hanya saja saya sedang mengingat kembali kenangan lama Ketika ksatria kita sedang melamar seseorang” dengan itu wajahnya menjadi cemberut
“ ahhhh tak mau dengar! Tak mau dengar! “ dia berteriak sambil menutup telinganya “ lagian yang harus kita pikirkan itu hasilnya kau tau, ha-sil-nya.”
Yah karna hal itu juga ntah kenapa dia menempel Bersama kita berdua, sungguh aneh rasannya memiliki primadona di sirkel ku tapi ya aku tidak terlalu memikirkannya toh dia kaya, dan tentu saja dia baik walaupun dia kaya.
“ lihat Raka aku membeli jubah yang keren ini” dia menunjukkan sebuah jubah dengan ukuran over, itu mirip jubah seorang dengan penganut kepercayaan aneh dan melemparkannya kepadaku satu
“ dengan ini kita bertiga akan melingkari api unggun sambil menggunakan pakaian ini dan kita saling berbagi cerita mistis kita sendiri sampai subuh”
Walaupun tampilannya agak aneh tapi itu ide yang bagus “ yah itu akan berhasil kali ini, kau hebat membuat rencana seperti ini”
“ kan ! setelah kita menceritakan kisah horror ada kemungkinan lilia akan ketakutan dan aku akan menenangkannya , ah aku tidak sabar menunggu malam tidak” yah aku sudah menduga ini akan terjadi.
Ngomong-ngomong kita berdua sedang ada di acara liburan sekolah bertepatan di sebuah hutan nasional yang luas, didalamnya terdapat berbagain tenpat yang bagus, ada sebuah danau, air terjun,hutan tropis, beragam Binatang, dan sebuah gua besar.
Sebenarnya aku sudah pernah berkunjung kesini dengan yaga dan lilia, biasanya aku suka menjelajah ke berbagai tempat tanpa mengikuti arahan sekolah yang hanya akan menjelajahi sedikit dari apa yang ada disini. Aku suka sekali dengan menjelajah tapi untuk hal baru, tempat yang sudah aku kunjungi akan sangat hambar setelah ku kunjungi lebih dari sekali. Tapi untungnya ada yang belum aku susur di area hutan ini yaitu gua besar, waktu itu aku terlalu memakan banyak waktu di hutan tropis jadi aku tidak dapat melihat guanya.
Jadi kali ini aku akan menjadi anak baik yang mengikuti acara yang telah disiapkan sekolah.
Semua orang berkumpul di depan gua, setelah itu selesai guru akan menjelaskan acara yang akan terjadi selanjutnya, guru menjelaskan bahwa kita akan menjelajahi gua hanya dengan dua orang dan akan di beri sebuah senter setiap orang yang akan masuk.
Hmm mereka akan menggunakan rumor tentang gua ini sebagai acara kali ini? Yang aku dengar dari gua bahwa orang yang menyusuri gua ini sampai ujung hanya dengan berpasangan dia akan menjadi pasangan sejati atau begitulah yang kudengar. Jelas sekali itu hanya strategi marketing agar gua ini popular, apa mereka akan menjadi mak comblang kali ini?.
Aku mengambil sebuah brosur yang di tunjukkan untuk para siswa.
“ apa itu” tanya Yaga
“ ini adalah peta untuk gua ini dan ya ada sedikit deskripsi tentang guanya juga,tapi yah aku agak kecewa tentang rute gua ini” aku memberikannya ke Yaga
Rute kali ini bahkan tidak asik, hanya akan beberapa persimpangan jalan, bahkan itu tidak bisa di sebut persimpangan karna di satu sisi hanyalah jalan buntu yang tidak terlalu dalam, jadi perjalanan nanti merupakan perjalanan lurus tanpa harus memikirkan jalan.
Saat ini semua orang berbondong-bondong pergi ke arah Lilia, mereka meminta hal yang sama kepadanya yaitu mengajaknya menjelajahi gua Bersama, aku melihat satu persatu orang pergi dengan cemberut, yah dari wajahnya sudah ketebak hasilnya gimana.
Untuk ku? Tentu saja aku akan mengambil opsi yang simple,lagian kalau aku mengajak seorang cewe di kelas, Yaga dan Lilia akan membullyku sampai mampus selama dua bulan lebih,aku yakin, tidak itu pasti terjadi karna aku akan melakukan hal yang sama kalau mereka berdua melakukan hal yang sama.
Lagian di kelasku mereka sudah tau aku sudah berteman dekat dengan Yaga jadi itu tidak masalah kalau aku bersamanya kali ini.
“ jadi begitulah Yaga, apakau ingin menyusuri gua seka..rang?” aku perlahan menoleh dan tidak lagi melihat yaga disampingku
“ maaf Raka aku tidak bisa ikut, Lilia sepertinya memanggilku” teriaknya menjauh
Tidak-tidak itu jelas hanya keinginannya saja, dengan begitu dia berlari dengan kecepatan penuh meninggalkan aku sendirian.
Aku menatap dengan mata kosong melihat seberapa megahnya sebuah gua yang membentang ini, para siswa yang berkumpul tadi sudah menghilang hanya ada beberapa orang saja yang sedang menunggu dirinya di panggil.
“ apakah si Yaga sudah masuk belum ya? Aku ingin tau kalau aku meledakan gua itu apakah dia akan jadi ayam geprek” jawabku masih dengan tatapan kosong
“ ayam geprek ? Dimana kamu membelinya”seorang Perempuan memotongku, itu Adalah Lilia yang sedang bersama Yaga.Si sialan itu dia sangat Bahagia sekarang.
“ si yaga ayam gepreknya, lagian kenapa kalian kesini, apa kalian ingin sekali melihatku pergi bersama salah satu guru karna tidak kebagian teman sekelas?” yah aku sudah berkeliling mencari pasangan kesana kemari tapi tidak ada yang mau, aku sampai kesal sendiri mencari jadi aku memutuskan untuk menyerah dengan itu.
“ hm..hm.. itu akan terlihat lucu sih tapi sangat disayangkan itu tidak terjadi” dia terseyum menggoda
“lihat bukannya masih ada seseorang disana?”
Aku melihat kearah yang dia tunjuk, oh aku hampir melupakannya, orang itu bernama selena dia sekelas dengan ku tapi aku tidak terlalu sering menyapanya karna dia sepertinya sangat pendiam. Saat pulang dan saat istirahat pun aku tidak pernah melihatnya berkumpul bersama orang lain, dia Adalah orang yang mudah di lupakan di kelas.
Tapi untuk Yaga dan Lilia berbeda, ntah kenapa mereka tidak berpikir begitu, yaga pernah menceritakan betapa hebatnya selena dalam beladiri tapi dia ntah kenapa keluar dalam beberapa bulan. Dan bagi Lilia sepertinya dia mengenal dia dari saat kecil, bahkan kadang dia menceritakan persahabatannya. Tentu saja aku percaya mereka tapi masih ada keraguan di diriku, apakah dia benar benar selena yang mereka ceritakan?.
Eh tunggu ada yang aneh terjadi disini bukan? Dari Yaga yang di panggil Lilia, semua orang yang menolakku, mereka menemuiku di saat terakhir, dan mereka berdua yang mengenal Selena. Setelah aku menggambungkan semua itu aku menemukan sebuah jawaban dari semua yang terjadi.
Melihat mereka tersenyum nakal kepadaku sudah menjadi clue terakhir untuk menyakinkanku bahwa ini sudah di rencanakan. Sialan mereka ini, dan akupun mendapatkan sebuah ide dari sana.
“ jadi raka kapan kamu akan pergi”
“ hmm? Apa yang kamu maksud” jawabku tersenyum
“ Selena disana dan dia masih belum punya pasangan apakah menurutmu tidak kasihan meninggalkan dirinya sendiri,kan?”
“ yang Lilia katakana itu benar raka, dan mungkin ada baiknya kamu bisa mendapatkan pasangan seperti Selena” dia ini bukannya dia terlalu gampang di hasut
Tapi aku tidak akan mengikuti rencana mereka dengan jelas, biarkan mereka mengatakan aku berdampingan bersama guru, dari pada harus mengikuti rencana mereka.
Aku membuat wajah kemenangan ku, tapi alih alih terguncang Lilia tersenyum tipis.
Aku tau, dia sedang merencanakan sesuatu yang lain, tapi aku tidak akan gentar dengan apapun yang terjadi, sebagai seorang pria kehormatanku tetap harus aku jaga sampai akhir.
“ pantai,terumbu karang,dan diving”
“ i-itu tidak mungkin..”
“ kalau kau dapat mengajak dia pergi aku akan membayarkan semua fasilitas disana nanti, minimal suruh dia untuk berbicara denganku setelah ini selesai”
Hm sungguh itu saja yang bisa di pikirkan oleh orang kaya? Menggunakan hartanya untuk memainkan kehormatan semua orang, tapi dia tidak tau bahwa tidak semua orang akan tergoda dengan uang.
“ jadi begitulah” dia pikir aku adalah orang yang bisa di permainkan begitu saja?
“ Selena maukah kau pergi bersamaku ke gua” tapi tentu saja dia benar
“ y-ya” selena menjawab ragu bukan karna aku tapi untuk kedua orang di belakangku yang sedang menahan tawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments