Kita berdua pun pergi ke desa lagi bisa di bilang usaha tadi adalah berhasil total
Walaupun aku tidak bisa menyebutnya sempurna tetapi aku masih bersyukur percakapan tadi lancar
tapi di sebelahku Mira masih murung
" Mira tidak apa, kita bisa bertanya besok ke pak istar "
" tapi tetap aku mengacau, aku lupa menanyakan batu mana "
Yah seperti yang terlihat kita berdua melupakan tentang batu mana itu, jujur saja aku tidak mengingatnya sama sekali.
bahkan kitapun di ingatkan tentang itu ketika kak bren menanyakan ke Mira tentang pembelian batu mana Raka, dan saat itu kita tersadar
Mira sempat ingin meminjamkan batu mananya kepadaku, tetapi Kak Bren langsung menolak. Batu mana adalah kebutuhan sehari-hari, dan milik Mira juga bukan berkualitas tinggi. Kalau habis saat dibutuhkan, itu justru berbahaya kata kak bren. Jadi aku pun setuju dengan keputusan Kak Bren.
" a-ah ya bagaimana kalau kita pikirkan bagaimana kita besok akan ke ibukota? Jam berapa kita akan berangkat "
" ah ya kau benar " setelah itu Mira berbicara bahasa yang asing bersama kak bren dan meninggalkan aku dalam kebingungannya
Yah aku sudah biasa sekarang
Dan tak lama percakapan Mira dan kak bren berakhir
Intinya dia setuju setuju saja asalkan Raka dan Mira membantu seperti biasa
Tetapi berbeda dengan hari sekarang, lebih condong membantu berjualan daripada angkut angkut ,itu karna hasil panen hanya di angkut beberapa kali seminggu jadi tidak setiap hari,tapi tetap saja masih ada beberapa barang yang harus di stock.
Jadi kitapun sepakat akan berangkat pada pagi hari
...----------------...
Kitapun sekarang sudah ada di desa
aku langsung bergegas membantu mengangkut kotak kotak turun dari kereta
Kita di sambut oleh toma,selka, dan elira
Tapi ntah kenapa hanya elira yang menatap tajam kearahku
Mira bergegas ke arah elira dan menyapanya
Wajah tajam yang di sorotkan padaku langsung menghilang ketika bersama Mira, apa yang membuat dia sebenci itu kepadaku dah
dan pada akhirnya aku menghiraukannya
Di saat aku mas…
Malantara
kembali ke desa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments