aku merenung sebentar untuk memahami apa yang terjadi.
Sedangkan kedua gadis elira dan mira sedang membahas satu sama lain dengan bahasa yang tak ku mengerti.
Setelah itu selesai Mira datang ke arahku meninggalkan elira disana
" Raka kan?" dia melihatku dengan cemas " apa kamu baik-baik saja?"
" yah aku baik-baik saja, untungnya aku di selamatkan tapi aku juga jadi korbannya dengan tinju yang tiba-tiba dia lancarkan" aku menengok ke arah elira secara bergantian sambil mengusap perutku
" ? " mira yang di depanku melihat dengan bingung " maaf sebelumnya, tapi aku belum lancar menggunakan bahasa Babel"
Ahh Mira ternyata masih belum pasif berbicara bahasaku atau Babel ini,pantas saja nadanya seperti bahasa baku dan agak kaku.
ngomong-ngomong tentang Babel apakah itu sebuah negara asalku tapi mereka menyebutnya Babel dan kenapa itu dianggap seperti bahasa di sebuah negara tertentu,bukannya bahasaku sudah menjadi bahasa umum di negara sekitar ?
" tentang Babel apa kamu tau negara seperti apa itu?"
" kamu tidak tau? eh...itu negara yang besar dan canggih " dia mengatakannya seperti hal itu adalah hal yang sudah jelas
" dan di mana tempatnya,Apakah jauh dari sini?"
dia menggelengkan kepalanya " negara itu sulit diketahui karna.." dia menunjuk ke arah atas " itu melayang"
Aku hanya bisa terkejut dan melongo
Apa dia serius? dari tatapannya dia bukan orang yang akan mengatakan kebohongan, tapi negara yang melayang aku berharap itu sebuah guyonannya
Tapi setelah ku pikir-pikir ada seseorang yang memiliki kekuatan yang membunuh babi itu juga sangat tidak masuk akal.
Aku melirik ke arah elira yang sedang memotong babi hutan dengan lihai, sungguh apakah gadis disini se brutal ini, aku sedang melihat seorang gadis yang seumuran denganku memotong hewan tanpa ragu.
duk...duk...
Suara benturan keras terdengar saat aku menoleh, elira yang tubuhnya sekarang penuh dengan darah ketika matanya yang tajam menatapku yang sedang memperhatikannya, aku membalasnya dengan tersenyum kepadanya, walaupun begitu tubuhku tetap merinding karna tatapannya.
" oeruangga meikaun" bisik elira yang sedang memotong daging
"teur!" balas mira
Hmmm sepertinya dia membicarakan yang buruk tentang ku?
" apa yang dia bilang?" tanyaku
" engg dia tidak membagi daging ke raka"
aku menatapnya kembali dan tersenyum lagi ,moga saja pesan ku tersampaikan" aku tidak menginginkan daging itu"
Tapi dia hanya menatapku dengan tajam dan memegang lebih erat pisau besar di tangannya seperti mengatakan "aku Takan membiarkan buruanku direbut"
sepertinya sia sia
Ah aku melupakan satu hal yang penting darinya
Keanehan gadis bernama elira ini yang membuat tanah runcing dan dapat seolah olah menerbangkannya pasti kebetulan apakah itu sihir?
moralku mengatakan bahwa itu mustahil tapi setelah aku melihatnya dengan kepalaku sendiri jadi aku harus memastikannya...tidak aku harus mempelajarinya, harus.
" apa kamu tau yang di lakukan elira tadi? Dia seperti membuat tanah tajam dan membuat itu melayang terus menancapkannya, itu merupakan sesuatu yang keren banget tau" kataku dengan penuh penasaran dan semangat
Ada jeda dari Mira yang sepertinya membuatnya kebingungan karna aku terlalu bersemangat.
"lakukan kak elira itu..melayang..ah.." dia sepertinya menyadari sesuatu,yang awalnya dia tenang sekarang malah menjadi agak tegang dan dia langsung membungkuk kepadaku " tolong tidak beri seseorang tau"
Eh,hah? Apa maksudnya tolong jangan beritahu seseorang?.
Di balik Mira yang sedang membungkuk ada orang yang menatap lebih intens kepadaku seakan mengatakan " apa yang kamu lakukan bajingan" dan aku langsung menggelengkan kepalaku berulang kali sambil menyilangkan tanganku.
Dia sangat menyeramkan
Setelah ku pikirkan lagi ,sepertinya itu adalah sebuah hal yang tidak boleh orang lain tau.
ya sudah jelas sih kekuatan seperti itu sangat sangatlah jarang,bahkan aku baru pertama kali melihat ini dan pernah menganggap sihir atau kekuatan super itu hanyalah omong kosong belaka.
Akan ada banyak orang yang memperebutkan dia karna kekuatannya dan aku membayangkan dia tidak akan merasakan hidup bebas seperti ini lagi.
" tidak perlu membungkuk seperti itu, aku tidak akan memberitahukan ke semua orang ko, tenang saja orang yang dapat mengeluarkan batu dari tanganya sendiri itu sebuah keajaiban dan akan menjadi bencana kalau ada yang mendapatkan info itu kan?" kataku sambil menenangkan
Mendengar itu seperti biasa, dikarenakan aku terlalu banyak berbicara perlu beberapa waktu untuk dia memahami isi yang ku bicarakan.
" mengeluarkan batu dari tangan, bencana?" dia menatapku dengan tatapan bingung
" tidak sampai bencana?, kalo mengeluarkan batu bukannya semua orang bisa" dia merentangkan tangannya dan batu keluar di tangannya yang tadi kosong
" tu-tutunggu kau bisa melakukannya juga, ko..ba-bagaimana bisa" aku terkejut dan juga tercengang, sekarang ada dua dari mereka
" aku bilang semua lo..Kamu tidak bisa" dia menatapku dengan seolah itu hal yang sangat umum di ketahui.
" jadi maksudmu semua orang di tempatmu dapat melakukannya, bukan hanya suku mu?"
" suku? apa itu seperti kelompok? " tanyanya bingung " kalau benar itu salah, itu semua orang, Raka tidak bisa?"
Alih-alih mereka berdua saja, dia bilang semua orang dapat menggunakan kekuatan seperti magis itu?, sebenarnya apa yang terjadi.
kalau seperti itu
"kalau kamu bilang semua orang, tolong ajarkan aku menggunakannya juga" aku meminta tolong ke dia
aneh, sangat aneh sekali bagaimana semua orang mendadak jadi bisa menggunakan sihir, apa aku bermimpi.
Kalau dia setuju denganku berarti benar apa yang dia katakan bahwa sihir adalah hal yang lumrah sekarang, kalau begitu apakah aku sebenarnya bukan berteleportasi tetapi kemasa depan?.
Yah apapun itu aku harus bisa beradaptasi dengan budaya ini dulu, tentu saja ini bukan karna aku sangat ingin menggunakan sihir,yah setidaknya tidak semua.
walaupun dia kelihatan bingung tapi dia tetap melakukannya,dia memang gadis yang baik.
" baik lah, awal coba ulurkan tangan "
Aku mengulurkan tangan ku seperti yang di minta dengan semangat.
Akhirnya aku akan belajar sihir, aku harus memperhatikan apapun yang dia katakan dengan sungguh-sungguh
Dia melihatku dengan ragu karna aku terlihat sangat serius tiba-tiba,tapi dia masih melanjutkannya.
" bayangkan sebuah batu muncul, kamu bisa menyebutnya agar bisa di bayangkan"
Dan sebuah batu muncul di telapak tangan mira
" hanya itu?" jawabku tidak percaya
" ya, kamu perlu fokus untuk muncul batu"
aku masih terkejut melihat batu yang muncul tiba-tiba , tapi aku hanya perlu berkonsentrasi? Apakah dia serius.
Aku menatapnya dengan ragu tapi dia tersenyum kepadaku
Yah mana mungkin dia menipuku, jelas-jelas dia gadis yang baik dan juga dia telah membuktikan sihirnya kepadaku.
aku langsung beralih mencoba fokus dan menuruti apa yang dia katakan, tetapi saat aku mulai elira datang.
" mira" dia memanggilnya sambil membawa daging di pundaknya.
" maaf aku harus pulang"
" tunggu, aku masih baru saja mulai " setidaknya tunggu aku mengeluarkan batu
" maaf kakak memanggil, suatu hari aku akan ajar lebih" jawabnya pergi tergesa-gesa
Yah kalau dia sudah memutuskan aku tidak bisa berbuat apa-apa, tapi aku akan pastikan dia mengajariku lagi dengan sihir lain, ah aku baru ingat.
" ah setidaknya apakah kamu dapat memberitahuku desa terdekat yang ada di sini?"
Dia berhenti dan berbalik kepadaku " kalau itu.. kamu bisa ikut kita sampai persimpangan " jawabnya
"hah?" dari seorang elira di belakangnya,dia langsung berbicara panjang lebar dengan Mira sepertinya dia tidak setuju,tetapi sepertinya Mira menang kali ini.
" sungguh tidak apa-apa?" jawabku melihat elira yang cemberut
" ya" Mira membalasku dengan senyuman
ah Mira sekilas mirip seperti Dewi bagiku sekarang
Dan di depanku ada 2 kontras yang berbeda seorang gadis yang lembut dan seorang gadis yang menatap tajam kepadaku, sepanjang jalan aku di tatap dengan tatapan tajam, di tambah setiap kali melihatnya aku merasakan sakit yang membutuhkan, mungkin karna pukulan darinya yang masih terasa sampai sekarang, tapi karna Mira yang telah baik kepadaku aku akan melupakannya.
" kalau kau lanjut jalur ini,kamu akan masuk ke velera"
" yah terimakasih banyak Mira, dan disana juga elira terimakasih"
Dia membalasku dengan senyum dan kita pun berpisah.
matahari sudah mulai terlihat tenggelam, walaupun aku tidak terlalu khawatir karna sudah menemukan sebuah desa.
Aku pergi bertanya ke seseorang yang pertama ku temui.
Itu adalah seorang pria tua yang sedang memotong kayu
" permisi pak"
Bapak itu mengabaikanku dan masih lanjut memotong
Aku sedikit mendekat dan menyapanya lagi
" halo pak selamat sore?" sapaku ramah
Bapak itu akhirnya melepaskan kapaknya
" naoeny" tanyanya
Eh sepertinya ini seperti Dejavu.
ah ya sekarang bahasaku disebut babel
" halo selamat sore,aku berbahasa Babel, apakah kamu mengerti bahasanya?" aku mencoba menjelaskannya dengan bahasa tubuh juga, walaupun aku tidak yakin aku menggerakkan sesuatu yang jelas.
Pria di depanku masih melihatku dengan wajah bertanya di wajahnya.
Ah sepertinya aku salah kali ini, aku tidak mengira ini akan terjadi dimana semua orang disini tidak mengerti bahasa yang ku ucapkan.
Aku pergi ke tempat lain setelah berbicara dengannya beberapa menit sampai orang itu kesal dan mengusirku.
aku berusaha berbicara dengan orang yang kutemukan di jalan tapi reaksinya semua sama, mereka tidak mengerti bahasaku.
langit sudah menjadi gelap dan aku masih belum menemukan seseorang yang bisa mengerti bahasaku,Bukannya ini gawat?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments