suasana di desa valera sangat sibuk di pagi hari
Orang orang terlihat sedang mengangkat kotak kayu yang terus di bawa ke sebuah kereta
Sepertinya orang orang ini hendak pergi kesebuah pasar atau ke sebuah desa yang lebih besar.
Itu seharusnya sebuah kesempatan besar untuk mengetahui dimana aku berada dan apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, tapi itu sepertinya akan sulit.
Kau tanya kenapa?
Karna aku sudah berkeliling mencari seseorang yang setidaknya memahamiku dalam berbicara semalaman dan tidak ada satupun seseorang yang memahamiku
Aku telah berusaha untuk mencoba berbicara bahkan dengan gerakan tubuh pun sepertinya tidak cukup untuk mereka memahamiku.
Dan disinilah aku berada di samping sebuah pagar yang di depanku banyak kerumunan orang berlalu lalang
Aku bahkan tidur di samping jalan tanpa tikar dan bantal, yang aku syukuri saat itu adalah sebuah jubah yang kuterima dari yaga
Walaupun aku bersyukur telah di berikan jubah ini untuk menggantikan selimut dan alas untuk tidur tapi saat aku bangun orang-orang yang lewat melihatku seperti melihat seorang yang aneh
Ah itu juga yang membuatku malas untuk mencoba lagi bertanya kepada orang lain, mereka menatapku dengan tatapan aneh,was-was,takut,dan kasihan
itu sangat memalukan sekali orang yang sedang ku ajak bicara malah membuat tatapan kasihan dan akhirnya memberiku roti dan pergi setelah menepuk punggungku seperti menyemangatiku.
Mengingat nama yaga membuatku merasa kenangan lama yang selalu bercanda denganku, walaupun dia selalu menggangguku tapi dia adalah orang yang baik.
bagaimana keadaanya sekarang ya?
Saat aku sedang melirik orang-orang aku mendengar sebuah rombongan 3 orang yang sepertinya sedang menuju kearahku, seorang wanita yang berada di depan langsung menunjuk ku tiba-tiba yang di sampingnya ada 2 orang laki-laki memegang sebuah tongkat.
Seperti yang kuduga dia berbicara lantang sambil menunjuk ku tapi aku tidak memahami apa yang dia bicarakan tapi aku sepertinya sedikit mengerti apa yang dia maksud, mungkin yah masih mungkin
Dia mungkin saja berbicara " ini orangnya!! Orang ini sangat mengganggu usir dia" atau begitulah.
Tapi sepertinya di belakang wanita ini bukan seorang polisi atau apapun, mereka terlihat biasa.
anehnya perasaan yang kurasakan sekarang bukan panik atau takut malah sangat tenang,bukannya situasi seperti ini harusnya membuatku panik bukan kalau aku tertangkap, mungkin saja karna aku tidak tau apa yang dia bicarakan berpengaruh ke situasinya
Ah tidak,mungkin perasaan yang kurasakan adalah lebih ke pasrah daripada tenang.
dan akupun di tangkap dan di seret ke suatu tempat,tapi
" toegun" seorang wanita berlari sambil berteriak
tunggu bukannya dia Mira bahkan dibelakangnya ada Elira walaupun dia menggunakan wajah yang tidak mengenakkan.
" Mira, Elira" teriakku memanggil
Mira melihatku dan tersenyum menyapaku balik, sepertinya menjelaskan sesuatu kepada 3 orang itu terus membuat raut wajah yang tidak percaya
Dan setelah diskusi yang lumayan pendek Mira maju kearahku
" tenang Raka, kamu baik baik saja" katanya
" yah terimakasih Mira aku selamat" jawabku
Jujur saja aku tidak tau apa yang terjadi tapi sepertinya Mira telah menyelamatkan ku.
Dan setelah itu aku di kembali di seret kembali oleh 2 orang laki-laki itu
Hmm? Tunggu kenapa aku masih di seret, bukannya aku akan baik-baik saja?
" eh...Mira kenapa aku masih di seret?" tanyaku ke mira
Aku menatap ke Mira untuk memintanya menjelaskan apa yang terjadi tapi dia hanya tersenyum
"heh" suara di belakang Mira terdengar
dia tertawa sinis kepadaku seperti sedang menikmati aku kebingungan
Dia itu sepertinya senang melihatku bingung ya...
Dan tanpa memberontak aku mengikuti orang orang ini pergi.
...****************...
Akupun di giring ke sebuah tempat yang rumahnya kelihatan lebih besar dari yang lain, walaupun yah modelnya sama aja sih.
Wanita itu, Mira dan elira berada di depan pintunya dan wanita itupun mengetuk pintu dari rumah itu dan seseorang orang tua pun keluar
Meraka berempat mendiskusikan sambil sekali-sekali melihat kearahku, jujur saja sangat menyebalkan mendengar seseorang yang sedang membicarakanku tanpa aku bisa memahami apa yang mereka bicarakan
Setalah menunggu lagi orang tua itu mendekat kepadaku
" selamat pagi nak, namamu Raka bukan?" orang tua itu berbicara dengan normal,maksudku dengan bahasa yang kumengerti
aku tertegun
" kakek kamu mengerti?" jawabku tercengang
" apa maksudmu bahasa Babel? ya aku bisa bahasanya"
" akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang bisa di ajak bicara" kelegaan muncul di hatiku, semua penderitaan malam itu akhirnya ada sudah berakhir
" hm? Bukannya Mira dan elira sudah mengenalmu lebih dulu, mereka berdua bisa bahasa Babel juga apakah mereka tidak menggunakannya"
Ah dia benar juga, seharusnya aku baru menyadarinya
Tunggu mereka berdua?
" elira juga!?"
Kepalaku terasa kosong
Jadi... Selama ini dia mengerti? Dan memilih untuk... Diam?
" yah dia juga, bahkan dia lebih pandai dari pada yang lain, kenapa kamu tidak melakukannya elira?" kakek itu sekarang menatap elira
" aku tidak mau, kenapa aku harus membantu seseorang yang menggangguku berburu?" jelanya menatapku
dia masih marah kepadaku karna itu, yah aku juga merasa bersalah karna aku mengagetkannya
" dan itu juga ada untungnya"
Hah?
"karna aku bisa melihat dia kebingungan saat di seret kesini karna penjelasan yang kurang dari Mira, wajahnya yang tak tau apa apa itu sangat bagus" dia menatapku sambil tersenyum
Aku tarik perkataan ku aku tidak akan merasa bersalah untuknya
mata kami saling bertemu
Dia tersenyum tipis padaku
Dan aku balas menatapnya tanpa mengalihkan pandangan.
entah kenapa...rasanya seperti dia sedang menantangku.
Di tengah tatapan mau aku dengannya
Mira sebaliknya masih belum mengetahui apa yang salah
" apa aku kurang penjelasannya?" bingung Mira
" tidak semuanya Mira, harusnya kamu menjelaskan dia akan dibawa kemana, alih alih kamu bilang 'dia akan baik- baik saja' lebih baik katakan ' kamu akan ditanyai oleh kepala desa ' coba ingat itu dimasa depan " elira menjelaskan
Mira pun mengangguk
Jadi dia sudah tau lebih dari awal tapi tidak memberitahunya?
Pantas saja dia terlihat senang saat aku di seret
Dan kakek ini adalah kepala desa disini ya
itu membuatku lebih senang karna mungkin saja aku bisa menanyakan sesuatu hal yang lebih luas.
Tunggu kalau dia tau dari awal kakek ini bisa berbahasa Babel kenapa dia
" tunggu lantas kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal tentang kepala desa ini?" aku melirik ke Mira dan elira
" sebenarnya..."
Elira memotong omongan Mira " kau bahkan tidak bisa mencari seorang kepala desa di tempat sekecil ini? Kau seharusnya mencari lebih tekun lagi, jangan menyalahkan Mira karna hal yang kau tidak bisa" sambil menatapku tajam
" aku tidak bermaksud menyalakannya kau tau, tapi kalau saja kamu memberitahuku lebih awal" aku menatapnya balik tak mau merasa bersalah
" eh... Sebenarnya itu aku lupa, maaf ya" jawab Mira sambil malu
" tidak Mira aku tidak menyalahkan mu, sungguh"
" apakah begitu?, yang kau katakan tadi sepertinya bukan orang yang tidak sedang menyalahkan seseorang" jawab elira
Haa... Sebenarnya dia benar Andai saja Mereka mengatakan itu lebih awal mungkin aku tidak akan menderita semalam, tapi aku tidak ingin Mira merasa bersalah juga
Sungguh kemarin merupakan malam yang buruk..
Aku berharap sesuatu hal yang lebih buruk tidak terjadi lagi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments