pertemuan

Sebuah cahaya menyilaukan membuat mataku secara perlahan terbuka.

Aku menatap ke atasku yang hanya terdiri dari pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Tekstur rumput membuatku terasa nyaman untuk bangkit.

Sampai ingatan sebelumnya mengalir kepadaku, aku langsung bangkit dari tidur dan melihat sekitar.

Apa yang terjadi? Dan dimana Selena?

aku melihat di sekeliling ku dan tidak ada siapapun di sana.

Aku memeriksa badan ku dan aku tidak merasakan hal yang sakit bahkan aku merasa segar seperti baru bangun tidur.

Aku mengecek barang barangku yang masih ada di dalam kantong dan mengeceknya, di dalamnya ada senter makanan instan dan minuman botol dalam jumlah besar, terimakasih untuk ibuku yang berkontribusi terhadap bekal ku, walaupun aku hanya menginap 1 hari tapi dia seakan aku akan tinggal selama seminggu saja.

"eh kenapa handphone ku tidak menyala? padahal aku sudah mengisinya sampai penuh"

Sayangnya handphone ku tidak dapat dinyalakan, apa itu karna terbentur atau yang lain aku tidak tau, tapi itu merupakan hal yang sangat di sesalkan karna aku tidak bisa menelpon seseorang dalam keadaan seperti ini.

apa yang sebenarnya terjadi ya?

Aku mengingat sebuah cahaya menelan ku dan Selena terus aku tiba tiba terbangun di hutan?

hmm yang aku bisa pikirkan ialah aku telah selamat dari cahaya itu dan seseorang menyelamatkan ku.

Tapi kenapa aku di tinggal sendiri? Apa ini perlakuan mereka terhadap seseorang yang telah mengalami musibah?.

Setelah menunggu beberapa saat dan tidak ada seorangpun yang datang akupun berdiri dan mencoba melihat lihat sekitar.

Aku menelusuri hutan itu , aku mencoba mengelilingi area dimana aku terbangun dan mencoba tidak terlalu dalam masuk ke hutan karna aku tidak ingin tersesat.

setelah penelusuran ku aku menyadari beberapa hal.

Hutan ini sangat besar, aku tidak menemukan jalan khusus pejalan kaki,dan yang paling penting dimana ini?.

Sungguh sebenarnya di mana aku? Aku tidak mengenal hutan ini sama sekali, Udara di hutan ini terasa lebih berat. Bau tanah basah dan dedaunan memenuhi hidungku, dan suara serangga terdengar jauh lebih jelas dibanding hutan yang pernah kukunjungi.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya aku menemukan seseorang saat aku ingin menyapanya tapi aku mengurungkan diri.

Dari kejauhan dia sepertinya seorang gadis yang sedang bersembunyi dari sesuatu.

Dia menundukkan kepala dan seperti bersembunyi di semak semak sambil dengan fokus melihat kedepan, sebenarnya apa yang sedang dia lihat.

Aku menyelinap pelan-pelan agar aku tidak menakutinya dan aku menyentuh pundaknya pelan, tapi..

“Terran vox… frang.” dia berbalik dan mengucapkan sebuah kata aneh dan meninjuku di perut.

Sebuah tinjuan yang sangat kuat datang dan membuatku merasakan sakit dan lemas yang membuatku duduk dan memegang perutku.

" a da da da da, apa yang kamu lakukan, sakit tau uhhh.." jawabku yang masih memegang perut ku.

" anjoeun garerawauese!!!" teriaknya

Hah..apa yang dia katakan tadi, Apa dia menggunakan bahasa asing? Dan lagian kekuatan gadis ini sangat tak masuk akal, aku sering kali mencoba beberapa hal dengan yaga saat berlatih beladiri bahkan mencoba menahan serangannya dengan perut, tapi kekuatan gadis ini di atas yaga.

Aku melihat sekilas wajahnya yang masih marah dan suara ledakan terjadi.

DUUUAR.

" TEUR ELIRA!! " teriakan gadis di kejauhan

Saat mendengar suara itu gadis di sampingku menoleh kearah sebrang dengan membuat wajah panik, dan mencoba melihatnya juga dan yang kutemukan ialah seorang gadis lain yang sedang di kejar babi hutan yang seukuran denganku.

Oh tidak gadis itu dalam bahaya..

" Mira!!" di saat bersamaan dengan teriakannya aku langsung melompat menuruni tebing yang tidak terlalu tinggi dan langsung berlari kearahnya.

Aku mengambil batu di sekitarku saat menuruni tebing dan bersiap mengarahkannya ke babi itu.

aku melempar batunya dengan sekuat tenaga, batu itu terbang ke arah babi yang sedang mengejar gadis itu, dan.. Tuk suara batu yang tadi ku lempar.

Sepertinya damegnya tidak sesuai dengan harapaku, tapi babi itu menoleh ke arahku.

Y-yah yang penting rencanaku mengalihkannya berhasil, tapi apa yang harus aku lakukan?.

Di saat babi itu menoleh kepadaku aku merasakan seluruh tubuhku menegang dan tak bisa bergerak aku mencoba menghindari kontak dengannya tapi tak berhasil.

Tanganku terus bergetar tanpa sadar dan aku menyadari apakah aku takut? Kenapa tiba-tiba.

Babi itu menerjang ke arahku yang masih tidak dapat bergerak.

Ini buruk.

" louncet!! " teriakan seseorang membuatku tersadar dan aku langsung melompat kesamping ketika jarak babi itu denganku hanya berjarak sekitar 2 meter

Tak menyangka aku bisa menghindar babi itu tidak dapat berhenti begitu saja dia akhirnya menabrak pohon yang berada di belakang ku.

DUARR!! Babi pun roboh

akupun bangkit dan melihat kearah babi yang terkapar tadi dan melihat pohon yang setengah hancur karna sundulannya.

Aku akan mati kalau aku terkena itu bukan?

Tidak berlangsung lama ada pergerakan dari babi hutan ini yang menunjukkan dia masih hidup.

" mustahil, kenapa kamu tidak tidur saja lebih lama?"

Di saat babi hutan itu hendak berdiri tanpa basa basi aku menjauh dari babi itu.

" Terra rupta venis!” teriakan gadis dari seseorang yang sebelumnya.

Dia melompat kearah babi itu sambil memegang sebuah tombak tanah, tunggu itu melayang? kok bisa.

tombak itu menembus babi hutan dan babi hutan itu berteriak kemudian melemas.

" wow sihir... Bukannya itu sihir... Keren!!" mataku bersinar melihat gadis itu.

Adu du, perutku kembali sakit dan aku memegang perutku dengan erat.

Gadis itu mendekati ku dengan wajah menyeramkan jadi aku agak mundur setelah melihatnya, tapi saat dia mendekat gadis lain menghalanginya.

" Teur elira gouesa"

" niha"

Mereka seperti berdebat tentangku tapi aku tidak mengerti sama sekali apa yang mereka katakan.

" anu..apakah kalian bisa bahasa yang kumengerti, aku sama sekali tidak mengerti maksud percakapan kalian" aku mencoba masuk dalam percakapan sambil menahan perutku, berharap mereka akan menggunakan bahasa yang lain,

" Babel?" wajah kedua itu bingung

" Babel?" aku memasang wajah yang sama

" kamu siapa ? " gadis yang sempat dikejar babi itu akhirnya bicara

" kau bisa memahami ku, akhirnya ada yang dapat berkomunikasi" wajahku menjadi lega dan memperkenalkan diri dengan semangat

" perkenalkan namaku Raka siswa sma, aku awalnya sedang ada dalam liburan di taman nasional ibu kota tapi sebenarnya dimana ini, dan yang lebih penting apa yang dilakukan gadis itu, itu sihir kan?" mataku bersinar saat berbicara dengannya.

" jadi nama mu Raka bukan" gadis itu menjawab

" iya dan tentang sihir itu"

"sihir ?" gadis itu membuat wajah bingung " ah aku tidak mengerti Babel penuh"

" Babel ? Apa itu Babel?"

sepertinya dia tidak terlalu paham dengan bahasaku jadi aku mewajarkannya yang penting aku dapat berkomunikasi terlebih dahulu, dan lagian apa itu Babel? Itu kata yang sama dengan yang dia ucapkan sebelumnya.

" tidak tau Babel, kamu bukan orang Babel?"

" tidak, lagian apa itu"

gadis itu membuat wajah berpikir sejenak dan akhirnya berkata.

" negara,besar,dan melayang" dia memperagakan gerakan itu dengan agak lucu tapi aku tetap tak paham.

Negara besar yang melayang kah, sebenarnya dimana aku ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!