"Baiklah cukup kalian berdua" kata si kepala desa menghentikan kami berdua dari saling tatap
" baiklah Raka, mari kita kembali ke masalah utama" kepala desa mengeluarkan sebuah batu dengan ukiran di atas meja " sekarang Raka apa kau bisa melambaikan tanganmu ke atas alat ini"
aku menatap batu itu yang berbentuk setengah lingkaran
aku menahan nafas ku saat hendak mengulurkan tangan
" Raka tak perlu takut ini hanya scan biasa " Mira mencoba menenangkanku yang terlihat ragu
" hah? Ah ya aku tidak takut ko "
Mungkin mereka melihatku seperti ragu tapi itu adalah rasa takjub ku
" hmm?" Mira memiringkan kepalanya
" aku hanya.. kau tau ini alat sihir bukan?, jadi aku bersemangat "
" kamu belum pernah melihat benda ini?"
Yang malah terkejut itu kepala desa
" ya aku belum pernah melihat benda seperti ini apa kegunaannya?"
" ini hanya test untuk melihat apakah kamu sakit apa sehat, sekarang apa kamu tidak memiliki gangguan dalam sihir "
" sebenarnya aku bukan orang sini,bahkan mungkin saja aku dari negara lain jadi aku tidak mengenal sihir sama sekali "
Aku mengangkat tangan ku tapi kepala desa malah terkejut mendengarnya
" aku mendengar dari Mira bahwa kamu ingin belajar tentang sihir, tapi aku tak sangka ada orang yang tidak bisa menggunakan sihir "
Kepala desa menatapku dengan penasaran tapi setelah beberapa saat dia mengarahkan perhatiannya ke benda di atas meja
" baiklah kita mulai saja "
kepala desa menyentuh benda itu dan seketika benda itu bersinar
" coba kamu genggam bola itu Raka "
Aku mengikuti nasihatnya dan bola itu berubah warna
" wow apa ini "
Kepala desa memperhatikan dengan jeli dan mengangguk
" sepertinya aman, baiklah Raka pertama aku minta maaf dengan perilaku yang di lakukan warga kami atas yang kamu alami "
Mereka bertiga menunduk secara bersamaan yang membuatku entah kenapa merasa bersalah
" ah tidak tidak aku yang salah di sana"
" ah ya sepertinya kamu masih belum memiliki tempat untuk singgah dan maaf apakah kamu mempunyai uang ?"
" uang ya?"
Aku seben…
Malantara
pelajaran yang tertunda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments